
****PREVIOUS***CHAPTER***!!!
"emm gitu ya paman, aku juga tidak tau" jawabku.
"iya kalau sakit bilang paman ya" ucap paman Alex.
"Hem!" jawabku sambil mengangguk.
"oh ya Nana, kalau paman perhatikan kamu lebih banyak berbicara pada paman daripada yang lain apa ada alasannya?" tanya paman Alex. pertanyaan yang tidak ku sangka akan datang.
aku menjawabnya ..
...^_^...
aku menjawabnya ah tidak aku sebenarnya ingin menjawabnya karena paman Alex mengingatkanku pada paman Harry dari kehangatan yang hampir sama, lebih spesial lagi paman Alex baru sekali berbicara pada ku namun dia sangat baik dan peduli pada ku.
namun jika aku menjawabnya seperti itu bisa jadi aku akan ketahuan kalau pura-pura amnesia.
"apa saya begitu?" jawabku.
"iya, begitu. oh ya Nana jangan terlalu formal, gunakan bahasa biasa saja." jawab paman Alex.
"em apa boleh menggunakan bahasa non formal bukannya tidak sopan ya paman, kalau memang begitu mungkin karena saya merasa nyaman saat bersama paman tapi saya tidak tau kenapa itu." jawabku.
"tak apa kamu sudah aku anggap keluargaku sendiri, dan mungkin karena aku menganggap mu seperti ini jadi kamu juga merasa seperti ini kali ya?" paman yang bertanya.
"eh, em mungkin aja ya paman" jawabku meringis.
paman tersenyum.
"oke selesai mandinya, tinggal sikat gigi ayo buka mulutnya hii" paman Alex sambil meringis mencontohkan membuka mulut untuk sikat gigi.
aku pun membuka mulutku.
selesai aku mandi.
"paman kenapa paman sepertinya sangat terbiasa memandikan anak kecil?" tanya ku yang keluar begitu saja dari mulutku karena aku merasa dia sangat baik saat memandikanku seperti sudah terbiasa sejak lama.
"eh karena aku punya keponakan dari Roni, karena aku dulu memiliki adik perempuan namun saat dia berusia 12 tahun dia meninggal , jarak kami 6 tahun jadi aku sejak usia ke 7 sudah belajar memandikan adikku dan mungkin karena itu jadi terbiasa sekarang" jawab paman.
"oh begitu ya, turut berbelasungkawa paman" jawabku yang ternyata menembus masuk ke kenangan paman dengan adiknya yang sudah meninggal.
"iya terimakasih, itu sudah 10 tahun yang lalu, mungkin sekarang dia sedang melihat dan bermain di surga haha" jawabnya.
selesai mandi aku disuapi makanan oleh paman dan meminum obat.
"Okey semua sudah selesai, kamu istirahat ya Nana!" ucap paman Alex.
"emm iya terimakasih paman, tapi paman apa boleh aku bertanya?" sahutku.
"iya sama sama, tentu saja boleh " jawab paman.
"kalau saya masuk keluarga paman, paman ingin saya jadi adik atau keponakan atau anak paman?" tanyaku setelah mendengar cerita tadi meski sepotong saja tapi aku tau paman Alex pasti sangat sayang pada adiknya yang sudah meninggal itu.
"emm aku ingin adik perempuan tapi rasanya aku tidak ingin posisi adikku diambil, kalau keponakan nanti kita bisa aja jarang berbicara panjang seperti ini, emm kalau gitu aku ingin kamu jadi anakku, ada apa tiba-tiba tanya apa sudah memutuskannya " sahut paman Alex.
"ah tidak, saya belum memutuskannya. kalau jadi anak paman apa paman tak apa-apa? kan paman belum menikah." ucapku.
"ah, kamu benar sih tapi rasanya sakit kamu bilang secara tidak langsung aku jomblo akan diolok-olok menjadi ayah tanpa istri" paman Alex mengelus dadanya.
"eh maaf paman" aku segera meminta maaf karena aku takut kalau tidak meminta maaf akan jadi masalah.
"tenang aja itu bukan hal besar, masalah menjadi ayah tanpa istri itu tak apa, aku kan sudah sayang sekali dengan Nana, kalau Nana takut Diolok-olok pun aku akan melindungi Nana selaku ayah Nana hehe" ucap paman dengan gaya sok kerennya 😎.
"emm begitu ya.." jawabku.
"yah itu tak akan terjadi kalau kamu tidak memilih masuk keluarga kami, tapi tak perlu terburu-buru memutuskan, ya sayang, oh ya jangan lupa besok ibu ku akan mengunjungi mu, tenang saja dia hanya kasar pada laki-laki tidak pada perempuan dan anak kecil yang baik seperti Nana." jawab paman Alex.
aku anak baik? kalau aku anak baik pasti ibu akan menyukaiku begitu pula kakak kakakku dan ayah, mereka pasti sedang bersamaku sekarang karena mereka tidak di sini sekarang itu berarti aku bukanlah anak baik aku hanya kesalahan ya aku Unnami, UNNAmed MIstake. batinku
"b-baik paman" jawabku.
"oke kalau gitu paman pergi dulu ya, cepat sembuh Nana sayang" paman Alex mengelus kepalaku dan melangkah ke pintu untuk keluar sambil melambaikan tangan dengan wajah tersenyum ke arahku dan dia juga sambil memakai jam tangan dan jas dokter juga stetoskopnya.
ya aku tentu saja membalas dengan senyuman ku.
kalau dipikir-pikir lagi nenek Healto akan baik ke anak baik, kalau bukan anak baik beliau akan seperti apa ya, apa aku akan diusir dari sini hal itu menggangguku.
...…***…...
tok! tok! tok!
suara ketukan pintu, apa itu nenek healto?
"m-masuk" jawabku terbata.
apa takdir yang akan menunggu ku, sudah jelas aku anak nakal tidak mungkin takdir baik akan datang padaku kecuali aku beruntung.
kriet!
deg!
suara pintu terbuka disertai detakan jantung ku yang terdengar.
lalu muncul seseorang dari balik pintu
deg!
suara detak jantungku semakin terdengar.
"selamat pagi Nana sayang" sapa seseorang dari balik pintu.
"s-selamat pagi nyonya" jawabku terbata takut.
"baiknya, jangan takut, kenalkan aku ibu dari Roni dan Alex dan ibu ipar Effie juga istri Kakek Patro Healto. tak perlu panggil nyonya panggil saja nenek Yemi" ucap nenek Yemi Healto sambil berjalan mendekati ranjang tempat ku tidur.
sambil berusaha duduk aku berpikir tadi nenek healto bilang 'baiknya' apa aku akan masuk kategori anak baik? ya sudahlah yang penting aku harus berakting.
"bagaimana kondisi mu? apa terasa lebih baik dari sebelumnya?" tanya nenek Healto.
"em iya nenek " jawabku.
"syukurlah kalau begitu, nenek sangat khawatir saat menemukan mu tergeletak di pinggir jalan namun syukurlah meski butuh waktu berbulan-bulan tapi syukurlah sudah lebih baik dari sebelumnya." ucapnya sambil tersenyum di kursi sebelah ranjang ku sambil mengelus tanganku.
nenek itu memancarkan aura hangat dan lembut dengan kekhawatiran dan kelegaan yang lebih dari yang aku rasakan sebelumnya seperti berbeda rasanya dari paman Harry, paman Alex dan paman Roni. Aura apa ini.
"ah iya terimakasih nenek sudah menyelamatkan dan mengkhawatirkan saya" jawabku.
"tak perlu formal begitu, anggap saja aku nenekmu sendiri". ucap nenek healto padaku
nenek sendiri?
...@!!!!@...
PEMBERITAHUAN!!
INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.
PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.
18 Adalah usia ku sekarang yang menginjak ke usia 19.
KALAU TELAT, akan Aku DOUBLE-TRIPLE UPDATE!
INSYAALLAH!
terimakasih sudah membaca!
🔥MAAF YAA .. HP YANG AKU PAKE BUAT UPDATE NOVEL RUSAK JADI TERLAMBAT UPDATE TERUS, MAAAF YAAAA!!!!🔥
...££££...
hai
pembaca!!
aku author pemula dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!
bantuan like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.
so, kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku !
maaf kalau banyak kekurangan 😊
tengkyu! sankyu!
see you next! see you 2 - 3 days again!!