
Bumi yang berguncang dengan dentum yang memekakkan telinga. Perubahan alam berhembus menyebar dalam kilatan cahaya. Hanya mereka yang merasakan perubahan. Para pengendali yang memiliki elemen.
Para penghuni basecamp merasakan kegelisahan dengan rasa takut akan masa yang akan datang. Ketika ketiga pemimpin terlahir kembali. Bagaimana mereka akan terselamatkan? Banyak ancaman, tetapi untuk mendapatkan perlindungan. Apakah menetap di hutan larangan menjadi keputusan yang terbaik?
Tiga pemimpin yang dimaksud adalah Dark Shadow sebagai pemimpin para klan bayangan yang memiliki pekerjaan sebagai pembunuh bayaran dan pemburu teraktif untuk memusnahkan para pengendali yang bisa menghancurkan keseimbangan energy sebagai penganut iblis.
Sang Pengelana sebagai pemimpin jiwa yang mati. Kehancuran adalah ciri khas yang menjadi tujuan pemimpin tersebut. Orang akan beranggapan. Satu pemimpin ini tidak diperbolehkan menginjakkan kaki ke bumi, namun takdir membuat satu makhluk tak sempurna untuk menyeimbangkan seluruh energi di muka bumi.
Sang Dewa Cahaya. Seorang manusia biasa dengan berkat para dewa dan Tuhan. Dia yang mampu mengendalikan semua elementer tanpa berlatih. Memiliki fokus yang tinggi dengan gerakan secepat. Identitas tersembunyi dengan tingkat kecerdasan tertinggi.
Ketiga pemimpin dengan tujuan dan emosi masing-masing. Ketiganya bangkit melalui tiga fase kehidupan. Namun, tidak dengan Dark Shadow. Dimana pemimpin satu ini memiliki usia paling tua dibandingkan pemimpin lainnya. Semua itu karena persembahan yang selalu dilakukan secara rutin.
Meninggalkan alam yang memiliki putaran waktu. Elementary dari serpihan inti jiwa mulai bergetar menunjukkan eksistensinya. Getaran itu dapat dirasakan oleh Tuan Elang yang baru saja kembali ke rumah mewahnya sendiri.
Yah, dialah sang Tuan Muda. Manusia yang bisa menghentikan waktu sesuai keinginannya, hanya dengan menjentikkan jemari. Dirumah pribadi yang menyimpan keindahan dengan segudang peraturan. Dialah raja di dalam istananya sendiri.
"Salam, Tuan Muda. Saya ingin melaporkan paket yang baru datang hari ini," lapor seorang penjaga menyambut kedatangan majikannya dengan membungkukkan setengah badan.
"Dimana?" tanya Tuan Elang dengan suara dinginnya.
Penjaga itu menunjuk ke arah tempat yang biasa. Dimana di bawah lukisan sebuah bukit, terdapat kotak khusus untuk menyimpan paket atas nama sang majikan. Tanpa berpanjang kali lebar untuk memberikan penjelasan. Tangannya kembali menutup pintu, setelah Tuan Elang masuk berjalan mendekati paketnya.
Amplop yang sama dengan nama file yang sama. Aneh. Seharusnya file pekerjaan berbeda, tapi kenapa justru sama? Apa yang ingin disampaikan oleh si pengirim paket. Mau, tak mau. Kasus yang akan ia urus berubah haluan.
Orang yang mengirim berkas tidak jelas, tapi dari semua file. Tanggal pengiriman selalu sama yaitu tanggal lima di minggu pertama. Jika dari satu poin ciri khasnya. Bisa dipastikan, masalah itu sudah menjadi momok tersendiri. Namun, siapa Sang pengelana?
Selama ini, semua informasi hanya tentang manusia yang memiliki kelebihan. Mereka yang disebut para pengendali elemen. Jadi, apa kaitan antara satu kasus ke kasus lainnya? Ditengah kesibukan memikirkan masalah kasus yang akan ia pegang. Tiba-tiba ada yang berani mengetuk pintu ruang kerjanya.
Partikel udara menyebarkan aroma siapa sosok di balik pintu di depan sana. Ia bisa membaca isi pikiran orang itu, "Rupanya anak ini tidak kapok dengan hukumannya."
Ingin sekali memberikan pelajaran, tetapi itu hanya akan mengotori tangannya sendiri. Maka, lebih baik mengabaikan. Tuan Elang memejamkan mata, lalu membayangkan suasana tenang pegunungan dengan hembusan angin yang menyejukkan. Kupu-kupu beterbangan mengitari taman bunga yang indah. Suara gemericik air bak simfoni melodi.
Perlahan membuka kelopak matanya. Hawa dingin bersentuhan menyapa kulitnya. Ruangan kerja yang dipenuhi buku berubah menjadi nuansa alam bebas dengan segala keindahannya. Pengendali dimensi waktu. Satu persatu kekuatan yang ia miliki dilatih untuk menjadi yang terbaik. Walau harus berusaha seorang diri.
Kini, tidak ada lagi yang bisa mengganggunya. Baik pelayan atau orang lain. Fokusnya tidak akan terbagi. Sekali lagi, ia membaca file tentang sang pengelana. Beberapa saat sibuk membolak-balikan halaman hingga file terakhir juga dicermati dengan seksama. Lima file yang sama, tapi di setiap akhir file. Ada sepenggal kalimat yang tidak lengkap.
Apakah itu teka-teki atau memang orang yang mengirimkan file. Memang tidak tahu terusan dari penggalan kalimat tersebut. Agak janggal dan juga menjadi tanda tanya besar. Apalagi file yang ada, ketika disentuh tidak memberikan bayangan apapun. Tidak seperti file lain. Dimana akan menunjukkan kilas bayangan kejadian di masa lalu.
"Di ufuk timur, gelap menerjang. Bukan bulan atau bintang yang menyelamatkan. Dia yang terlahir bermandikan cahaya surya. Dialah sang penyelamat alam. Tidak lain dan tidak bukan ....,"
Kalimat macam apa? Itu teka-teki, tapi ketika menjadi pemenggalan kata. Maka berarti, seseorang yang memiliki takdir kehidupan untuk menjadi pemimpin dengan hati nurani. Hanya saja, di dunia dengan krisis kepercayaan dan juga ketidakseimbangan. Siapa yang memiliki waktu untuk menolong, dan mau berdiri didepan orang-orang ketika musibah datang?
"Kenapa aku merasa, semua ini terhubung denganku? Degupan jantung yang berpacu begitu cepat, dengan rasa tidak sabaran yang membelenggu hatiku. Aku sendiri tidak bisa mengendalikan isi pikiranku. Kenapa seperti ini?"
Kebingungan Tuan Elang memang wajar. Namun, kenyataan akan takdir yang harus terus dijalankan. Tidak akan pernah berubah kecuali Tuhan mengubah alurnya. Sekuat apapun, seorang manusia memiliki kelebihan. Percaya pada takdir adalah hal mutlak.