
*****PREVIOUS***CHAPTER*****!!!
aku pun berpikir jadi selama ini aku benar kalau perasaanku pada ibu, ayah, ke empat kakak ku, dan paman itu adalah perasaan sayang?
aku merasa sedih saat mereka sedih, aku merasa senang saat mereka senang, aku rela melakukan apapun untuk mereka agar mereka senang
berarti paman Alex pun juga merasa seperti aku pada keluargaku?
"b-baiklah dokter Effie, paman Roni paman Alex kakek nenek healto, Nana bersedia menjadi bagian dari keluarga Healto tapi sebelumnya maaf kalau Nana berbuat salah untuk sebelum, saat ini dan seterusnya terimakasih sudah memperdulikan Nana" jawabku.
"terimakasih Nana, kamu bebas memanggil ku apapun besok pukul 10 kita pergi mencatat ke kantor sebagai keluarga ya, kamu anakku dan aku ayahmu," jawab paman Alex senang menggenggam tanganku
begitu pula yang lain langsung datang memeluk ku begitu aku setuju menjadi keluarga Healto
"lalu kalau tidak capek kita lanjut ke-"
^_^
"lalu kalau tidak capek kita lanjut ke mall dan membeli apapun yang Nana sukai" lanjut paman Alex yang kepotong 2 hari karena jadwal update author yang 2 hari sekali.
…***…
keesokan harinya.
paman Alex dan aku berangkat dari rumah sakit setelah 2 jam setelah aku menyetujui menjadi keluarga Healto kemarin lepas infus dan setelah paman memastikan berkas yang dibawanya lengkap.
kami bersiap berangkat ke kantor yang mengurusi tentang pencatatan sipil dan sebagainya.
butuh waktu 4 jam, yaitu pukul 2 siang kami baru selesai mengurus dan menunggu keputusan 2 hari berikutnya. setelah itu kami ke mall dan berkeliling ada satu toko yang menarik perhatian ku.
ya toko buku, apalagi kalau bukan.
"Nana ingin ke sana?" tanya paman Alex yang sejak awal menggandeng tanganku.
aku mengangguk malu.
"baiklah Nana boleh pilih buku apa aja di sana dan aku yang akan membelikannya."
"terimakasih" jawabku malu.
akhirnya aku masuk dan menemukan 2 buku yang sangat ingin ku baca ditambah majalah dengan cover perusahaan Aloxford.
setelah membayar, paman bertanya kenapa aku memilih 3 buku itu aku menjawab
"karena Nana ingin membaca dan untuk majalah nana merasa perusahaan Aloxford sangat luar biasa jadi Nana penasaran" jawabku.
untung saja tidak curiga kalau aku aloxford yang tidak diakui.
"oh begitu, Nana ingin sehebat keluarga Aloxford? katanya mereka selalu mendapatkan percepatan kelas karena generasi mereka selalu genius" jawab paman.
ah aku tau itu dan kalau aku bisa aku ingin menjadi bagian dari mereka namun tidak mungkin karena aku tidak se genius ayah dan kakak.
"emm" jawabku sambil menunduk.
lagi-lagi aku berpikir kalau saja aku terlahir sebagai laki-laki apakah aku akan memiliki semua yang tidak pernah kumiliki saat ini?.
"oke sudah hampir pukul 4, apa Nana ingi. sesuatu?" tanya paman Alex sambil melihat jam tangannya.
saat aku ingin bilang sudah cukup tiba-tiba aku melihat pameran alat-alat penemuan dari calon pemimpin Aloxford
pameran alat canggih oleh Shin Grand Aloxford.
"Nana, ingin melihat itu?" tanya paman Alex padaku.
ternyata tanpa sadar aku terlalu terpaku pada poster pameran itu.
aku merasa senang, karena sewaktu di rumah kak Shin tidak pernah mau memamerkan alat buatannya. aku rasa karena aku sudah pergi mungkin bebannya berkurang dan bersedia memamerkan alatnya, syukurlah.
"emm apa boleh melihat sebentar?" tanyaku ragu.
"boleh kok, tapi kalau mulai capek atau ada yang sakit bilang ya" jawab paman Alex.
"em baiklah terimakasih" jawabku.
yah emang ga bisa langsung ya, semoga ga lama lagi Nana bisa manggil aku ayah dan tidak bersikap terlalu formal padaku. batin Alex.
aku yang benar-benar senang dan takjub dengan pameran dari alat yang kak Shin buat sampai lupa sekitar.
ternyata Nana juga suka sama hal ini, apa besok aku belikan salah satu dari ini sewaktu sudah dipasarkan ya?. batin Alex yang merasa senang karena sewaktu waktu Nana menunjukkan sisi kekanakannya bukan hanya saat pada buku tapi pada satu hal lain.
"selamat datang tuan muda dan tuan besar Grand Aloxford" ucap salah satu pria yang rupanya penanggung jawab pameran kakak.
dan berkat itu aku terbangun dari ketakjuban ku dan tanpa sadar bersembunyi dibelakang paman Alex.
aku merasa kalau mereka melihatku sekarang meski mungkin tidak mengenali ku tapi bisa saja kehadiran ku bisa merusak suasana cerah mereka yang tidak seperti saat aku di rumah. saat itu juga aku merasa kalau seharusnya aku pergi dari rumah dari awal supaya mereka lebih baik dari sekarang.
"Nana ada apa?" paman Alex yang kaget karena tiba-tiba aku bersembunyi di kaki nya. ya aku sangat pendek dan kurus dari anak yang lain jadi bersembunyi di kaki saja hampir tidak kelihatan seluruhnya.
"emm, tidak papa hanya kaget saja" jawabku menggelengkan kepala.
"ohh begitu, apa masih ingin melihat-lihat lagi?" tanya paman.
"em… sepertinya sudah cukup, tapi apa Nana boleh meminta dibelikan buku penjelasan dari alat-alat ini?" tanyaku karena buku penjelasan alat itu sangat mahal di aloxford karena untuk pembelian yang mahal pasti sedikit pembelinya jadi bisa dicatat dan tidak digandakan dan dibajak oleh pembuat alat KW.
"boleh-boleh tapi Nana harus melakukan satu hal" jawab paman Alex sambil ☝️ tangannya.
aku sedikit memiringkan kepalaku
"Nana kecup pipi ku dong dua-duanya hehe" jawabnya.
"hanya itu saja?" tanyaku.
"iya!" jawabnya antusias.
lalu aku pun mengecup kedua pipi paman Alex.
chuu~ chuu~
aaa dicium si kecil yang imut jadi pingin mencubit pipinya!!. batin Alex yang berusaha menahan kegemasan terhadap anak angkatnya itu.
"terimakasih" lalu paman mengelus kepala ku.
"maaf saya ingin membeli buku penjelasan" ucap paman Alex pada salah satu pegawai.
"oh terimakasih silahkan ke ruangan di sebelah sana nanti pembayaran dan pencatatan akan dilakukan di sana" jawab si pegawai itu.
"baik terimakasih, ayo Nana" jawab paman sambil mengajak dan menggandeng tanganku.
setelah selesai membeli ada satu hal yang boleh ingin atau tidak ingin dilakukan, yaitu menulis surat untuk kak Shin bagi pembeli buku tanpa menulis siapa penulis surat dari pembeli buku.
aku memutuskan menulis.
selamat atas pameran pertama nya semoga selalu sukses dan yang paling utama selalu hidup sehat dalam kebahagiaan.
aku akan selalu mendukungmu sampai kapanpun.
tertanda pembeli dan penggemar setia keluarga Aloxford. utkkkfrdkbgs
itu yang ku tulis.
utkkkfrdkbgs artinya adalah untuk kakak from adik bungsu
aku ingin menulis 'kak Shin atau Kakak' secara jelas tapi takut mengganggu momentum kakak. semoga setelah membaca ini kakak jadi lebih termotivasi lagi hehe.
setelah itu paman mengajak ke butik baju.
"Nana pilih yang Nana suka lalu setelah itu kita pulang ke rumah Healto rumah baru Nana!" ucap paman Alex antusias.
"Nana tidak tau harus memilih yang mana" jawabku karena setiap hari di rumah hanya memakai baju tidur dari paman Harry setelah bertemu paman Harry kalau sebelum itu ibu yang memilihkan ku baju untuk ku pakai, tapi setiap hari aku pakai baju tidur di rumah sakit pun aku memakai baju pasien. hanya saja saat keluar aku mengenakan Hoodie yang diberi paman Harry untuk menyamarkan darah. awalnya 2 Hoodie berwarna putih semua tapi jadi merah terkena darah.
"em kalau gitu Nana suka warna apa?" tanya paman Alex.
"itu? sepertinya sangat indah" jawabku sambil menunjuk ke salah satu baju berwarna favorit ku sejak dulu tapi aku tidak menyebutkan secara antusias karena bisa saja dicurigai lagi.
"biru?" tanya paman.
"iya" jawabku, sebenarnya aku suka biru karena mata kami keluarga Aloxford adalah biru, bukan berarti setiap orang bermata biru adalah Aloxford.
saat melihat biru aku merasa keluargaku ada di sampingku.
"baiklah!" lalu paman menuju ke salah satu pegawai butik dan berbincang.
di saat itu aku berpikir apa aku boleh menerima semua ini karena kebenarannya aku hanya seorang anak yang tidak pernah diinginkan oleh ayah dan ibuku yang mengandung ku. aku hanya kesalahan yang penuh dosa sejak kecil. aku takut kalau ini harus dibayar dengan sesuatu yang buruk di masa depan.
karena hal baik selalu datang karena hal buruk begitu pula sebaiknya.
[maksudnya kalau punya susanoo yang kuat kek Sasuke kalau kelamaan pakai bisa buat mata berdarah, atau punya kekuatan yang super power tapi harus dibayar dengan sesuatu yang berharga]
saat berpikir seperti itu paman memanggilku.
"Nana, Ayo sini bentar nak!" seru paman Alex padaku.
aku pun menghampiri dan ternyata aku harus mengukur untuk dibuat pakaian khusus untuk ku dengan desain khusus yang biasa dipakai orang tertentu.
^^^bersambung…^^^
...@!!!!@...
PEMBERITAHUAN!!
INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.
PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.
18 Adalah usiaku sekarang yang menginjak ke usia 19.
terimakasih sudah membaca!
...££££...
hai
pembaca!!
aku author pemula di novel, jadi mohon bantuannya ya!!
bantuan like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.
so, kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku!
maaf kalau banyak kekurangan 😊
tengkyu! sankyu!
see you next! see you 2 - 3 days again!!
INSYAALLAH!