Am I Precious?

Am I Precious?
Acting UH 's skript pt 1



[UH\=> uncle Harry ]


****PREVIOUS ****CHAPTER****!!!


tapi setelah 3 hari berturut-turut aku melihat kejadian di mana ayah membuat paman tersakiti akhirnya aku tidak tahan lagi.


aku pun memantapkan hati dan pikiran untuk menyelamatkan paman. meski akan menyakitinya di awal. saat aku memantapkan hati, jauh di dalam lubuk hati aku meminta maaf ke paman akan rencana yang akan aku lakukan.


tapi ini demi kebaikan paman, karena aku tau kalau aku ga akan bisa hidup lama, jika aku mati dan paman masih tidak berbaikan dengan ayah itu bisa merusak hubungan mereka lebih dari ini. jika paman pergi dariku paman bisa hidup lebih baik dari sekarang dan kedepannya.


hari ke 13 sejak setelah aku pertama kali melihat kejadian itu, aku pun akhirnya melakukan rencana yang sudah aku siapkan,


siang hari saat paman datang ke rumah setelah paman keluar dari kamar ayah dan datang ke kamar ku seperti biasanya, pada akhirnya, aku menjalankan rencana untuk menyelamatkan paman Harry yang ku sayangi, di mulai.


...^_^...


creak


"hai sayang paman datang" sapa paman setelah membuka pintu kamar.


"emm" jawabku cuek.


sambil berjalan mendekatiku yang duduk membelakangi pintu.


"loh ada apa sayang?" paman yang heran karena biasanya bila paman masuk kamar dan menyapa ku, aku akan menyambutnya dengan senang.


aku menggelengkan kepala, "tidak ada apa" berusaha menjawab sependek mungkin.


"apa keponakan paman ini mau memberi kejutan untuk paman dengan acting terlebih dahulu?" goda paman.


iya paman aku akan memberi kejutan untuk paman, biar bisa hidup tanpa kebencian dari anggota keluarga.


lagi lagi aku berpikir seperti ini.


tenang kamu pasti bisa kok, masalah akan sendiri setelah ini udah dipersiapkan kan? ayo bisa, lagipula sudah hampir 2 tahun kan kamu sendirian ayo pasti bisa demi paman!. aku berkali-kali menguatkan hati.


inhale exhale


huuft, oke pasti bisa. maaf paman mungkin kali ini hati paman akan tersakiti, tapi hanya sekarang saja kok, aku yakin ayah dan kakak akan membuat paman menyembuhkannya lebih baik lagi.


"kejutan apa? aku kan ga punya apapun!?" jawabku ketus dengan pandangan mata seolah menahan mengumbar benci kepada orang dihadapan ku.


"eh" paman yang kaget akan jawaban dan pandangan serta ekspresi ku.


"kenapa eh? baru sadar aku ga punya apapun?" tanya ku dengan ketus dan mata serta ekspresi yang sama seperti tadi.


"ah bukan begitu sayang" jawab paman yang berusaha untuk menyimpan kebingungan. dengan suara lembut seolah membujukku.


"ada apa sayangnya paman? apa ada sesuatu dari diri paman yang membuatmu marah?" tanya paman yang risau.


paman maafkan akuu. lagi lagi hampir saja goyah.


"huh gitu aja ga sadar" jawab ketus dan merajuk ku semakin parah.


"Hemm boleh beritahu apa yang membuatmu marah?paman akan berusaha memperbaikinya sayang" jawab paman dengan tatapan risau penuh kelembutan.


paman kumohon jangan berbicara dengan nada rendah dan tatapan seperti itu, kumohon biarkan aku sukses menjalankan rencana ini. hati dan tekad ku lagi-lagi goyah.


"kalau gitu aku mau tanya ke paman dulu, jawab dengan jujur" jawabku.


"Hem okay baiklah 😊" jawab paman.


"paman kenapa paman baik ke aku?" pertanyaan pertama yang kulontarkan.


"eh, kenapa? hemm kalau dari buku yang paman baca kebaikan itu tidak perlu alasan kenapa tapi karena keponakan paman bertanya maka paman akan menjawabnya, karena kamu adalah satu-satunya keponakan perempuan yang paman punya, yang paman sayangi" seperti biasa selalu menggunakan 'buku' terlebih dahulu.


"ohh begitu, bukan karena paman ingin menebus perbuatan ibu ke aku?" responku yang ketus.


"eh?" paman kaget.


"oke selanjutnya, kenapa paman sayang ke aku yang adalah pembunuh satu-satunya kakak paman?" potong kebingungan paman dengan lontaran pertanyaan berikutnya.


"apa maksudmu pembunuh? ibumu kan sakit jadi tidak ada yang membunuh, sekalipun kamu membunuh, paman akan tetap sayang sama kamu" jawab paman yang terkejut dengan pertanyaan yang sama dengan kata 'pembunuh kakak' kemarahan ayah saat paman hendak bertemu aku.


"oh apa yakin?"


"ha?"


"oke selanjutnya, paman sayang aku?" potong lagi.


"iya tentu saja!" jawab paman mantap.


"kalau sayang, kenapa paman tidak pernah memberikan hal yang sangat kuinginkan berdasarkan kebutuhanku?"


"yang sangat kamu inginkan dan kamu butuhkan? apa itu?" paman bertanya balik


"tuh kan paman berbalik bertanya seperti itu, emang benar paman ga sayang sama aku karena udah membunuh ibu, paman baik ke aku karena ibu sudah memukuli dan memperlakukan dengan buruk iya kan?"


jawabku kali ini dengan meneteskan air mata. bukan karena sedih meskipun kalau kenyataannya benar seperti yang kutanya, tapi aku sedih menuduh paman yang sudah berkorban yang sudah berjuang buat ku.


brak!


"b-bu-bukan begitu sayang!" jawab paman yang benar-benar terkejut hingga menjatuhkan barang-barang yang dibawa untukku.


"kalau bukan kenapa paman tidak tau dan tidak pernah memberikan hal yang sangat kuinginkan?" jawabku memiringkan kepala dengan pandangan mata ke mata dengan paman.


"maaf karena ketidaktahuan paman, jadi apa yang kamu inginkan sayang" jawab paman menyesal seperti benar-benar bersalah karena tidak tau apa yang sangat kuinginkan.


"nama" jawabku singkat.


mata paman terbuka lebar seakan mata dan hatinya bilang nama? benar juga nama aku hanya menyebutnya sayang, kamu, keponakan saja.


dia terdiam.


"kenapa paman? kenapa paman diam saja?"


tanpa respon, paman seperti sedang tenggelam dalam pikirannya.


"paman? paman?paman!"


"eh oh, itu maaf…" jawab paman yang kaget setelah terbangun dari pikirannya.


"Hem 🙂 tak apa paman, aku memang tak layak memiliki nama, aku memang pembunuh, aku memang tak layak diberikan kasih sayang dari siapapun termasuk paman, karena itu paman tidak perlu minta maaf." jawabku dengan senyuman palsu dan tangis.


"apa yang kam- katakan" kata kamu terpotong seolah paman merasa salah karena hanya 3 panggilan tanpa nama yang ia sebutkan.


"hemm (geleng kepala) aku tau paman pasti menyimpan dendam denganku kan? paman berpura-pura baik lalu saat aku sudah benar-benar baik paman aku pergi dan menginjak-injak ku kan? aku tau (fake smile with crying)".


" hah apa yang kamu katakan mana mungkin aku seperti it-" jawab keras paman terpotong.


"ga mungkin? apa paman yakin? setiap bertemu yang paman bicarakan adalah ibu, kebaikan ibu, meminta maaf atas perbuatan ibu, emang paman pikir aku robot? aku Boneka yang tidak memiliki perasaan dan ingatan buruk tentang ibu? (paman kaget dan terdiam kehilangan kata-kata)paman pasti seperti itu supaya aku tau tempatku kan? makanya bercerita banyak hal tentang ibu dan membuka trauma lama dan membentuk trauma baru untukku?(paman terlihat ingin bilang kalau bukan begitu dari kalimatku barusan) apa paman pikir aku tidak mengerti apapun karena aku baru 3 tahun karena itu ingin membuat ingatan baru yang buruk buatku? aku tau semua membenciku tidak ada benar-benar sayang padaku, bahkan robot saja punya nama boneka punya nama binatang dan batu pun punya nama tapi aku yang adalah manusia aku tidak memiliki nama, aku benar-benar lebih rendah dari mereka semua" airmata mengalir begitu deras, detak jantung yang tak beraturan, nafas yang tak beraturan.


"sayang, bukan begitu sayang. paman benar-benar sayang dengan kamu, hiks… maaf paman tidak memikirkan tentang hiks…nama untukmu hiks…maaf hiks…maaf sayang hiks…maaf paman benar-benar minta maaf sudah membuatmu berpikir seperti itu hiks…maaf sudah membuatmu semakin merasa terpuruk hiks…" jawaban paman yang menangis akan perkataan ku sebelumnya.


benar paman, menangis lah paman, buat aku lebih benci pada paman supaya ini berhasil paman. ah gawat aku harus menahan tangis ku.


batinku menguatkan ulang tekad ku.


"paman lebih baik paman pergi dan jangan kemari lagi"


"apa!?"


......££££......


hai


pembaca!!


aku


author pemula


dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku


lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan


like,


comment, favourite, hadiah, vote, and share 😉juga kritik saran hehew.


so,


kalian tau


kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


tengkyu!


sankyu!


see you next!