Am I Precious?

Am I Precious?
KELUARGA dan LUKA



****PREVIOUS***CHAPTER!!*****


"b-baiklah kalau begitu Nana, ka-kalian bisa memanggilku begitu" jawabku


semua tersenyum.


"bagus, bagus sekali, kalau begitu kakek dokter ini juga bersedia kok jadi kakek mu" tiba-tiba kakek healto yang senang dengan pilihanku dan bilang ingin jadi kakekku.


"Eh?!?" jawabku bingung.


...^_^...


"duh ayah, tiba-tiba bilang begitu jadi buat pasien manis kita bingung kan" paman Roni menepuk dahinya lalu berjalan mendekatiku dan memegang pundak lalu berkata lagi


"jadi begini karena kami sudah menyelidiki mu dan masih belum menemukan tentang keluarga mu bagaimana kalau kamu diadopsi keluarga kami sampai kamu bertemu keluarga mu atau sampai kapanpun juga bisa, keluarga healto juga dengan senang hati menerimamu juga kamu bebas mau jadi adik perempuan ku atau mau jadi anakku atau mau jadi anaknya Alex, kami juga akan terus berusaha menemukan keluarga mu selama kamu menjadi keluarga kami" ucap paman Roni yang menjelaskan semuanya


eh?!?!


aku yang bingung juga kaget dengan penjelasan itu.


tidak hanya diberi nama tapi aku juga akan memiliki keluarga? apa ini? apa ini mimpi?


begitu pikirku.


aku yang masih tenggelam dalam pikiran ku, diputus oleh paman Alex yang bicara padaku.


"Nana sayang, kami tidak memaksamu untuk menyetujui atau menjawabnya sekarang, tadi kamu sudah dibuat bingung oleh kami karena nama, kamu bisa pikirkan baik-baik, mau menjadi bagian dari keluarga Healto atau tidak itu tergantung pada pilihan kamu, kalau takut merepotkan meski kami tidak akan kerepotan pun kamu bisa masuk ke panti asuhan di bawah naungan keluarga healto, meski kami lebih ingin Nana bersama kami karena kami juga masih harus memantau kondisi mu tapi semua kami serahkan pada pilihan mu" jelas paman Alex


"iya benar Nana, apapun itu akan kami dukung" lanjut dokter Effie.


aku sambil mendengarkan juga merasa senang karena sekarang aku memiliki nama ku sendiri, dan mereka memanggilku dengan nama itu.


"jadi jangan terburu-buru sekarang kamu bisa fokus pada kesehatanmu, karena sudah lama tidur kamu mungkin bisa saja kehilangan keseimbangan saat berdiri dan berjalan, besok lusa kalau kondisi sudah sedikit stabil bisa mengikuti rehabilitasi, ah juga besok pagi ibu ku akan datang ke sini, karena beliau sudah sangat mengkhawatirkan Nana kecil yang ditemukan pingsan menjadi putri tidur di rumah sakit suaminya" lanjut paman Alex.


"hm, baiklah paman terimakasih" jawabku sambil menganggukkan kepala ku.


setelah aku berterimakasih paman Alex mengelus kepala ku lagi dan tersenyum pada ku begitu juga dokter lain yang ada di kamar.


"ya sudah kami periksa dulu kalau sudah selesai pemeriksaannya kamu minta paman Alex untuk memandikanmu lalu makan dan minum obat ya Nana" ucap paman Roni


"ah tidak perlu, saya bisa mandi sendiri" jawabku yang takut kalau bekas luka ku terlihat meski aku merasa dia sudah tau saat mengoperasi ku.


"jangan begitu kamu itu belum rehabilitasi dan susah menggerakkan badan kan?" ucap paman Alex yang tidak setuju.


"emm iya tapi.." jawabku


"tapi apa ? takut merepotkan? tak perlu gitu aku dah biasa kok santai aja" jawab paman Alex


"Malu ya Nana?" tanya dokter Rosie.


"em" jawabku sambil mengangguk.


selain takut terlihat tapi aku juga malu hihi.


"Hem sama paman Alex dulu ya kali ini besok sama aku gapapa deh okay?" ucap dokter Rosie.


ya sudahlah mau bagaimana lagi, terlihat ya sudah lah aku akan pura-pura ga tau aja.


"ga usah malu, kamu anak kecil aku dah dewasa tenang aja ga akan hal buruk terjadi kok hihi" ucap paman Alex dengan sombongnya.


pak!


"aduh! apaan si pak tua!?" paman Alex yang sakit karena bahu nya dipukul kakek dokter.


"kalau Alex macam-macam sama Nana bilang ke kakek ya sayang~" ucap kakek dokter


"a-ah i-iya" jawabku terbata.


setelah selesai pemeriksaannya


"ya sudah kami pergi dulu ya.." kakek dokter


"iya terimakasih" jawabku


mereka pun sambil keluar sambil melambaikan tangan dengan wajah yang tersenyum ke arah ku dan aku pun membalas dengan senyuman.


setelah semua keluar dan meninggalkan aku dan paman Alex.


"oke ayok kita mandi!" seru paman Alex.


haduh aku lupa sama yang satu ini batin ku.


"emm sebelum itu aku akan mengecek suhu air dulu, kamu duduk aja di situ ya Nana" ucap paman Alex.


setelah menunggu 3 menit paman Alex keluar membawa ember berisi air hangat dan handuk juga waslap di pundaknya.


Duk!


bunyi ember yang diletakkan di meja khusus untuk ember yang digunakan untuk memandikan pasien.


lalu paman meletakan handuk dan waslap disebelah ember dan melepas stetoskop juga jas dokternya.


srek!


suara jas yang dilempar ke sofa dalam kamar di sebelah kanan tempat tidurku.


lalu paman melepas jam tangan miliknya dan diletakkan di meja dekat sofa, lalu membantuku melepas pakaian.


aku tidak melihat ekspresi saat paman melepas baju dan melihat bekas luka ku tapi aku tau paman Alex terkejut namun tidak ia nampakkan.


paman Alex pergi ke kamar mandi sepertinya untuk mencuci tangannya.lalu kembali dan meletakkan ember kosong yang sepertinya akan digunakan untuk tempat perasan air kotor nanti lalu perlahan mengusapkan air hangat pada badanku Dengan waslap.


"Nana, apa kamu ingat kenapa ada banyak luka ditubuh mu? apa tidak terasa perih atau sakit?" tanya paman Alex sambil terus mengusapkan tangannya.


"luka? di mana luka?" tanyaku yang pura-pura tidak tau apa-apa.


sudah kuduga dia akan bertanya itu.


"emm tidak bisa melihatnya?" tanya paman Alex


"emm aku tidak tau, tapi apa ini yang paman maksud 'luka'?" aku masih berakting sambil menunjukkan bekas luka dari ibu dulu.


"iya Nana itu luka, apa tidak terasa perih atau sakit?" paman Alex menjawabnya.


"perih?sakit? apa luka bisa menyebabkan perih dan sakit?" tanyaku yang sudah lama tidak merasakan sakit karena dipukul atau dilukai ibu dan kakakku.


"emm umumnya begitu tapi kalau tidak terasa lagi mungkin sudah sembuh ya.. tapi kenapa masih ada bekasnya" paman Alex


"emm gitu ya paman, aku juga tidak tau" jawabku.


"iya kalau sakit bilang paman ya" ucpa paman Alex.


"Hem!" jawabku sambil mengangguk.


"oh ya Nana, kalau paman perhatikan kamu lebih banyak berbicara pada paman daripada yang lain apa ada alasannya?" tanya paman Alex. pertanyaan yang tidak ku sangka akan datang.


aku menjawabnya ..


...@!!!!@...


PEMBERITAHUAN!!


INSYAALLAH AKAN TERBIT 2-3 HARI SEKALI.


PUKUL 18:19 Waktu Indonesia Barat.


18 Adalah usia ku sekarang yang menginjak ke usia 19.


KALAU TELAT, akan Aku DOUBLE-TRIPLE UPDATE!


INSYAALLAH!


terimakasih sudah membaca!


🔥MAAF YAA .. HP YANG AKU PAKE BUAT UPDATE NOVEL RUSAK JADI TERLAMBAT UPDATE TERUS, MAAAF YAAAA!!!!🔥


££££


hai


pembaca!!


aku author pemula dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan like 👍, comment🎤, favourite💖, hadiah🎁, vote🎫🎟️, and share 😉 juga kritik saran 📃📜 hehew.


so, kalian tau kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


maaf kalau banyak kekurangan 😊


tengkyu! sankyu!


see you next! see you 2 - 3 days again!!