Am I Precious?

Am I Precious?
kelahiran dan kematian



****PREVIOUS ****CHAPTER****!!!


Lalu ayah menggendong bayi kakak pertamaku yang baru lahir dengan wajahnya yang sangat berbeda dari wajah yang ditunjukkan pada siapapun itu di manapun itu.


Pernikahan mereka memang ditentukan oleh orang tua mereka atau kakek nenek ku, namun itu karena ayah yang berpura-pura mencintai ibu diawal jadi kakek dan nenek juga kakek nenek buyut ku menikahkan mereka.


Masalah 'benefit' itu adalah permintaan ibu secara khusus ke ayah jadi kakek tidak tau menau tentang itu, yang dia tau hanya senang karena cucu mereka anak mereka sudah menikah.


Yah namun itu sudah tidak lagi semenjak kelahiran kakak pertama.


...^_^...


4 tahun lebih 6 bulan pernikahan berjalan, ayah dan ibu menjalani kehidupan sehari-hari seperti keluarga yang normal disaat kesibukan ayah tidak menggunung.


Lalu di sore hari ibu memberikan kardus balok bertalian pita kepada ayah, lalu ayah membukanya.


Wajah terkejut dan bahagia ayah nampak jelas terlihat oleh ibu. Ternyata isi dari kardus itu adalah alat pengecek kehamilan dan di situ (+) yang artinya itu adalah kehamilan kakak keduaku.


Mereka berpelukan dengan bahagianya.


Lalu saat sudah 4 bulan lebih usia kehamilan ibu, ibuku bermimpi melihat kembali kejadian saat ayah tidak menginginkan anak perempuan.


Keesokan harinya ibu datang ke rumah sakit cek USG untuk melihat jenis kelamin bayi yang dikandungnya itu, dan disitu terlihat bahwa bayi yang dikandung ibu itu adalah laki-laki, namun tidak sampai disitu kegembiraannya, ibu ternyata hamil kembar laki-laki.


Ia senang tiada tara, mimpi buruknya tidak terjadi. Lalu pada 5 tahun lebih 4 bulan pernikahan berjalan mereka kehadiran kakak kedua.


meski jadi kerepotan karena harus mengurus 2 bayi sekaligus saat setelah kelahiran kakak kembar tapi mereka termasuk kakak pertama senang dengan kehadiran kakak kembar.


Lalu diusia pernikahan mereka yang ke 8 tahun 10 bulan ibu hamil yang ke tiga, ya itu adalah kakak laki-lakiku yang ke tiga, diusia kehamilan 4 bulan ibu mengecek jenis kelaminnya. Lalu di usia pernikahan yang ke 9 tahun 8 bulan kakak ketiga lahir.


Dan di usia pernikahan ke 12 tahun 10 bulan ibuku hamil yang ke 4 yaitu aku.


Saat itu ia memberitahu ayah bahwa dirinya hamil untuk yang keempat kalinya, ayah senang juga cemas karena sudah begitu banyak calon pewarisnya namun itu tenggelam ketika ayah melihat wajah ibu yang sangat bahagia dan nampak kecantikannya, ayah melupakan itu sejenak dan memeluk ibu lalu berbisik 'istirahatlah'.


Ayah sempat berpikir lebih baik yang lahir perempuan saja ia ingin kecantikan ibu turun ke putrinya.


Dari angan-angan ayah, sudah nampak bahwa ia melupakan ucapan dan keinginannya untuk tidak memiliki anak perempuan sesempurna apapun itu.


Saat 4 bulan rencana untuk mengecek jenis kelamin calon buah hati atau aku yang ada di dalam perut ibu itu terhambat karena rupanya ada masalah besar yang datang di kantor/ perusahaan yang dipimpin ayah, yang mengharuskan ibu dan keempat kakakku harus berada di rumah supaya tidak menjadi target. Namun dikarenakan ibu tidak suka berdiam diri saja apalagi saat dirinya sedang hamil, ia berjalan-jalan di taman ditemani adiknya yaitu pamanku.


taman yang ada di halaman samping rumah, ya taman itu masih masuk 'bagian' rumah utama 1 keluarga Aloxford, emm rumah utama 1 milik keluarga kami, rumah utama 2 milik kakek nenek buyut pemimpi aloxford generasi sebelumnya. karena kakek ku yang mana adalah ayah dari ayahku meninggal saat ayahku berusia 10 tahun jadi setelah meninggal kakek buyutku menggantikan kepemimpinan itu.


emm 2 menit berjalan dan mengobrol di taman lalu pamanku pamit sebentar ke kamar mandi. dan menyuruh kakaknya (ibu) untuk duduk sebentar sembari menunggunya karena takutnya kalau jalan terus bisa capek atau malah bisa aja kesandung dan mengganggu kesehatan kandungannya.


"kak, aku ke kamar mandi dulu, kakak di sini ya duduk di kursi dulu jangan kemana-mana kalau ada apa-apa dan aku ga bisa nolong kakak dan kakak juga kandungan kakak kenapa-kenapa aku bisa kena marah kakak ipar dan ayah ibu! inget di sini aja ya aku udah kebelet banget!!" paman Harry yang nyerocos sambil nahan pipis


"iya adek cerewet, dah sana cepetan ke kamar mandi jangan ditahan ga baik buat kesehatanmu" jawab ibu yang memancarkan keibuannya eh sifat kekakak-annya ke adiknya.


"tapi janji loh jangan kemana-mana!" paman Harry memastikan kembali.


"iya Harry udah sana, aku ga mau ngelap ompolan mu kamu udh bukan anak 3 tahun lagi sana pergi" jawab ibu


"huh siapa juga yang mau ngompol -_-, aku pergi dulu!!" raut wajah sebalnya dan setelah itu paman Harry langsung lari ke kamar mandi.


setelah paman Harry selesai lalu berjalan kembali menuju tempat ibu duduk, namun dari kejauhan dia melihat di sana ada perempuan yang sedang mengobrol dengan ibu, namun wajah ibu nampak berubah seperti kemarahan dan kekhawatiran, perempuan itu pergi meninggalkan ibu yang duduk dengan wajah pucat penuh kemarahan dan kekhawatiran di sana.


setelah melihat itu paman Harry berlari menuju ibu dan saat sampai di tempat ibu


"kak, kakak ada apa? kak! tadi siapa? kak! wajahmu pucat sekali, apa ada yang sakit? apa karena perempuan tadi? hei!" tanyanya dengan panik.


namun tanpa menjawab apa-apa ibu jatuh pingsan.


dan paman yang panik dengan cepat menggendong ibu ke kamar dan memanggil dokter keluarga.


…***…


1 jam setelah ibu pingsan


ibu bangun, paman yang mengetahui ibu telah bangun dari pingsannya merawatnya memberi air dan lain-lain sambil menjelaskan kalau janin dalam perutnya tidak kenapa-kenapa


"kak, mau kah kakak bercerita apa yang terjadi tadi??" pinta paman Harry.


namun ibu tidak bercerita apapun pada paman Harry sampai kelahiran ku tiba.


…***…


saat aku lahir, ibu melihat ku digendong ayah.


dan bertanya


"apakah dia laki-laki atau perempuan sayang?"


ayah menjawab


"perempuan" jawabnya sambil tersenyum yang memancarkan kebahagiaan.


namun Di mata ibu senyum itu nampak seperti ancaman, dia teringat kalimat yang diucapkan ayah di awal pernikahan mereka.


hingga usia ku di hari ke 5 tepat 2 hari setelah keluar dari rumah sakit. ibu yang tertekan akan ketakutannya itu membuat ku seolah-olah pelaku yang menyakiti ibu. (saat itu aku belum di beri nama hanya 'adik' itu panggilanku saat itu, karena tidak di USG jadi belum ada nama yang disiapkan)


"aaaahhhhh" teriak ibu


"oek oek" tangisky saat itu


ayah yang terkejut dan khawatir bila ada yang berbuat jahat kepada kami pun berlari bersama ke 4 kakakku yang sedang belajar di ruang pusat ruang berbentuk lingkaran menuju kamar yang selalu digunakan saat ada bayi baru lahir hingga usia 2 tahun yang mana itu adalah kamarku hingga aku kabur dari rumah.


"ada apa sayang?" teriak khawatir ayah sambil


"ibu ada apa?" begiti pula kakakku.


tes…tes…tes…


darah menetes dari tangan dan wajahnya.


ayah panik dan menghampiri ibu.


"apa yang terjadi sa-"


saat ayah bertanya namun berhenti saat melihat aku yang memegang pisau dan melihat bekas luka sayatan di telapak tangan dan bekas luka kecil di tangan.


"dia, adik yang tiba-tiba memegang pisau dan mengenai ku, ahh" jawab ibu sambil mengaduh.


ibu mengumpat ku, seolah aku yang masih bayi ini melukai ibu.


memang awalnya mereka ga percaya karena itu ga masuk akal, masa bayi belum ada 1 Minggu usianya bisa pegang pisau.


namun di hari berikutnya kejadian berulang dengan posisi tempat luka yang berbeda 3 hari berlanjut seperti itu sampai akhirnya.


"sepertinya adik ini harus ibu perhatikan biar tidak memegang benda aneh lagi kalian termasuk ayah jangan masuk ya, sepertinya adik butuh ketenangan"


ucap ibu sambil berusaha akting layaknya ibu yang ingin menjauhkan bahaya dari anak nya namun kebenarannya adalah ingin menjauhkan ayah dan kakak (keluarga) dari ku.


karena itu ibu jadi sering berada di kamar ku dan jarang bersama dengan mereka seperti dulu dan itu


yang membuat kakakku mulai benci padaku, ya memang nampak ketidakjelasan kejadian itu namun kakak ku terutama kak Hazoe iri pada ku karena ibu selalu bersamaku padahal dulu selalu dengannya setiap saat.


"gara-gara adik, aku jadi ga bisa sama ibu selain makan malam, aku benci adik" itu ucapnya ke kak kazuma dan kak Kazuya si kakak kembar.


sampai usiaku yang hampir menginjak yang ke 2 tahun ibu masih bersamaku dan tepat 1 Minggu sebelum ibu meninggal, ibu bersama kakek nenek melepas rindu dan hidupnya berakhir di rumah masa kecilnya yang meninggal karena terlalu banyak beban pikiran dan mudah terkena penyakit menular seperti flu karena aku yang lahir prematur.


yang awalnya ayah merasa senang karena dikaruniai seorang putri ayah menjadi mulai benci putrinya karena setelah keluar dari kamarku ibu selalu kehilangan senyuman yang membuat hati ayah tenang dan senang.


semasa ibu hidup saja aku sudah dibenci apalagi aku menjadi salah satu penyebab ibu meninggal karena aku yang lahir prematur.


setelah ibu meninggal aku benar-benar dianggap tidak ada di rumah.


kelahiran ku disembunyikan oleh mereka yang awalnya khawatir akan diculik oleh musuh ayah namun sampai sekarang tetap disembunyikan karena memang aku 'tidak ada'.


aku memutuskan dan bisa kabur dari rumah karena..


......££££......


hai


pembaca!!


aku


author pemula


dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku


lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan


like,


comment, favourite, hadiah, vote, and share 😉juga kritik saran hehew.


so,


kalian tau


kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


tengkyu!


sankyu!


see you next!