Am I Precious?

Am I Precious?
Acting UH 's skript pt 2



****PREVIOUS ****CHAPTER****!!!


"ga mungkin? apa paman yakin? setiap bertemu yang paman bicarakan adalah ibu, kebaikan ibu, meminta maaf atas perbuatan ibu, emang paman pikir aku robot? aku Boneka yang tidak memiliki perasaan dan ingatan buruk tentang ibu? (paman kaget dan terdiam kehilangan kata-kata)paman pasti seperti itu supaya aku tau tempatku kan? makanya bercerita banyak hal tentang ibu dan membuka trauma lama dan membentuk trauma baru untukku?(paman terlihat ingin bilang kalau bukan begitu dari kalimatku barusan) apa paman pikir aku tidak mengerti apapun karena aku baru 3 tahun karena itu ingin membuat ingatan baru yang buruk buatku? aku tau semua membenciku tidak ada benar-benar sayang padaku, bahkan robot saja punya nama boneka punya nama binatang dan batu pun punya nama tapi aku yang adalah manusia aku tidak memiliki nama, aku benar-benar lebih rendah dari mereka semua" air mata mengalir begitu deras, detak jantung yang tak beraturan, nafas yang tak beraturan.


"sayang, bukan begitu sayang. paman benar-benar sayang dengan kamu, hiks… maaf paman tidak memikirkan tentang hiks…nama untukmu hiks…maaf hiks…maaf sayang hiks…maaf paman benar-benar minta maaf sudah membuatmu berpikir seperti itu hiks…maaf sudah membuatmu semakin merasa terpuruk hiks…" jawaban paman yang menangis akan perkataan ku sebelumnya.


benar paman, menangis lah paman, buat aku lebih benci pada paman supaya ini berhasil paman. ah gawat aku harus menahan tangisku.


batinku menguatkan ulang tekad ku.


"paman lebih baik paman pergi dan jangan kemari lagi"


"apa!?"


...^_^...


paman kaget dengan permintaan ku.


"sayang, ada apa? kenapa kamu seperti ini sayang😟?" paman memegangi pundak ku bertanya dengan wajah yang bingung dan sangat sedih.


"ada apa sayang, kenapa apa kamu marah karena paman tidak memberikanmu nama? kalau begitu paman besok akan memberikanmu nama yang hanya digunakan kita berdua gimana sayang? apa mau🤗?" pinta paman dengan wajah sedihnya yang membuat hatiku ikut merasakan rasa sakitnya. maaf ya paman.


"besok? kan aku dah bilang pergi sekarang ga ada besok-besok lagi aku ga mau😡!!" nada ku tinggikan.


"aku berterima kasih padamu paman karena sudah mau menemaniku, tapi mau dipaksakan sekuat apa pun aku tidak bisa bersama paman🙂!"


"apa maksudmu sayang kenapa tidak bisa😟?"


"apa karena na-"


" memang nama adalah yang paling kuinginkan namun, paman itu sangat mirip dengan ibu" potong ku.


"mirip ibu?"


"iya, bukan dari sifat yang suka memukuli dan memarahiku, namun dari wajah paman, rambut paman, sangat mirip dengan ibu. saat melihat paman aku teringat kejadian di waktu yang lalu, trauma ku muncul namun aku menahannya karena paman sangat baik pada ku, tapi tetap saja😧" ucapku


"a- ka- kalau begitu paman akan operasi plastik saja kamu pasti akan baik-baik saja setelah itu!" ucap paman yang terkejut akan ucapan ku yang jahat padanya.


"emm tidak perlu menyakiti diri paman, sekarang lebih baik paman pergi saja!"


"ku mohon pergi ku mohon pergi!" pinta ku berkali-kali.


"ka-kalau begitu paman akan menggunakan topeng?" alih paman yang tetap berusaha untuk tetap tinggal.


"sudah ku bilang pergi!" bentak ku.


paman melihat tangan dan tubuhku yang gemetar lalu


"baik paman akan pergi, pakailah selimut yang paman beli untuk kamu tidur. selamat tinggal" ucap paman yang kalah dan tetap saja sampai akhir memberi kebutuhan untuk ku.


setelah paman ke luar aku masuk kamar mandi kamar tidurku dan menghidupkan kran air untuk menyamarkan suara tangisku.


3 hari secara berturut-turut setelah hari itu paman datang ke kamar namun aku menolaknya mentah-mentah sampai akhirnya paman tidak datang lagi.


aku menuliskan semua nya tidak hanya kejadian ini tapi semua yang aku alami di dalam buku guna belajar menulis dan melepaskan emosi yang ku tahan. semua ini kulakukan sejak ada paman di sisi ku.


ini yang aku tulis. ada bahasa asing tapi beum tentu benar penulisannya karena yah waktu belajar bersama hanya dengan paman dan waktu itu sangat terbatas maklumilah.


bacalah!


📒📝


"hari ini aku akan memulai rencana ku, karena aku sudah bersama paman aku bisa tau apa yang akan membuat paman sedih, yaitu ketika aku tersakiti karena sesuatu yang ada pada paman dan tidak diketahui paman, itu akan membuatnya terpukul dan berpikir ulang jika berhasil kemungkinan paman akan 2-3 kali datang setelah hari ini tapi akan menyerah setelah itu dan rencana ku berhasil(^_^メ)"


this is second diary for today I'm so sad but I hope you can always be happier than me, than yesterday and always be happier okay! I do this only because you, you are my beloved uncle my beloved family in the world! I'm sorry uncle.


"*hari ini. aku menjadi ibu yang pandai berakting. aku berkata benci pada paman tapi aku sangat menyayanginya. tapi jika orang yang ku sayangi tersakiti hanya demi aku, aku lebih baik sendiri saja. maaf kan aku paman, semoga paman bisa hidup lebih baik dari ini, kesedihan dan rasa bersalah ini adalah hukuman untukku."


📝


"hari ini aku sudah mengusir paman dengan kejam, maafkan aku paman"


📝


"hari ini ke dua kalinya aku mengusir paman, ku mohon jangan datang lagi, tekad ku bisa melemah kalau melihat wajah paman yang sedih, melihat paman berusaha mengenakan topeng guna menutupi wajah yang kubilang mirip ibu."


📝


"hari ini hari ke tiga, lagi-lagi paman datang dan meminta maaf pada ku. padahal seharusnya aku yang meminta maaf padanya. maafkan aku paman maaf"


📝


"sudah dua hari sejak hari terakhir paman datang, akhirnya paman menyerah juga, bagus paman, meski aku ingin melihat dan berbicara ke pada paman seperti dulu lagi namun aku tidak bisa melihat dan mendengar paman dipukuli dan dimarahi ayah setiap kali paman datang pada ku, lebih baik seperti ini ya lebih baik seperti ini."


📒📝*


ah aku sudah menyakiti hati orang yang paling ku sayangi. itu batinku setelah paman tidak datang lagi ke kamar.


dan keseharian sebelum paman datang ke kamar terulang kembali dengan makan makanan sisa makan rumput minum air kamar mandi keseharian kejam kujalani kembali.


...…***…...


Brak!


pintu kamar terbuka paksa.


"hei apa yang kamu lakukan pada paman Harry?" ucap kak Hazoe.


aku yang tengah kaget karena suara pintu dibuat bingung dengan pertanyaannya.


"sudah ku bilang kamu kenapa jahat ke paman Harry? padahal kamu sudah merebut ibu dariku dari kakakku dari ayah juga dari paman dan kakek nenek kenapa kamu jahat pada paman?!!?'" bentak kakak ke empat ku, kak Hazoe yang saat itu berusia 5 tahun. karena suaranya sangat keras jadi terdengar ke telinga ayah yang baru saja pulang.


"ada apa Hazoe?" tanya ayah.


"itu yah, anak ini berbuat jahat ke paman Harry!" jawab kakak dengan menunjuk ku sebagai 'anak ini'.


Plak! buk!


ugh


"apa yang kamu lakukan!? berani menatap ayah? apa kamu mau berbuat jahat ke ayahku juga?!"


kak Hazoe menampar dan menendang perutku hingga mulutku mengeluarkan darah.


"aku hanya berkata jujur kalau paman Harry sangat mirip dengan orang yang paling ingin kuhapus keberadaannya dalam ingatanku" jawabku menatap ke tiga orang di kamar (paman Harry, kak Hazoe, dan ayah) sambil mengelap darah yang ada di sekitar bibirku.


"hah?!" kak Hazoe


"kamu, apa kamu tau hanya Harry yang peduli pada mu setelah ibu mu dan sekarang kamu berbuat seperti itu pada Harry?" ucap ayah.


ya aku tau ayah, hanya saja ibu tidak pernah peduli pada ku, yang dia pedulikan hanya ayah dan kakak selain dirinya sendiri, andai aku bisa bilang ke ayah secara langsung tapi itu tidak mungkin ya ayah hehe. jawab jujur ku dalam hati.


aku hanya bisa menatap ayah sambil memegangi perutku yabg sakit akibat dari tendangan kak Hazoe sebelumnya.


"sudahlah Harry jangan pedulikan anak ini lagi, ayo kita makan bersama. Hazoe juga cepat cuci tangan dan makan" ucap ayah sambil mengelus punggung paman Harry dan kepala kakak Hazoe dengan lembut.


"kamu akan mendapat setengah porsi hari ini!" bentak ayah sambil menunjukku dengan tatapannya yang sangat dingin seperti aku bukan anak kandungnya sangat berbeda perlakuannya terhadap aku, beliau sangat lembut pada kakak pertama kakak kembar dan kak Hazoe tapi pada ku sangat dingin sekali beliau benar-benar membenciku sangat membenciku.


sekalipun ayah benci pada ku tapi ayah tidak pernah memukul ku aku tidak tau kenapa tapi sama sekali tidak pernah, menyentuh ku pun tak pernah.


Brak!


pintu kamar di tutup dengan keras


.


ayah sebenarnya selalu memerintah pelayan rumah untuk memberikan makanan untukku namun perintah itu tidak pernah pelayan lakukan.


ya siapa yabg mau melayani ku yabg meski anak kandung tuan mereka tapi tuan mereka tidak pernah peduli pada ku tuan mereka dan para tuan muda mereka berlaku semena-mena terhadap ku, tentu saja para pelayan rumah juga seperti itu, tapi sepertinya ayah tidak tau akan hal ini.


itu wajar tak apa aku masih bisa makan rumput kok hehe, tak apa ini balasan dari semua kesalahan dan dosa yang ku perbuat.


tapi kalau saja aku terlahir sebagai laki-laki mungkin aku tidak akan begini.


argh tapi tetap saja perutku sakit karena serangan kak Hazoe tadi.


kakakku dan ayahku juga generasi sebelumnya sejak usia 3-8 tahun adalah masa wajib belajar bela diri. karena mereka adalah calon penerus Aloxford jadi akan menjadi target dari banyak musuh Aloxford. 3-8 tahun adalah usia wajib, jika setelah itu masih ingin belajar diperbolehkan.


karena itu pula tendangan kak Hazoe sangat sakit, dia sudah 2 tahun belajar beladiri. benar-benar luar biasa.


...…***…...


sejak hari itu aku tidak punya siapapun di sisi ku. dan sejak hari itu lebih banyak kebencian ada padaku.


3 hari setelah itu, aku makin sering batuk darah dan kepala pusing juga dada ku yabg terasa sakit dan tubuh yang penuh nyeri.


ternyata itu adalah penyakit keturunan.


saat itu aku tidak mengetahuinya hingga mendengar pembicaraan ayah di telepon dengan kakek buyut.


"halo kek? ada apa?"


"iya syukurlah tak ada anakku yang memiliki golongan darah yang sama seperti kita. semoga penyakit keturunan keluarga kita bisa berkurang"


"iya kek, terimakasih. jaga kesehatan ya.."


itu tadi yang kudengar dari ayah saat telepon.


karena aku selalu sendiri jadi pendengaran dan penglihatan ku jadi tajam karena sendiri kan ada masa bosan saat itu aku melihat dan mendengar semua yang ada di rumah, suara kecil yang jarang disadari orang lain, aku bisa mengetahuinya, yah ini bukan bakatku.


...@!!!!@...


PEMBERITAHUAN!!


INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.


PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.


18 Adalah usia ku sekarang yang menginjak ke usia 19.


KALAU TELAT, akan Aku DOUBLE-TRIPLE UPDATE!


INSYAALLAH!


terimakasih sudah membaca!


......££££......


hai


pembaca!!


aku


author pemula dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan


like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.


so,


kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


tengkyu!


sankyu!


see you next!