
****PREVIOUS***CHAPTER****!!!
"masuk" ucap Alex pelan.
Kriet!
pintu terbuka
"ini pesanannya, tuan muda" ucap Puki utusan pak Toma
"baiklah letakkan tas itu di sofa, terimakasih" jawab Alex.
setelah itu Puki keluar.
yey buku untuk Nana telah tiba!!
...^_^...
1 jam kemudian
Nana bangun dari tidurnya, begitu pula Alex yang sudah bangun dari tadi karena setelah buku tiba keluarga Healto termasuk anak laki-lakinya Roni berkunjung ke kamar Alex.
sebenarnya hari ini Alex bisa pulang setelah infus habis tapi menurut Roni lebih baik sehari lagi dirawat biar benar-benar pulih sekalian istirahat biar pekerjaan dokternya dikerjakan dokter Ian sekaligus pembelajaran untuk dokter Ian yang mana adalah murid dari Healto bersaudara.
"eh nana sudah bangun?" ucap Effie.
"Nana mau minum?" tanya Alex
"emm" Nana menganggukkan kepalanya iya.
"baiklah ini minumnya" lalu Alex memberi minum yang ada di desknya.
"Nana kaget ya karena keluarga Healto ada di sini semua, Nana bingung ya?" tanya Effie.
Nana mengangguk.
"ah begitu ya, oh ya Nana aku punya hadiah untuk Nana." Alex pun menunjuk tas di sofa.
"di tas itu ada hadiah untuk Nana, kalau Nana suka tas nya juga boleh buat Nana" lanjut Alex
kemudian Roni mengambilkan tas itu dan di berikan ke Nana yang ada di samping Alex, awalnya Nana mau ambil sendiri tapi sama Alex ga diperbolehkan, Alex masih ingin Nana ada di sampingnya.
lalu Nana menerima dari Roni dan dibukalah tas itu
WOW
itu gambaran ekspresi Nana yang tertahan begitu melihat isinya.
"ini untuk Nana?" tanya Nana tidak percaya
"iya, kata ibu kamu suka baca buku karena itu aku membelikan itu yang sebenarnya aku hadiahkan untukmu saat kamu sudah sukses rehabilitasi dan masih ada banyak di rumah sebagai hadiah kalau kamu mau jadi keluarga kami, tapi meski ga mau pun aku bisa kok kirim ke panti asuhan buat kamu" jawab Alex yang awalnya semangat tapi menjadi senyum biasa karena dia sadar seperti sedang berbuat curang menyuruh Nana harus jadi Healto.
Nana mengangguk
"Nana kenalkan ini anakku dan Effie, 1 tahun lebih muda dari Nana, Naofin Healto biasa dipanggil Nao, ayo Nao sapa kakak Nana, katanya pingin main sama kak Nana" senggol paman Roni ke Anak laki-laki berambut coklat mata hijau bernama Nao itu.
"s-se-selamat pagi kak Nana, aku Nao senang bertemu dengan kakak!!" ucapan Nao yang awalnya gugup sampai terbata tiba-tiba mengeras suaranya seperti berusaha berbicara lancar tapi terlalu keras saking gugupnya.
"mm emm, selamat pagi" jawabku yang sedikit bingung harus berinteraksi dengan Nao seperti apa.
pfftt
terdengar suara tawa dari paman Roni, dan paman Alex
"kalian ini, sekarang sudah siang loh haha" ucap paman Alex.
"ya namanya juga gugup Lex haha, apalagi Nao hahahaha" paman Roni yang membalas paman Alex dan menggoda anaknya yang lucu menurutnya.
setelah itu Nao wajahnya memerah, merengek dan menangis. dan amarah ratu tak tertahankan.
Puk! Puk!
pukulan yang menurut si pemukul keras tapi menurut si penerima pukulan itu tak seberapa.
"kalian ini menggoda anak kecil Mulu sukanya, kamu Roni anak sendiri jangan digoda terus padahal udah bagus mau bicara ke orang yang baru ditemui malah kamu goda seperti itu" omel dokter Effie yang sambil memeluk dan menenangkan Nao.
"nah dengerin tuh kak" potong Alex.
"diam kamu adik br*ngs*k" ucap lirih paman Roni ke paman Alex dengan tatapan yang tak terima.
"hei kak Effie dengar ga apa yang dibilang suami kakak barusan?" paman Alex malah menggoda paman Roni
"hei diam kamu " paman Roni yang tak ingin dokter Effie tau.
"tadi kak suami mu bila-"
"diam adik yang apapun dari dulu selalu ngikutin aku "
"ehh apa kamu bilang dasar kakak-"
belum selesai paman Alex bicara
"KALIAN BERDUA DIAM!"
"lagian kamu Alex, katanya mau jadi ayahnya Nana malah menggoda anak kecil sampai menangis apalagi keponakan mu sendiri!" lanjut Omelan dokter Effie.
paman Alex terdiam.
"huh dasar kakak beradik, giliran jail in orang lain aja kompak gini"
aku setelah mendengar ucapan dokter Effie barusan pun tersadar kalau ucapan itu benar karena selama ini mereka sering berbeda pendapat tapi terlihat tidak seperti tidak bisa akur tidak seperti aku dengan kakak-kakak ku.
setelah Nao tenang dan tidur aku membaca buku dari paman Alex dan mereka bertiga pun seperti sedang merundingkan sesuatu.
lalu mengajakku bergabung.
"Nana ke sini sebentar ikut kami ngobrol sebentar ya" ajak dokter Effie.
aku pun mengangguk dan menghampiri mereka.
"Nana, maaf sebelumnya ya." ucap paman Alex.
"maaf kenapa paman?" tanyaku.
"maaf padahal paman bilang ke Nana kalau semua terserah Nana mau gimana tapi sekarang ga bisa begitu" jawab paman Alex dengan raut wajah yang nampak menyesal.
"maksud paman?" tanya ku.
lalu aku melihat paman Roni, paman Alex dan dokter Effie saling memandang satu sama lain.
"jadi gini, karena kamu sudah pulih sebenarnya kami memang ingin mengikuti permintaan Nana mau ikut kami atau gabung dengan panti asuhan, tapi kini tidak bisa, Nana harus bergabung kami maka dari itu paman Alex meminta maaf karena ini terkesan memaksa Nana" jelas dokter Effie.
"iya karena kami belum juga mengetahui identitas Nana sebelum hilang ingatan jadi kami pun belum menemukan keluarga Nana dan karena kami sudah bercerita kalau Alex adalah wali Nana jadi kalau Nana ke panti asuhan akan terkesan buruk bagi kalian." tanggapan paman Roni.
"terkesan buruk bagi Alex tak masalah tapi kalau kesan buruk itu sampai ke Nana kami sangat merasa bersalah kepada Nana dan kepada keluarga Nana yang sebenarnya, kesan buruknya yaitu menelantarkan anak, itu bagi Alex, kalau Nana bisa jadi Nana dianggap anak terlantar atau anak dibuang dan kami tidak ingin hal itu terjadi pada Nana" lanjut penjelasan dari paman Roni.
sekarang aku sudah memahami situasinya, masalah kesan buruk untukku itu sudah biasa karena sekarang aja aku anak terlantar. tapi aku ga mau paman Alex terkena imbasnya karena aku. jadi…
"baiklah Nana faham, Nana ga masalah sama kesan buruk Nana tapi Nana ga ingin paman Alex terkena juga jadi Nana akan mengikuti semuanya dan Nana akan berusaha untuk membayar semua kebaikan keluarga Healto buat Nana dari memberi nama merawat hingga pulih Nana akan berusaha" jawabku begitu karena ga enak juga udah dibantu dan diberi banyak sekali tapi pergi gitu aja dengan meninggalkan kesan buruk untuk penolongku.
"kamu ngga perlu bayar apapun selain kesehatanmu dan kebahagiaan mu sendiri Nana" jawab paman Alex.
"betul Nana, kami tidak meminta apapun selain itu Nana" tanggapan dokter Effie.
"Nana biar Nana ga menganggap berat sebelah karena merasa berhutang pada kami, nana bisa membayarnya dengan hidup yang lebih baik, Nana bisa bermain sama Nao sama paman Alex atau sama paman Roni dengan semuanya Nana bisa bermain dengan senang lalu makan sehat yang teratur itu saja tak apa kok, juga sebenarnya ini lebih baik dibicarakan lain hari tapi sekarang tak apa mungkin, Nana juga bisa bersekolah seperti anak-anak seumuran Nana yang lainnya kok, oke Nana?" lanjut dokter Effie.
"tapi apa begitu saja tak apa? aku sudah banyak sekali dibantu keluarga Healto, tapi aku hanya perlu seperti itu saja?" ucapku
"iya sayang, mungkin Nana pernah dengar ini, bahagia dan sehat itu adalah hal yang sangat mahal, pernah dengar?" tanya paman Roni.
"emm mungkin" jawabku mengangguk
"nah karena itu kesehatan dan kebahagiaan Nana melebihi semua harta milik kami, kedua hal itu sangat berharga untuk kami" lanjut paman Alex yang menanggapi.
"tapi kalau kehadiran Nana dan kebahagiaan Nana malah membuat keluarga Healto menderita bagaimana?" tanyaku.
"T.I.D.A.K A.K.A.N!" Jawab tegas mereka bersamaan.
^^^bersambung…^^^
...@!!!!@...
PEMBERITAHUAN!!
INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.
PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.
18 Adalah usia ku sekarang yang menginjak ke usia 19.
KALAU TELAT, akan Aku DOUBLE-TRIPLE UPDATE!
INSYAALLAH!
terimakasih sudah membaca!
...££££...
hai
pembaca!!
aku author pemula di novel, jadi mohon bantuannya ya!!
bantuan like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.
so, kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku!
maaf kalau banyak kekurangan 😊
tengkyu! sankyu!
see you next! see you 2 - 3 days again!!