Am I Precious?

Am I Precious?
Pertemuan?



"Paman! Paman!"


Panggil seorang anak perempuan kecil berambut hitam mata biru langit siang yang cerah dengan Hoodie merah dan celana hitam yang nampak sedikit kotor namun harum aroma bajunya itu kepada pemuda yang sedang memegang HP di depan swalayan perbatasan antara kota A, R dan F.


"hmm paman?" pemuda berusia 28 itu melihat ke bawah arah suara itu datang. kemudian tersenyum. meski di batinnya apakah aku setua itu di mata anak ini? huhu.


"ohh adek kecil, ada apa?" jawabnya sambil tersenyum, dia tersenyum karena 2 hal, pertama dia khawatir anak kecil itu akan langsung kabur ketakutan bila dia tidak tersenyum ramah dan yang kedua dia sangat gemas dengan gadis kecil yang imut itu.


(semoga saja dia tidak mesum [author])


"Paman maukah paman menjawab pertanyaan ku?" Jawab anak kecil itu.


"Hemm tentu saja~" tanpa ragu.


Sang gadis kecil itu tersenyum dan menarik kecil mantel yang dikenakan paman itu. yang membuat pemuda itu berjongkok agar anak itu tidak terlalu ke atas melihatnya kasihanlah capek nanti.


""Paman jalan ke luar kota emm kota F! itu di jalan Utara atau Timur?" Sambil menunjuk 2 arah itu.


"ke kota F? kamu ke arah sana, timur!" pemuda itu menunjukkan ke arah timur pada anak kecil itu.


"terimakasih paman!" menundukkan setengah badannya.


"Iya sama-sama, kamu mau pergi ke luar kota sama siapa? Ayah ibu? Kakek nenek? Kenapa kamu yang bertanya ke paman sendirian?kemana mereka?" Tanya pria itu dengan bingung sambil melihat sekitarnya mencari orangtua yang mirip dengan anak kecil itu.


"Hmm.. paman kalau pergi ke luar kota bersama ayah ibu kakek nenek?" Anak kecil yang balik bertanya dengan matanya yg penasaran.


"Iyaa.. sewaktu paman seumuran kamu paman bersama orang tua atau kakek nenek paman" senyum dan kembali melihat sekitar "Ad-"


"Oh begitu, pasti senang yah pergi sama keluarga heheh, kalau gitu saya pergi dulu ke tempat parkir terimakasih, bye paman!" anak kecil itu memotong awal kata paman itu dan segera berlari sambil melambaikan tangan ke arah paman itu.


"Eh, udh pergi dia yahh tak masalah karena dia sangat lucu, dia bilang tempat parkir berarti bersama keluarganya kan ya. Mungkin saja keluarganya memberi tugas bertanya ke anak kecil imut itu, namun kenapa ya badannya terlihat koto-"


puk!


Omongan pria itu terpotong karena ada yang menepuk bahunya dari belakang dan menolehkan kepalanya.


"Ibu!, Sudah selesai?"


"Iya sudah, kenapa kamu bicara sendiri? Hah memang benar kata ayahmu kalau kamu harus segera menikah supaya tidak berbicara sendiri seperti ini." menepuk dahinya.


"Hah!?" Matanya terbelalak


'orang tua yang merepotkan' gumamnya


"Apa?ngomong tu yang jelas dasar jomblo!" Ibunya mendekatkan telinganya ke arah anak laki-lakinya itu lalu menepuk punggung anaknya.


"Argh, apaan sih" keluh pria itu, dan di dalam hatinya bilang 'dasar menyebalkan'.


"Oh ya tadi kamu sepertinya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah tempat parkir? Siapa itu? Apakah itu orang yang telah kami tunggu-tunggu? Apakah dia calon mantuku?" Limpahan pertanyaan itu dilemparkan ke anaknya sekaligus.


'tch' "bukanlah, tadi ada anak kecil yang tanya lalu pergi sambil melambaikan tangannya jadi aku membalasnya! Udah ayo pulang!" Jawab kesalnya dan mengambil alih barang yg ada di dekat ibunya. Lalu pergi ke parkiran.


saat tiba di tempat parkir.


'loh mana anak tadi?apa dia sudah pergi?' melihat sekitarnya dengan menyeluruh.


"Hey ngapain cuma berdiri cepat masuk dan pulang, tadi kamu sendiri yg menyuruhku untuk pulang keburu shift sore kan?!" oceh ibunya kesal.


"Hmm baiklah!" Jawabnya.


...*****...


Saat di jalan pulang ke rumah mereka, pria itu masih memikirkan ttg anak yg tadi meskipun sedang menyetir.


Dia bertanya-tanya kenapa wajahnya kotor, ga mungkin anak kecil dikasih tugas pertama tapi wajahnya dan tubuhnya juga bajunya kotor begitu lalu dia juga bingung kenapa anak itu tidak menjawab dengan siapa dia tadi. Yang dia pikirkan selama menyetir adalah itu


Lalu tiba-tiba


"Awas!! cepat rem!!" Teriak ibunya.


Ciiiiiit!


Tanpa sadar ia menginjak pedal rem dan menarik rem tangan karena teriakan ibunya membuatnya bangun dari lamunan dan reflek menggerakkan 2 anggota tubuhnya itu.


Kepalanya sedikit terbentur setir mobil.


"Aduuhh, apa sih Bu!?"


Ceklek brak!


"Loh baru ditanya kok langsung keluar?!" Ucapnya dengan kesal sambil mengelus pelan kepalanya yang tadi terbentur.


karena penasaran lalu dia melihat ke arah depan mobil, dia kaget ibunya jatuh terduduk dengan wajahnya yang nampak begitu shock.


Lalu dia mengambil hp dan keluar mobil kemudian melihat ke arah ibunya melihat.


Brak!


Hpnya jatuh.


Dia kaget dan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya dengan apa yg ia lihat. Lalu berlari ke arah ibunya yg berjarak beberapa meter darinya berdiri.


Mulai terlihat dengan jelas rembesan merah darah di baju putih seseorang yang dia kenal wajahnya.


"H-hah? Adik kecil!" Wajah shock nya yang tidak bisa ia sembunyikan


"Kamu mengenalnya?" Ibu nya yang dalam keadaan shock melihat anak kecil dengan baju penuh dengan warna darah itu bertanya kepada anaknya.


"Y-ya anak kecil itu yang tadi bertanya jalan kepada ku tapi seingat ku tadi dia mengenakan hoodie seperti ini namun berwarna merah kenapa ini jadi putih?!?" dengan keadaan shock dan bingung itu dia terdiam berusaha menemukan jawaban, namun ibunya.


"hei melamun apa kamu? cepat bawa anak ini ke rumah sakit kita!!" bentak ibunya yang tidak tega melihat anak kecil yang bersimbah darah dan wajahnya yang semakin pucat membiru.


......*****......


Ya, kalian baca 'rumah sakit kita' mereka adalah keluarga terkenal yang memiliki banyak rumah sakit di kota A, R, L, dan F kota-kota besar meski bukan pusat seperti ibukota negara ataupun ibukota provinsi namun ke empat kota itu adalah pusatnya perbelanjaan, pendidikan, bisnis di negara Flo.


......*****......


Dengan cepat dan tepat dia memberikan pertolongan pertama sesuai pengetahuannya sebagai dokter.


Setelah itu meletakkan anak kecil itu ke dalam mobilnya yang merupakan keluaran terbaru Aloxford Otomotif dengan desain di dalam mobil itu terdapat kursi yang bisa dibuat menjadi seperti kasur dan bisa diatur datar atau bergelombang lembut dan nyaman. juga terdapat pengaman yang mencegah siapapun yang tidur di sana agar tidak jatuh.


lalu membawa ke rumah sakit keluarganya yang berjarak 800 meter dari tempat itu.


5 menit berlalu


Akhirnya sampai juga di IGD rumah sakit dan menyerahkan anak kecil itu ke 3 perawat dan 1 dokter umum yang adalah dokter jaga kala itu.


"analisis dulu dan laporkan, aku akan meminta sekretaris kakak untuk mencari data tentangnya dan memanggil orangtuanya, karena sepertinya dia haru dioperasi segera!" perintah pemuda itu.


"siap, dok!"


"ah juga karena aku tidak tau apa dia kecelakaan atau apa, tapi segera siapkan dokter psikolog setelah operasi selesai takutnya ada trauma karena hal ini, aku akan ke ruang kakak saja lebih cepat juga pasti, juga sekretarisnya sedang seminar di luar" perintah lanjutannya.


"b-baik dok!" sebenarnya mereka sudah mulai berbalik badan dan berjalan menuju anak kecil itu tapi terhenti karena 'perintah lanjutan' itu jadi harus berbalik dan jalan balik ke pemuda yang ternyata dokter itu.


Toktok! Toktok!


“ya, masuklah!” balasan dari dalam ruangan yang bertuliskan direktur utama rumah sakit.


Klek!


Pintu terbuka dan terlihat laki-laki yang sedikit mirip dengan pemuda rambut coklat mata hijau daun yang berusia 28 tahun tadi namun laki-laki yang tengah sibuk menandatangani dan membaca tumpukan berkas di meja itu matanya berwarna hijau rumput itu lebih tua 6 tahun dari pemuda itu.


“kak, carikan informasi keluarga pasien yang tadi aku dan ibu temukan tergeletak bersimbah darah di jalan jln F 1 km, menuju jalan rumah, anak kecil sepertinya usianya 2-4 tahun, tinggi 83 cm berat 8 kg rambut hitam panjang sepundak, mata biru langit siang yang cerah bicara lancar seperti anak 7-9 tahun berasal dari kota R!” ucapnya tanpa henti.


“lalu?” tanya kakaknya


“hm?” pemuda yang sedang berpikir untuk melakukan tindakan apa untuk anak kecil itu memiringkan kepala, bingung.


“namanya siapa dasar adik bodoh! Kau bodoh, kalau tidak tau nama akan lebih lama mencarinya! bodoh!” bentak kakaknya yang geram disuruh cepat-ceoat tapi informasinya sangat terbatas.


“haa mana ku tahu, jangan mengejek aku bodoh, aku ini dokter termuda yang meraih gelar spesialis karena beasiwa tau!” dia yang kesal karena diucap bodoh.


“hah, ya sudah aku akan carikan di rumah sakit barangkali ia lahir di salah satu rumah sakit yang ada di sana. Dia pasti darurat kan? sana pergi tangani anak itu dan bawa kabar gembira untuk ibu yang sekarang pasti sedang diliputi rasa khawatir” menghembuskan nafas berat dan berusaha menahan marah dan menasihati dengan halus juga rela kerja berat mencari informasi dengan sumber yang minim demi adik laki-lakinya yang bodoh itu.


“iya baiklah, pokoknya selesai operasi harus ditemukan!” masih aja maksa nih anak author sebel deh.


“iya bodoh! Enyahlah!” eh ga bisa nahan juga akhirnya.


“hmph! kurang ajar!".


brak!


"Lah yang kurang ajar itu bukannya kamu!? ayah ibu kalian genius tapi kenapa aku punya adik sebodoh dia!?!" ucap kesal si kakak.


***


Selesai operasi


Seusai memastikan dan menuntaskannya, ia bergegas ke ruang kakaknya.


Dok dok! Dok dok!


Ketukan pintu...ah bukan tapi gedoran pintu itu terdengar keras namun belum sempat sang kakak mengizinkan masuk.


Brak!


Dia mendorong paksa pintu dan terbuka paksa alias mendobrak pintu itu.


“mana datanya!?” tagih pemuda, si adik bodoh ke kakaknya.


“hah, gila! ga ditemukan di manapun, di rumah sakit kita di kota R, rumah sakit dan puskesmas semua pusat kesehatan di kota R tidak ada catatan tentang anak itu bahkan setelah golongan darahnya kucantumkan pun tidak ada."


“hey ga usah bercanda kamu!” pemuda yang kesal


“aku ga bercanda di kota lain, kota ini dan luar negeri pun ga ada! Adik bodoh sopan dikit ke aku kakakmu kenapa? Aku juga pusing ini!” sang kakak yang terlihat berntakan karena stres tak menemukan data anak itu yang adalah pasien mereka.


“ga mungkin ga ada catatan kelahirannya, sekarang kapan pun dan dimana pun bayi lahir akan dicatat kelahirannya di rumah sakit terdekat kan kalau terlanjur lahir di jalan atau di manapun itu?! kalau ga ada apa mungkin panti asuhan? Kita harus menemukan walinya, dia tidak hanya terluka tapi juga memiliki penyakit genetik mematikan yang langka informasinya, kemungkinan akan koma lebih dari 3 bulan kalau keluarganya atau walinya tidak tau bisa kebingungan mereka!” ucapnya tanpa henti hingga dia kehabisan nafas sebentar.


“panti pun tidak ada data sama sekali tentang dia, atau jangan-jangan korban penculikan dan penampilannya diubah? Bisa lebih lama kalau benar begitu”


“heh jangan mengada-ada” tak percaya pemuda itu pada kakaknya yang sudah lusuh karena permintaan dia.


“tapi kalau benar begitu atau tidak benar sekalipun kita harus menunggu dan bertanya siapa namanya dan keluarganya saat sadar, saat ini masukan dia ke bangsal VIP dekat dengan ruangan kita yang biasanya dipakai khusus keluarga kita itu, agar mudah mengecek kedaannya dan juga kasihan kalau bangun tidak ada siapa-siapa di sisinya, juga pasti ibu ingin tau perkembangan anak itu” perintahnya.


“baiklah” tumben nurut.


Pemuda itu pun melakuakn tugas yang diberikan kakaknya


***


4 bulan kemudian


“hmm!” suara anak kecil yang akhirnya terbangun dari hibernasinya eh dari komanya.


“eh adik kecil sudah bangun” ucap pemuda itu tersenyum senang melihat anak kecil itu akhirnya bangun dari koma panjangnya. Namun karena kaget anak kecil itu hendak segera duduk.


“eh jangan dulu, kamu bebaring dulu istirahat sebentar, kamu sudah 4 bulan lamanya tidur kalau bangun tiba-tiba akan pusing dan lemas, aku periksa sekarang lalu kamu tererah mau makan atau mandi dan setelah itu aku mau tanya identitasmu, sekarang yang rileks yah”ucap pemuda itu.


Lalu tiba saatnya mnanyakn identitas


“hallo aku adalah Roni Healto, seorang dokter dan ini adikku” ucap kakak


“aku Alex Healto dokter juga”


Jadi Alex adalah pemuda 28 tahun, dan Roni adalah kakaknya.


“hm” anak kecil itu menjawab dan menganggukkan kepala tanda faham.


“nah, kalau adik kecil ini siapa namanya?” roni bertanya dengan nada lembut dan mengelus kepalanya dengan lembut juga. Namun saat Roni mengelukan kepalanya anak kecil itu nampak kaget dan sedikit menetaskan air matanya.


“eh ada apa dik? Apa Roni melakukan sesuatu yang menyakitimu?” tanya Alex yang kaget melihat anak kecil itu menangis. Namun anak kecil itu menggelengkan kepala.


“tidak apa-apa” jawabnya lirih


“hem begitu ya syukurlah kalau tak apa” Roni yang dari tadi menahan takut kalau dia menyakiti anak kecil itu tanpa sadar sedikit lega. Anak kecil itu kembali mengangguk.


“oke kalau begitu, apa paman dokter Roni ini boleh tau siapa namamu? Kalau kamu memberitahu siapa namamu kami bisa menemukan keluarga dan atau orang tua ataupun walimu untuk menemanimu di sini” ucap Roni kepada anak kecil itu.


Anak kecil itu kaget dan takut tapi ketakutanya ia sembunyikan dengan gelengan kepala.


“hmm? Kami tidak boleh tau namamu? Kalau gitu umurmu berapa sayang?” tanya Roni lagi.


“umur ku 3 tahun, bukan tdak boleh tau tapi..” dia menjawab lirih dan ragu. Karena itu Healto bersaudara bingung.


“oh jadi usia mu 3 tahun” alih Alex untuk memberikan waktu anak kecil itu. Anak kecil itu menganggukkan kepalanya lagi.


“kalau bukan tidak boleh tau nama adik kecil lalu kenapa sayang?” Roni ingin memastikannya sekali lagi untuk menghapus dugaan buruk yang ada dipikirannya. Tidak hanya Roni tapi Alex dan dokter magang Ian yang dari awal mendampingi Healto bersaudara yang mana adalah gurunya pun merasakan hal yang sama. 3 dokter laki-laki itu mulai gelisah.


“a-aku tidak ingat dan tidak tau namaku siapa” ucapnya lirih.


Mata 3 dokter yang ada di dalam ruangan itu terbelalak kaget.


“maaf, kamu tidak ingat dan tidak tau namamu?” tanya Ian memastikan. Dan akan kecil itu pun menganggukkan kepalanya sekali lagi.


“maafkan aku” ucap anak kecil itu lirih.


“tidak apa, aku tidak menyalahanmu, lalu apa kamu


ingat wajahku?” Alex mencoba menenangkan.


“emm sedikit ingat tapi diingatanku wajah anda terlihat kabur..aduh!” sambil mengingat kembali namun kepalanya terasa sakit secara tiba-tiba.


“ah ada apa?!” 3 laki-laki tampan itu pun mulai panik seketika.


...££££...


hai aku author pemula mohon bantuannya!!


first novelku!


tengkyu!