Am I Precious?

Am I Precious?
KHAWATIR



terimakasih selalu mendukung novel ini.


selamat membaca!


silahkan nikmati chapter suguhan author pemula ini


*****PREVIOUS***CHAPTER*****!!!


"Nana waktu pertama sadar itu bilang 3 tahun kan? nah kita sudah hampir satu tahun ketemu sekarang Nana umur berapa?" tanya kakek Patro.


"umur Nana sekarang bukan 3 tahun lagi kek" jawabku.


"oh gitu, kalau gitu berapa tahun sekarang?"


aku menjawabnya…


...^_^...


"4 tahun mau 5 tahun, Nana hitungnya dari tahun baru." jawabku mencoba bicara santai seperti kak Shin.


"emm begitu ya berarti 4 tahun 5 bulan? kalau hari ulang tahun Nana kami ubah menjadi tanggal saat pertama ketemu Alex gimana?" tanya kakek Patro.


"Nana ikut saja mau gimana, Nana hitungnya karena kata dokter Rosie tahun baru itu tandanya bumi semakin tua karena tanggal Masehi berdasarkan bumi yang mengelilingi matahari jadilah satu tahun, dan itu sama seperti ulang tahun matahari yang dirayakan penghuni bumi meski waktunya berbeda di setiap tempat. jadi Nana pikir kalau Nana juga ulang tahun di tahun baru. apalagi dirayakan bebarengan sama bumi" jawabku.


"ooh jadi begitu ya, oke kalau gitu di hari ulang tahun Nana kita sudah pas kan sewaktu bertemu Alex, dan saat Nana ulang tahun kita juga bakal ngerayain bareng-bareng gimana?" jawab kakek patro semangat.


"em oke tak apa." jawabku sambil mengangguk kan kepala.


...…***…...


7 hari, satu pekan sudah aku tinggal sebagai anggota keluarga Healto.


pagi ini sama seperti biasa, paman Alex, paman Roni dokter Effie dan kakek Patro berangkat bekerja ke rumah sakit.


dan di rumah selain aku dan pelayan ada Nao dan nenek Yemi.


namun nenek Yemi kali ini di jam 2 siang ada perkumpulan dengan ibu-ibu sekitar, dan nenek Yemi mengajak kami berdua, katanya ga cuma ibu-ibu yang ada tapi ada anak-anak juga dan biar aku dapat kenalan orang sekitar.


tapi aku takut dengan keramaian, tapi aku tidak berani menolak ajakan nenek jadi aku mengikuti saja sambil membawa buku baru yang dibelikan paman Alex 3 hari yang lalu.


bukunya berjudul : [sejarah bumi bagian barat. part 3]


aku sudah membaca part ke 1 dan 2 dari jumlah semua itu ada 7 part.


saat membaca buku sejarah rasanya seperti sedang membaca buku cerita atau novel, seru sekali.


nenek Yemi mengizinkan aku membawa buku bersamaku.


meski saat memilih buku saat membeli bersama paman Alex sempat bingung karena aku memilih buku sejarah yang tebal yang biasanya mahasiswa aja malas membacanya.


tapi karena part 1 yang dibelikan terpisah dengan part 2 dan 3 sampulnya terlihat menarik.


awalnya mungkin paman mengira kalau aku tertarik dengan sampulnya lalu dibelikan satu dulu dan ternyata aku malah ketagihan jadi dibelikan yang selanjutnya.


selain paman Alex pun juga begitu


setibanya di tempat kumpul, sudah ada 2 ibu-ibu dan 3 anak-anak di sana, rupanya yang 1 seumuran dengan ku dan 2 yang lain seumuran dengan Nao.


anak yang seumuran dengan ku adalah laki-laki bernama Hiro.


2 anak yang seumuran dengan Nao ada laki-laki dan ada perempuan.


yang perempuan adalah adik Hiro namanya Ria


dan yang laki-laki namanya Ryuga.


Nao yang mengenalkan mereka padaku.


3 ibu-ibu termasuk nenek Yemi merundingkan sesuatu sementara anak-anak mereka bermain kecuali aku.


Nao, Ria, Ryuga, dan Hiro mereka bermain bersama.


tapi yang kulihat Hiro seperti sedang mengasuh 3 anak kecil yang umurnya lebih muda satu tahun darinya bukan bermain. mungkin itu sifat kekakaknnya.


saat melihat Hiro, aku merasa seperti sedang melihat kak Shin yang sangat dewasa di usianya yang masih anak-anak meski kak Shin yang kulihat saat itu bukan seumuran ku sekarang.


"hei apa itu seru?" tiba-tiba ada yang membisikkan ke telingaku.


ya tentu saja aku kaget, tapi saat melihat ternyata itu Hiro.


"e-em" jawabku gagap terus mengangguk.


aku yang masih kaget ditambah bingung karena bukannya sebelumnya masih bermain tapi kok udahan?


dan sebelumnya ternyata saat Nao, Ria, dan Ryuga mulai kelelahan Hiro menyuruh mereka istirahat.


"hei tadi namamu Nana bukan? kamu bisa membaca?" tanya Hiro.


"e-em" aku yang menjawab dengan gagap dan gugup.


"ehh kalau gitu Nana pintar dong, apa Nana sudah sekolah?" tanya Hiro lagi.


aku menggeleng. saat Hiro berbicara rasanya seperti aku lebih muda 1 tahun darinya, saat dia berbicara seperti ke adiknya.


"wow keren belum sekolah tapi udah bisa baca buku yang tebaaal banget" ucap Hiro girang.


aku hanya diam karena tak tau harus bereaksi seperti apa.


"hei dari pada sendirian karena baca buku terus, ayo main sama kami!" ajak Hiro.


"kak Nana ayo main sama kami" sahut 3 anak lainnya mengajakku.


aku yang tengah bingung itu kaget karena beberapa orang lain mulai berdatangan.


dari 3 ibu-ibu dan 5 anak-anak termasuk kami berubah jadi 15 ibu-ibu dan 10 anak-anak.


lalu beberapa datang menyapa kami.


aku yang tak terbiasa dengan keramaian mulai merasa pusing dan mual.


"kak kenapa?" tanya nao yang ada di samping ku dari tadi karena ia mengenalkan ku pada yang lain yang menyapa kami.


"Nana wajahmu kok agak putih?" tanya Hiro.


lalu menyentuh dahi ku


"aww! panas!" Hiro yang reflek.


lalu entah sejak kapan beberapa orang mengelilingi ku dengan nao, Hiro dan nenek yang dekat posisinya denganku.


sekilas aku melihat wajah nenek Yemi yang terkejut dan khawatir sebelum aku akhirnya kehilangan kesadaran.


...…***…...


aku membuka mata perlahan, dan menutup kembali karena di atas ada lampu yang terang.


lalu membuka mata kembali melihat sekitar. aku ada di kamar rumah sakit sewaktu aku dirawat terakhir kali. Di sana ada paman Alex, nenek Yemi dan dokter Rosie.


"umh" aku bersuara supaya mereka tau kalau aku sudah bangun.


"Nana!" sontak paman Alex menyebut namaku dan mendekatiku, yang tadinya ada di sofa.


"emm" aku yang berusaha menjawab 'iya' tapi ga bisa. dan berusaha untuk duduk.


"ehh tak apa tiduran aja, apa ada yang kerasa sakit?" paman Alex.


aku menggeleng.


"begitu?, syukurlah" paman Alex yang terlihat lega.


"Nana, apa Nana ingat apa yang terjadi sebelum ga sadar?" tanya dokter Rosie.


"umm" aku berusaha mengingat kembali.


lalu di dalam pikiran ku terbayang ada bayangan hitam dengan mata dan mulut merah banyak mendekati ku.


"ukh" aku merasa takut dan menutupi telingaku dan menutup mataku, dan saat membuka mata ku kembali aku melihat bayangan hitam itu menjadi nenek Yemi dan nao dan juga satunya lagi kurang jelas siapa.


lalu saat itu jadi teringat kejadian sebelumnya. aku pingsan karena tidak terbiasa dengan keramaian.


"em ingat" ucapku lirih.


"uhuk uhuk" aku batuk, tenggorokan terasa kering.


"ah ini minum dulu sayang" ucap paman Alex dan memberikan aku segelas air mineral.


setelah itu dokter Rosie mendekat ke nenek Yemi dan berbicara sesuatu.


"sayang, maaf ya nenek ga tau kalau Nana takut keramaian" ucap nenek Yemi setelah mendekat padaku.


terlihat wajahnya yang merasa bersalah.


"tak apa, bukan salah nenek kok, ini salah Nana karena tidak bisa kuat" jawabku tersenyum.


karena aku selalu berpikir apapun, kapanpun, Dimana pun, bagaimanapun aku akan selalu salah karena memang itu takdirku yang sedari awal adalah hanya kesalahan, itu pikirku dari dulu hingga sekarang.


saat nenek mau mengucapkan sesuatu tiba-tiba pintu terbuka.


"kakak!!!" teriak Nao.


"ssstt berisik!" terdengar suara dokter Effie.


ternyata semuanya sangat khawatir pada ku. tapi aku tidak tau harus bagaimana sampai waktu terlewat dan


"apa ada yang Nana inginkan?" paman Alex.


aku pun teringat pembicaraan Hiro sebelumnya.


"iya ada" jawabku.


"oh apa itu?"


^^^bersambung…^^^


...@!!!!@...


PEMBERITAHUAN!!


INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.


PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.


18 Adalah usiaku sekarang yang menginjak ke usia 19.


terimakasih sudah membaca!


...££££...


hai


pembaca!!


aku author pemula di novel, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan


like 👍,


comment🎤,


favourite💖,


hadiah🎁,


vote🎫🎟️,


n


share 😉


juga


kritik saran 📃📜


first novelku!


maaf kalau banyak kekurangan 😊


tengkyu! sankyu!


see you next! see you 2 - 3 days again!!


INSYAALLAH!