Am I Precious?

Am I Precious?
bertemu??



[√terimakasih selalu mendukung novel ini.


selamat membaca!


silahkan nikmati chapter suguhan author pemula ini✓]


****PREVIOUS***CHAPTER!!!**


"ah maaf sayang" paman meminta maaf dan lanjut membimbingku untuk mengatur nafas.


setelah aku bisa bernafas normal.


"apa ada yang tidak nyaman sayang?" tanya Dokter Rosie.


...^_^...


"ti-dak" jawabku.


"syukurlah!" paman Alek memelukku.


"maaf nak sudah membuatmu takut" ucap ayahnya Beni gemetar, ia menunduk ke arah ku yang baru saja di bantu duduk dan bersandar oleh dan pada paman Alex.


aku menggeleng pelan


"ti-dak apa" jawabku


ayahnya Beni kemudian melihat ke wajahku, aku pun tersenyum padanya.


"aku harusnya yang minta maaf karena sudah berteriak dan ikut campur, maaf paman bibi" jawabku mengakui kesalahan ku. sambil menundukkan kepala sedikit.


karena bagaimanapun juga aku berteriak pada orang yang lebih tua dari aku yang seharusnya aku hormati, bersikap sopan santun padanya.


"engga ini semua salah kami, kalau adik tadi tidak ikut campur mungkin anak kami sudah terluka karena amarah saya" ucap paman merendahkan diri.


"ada apa Nana?" tanya paman Alex penasaran.


"maaf tadi kami marah ke anak kami, lalu anak kami berlari dan tanpa sengaja menabrak putri anda, saat mau dipisah dan digendong oleh istri saya malah ditepis tangannya dan semakin erat di pelukan putri anda, karena saya masih dalam keadaan emosi maka saya meneriakkan nama anak saya dan melayangkan pukulan ke anak saya, tapi mungkin putri anda pikir kalau saya hendak memukulnya karena ikut campur lalu memeluk balik anak saya dan berteriak


...|...


...v...


meski bukan memukulku tapi tetap tidak boleh memukul anak sendiri! dia hanya anak kecil jangan pukul dia! dia menangis dia marah karena hanya itu yang bisa dia lakukan! sebagai orang dewasa lah yang seharusnya bisa menyelesaikan masalah dengan baik!


...|...


...v...


begitu lalu putri anda melihat sekitar kemudian kondisi putri anda sedikit aneh sampai kalian berteriak dia sedikit lebih baik kemudian melihat sekitar malah jadi memburuk sampai kalian tiba" jelas paman si ayah Beni.


"ah begitu ya…" paman Alex yang mulai paham situasi tadi.


"maaf karena kami putri anda jadi sakit" permintaan maaf dari ibunya Beni.


"ah tidak apa-apa, toh sekarang kondisinya sudah membaik…iya kan sayang?" paman Alex.


aku mengangguk.


"ah begitu, kalau gitu ini kartu nama saya barangkali butuh pertanggungjawaban dari kami atau butuh pertolongan dari kami hubungi kami kapan saja" ayahnya Beni menyerahkan kartu nama dari dompet yang ada di saku nya.


lalu paman Alex menerima dan memberikan kartu namanya.


"a-anu maaf aku udah menabrak dan buat kamu kesakitan" ucap Beni.


"Emm tak apa, aku udah dari awal sakit bukan karena salah Beni kok, eh benar kan namamu Beni?umurmu berapa?" jawabku karena masih sedikit lemas jadi pelan dan berkali-kali mengambil nafas jawabnya.


"Emm iya aku Beni Albo Bisrep 4 tahun, te- terus aku buat kamu tambah sakit dong" jawab beni cemas.


eh Bisrep? bukannya itu klub sepakbola yang diikuti kakak kembarku? eh kenapa ini, ga hanya keluarga yang menjalin kerja sama dengan keluarga Aloxford tapi juga keluarga dari pengurus klub Bisrep yang diikuti kakak ku? kenapa aku terus bertemu dengan mereka?


"Emm bukan kok gapapa" jawabku.


"dan juga Beni kalau ada masalah jangan salahkan orang lain meski memang salah orang lain tapi kamu juga harus tau meski penyebabnya orang lain tapi bisa jadi orang lain itu berbuat salah karena kita, dan apa lagi kalau sedari awal itu salah kita, apapun keadaanya harus meminta maaf dan jangan marah-marah dari buku yang aku baca marah bisa menyebabkan beberapa penyakit loh" jawabku.


keluarga beni melongo mendengar ucapanku yang mungkin tidak sesuai dengan umurku.


"buku? oh buku yang judulnya penyakit dari perilaku yang sering dilakukan ciptaan Dokter Olphin di Italia kan ya?" paman Alex menanggapi ku.


aku mengangguk.


"Emm lalu sebelum itu yang merasa bersalah kamu baca dari buku juga? buku apa itu?" tanya paman Alex.


"eh umm" jawabku bingung dan pura-pura mengingat.


"Emm Nana juga ga tau buku apa yang Nana baca, ga tau kapan bacanya juga, tiba-tiba aja muncul kalimat itu diingatan Nana, apa itu tandanya bentar lagi Nana bakal ingat semuanya ya?" tanyaku.


"Emm bisa jadi! tapi jangan sampe setelah ingatan Nana kembali terus melupakan ayah yang sekarang yaa!! aduuh sayang ku Udah mulai bisa mengingat beberapa ayah senang!!" paman Alex mengacak-acak rambutku karena merasa senang.


keluarga beni dan dokter Rosie terlihat bingung mendengar percakapan kami.


"em beni janji!" jawab beni.


aku senyum.


"Emm tapi namamu siapa?"


"eh 4 tahun? aku kira 2 tahun badanmu keciiiiil banget" ucap Beni.


"eh Beni!" sahut ibunya Beni.


"tak apa, badanku emang kecil kok" jawabku tanpa ragu dan tersenyum.


"ma-maaf, umur kita kan sama sampai Nana ulang tahun, ka-kalau gitu mau temenan sama aku ga?" Beni.


"Emm" jawabku berpikir lalu menatap paman Alex.


"HM? Nana mau punya teman?, boleh sayang, ayah ga akan melarang Nana kok" jawab paman Alex yang menyadari aku meminta persetujuan dari nya.


lalu aku tersenyum dan mengangguk


"ah juga, beni, jangan sering marah ke orang tua beni, harus sayangi dan hargai orang tua beni jangan sampai menyesal karena ga bisa minta maaf lagi ke orang tua beni, ya!?"


"ah eh iya" jawab beni


aku pun tersenyum.


setelah itu kami kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh.


sampai aku dinyatakan tidak dalam kondisi yang berbahaya setelah 3 kali pemeriksaan.


karena paman Alex ingin lebih memastikan lagi kalau aku tak apa.


jalan pulang ke rumah keluarga Healto aku sangat lelah dan akhirnya tertidur selama perjalanan.


...…***…...


[Alex Healto]


Alex hari ini sedang bekerja seperti biasa, saat berangkat kerja diantar sampai ke pintu rumah oleh Nana, dan Alex merasa senang karena Nana akan diperkenalkan ke tetangga yang siapa tahu Nana akan memiliki teman.


"ahh hari ini ada rapat ya, bisa dibatalkan ga si, aku pingin sama putriku satu-satunya" keluh Alex.


"Hoi jangan malas-malasan!" bentak Joshua.


"aa tapi aku kangen sama putriku yang ada di rumah "


"jangan aa aa, kerja yang bener " jawab Joshua.


"aa tapi hari ini pertama kali Nana dikenalkan ke orang sekitar tapi aku malah ga di sampingnya nemenin dia, kan kasian" jawab Alex.


"jangan tapi-tapi an, lebih kasian mana kalau kamu ga kerja ga dapat uang, gimana anakmu bisa makan nanti?!" jawab Joshua yang memang lebih tua darinya.


"ahh benar juga ya…Emm oke deh jelaskan rapat apa nanti" jawab Alex tersadarkan kalau ia sekarang bekerja mengais rezeki dan memberi nafkah untuk putrinya, Nana.


"em nanti meeting sama seluruh pemegang saham, kamu sebagai tuan muda Healto wajib hadir jam 2 siang nanti" jawab Joshua.


^^^bersambung…^^^


...££££...


...hai...


...pembaca!!...


aku author pemula, mohon bantuannya ya!!


^^^like 👍,^^^


comment🎤,


...favourite💖,...


^^^hadiah🎁,^^^


vote🎫🎟️,


...n...


^^^share 😉^^^


...juga...


kritik saran 📃📜


...first novelku!...


maaf banyak


kekurangan 😊


tengkyu! sankyu!


see you next!


see you 2 - 3 days again!!


...INSYAALLAH!...