
[√terimakasih selalu mendukung novel ini.
selamat membaca!
silahkan nikmati chapter suguhan author pemula ini✓]
****PREVIOUS***CHAPTER!!!**
"em nanti meeting sama seluruh pemegang saham, kamu sebagai tuan muda Healto wajib hadir jam 2 siang nanti" jawab Joshua.
...^_^...
"jam 2 ya? hmm ah tapi nanti aku ga bakalan dijodohin ke anak perempuannya pemegang saham kan? males rasanya berkali-kali ditawarin meski udah berkali-kali ditolak" keluh Alex mengingat setiap bertemu ataupun pertemuan resmi seperti meet dengan pemegang saham rumah sakit pasti akan dijodohkan, meski anak mereka ada yang suka padanya dan bukan karena terpaksa, Alex tetap tidak mau karena ia sendiri sebenarnya sudah ada seseorang di hatinya tapi dia masih belum ada nyali untuk mengungkapkannya, dan juga kalau Alex menikah dengan salah satu dari anak pemegang saham nanti ikatan pernikahannya jadi ladang untuk menanam uang mereka.
dan yang paling penting sekarang tidak ingin menikah dulu karena mau fokus ke putri tercinta.
"haha yang sabar namanya juga manusia, mau mendapat yang terbaik dari berbagai segi" jawab Joshua
"berbagai segi apa maksudmu kalau bukan dari segi keuntungan keuangan dan bisnis" Alex sebal.
"yah kamu kan salah satu dokter termuda di negara Flo, para putri pemegang saham menyukai mu dari sisi itu dan dari sisi yang katanya kamu C-O-O-L meski aku ga mengakui kamu di alasan terakhir sih" jawab Joshua meledek sambil membuka-buka berkas.
"heh menikah karena alasan itu atau banyak alasan itu terlalu menjijikkan" ucap Alex dengan tampang sok jijiknya.
"haha" jawab Joshua yang tau kalau Alex sebenernya ga muluk-muluk perih jodoh.
"lagian kalau aku bilang udah punya anak, apa mereka bakal tetep mau nikahin aku" gerutu Alex.
"hah udah-udah" Joshua yang meminta untuk menyudahi keluhan Alex
"iya iya" jawab Alex nurut.
selang 2 menit.
"uwaa****ah!!" teriak Joshua
"APA WOI BIKIN KAGET AJA" teriak Alex yang terkejut karena fokus pada berkas pasien yang akan dioperasi olehnya 4 hari ke depan.
"sorry Lex, rapatnya jam 1 siang bukan jam 2" jawab Joshua.
"hah jam 1?" lalu melihat jam di tangannya dan jam di dinding ruangannya.
"gile woi 5 menit lagi!" jawab Alex.
"waduh sorry, bener-bener sorry banget tadi salah baca !!" Joshua meminta maaf.
"hah ya udah, sekarang tanyain ke satpam, udah banyak pemegang saham yang hadir belum atau udah hadir semua atau belum " perintah Alex.
"oke" jawab Joshua dan kemudian ia menelpon satpam.
"oh begitu oke baiklah terimakasih pak" . Joshua.
"udah hampir semua, tinggal satu orang Lex" ucap Joshua.
"ohh siapa?" tanya Alex.
"pak Iasuru , Lex" jawab Joshua.
"hah apa pak tua itu? kalau gitu kita ruangan rapat sekarang, biar bisa mendahului pria tua penyot itu! biar dia malu kalau mau jodohin aku" ucap Alex bergegas mengenakan jas dan merapikan rambutnya lalu mencuci tangan dan mukanya yang kucel karena telah lama membaca dokumen pasien dengan serius dan sering kali mengacak-acak rambutnya dan mengerutkan keningnya.
"oke!" Joshua meringis dan bersiap berangkat.
lalu mereka sampai di ruang rapat,
tak lama Healto member yang lain datang, ya Roni dan Patro dengan sekretaris masing-masing.
6 menit setelah itu.
masuklah pria tua penyot yang tidak disukai Alex.
"aduh aduh maafkan kami datang terlambat" ucapnya santai padahal jelas-jelas dia salah, eh ditambah pak tua itu senyum-senyum ke si Alex seperti mencari perhatian namun tenang saja pemirsa, Alex tidak melihat senyuman itu.
"ya, yang penting jangan diulang lagi karena kami ga tau kapan pasien akan datang" jawab Roni.
tch!. decih Alex pelan.
"oh maaf-maaf tadi putri saya kekeh mau ikut karena tuan muda Alex" jawabnya dengan wajah mencari perhatian.
keluarga Healto mengabaikan nya.
"jadi saya mohon izin untuk membawa putri saya karena bagaimanapun dia yang akan mewarisi milik saya" ucapnya meringis.
"hah terserah!" jawab Patro yang tidak bisa sabar* lebih lama lagi.
...*[sabar <\=> menahan]...
setelah itu putrinya masuk,
[bayangin aja wanita yang pas-pasan kelihatan cantik karena perawatan dan senyum-senyum mencari perhatian ke Alex]
Alex masih tetap saja cuek.
setelah itu mereka duduk, si Iasuru dan putrinya sama-sama sebal karena dicuekin target mereka, sedangkan Alex malah digoda kakaknya
"tuh Lex sampai minta perhatian dari kamu Lo" bisik Roni sambil nahan tawa.
"diem kakak kurang ajar, jijik aku hih!" jawab Alex (bisik) kesal.
Roni pun tertawa lirih dengan menutupi mulutnya menggunakan tangan karena puas meledek adiknya.
selama rapat berlangsung si putrinya Iasuru terus memperhatikan Alex, sedangkan Alex yang awalnya (sebelum sadar diperhatikan terus-menerus) fokus di rapat fokus mendengarkan dan fokus membaca dokumen menjadi tidak fokus karena dilihat-lihat terus.
sialan wanita itu ganggu konsentrasi aja!. batinnya kesal.
pukul 14.15
tiba waktunya Alex harus berbicara dia menekan tombol on di microphone mini depan mimbar yang sebelumnya ia berjalan ke mimbar sambil memberi kode arahan untuk operator layar presentasi.
"baik saya akan menjelaskan beberapa hal yang sudah saya rangkum dalam 3 bulan terakhir, silahkan dilihat dulu gambar grafik di monitor dan berkas yang sudah saya siapkan" ucap Alex. dia berbicara dengan tegas, posisi tegap, kepercayaan diri tinggi dan terlihat wibawanya.
namun saat dia merasa ada sesuatu yang mengganggunya dari arah yang dia sudah tau apa itu sebenarnya.
tch!. berdecih dia sebal karena mengganggu konsentrasi.
namun ada perasaan mengganjal lainnya di hati dan di pikiran Alex yang membuat konsentrasinya buyar entab apa itu, tapi dia sudah merasakannya sejak berangkat ke rumah sakit.
namun belum lebih dari setengah yang ingin ia sampaikan, tiba-tiba mendapat telepon dari ibunya.
1 menit sebelum itu Joshua keluar ruangan
yang membuat Alex juga bingung.
drrtt…drrrt…drrrt…
karena takutnya itu pasien darurat Alex pun meminta izin untuk mengangkat telepon itu (dia belum tau siapa yang telepon).
"maaf saya angkat telepon terlebih dulu"
saat Alex hendak melihat layar hp setelah mengambilnya dari kantong celananya tiba-tiba
pintu ruangan rapat itu terbuka dengan keras. ternyata Joshua yang baru kembali
lalu mendekat ke Alex.
"Alex, putrimu pingsan!" bisik nya, yang ternyata dia keluar karena menerima pesan teks dari pak Toma.
"apa!?" Alex terkejut.
"aku dapet pesan dari pak Toma untuk keluar ruangan rapat dan menelponnya, dan katanya nyonya Yemi menelpon mu juga" ucap Joshua.
dia pun melihat layar hp yang ternyata orang yang menelpon nya adalah ibunya.
"di mana dia sekarang?" tanya Alex.
"di ambulance otw ke sini" jawab Joshua
Alex mengangkat telepon.
"paamaan paaamaaan, kak Nana ku pingsan paamaann!! huweee" ternyata yang menjawab nao dengan tangisannya.
"ya Nao, nao yang tenang ya, paman tunggu di sini nanti paman yang sembuhkan kakk Nana nya nao ya" jawab Alex menenangkan nao juga berusaha untuk tidak panik.
lalu menutup teleponnya.
"Josh ada apa? lagi rapat ini" tanya Roni heran.
"ponakanmu pingsan" jawab Joshua lirih.
patro dan Roni kaget.
"maaf bapak ibu sekalian, saya harus pergi dari rapat dulu, ada hal yang mendesak" ucap Alex.
lalu menundukkan badannya dan pergi keluar rapat, Patro dan Roni yang ingin ikut keluar di tahan Joshua karena kalau mereka keluar gimana nasib rapat rutin mereka itu pikirnya.
"hal mendesak apa tuan muda?" tanpa pikir si putri Iasuru bertanya saat Alex hampir keluar .
"putriku sakit" jawab Alex singkat.
"APA!?" Jawab wanita itu yang kaget karena Alex sudah punya seorang putri dan begitu pula yang lain, mereka melebarkan matanya kaget juga meski tidak berteriak.
setelah keluar ruangan, Alex langsung menuju lift bersama Joshua.
"kenapa Nana bisa pingsan?" tanya Alex.
"aku kurang tau dengan jelas, tapi katanya saat dikenalkan sama nao tiba-tiba pucat dan pingsan." jawab Joshua.
Alex mengendurkan dasinya, menyenderkan dirinya ke dinding lift dan menepuk jidatnya.
"haah sudah kuduga seharusnya aku temani Nana, sedari tadi aku ada perasaan ga enak tapi malah Nana jadi gini" ucap Alex merasa bersalah dengan wajahnya yang frustasi.
"udah Lex jangan salahkan diri sendiri, kamu harus kuat" ucap Joshua menenangkan Alex.
...…***…...
"Nana!!!!"
^^^bersambung…^^^
...££££...
hai
pembaca!!
aku author pemula, mohon bantuannya ya!!
like 👍,
comment🎤,
favourite💖,
hadiah🎁,
vote🎫🎟️,
n
share 😉
juga
kritik saran 📃📜
first novelku!
maaf banyak
kekurangan 😊
tengkyu! sankyu!
see you next!
see you 2 - 3 days again!!
INSYAALLAH!