
terimakasih selalu mendukung novel ini.
selamat membaca!
silahkan nikmati chapter suguhan author pemula ini
*****PREVIOUS***CHAPTER*****!!!!
saat berpikir seperti itu paman memanggilku.
"Nana, Ayo sini bentar nak!" seru paman Alex padaku.
aku pun menghampiri dan ternyata aku harus mengukur untuk dibuat pakaian khusus untuk ku dengan desain khusus yang biasa dipakai orang tertentu.
...^_^...
"oke sudah selesai! saatnya pulang, atau Nana ingin sesuatu?" tanya paman.
aku menggelengkan kepala.
"oke, juga karena Nana baru keluar rumah sakit seperti aku jadi belum boleh makan es krim ya, besok kalau sudah benar-benar sembuh aku belikan es krim untuk Nana, oke?" ucap paman Alex yang ternyata melihat ku yang sedang melihat anak SD makan eskrim seperti saat kak Hazoe memakan es krim.
aku memang ingin makan es krim tapi aku takut karena hanya melihat kak Hazoe menjilat es krim aku dimarahi oleh kak Hazoe karena dikira aku akan merebut nya dan akhirnya aku kena marah oleh ibu, saat itu ibu masih hidup.
ibu berperilaku membelaku di depan kakak-kakak ku tapi menghukum ku dengan memukuli dan membentak ku saat hanya berdua.
rasa keinginan itu berubah menjadi rasa takut.
"emm tak apa kalau pun tidak dibelikan" jawabku.
"aku takut" gumam ku.
"takut? takut apa sayang?" tanya paman Alex yang ternyata mendengar ku.
waduh paman mendengar gumaman ku, aku kira aku membatin ucapan ku.
"emm takut? siapa yang takut?" elak ku.
"loh tadi Nana bilang 'aku takut' gitu meski lirih" jawab paman keheranan.
"emm bukan aku, aku tidak merasa bicara gitu" jawabku mengelak lagi.
" ya sudah, kalau gitu kita pulang ya!".
...…***…...
sesampainya di 1 meter sebelum pagar atau gerbang rumah keluarga Healto.
"hampir sampai Nana" ucap paman.
lalu saat memasuki gerbang, gerbangnya terbuka sendiri setelah paman Alex di pindai wajahnya.
WOW!! takjubku.
ya itu salah satu buatan Aloxford aku pernah membuatnya dengan alat-alat bekas di kamarku yang aku minta izin untuk menggunakannya dan diizinkan ayahku.
saat memasuki halaman rumah aku sangat takjub, meski tidak sebesar rumah ku tapi ini luar biasa!.
di depan pintu ternyata ada paman Roni dan Nao juga dua pelayan menunggu kami.
Klek! klek!
pintu mobil di buka oleh pelayan begitu sampai.
"selamat datang di rumah utama Healto, Nana!" sambut paman Roni.
"ce-celamat datang kak Nana" sambut Nao malu-malu.
"terimakasih paman, terimakasih Nao" jawabku.
"ya udah ayo masuk, kalian bawakan barang-barang di dalam dan di tata tanpa dibuka dan dirusak ke kamarku ya" perintah paman pada dua pelayan yang hendak memarkirkan mobil yang tadi kami pakai.
lalu kami masuk ke dalam rumah besar itu,
saat masuk aku melihat ruang tamu yang besar kemudian masuk lagi ke dalam, dan di sini ada ruang tamu yang kecil tapi ga kalah megah dengan ruang tamu yang besar tadi, kemudian ada double pintu di sana kami membuka pintu dan masuk ke sana.
di sini ada tangga yang di bawah samping kanan tangga ada ruang televisi dan di bawah samping kiri tangga ada ruang makan dan dapur bersih menjadi satu dengan disuguhi pemandangan langsung ke kolam renang dan taman di luar jendela dan pintu kaca.
saat mulai terlihat meja makan, kursi dari meja makan, dan terlihat lah keluarga Healto di sana.
"Nana selamat datang di rumah utama Healto!" sambut dokter Effie.
"selamat datang, akhirnya aku punya cucu perempuan sini Nana sayang" sambut nenek Yemi healto.
paman Alex memperbolehkan aku pergi menghampiri nenek, lalu aku pun menghampiri nenek.
saat menghampiri kakek berkata
"Alex kamu harus rawat Nana sebaik mungkin ya, kalau tidak bisa, nanti Nana akan ku jadikan anakku bukan cucu ku" ucap kakek Patro Healto pada paman Alex.
"iya-iya pak tua bawel, lagian ga akan aku beri pak tua kesempatan untuk bersama dengan Nana, hahahaha Nana adalah anakku meski belum resmi tapi kalian tidak akan bisa merebut Nana hahaha" ucap paman Alex sombong menanggapi kakek patro Healto.
"sudah sudah, sekarang kita cerita-cerita yuk. tadi Nana ngapain aja sama Ayah?" lerai nenek Yemi dan bertanya pada ku dengan mengganti kata 'alex' menjadi 'ayah' mungkin agar aku bisa terbiasa akan panggilan itu.
"be-beli buku" jawabku singkat.
"itu saja?" tanya paman Roni
aku menggeleng.
dan
"u-ukur baju" jawabku lagi.
"emm gitu apa lagi ?" tanya kakek Patro.
aku diam sebentar berpikir, karena jika tidak berpikir dulu aku takut akan keceplosan soal Aloxford.
"Alex kamu cuma gitu aja? ga main-main ke taman bermain gitu?" tanya kakek patro yang nampak sebal.
"engga, tadi di kantor lama banget, juga Nana tanpa ke taman bermain sudah sangat senang saat melihat banyak buku dan melihat pameran Aloxford, awalnya emang pengen si ke taman bermain tapi kan baru aja pulih ntar sakit lagi gimana" jawab paman Alex.
"emang papa ini, pikirin dulu kesehatan cucu masalah senang-senang itu mudah didapat ga kayak kesehatan!" nenek Yemi menanggapi paman Alex.
"aah iya maaf maaf. kalau gitu sewaktu libur nanti kita liburan bareng ya, Nao mau ikut?" ucap kakek.
"mau kakek" jawab Nao.
"oke!" jawab kembali kakek.
"maaf tuan besar nyonya besar, tuan muda besar nyonya muda besar tuan muda kecil nona muda kecil, hidangan makan pembuka sudah siap" ucap pelayan yang rupanya kepala pelayan pak Toma, ya benar pak Toma adalah orang yang dimintai tolong Alex untuk mengirim hadiah Nana.
"baiklah, silahkan hidangkan!, dan juga panggilannya terlalu lengkap, cukup satu aja gapapa" sahut paman Roni tertawa kecil.
"ah baik tuan muda besar Roni" jawab pak Toma.
selesai dihidangkan.
"berdo'a, dan silahkan nikmati!" ucap kakek.
"Nana Ayo sama aku, emm ayo sama ayah, makan bareng di samping ayah mau disuapi?" ajak paman Alex.
aku pun turun dari pangkuan nenek Yemi dan mendekat ke paman Alex sambil menggeleng kepala.
makanan pembukanya adalah salad buah.
aku memakannya pelan-pelan setelah berdo'a.
Seperti mimpi bisa makan di meja makan yang seperti di rumah.
Nao sedikit menyisihkan makanannya, karena aku selalu makan makanan sisa kakak jadi aku meminta Nao
"Nao kalau ga mau boleh buat aku?" ucapku.
dan seketika yang lainnya menoleh ke padaku.
apa aku melakukan kesalahan? .batinku.
^^^bersambung…^^^
...@!!!!@...
PEMBERITAHUAN!!
INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.
PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.
18 Adalah usiaku sekarang yang menginjak ke usia 19.
terimakasih sudah membaca!
...££££...
hai
pembaca!!
aku author pemula di novel, jadi mohon bantuannya ya!!
bantuan
like 👍,
comment🎤,
favourite💖,
hadiah🎁,
vote🎫🎟️,
and
share 😉
juga
kritik saran 📃📜
first novelku!
maaf kalau banyak kekurangan 😊
tengkyu! sankyu!
see you next! see you 2 - 3 days again!!
INSYAALLAH!