Am I Precious?

Am I Precious?
Just A Lie?



****PREVIOUS ****CHAPTER****!!!


"ohh jadi begitu, maaf


ya. kalau gitu kamu istirahat saja, sebentar lagi jam makan. kami pergi dulu


sampai bertemu besok." jawab Alex yang sudah berkurang sedikit rasa


penasarannya.


akhirnya setelah semua


pamit dan pergi sambil senyum dan melambaikan tangan selesai, mereka


meninggalkan ruangan itu tersisa anak kecil itu sendiri di ruangan bersama


benda-benda seperti kasur kursi meja dan lainnya.


saat ruangan kosong anak


kecil itu bukannya tidur atau berbaring berusaha tidur namun dia malah duduk dan


berbicara sendiri di atas kasurnya sambil menatap pintu kamar inapnya yang


tertutup setelah para dokter meninggalkan kamar itu.


...****...


"hmmm mereka baik


sekali, padahal mereka tidak mengenaliku tapi mereka benar - benar baik sekali


sangat baik, namun apa mereka akan tetap baik padaku kalau mereka tau aku


membohongi mereka? apa mereka akan benci padaku saat tau kalau aku anak yang


nakal? saat tau kalau aku hanya bisa berbohong kepada semua orang, berpura-pura


dan semua hal buruk yang aku lakukan apa mereka akan tetap baik kepadaku?"


"untung saja tadi aku


sudah menyiapkan jawaban saat ada pertanyaan kenapa aku bisa tau umurku dan


kenapa aku ingat paman Alex, kalau tidak kusiapkan, mungkin aku akan diusir


dari sini karena sudah berbohong kalau aku amnesia ya"


"maafkan aku semuanya


aku hanya ingin bisa bertahan hidup dan mencapai tujuanku yang sebenarnya maaf


akan kebohonganku"


...-°_°-...


Amnesia adalah kebohongan ku.


[Flashback on]


Ruangan bernuansa putih yang memiliki bentuk dasar lingkaran dengan meja dan kursi yang bisa dirubah letak dan bentuknya dengan tangga menuju lantai dua yang dipenuhi buku-buku koleksi di sana, di depan jalan menuju ruang olahraga dan ruangan lingkaran yang bernama ‘ruang tengah’ di kelilingi pintu kamar yang bertingkat di dalam kamar itu.


Setiap hari seperti biasa di jam makan, khususnya malam ini keluarga kami selalu makan bersama di meja yang sama dengan suasana hangat yang menyelimuti kami semua. Ocehan sebal kak Hazoe kakak laki-laki ku yang ke 4, karena candaan dari kak Kazuma dan kak Kazuya kakak laki-laki kembar yang membuat kak Hazoe yang merasa sebal lalu bersungut-sungut saat makan.


Ayah dan Kak Shin kakak pertamaku yang tertawa kecil diawal lalu menengahi mereka bertiga. Setiap hari selalu seperti itu seakan rutinitas namun rutinitas yang tidak terjadwal tapi selalu saja begitu meski konten dari candaan mereka berbeda namun hanya dengan itu saja kami bisa tertawa dengan santai.


Lalu setelah berhasil menengahi mereka, kami lanjut makan dan setelah usai pelayan kami membereskannya juga masing-masing kakakku kembali ke kamar sejenak lalu kembali lagi ke ruangan tengah yang sudah dirubah menjadi tempat kakak-kakak dan ayah belajar, bekerja dan bila bosan bermain sebentar semua itu hingga 10 menit sebelum jadwal tidur masing-masing.


...****...


Namun ayah terus menolak hingga mereka menyerah dengan meninggalkan surat jika berubah pikiran, bukan menghambat atau apa, namun ayah hanya ingin mewujudkan keinginan anaknya yang tidak mau langsung ke tempat itu tanpa tau apa itu pertemanan.


Lalu kakak ke 2 dan 3 sekarang berusia 8 tahun dan sedang menginjak di bangku Sekolah Dasar kelas 6 keren kan?. Lalu kakak ke 4 sekarang berusia 5 tahun dia baru saja masuk ke kelas 1 Sekolah Dasar hehe aku senang punya kakak-kakak yang hebat.


Aku sendiri berumur 3 tahun, tapi sudah bisa berbicara lancar, jalan dan berlari juga membaca menulis dan juga aku bisa menghitung di rumus dasar pertambahan perkalian pengurangan pembagian baru itu, dan itupun aku bisa karena kakak dan ayahku juga paman adik laki-laki dari mendiang ibu kandung kami yang meninggal kurang lebih 1 tahun yang lalu.


Dan yang paling penting yaitu ayah kami,


Ayah kami adalah orang yang memimpin perusahaan swasta ternama yang berfokus pada sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Berpengaruh kuat terhadap kemajuan bidang IPTEK yang tidak hanya di kota kami dan negara kami namun juga beberapa negara sekitar kami.


Ayah kami adalah pemilik dan sekaligus menjadi CEO dari perusahaan swasta ternama bernama perusahaan Alaxford. Perusahaan Alaxford sangat besar memiliki banyak laboratorium penelitian di mana-mana memiliki banyak kantor cabang di mana-mana jadi pemimpin dari perusahaan ini pun harus hebat setidaknya bisa menciptakan alat / menemukan fakta ilmiah yang berpengaruh mutakhir di usia muda.


Ah tapi kakak bisa mengalami kenaikan kelas dengan cepat itu bukan karena  penerus dari perusahaan Alaxford bukan karena paksaan harus terlihat hebat di depan orang lain namun karena kami sendiri yang memang gatal bila melihat buku menganggur sehingga bisalah kami mendapat percepatan kelas yah meski begitu hingga usia kami menjelang 5 tahun lah kami baru boleh membaca buku yang lebih mendalam ke bidang yang kami sukai, karena menurut ayah dan kakek buyut kami tidak mengkhawatirkan di bidang pendidikan tapi di bidang sosial.


Jadi meski kakak di usia sepertiku sudah menguasai matematika dasar namun tetap diutamakan memiliki teman sebaya yang mungkin saja bisa membantu saat kami kesulitan. Kakek buyut nenek buyut kami  tidak memperkenalkan relasi mereka untuk berteman dengan kami namun kami sendirialah yang akan menemukannya, karna bila dikenalkan maka banyak keluarga dari perusahaan lain dan bahkan orang berpengaruh di sistem pemerintahan pun mengajukannya dan akan memanfaatkan hubungan ‘pertemanan’ kami bahkan bisa saja malah menjerumus ke ‘pertunangan’ dari kecil.


Dan juga kakak-kakakku masuk dan ikut kelas percepatan pun sudah lulus setelah  mengikuti tes dan yang lainnya. Saat pertengahan TK di usia 4 tahun kakak melakukan test masuk SD dan materi ujiannya khusus untuk yang ingin melakukan percepatan materi PAT (Penilaian Akhir Tahun) / UKK (Ujian Kenaikan Kelas) kelas 1 dan 2 yang materinya masih ringan, bila nilai mencapai kisaran 85-100 maka setelah masuk sd di usia ke 5 kakak sudah tidak perlu mengikuti pelajaran dengan serius hanya perlu bersosialisasi dan mengikuti maksimal 3 perlombaan mewakili sekolah.


lalu di pertengahan kelas 1 saat waktunya PAS (Penilaian Akhir Semester) / UAS (Ujian Akhir Semester) kakak melakukan test kenaikan kelas untuk percepatan kelas karena usianya sudah  5 tahun maka kami diperbolehkan membaca buku yang lebih rumit dari buku-buku yang kami baca sebelumnya, di pertengahan kelas satu itu kakak test kenaikan kelas seperti saat test dipertengahan Tk waktu itu agar bisa langsung ke kelas 3 dan saat pertengahan kelas 4 juga melakukan hal yang sama hingga  bisa lanjut ke kelas 6 sekaligus test masuk SMP  jadi saat lulus SD tinggal menyerahkan ijazah dan rapot saja, saat kelas 7 pun juga melakukan test agar bisa langsung ke kelas 9 dan test masuk kelas 10 alias SMA dan saat test naik kelas 12 pun juga persiapan kuliah.


...****...


Setelah makan kakak dan ayah berkumpul dulu sebelum mengerjakan tugas atau fokus pada pekerjaannya. Ayah bertanya bagaimana pengalaman kakak hari ini, apa saja yang terjadi, apa ada yang perlu ditanyakan, apa ada kesulitan lalu jika ada mereka menjawab berurutan dan setelah semua menyampaikan baru ayah berkomentar dan memberi jawaban dan juga nasihat. Begitu hangat, beliau memberi nasihat dan candaan kepada anak-anaknya  di tengah kesibukannya.


Namun,


Aku hanya bisa melihat, mendengar mereka melakukan itu dari kejauhan aku hanya bisa melihat mereka dari ‘celah’ kecil pintu kamarku yang mengarah pandangan pada ruang tengah yang memang di design menjadi pusat dari semua ruang istirahat atau kamar kami.


Bukan karena aku  masih kecil lalu harus di kamar saja biar tidak bahaya tapi karena aku bukan mereka, aku bisa menguasai semua yang ku kuasai di usia 3 tahun karena melihat dan mendengar mereka saja.


Aku tidak bisa berada di tengah mereka, karena aku adalah ‘kesalahan’ yang seharusnya tidak ada.


Meski terasa sedikit sedih bagiku karena tidak bisa bergabung dengan mereka, tapi aku bersyukur akan adanya celah yang bisa membuatku melihat hal yang sangat ingin kulihat meski pedih rasanya.


Terimakasih, dengan adanya ‘celah’ kecil ini aku bisa tau secara nampak bagaimana dan apa itu kasih sayang keluarga meski aku sendiri  tidak bisa tau dan paham secara perasaan tapi aku tau kok kasih sayang itu adalah


Kasih dan sayang adalah dua kata yang mengandung penuh arti di dalamnya. Aku tak bisa menyebutkannya satu-satu, namun disaat ini aku tau apa itu kasih sayang secara penjabaran teorinya.


Dalam setiap perkataan dan perbuatan yang disampaikan pada orang yang sangat berharga bagi orang itu mengandung rasa khawatir, sayang, perhatian dan perasaan indah lainnya. Ucapan sederhana perilaku standar yang nampak biasa saja bisa membuat sesuatu yang luar biasa dalam hati orang itu.


Rasa khawatir karena makan yang terlalu sedikit, perhatian yang dilimpahkan agar tidak merasa sendiri di dunia yang tidak bisa diperkiraan apa yang akan terjadi setiap detik berjalannya, menenangkan dan menghibur seseorang saat menangis agar tidak merasa kesepian agar merasa kalau di sampingnya ada yang membersamainya, memuji dan bahagia saat sesuatu tergapai dan lainnya.


Aku tau itu karena aku selalu memperhatikan dan mendengarkan mereka dari kamarku tapi sayangnya meski otakku bisa merekam dengan cepat dan mencerna dengan baik hanya dari penglihatan dan pendengaran saja bukan berarti hatiku bisa memahami dan merasakan itu. Aku berharap bisa merasakan itu sebelum aku pergi seperti ibu yang pergi saat aku masih sangat kecil jadi hanya sedikit perkataannya yang kuingat hingga sekarang karena itu tidak bisa ku hapus dengan mudah.


“diam, berisik, jangan menangis, jangan tertawa, kalau saja aku tak melahirkan mu dari perutku sendiri semua tidak akan menjadi seperti ini, kamu lebih baik mati saja”. Kalimat-kata itu yang selalu terngiang dalam kepalaku. Katanya perkataan ibu selalu penuh arti yang bisa membuat kita bangkit, teringat akan hal yang terlupakan, perkataan yang terkadang tak terlupakan saat masalah itu terulang kembali. Ya itu benar-benar penuh arti dan tidak bisa ku lupakan sejak saat aku paham apa itu menangis dan tertawa aku pun menghapus semua itu, aku pendam semua aku hapus emosi yang membuat ibu menderita dan meninggal hingga saat ini.


...££££...


hai pembaca!!


aku author pemula


dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku


lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan like,


comment, favourite, hadiah, vote, and share 😉juga kritik saran hehew.


so, kalian tau


kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


tengkyu! sankyu!


see you next!