Am I Precious?

Am I Precious?
KELUARGA dan INTERAKSI



****PREVIOUS***CHAPTER****!!!


nenek itu memancarkan aura hangat dan lembut dengan kekhawatiran dan kelegaan yang lebih dari yang aku rasakan sebelumnya seperti berbeda rasanya dari paman Harry, paman Alex dan paman Roni. Aura apa ini.


"ah iya terimakasih nenek sudah menyelamatkan dan mengkhawatirkan saya" jawabku.


"tak perlu formal begitu, anggap saja aku nenekmu sendiri". ucap nenek healto padaku


nenek sendiri?


...^_^...


aku memang memiliki nenek dan nenek buyut tapi aku sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan mereka, kalau disuruh menganggap nenek healto sebagai nenekku sendiri maka aku harus bersikap seperti apa? karena aku tidak pernah berinteraksi jadi aku tidak tau harus bagaimana.


berbeda dengan kakek dokter yang posisinya sebagai dokter dan tidak memintaku untuk menganggapnya kakek ku sendiri seperti nenek healto aku berinteraksi dengan kakek dokter ya sebagai pasien ke dokter jadi aku tidak tau harus bagaimana.


"nenek saya sendiri? tapi saya tidak ingat pernah berinteraksi dengan nenek saya tidak ingat itu." jawabku yang separuh bohong, separuh jujur.


bohong kalau tidak ingat jujur kalau tidak pernah berinteraksi.


"hemm begitu ya, kamu kehilangan ingatan, kalau begitu manja lah pada nenek dan panggil aku nenek." jawab nenek healto.


bermanja? aku hanya pernah bermanja pada paman Harry itupun sebentar lalu aku sadar kalau aku semakin manja ke paman Harry akan semakin keras dipikulnya.


"bermanja?apa itu nek?" tanya ku yang masih sama half half seperti tadi.


"emm kamu bisa meminta sesuatu ke nenek, mau uang, jajan atau mau ditemani tidur pun boleh." jawab nenek.


"kenapa Nana harus bermanja ke nenek? kalau Nana meminta banyak hal nanti jadi terbiasa dan nenek akan kepayahan" jawabku


"tak perlu pikiran itu, nenek cuma dari dulu sangat ingin cucu perempuan, dan nenek ingin cucu perempuan nenek bisa manja ke nenek tapi karena nenek hanya punya cucu laki-laki apa Nana mau jadi cucu perempuan nenek?" begitu ucap nenek Healto.


"keinginan nenek?" tanyaku.


"iya keinginanku, aku sangat ingin mempunyai cucu perempuan sebelum aku mati" begitu ucap nenek yang membuatku kaget kenapa nenek mengucapkan kata 'mati' .


"kenapa nenek menginginkan itu? apa nenek punya penyakit parah?" tanyaku.


"ah tidak, suami dan anak-anak ku adalah dokter mereka menjagaku dengan baik, hanya saja usia ku sudah semakin tua, aku hanya ingin setidaknya aku memilik cucu perempuan yang bermanja pada ku karena dulu aku waktu kecil pun sangat manja pada nenekku, apa kamu mau jadi cucu Perempuanku?" begitu jelasnya.


"emm Nana tidak tau harus menjawab iya atau tidak, Nana tidak tau mana yang Nana inginkan dari dua pilihan itu, tapi Nana tau Nana ingin nenek sehat terus kakek dokter pun Nana ingin beliau agar sehat terus juga paman Harry keluarga dan paman Alex pun Nana hanya ingin itu, Nana tidak tau kenapa tapi Nana ingin itu terkabulkan" jawabku.


"Hemm terimakasih sayang, sudah mendoakan kesehatan kami, tapi kami juga ingin kamu sehat dan pulih juga bahagia. karena orang sehat belum tentu bahagia, jadi kami ingin bisa membuat Nana sehat dan bahagia di samping kami, kami ingin melihat Nana tersenyum dan dan tertawa seperti anak seumuran Nana " nenek tersenyum ke arahku.


kenapa orang yang baru saja ku temui menginginkan hal itu, kenapa mereka tidak ingin agar aku pergi karena menganggu mereka? kenapa?


batinku.


apa yang harus ku jawab dari ucapan nenek? berterimakasih?


"Nana kalau dilihat dari mata Nana, tadi malam tidurnya kurang nyenyak ya?" tanya nenek sambil mengusap pipi.


mungkin karena aku terlalu lama berpikir dalam diam jadi nenek seperti berpindah topik.


"em Hem" jawab ku hanya itu sambil menganggukkan kepala. awalnya kaget tiba-tiba nenek menyentuhku, namun karena paman Alex dan paman Roni juga kakek dan dokter Effie dokter Rosie sering begitu aku jadi sedikit terbiasa.


"kalau gitu mau nenek bacakan cerita?biar cepat tidur dan istirahatnya jadi cukup, kalau istirahat cukup nanti semakin cepat sembuh dan tubuh vit saat rehabilitasi besok." sambil mengeluarkan buku cerita anak pengantar tidur.


berjudul : BULAN dan MATAHARI.


"ini sangat populer dan sangat disukai oleh anak-anak seumuran kamu Lo" ucap nenek seperti sedang membujuk.


karena aku saat di rumah tertarik dan jadi hanya membaca buku latihan membaca menulis menghitung dan buku-buku sejarah, bahasa juga teknologi jadi aku tidak pernah membaca buku cerita anak, aku half penasaran dengan cerita yang kata nenek sangat populer dan sangat disukai anak seumuran ku.jadi aku menyetujui dengan mengangguk dan


"emm, buku cerita? apa buku itu sangat menarik?apa aku bisa baca buku itu?" tanya ku. ya karena benda yang paling aku sukai itu buku, dan ini kali pertama aku melihatnya.


"Nana bisa membaca?" tanya nenek.


"aku tidak tau apa aku bisa membaca atau tidak, tapi rasanya membaca itu sangat seru" ucapku ya half truth half fake


"hem?seru" tanya nenek yang bingung.


"iya, saat Nana melihat 8 dokter termasuk paman Alex yang membaca buku, kertas buram besar, juga membaca sesuatu di papan yang biasanya di tangan dokter itu terkadang terlihat seperti tak ingin diganggu orang berarti sangat seru, iya bukan?" ucapku.


"Hem?kertas buram besar maksudmu koran?" tanya nenek.


"kertas di papan yang ada di tangan ? kertas hasil pemeriksaan?" lanjut pertanyaan 'nenek.


"emm aku tidak tau apa itu tapi mungkin seperti yang dimaksud nenek" jawabku.


"hmm" nenek seperti sedang berpikir.


"Nana tidak berbohong kok, saat lihat paman Roni membaca di papan itu lalu diganggu paman Alex, paman Roni marah dan bilang jangan ganggu, berarti seru kan nek?" tanyaku


"ohh begitu, kalau mau tau seru atau tidaknya gimana kalau Nana coba baca sendiri buku ini?siapa tau sebelum Nana hilang ingatan Nana bisa membaca." jawab.


"Hem!" jawabku dengan senang karena setelah waktu yang lama akhirnya aku bisa baca buku lagi.


saat ku lihat wajah nenek yang tersenyum lebar seperti melihat sesuatu yang telah ditunggunya datang aku bertanya.


"nenek kenapa?"


"ah maaf, nenek senang akhirnya bisa melihat ekspresi baru dari Nana, ekspresi senang, dan nenek juga senang karena bisa akrab dengan Nana" jawabnya sambil mengelus kepalaku.


akrab? ah tanpa ku sadari ternyata aku terlalu banyak bicara tapi kenapa aku tidak merasa tidak nyaman sedikitpun dengan nenek ini ya?


"awalnya nenek takut kalau Nana tidak suka sama nenek tapi syukurlah Nana tidak benci nenek, buktinya Nana bicara banyak pada nenek" ucapnya sambil tersenyum senang.


"semoga saja kita bisa jadi keluarga ya sayang, nenek akan tunggu jawaban mu," lanjutnya.


"keluarga itu sebenarnya apa nek? apa senang karena orang lain senang itu adalah keluarga?" tanyaku.


"em bisa jadi seperti itu, keluarga juga saling melengkapi, saat ada yang sakit merawatnya, saling menghawatirkan yang lain. kami pun sangat khawatir dengan kesehatan Nana, tapi kami akan senang kalau Nana senang, jadi kami tidak bisa dengan bangga menganggap Nana keluarga kami kalau Nana tidak mau menjadi keluarga kami, jika kami memaksa itu pun tak baik untuk Nana karena bisa menyakiti dan menghapus kebebasan Nana " jawabnya.


jadi apa aku sudah menyakiti dan menghapus kebebasan ayah juga kakak dan paman ku ya? aku selalu merasa senang saat mereka senang aku selalu mengkhawatirkan mereka terutama ayah yang sama-sama memiliki penyakit keturunan, apa karena ayah tidak ingin aku anggap keluargaku jadi ayah tersakiti dan memintaku untuk tida-


terpotong karena nenek bilang.


"tak perlu berpikir dalam tentang keluarga, kalau Nana ingin tau apa keluarga Nana harus punya keluarga, tidak perlu mencari karena kami siap menjadi keluargamu Nana"


"sudah, sekarang coba baca bukunya" sambil menunjuk ke buku.


...@!!!!@...


PEMBERITAHUAN!!


INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.


PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.


18 Adalah usia ku sekarang yang menginjak ke usia 19.


KALAU TELAT, akan Aku DOUBLE-TRIPLE UPDATE!


INSYAALLAH!


terimakasih sudah membaca!


🔥MAAF YAA .. HP YANG AKU PAKE BUAT UPDATE NOVEL RUSAK JADI TERLAMBAT UPDATE TERUS, MAAAF YAAAA!!!!🔥


...££££...


hai


pembaca!!


aku author pemula dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.


so, kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


maaf kalau banyak kekurangan 😊


tengkyu! sankyu!


see you next! see you 2 - 3 days again!!