Am I Precious?

Am I Precious?
Karena ...



****PREVIOUS ****CHAPTER****!!!


sampai usiaku yang hampir menginjak yang ke 2 tahun ibu masih bersamaku dan tepat 1 Minggu sebelum ibu meninggal, ibu bersama kakek nenek melepas rindu dan hidupnya berakhir di rumah masa kecilnya yang meninggal karena terlalu banyak beban pikiran dan mudah terkena penyakit menular seperti flu karena aku yang lahir prematur.


yang awalnya ayah merasa senang karena dikaruniai seorang putri ayah menjadi mulai benci putrinya karena setelah keluar dari kamarku ibu selalu kehilangan senyuman yang membuat hati ayah tenang dan senang.


semasa ibu hidup saja aku sudah dibenci apalagi aku menjadi salah satu penyebab ibu meninggal karena aku yang lahir prematur.


setelah ibu meninggal aku benar-benar dianggap tidak ada di rumah.


kelahiran ku disembunyikan oleh mereka yang awalnya khawatir akan diculik oleh musuh ayah namun sampai sekarang tetap disembunyikan karena memang aku 'tidak ada'.


aku memutuskan dan bisa kabur dari rumah karena..


......^_^......


karena tepat 2 bulan sebelum ibu meninggal, aku diselamatkan oleh paman Harry, awalnya paman Harry datang ke rumah karena paman dan kakek nenek khawatir dan rindu dengan ibu yang jarang pulang ke rumah masa kecilnya dan jarang berkomunikasi (SMS, WA, telepon, dan lainnya).


namun karena kehadirannya tidak disangka oleh ibu, jadi paman melihat kekejaman ibu yang menyiksaku dengan pukulan dan memarahiku agar tidak menangis supaya disukai ayah dan ibu tidak diceraikan oleh ayah.


paman yang kaget / terkejut akan itu pun menghentikan kelakuan ibu, dengan menahan tangan ibu yang hendak memukulku dengan ikat pinggang alias sabuk , namun ibu melawan.


"jangan hentikan aku, pergi!!" itu bentak ibu kepada paman Harry yang mana adalah adik kandungnya sendiri.


"ga aku ga kan pergi sebelum kakak berhenti memperlakukan keponakanku seperti itu!" balas paman Harry yang menolak untuk pergi.


"pergi! kamu ga ada hubungannya dengan ini, pergi sana!!" ibu yang semakin menggila dan berusaha lebih keras untuk melepaskan genggaman tangan paman Harry yang menahannya.


"kak Chrysa!! berhenti, lihat keponakanku pasti merasa sakit kalau kakak pukuli seperti itu!" bentak paman sambil menunjuk ke arahku yang saat itu pandanganku semua hitam.


sebenarnya selama ini ibu berada di kamarku itu karena ingin menjadikanku sebagai objek pelampiasan ketakutannya. Ingin agar aku tidak menangis supaya aku disukai ayah itu juga yang menyebabkan aku saat itu tidak mengeluarkan air mata dan aku tidak merasa sakit sama sekali dengan pukulan ibu karena sudah terlalu sering menahannya dan karena dilarang menangis aku jadi lupa apa itu menangis apa itu rasa sakit.


namun yang paman lihat adalah mataku yang setengah sadar melihat satu obyek dan tidak bergerak bola mataku emm tidak merespon pergerakan di depanku juga paman melihat begitu banyak lebam dan lecet darah di tubuh ku yang biasanya tertutup pakaian. paman melihatku seolah boneka yang melakukan dan tidak protes terhadap apa pun yang majikan (ibu) lakukan ataupun katakan.


paman yang shock akan itu terdiam menatapku dengan perasaan bersalah dan kekhawatiran pada ku yang tidak menangis seperti anak sebaya ku yang menangis bila dipukul dan dimarahi.


ibu yang merasa itu kesempatan untuk melepaskan genggaman paman Harry pun akhirnya terlepas, namun paman Harry tidak menyadari itu paman Harry hanya terfokus padaku yang duduk diam memandang didepan seperti Boneka atau robot yang eror juga berjalan ke arah ku hendak memelukku.


tok tok tok


"permisi nyonya ada apa ya? apa perlu bantuan?" tanya kepala pelayan di luar ruangan.


ibu kaget dan keluar dari kamar. huh. ibu sebal karena ada yang datang. setelah adiknya datang tiba-tiba dan menghentikannya yang mana mencampuri urusannya.


"tidak apa, hanya Harry yang mengagetkanku, lanjutkan saja aktivitas anda pak Edi" ucap ibu dengan aktingnya.


"baiklah nyonya, dan mohon panggil saya Edi saja karena saya hanya kepala pelayan di sini" ucap kepala pelayan Edi.


"ah iya maaf, karena pak eh anda lebih tua dari saya jadi tidak bisa terbiasa dari dulu " ibu.


"ah baik terimakasih, saya pamit nyonya" ucap kepala pelayan Edi. menunduk dan berbalik badan pergi melanjutkan pekerjaannya.


setelah itu ibu yang hendak kembali ke kamar batal karena ada paman Harry di sana dan di luar hanya


"kalau kamu bilang pada suami atau siapapun tentang ini, akan ku bunuh anak itu saat itu juga". ancam nya di depan celah pintu kamar ke pada paman Harry yang sedang membujukku meluapkan emosi sedih, takut, dan semuanya supaya terbuka sambil memeluk dan mengelus ku.


tanpa jawaban dari paman Harry ibu pergi ke kamarnya yang ada di sebelah kamar ku yang didesain terhubung supaya kalau ada apa-apa dengan bayi di kamar bisa segera menghampiri seperti bayi yang menangis saat malam hari (Ronda orang tua bayi baru) meski itu tidak terjadi saat aku bayi.


[di kamar]


"sayang menangis lah kalau merasa sakit di tubuhmu, menangis lah bila kamu takut, tenang saja paman tidak akan memarahi mu atau melaporkan mu ke ayah dan ibumu, menangis lah sayang" ucap paman sambil menangis saat memeluk dan mengelus kepala ku.


"sayang maaf ya paman minta maaf atas kelakuan ibumu, maaf ya sayang"


2 kalimat itu diucapkan berkali-kali dengan tangisan disela nya dan gemetar(tremble) saat memelukku dan mengelus ku karena terlalu shock atas kejadian yang tak terduga itu.


hampir Setiap 2 hari sekali paman datang ke rumah dan ke kamar ku untuk membuatku merasa nyaman dan melindungi ku. meskipun aku penyebab kematian kakaknya (ibu) tapi paman tetap menyayangiku.


di saat setelah kematian ibu dan semakin banyak yang menyalahkan ku (ayah dan kakak) atas kematian ibu. aku mulai bisa menangis.


ya setelah 2 hampir 3 bulan bersama paman, aku sudah bisa membuka hati ku dan menangis karena rasa takut rasa sedih yang ada dalam diriku.


"iya menangis lah jangan ditahan, ada paman di sini" uncle comfort me.


sampai 3 bulan setelah ibu meninggal aku baru menyadari kenapa saat paman datang ke kamar ku setelah ibu meninggal ada bekas merah di wajahnya dan mengaduh saat ada bagian tertentu yang tersentuh oleh ku.


aku baru menyadari ternyata hanya untuk membuat ku nyaman paman harus berkorban, dia dipukul ayah karena paman terlalu memperhatikan dan menyayangiku yang mana adalah penyebab istri ayah (ibu) kakak paman (ibu) meninggal.


saat aku hendak mengambil tong makanan sisa makan siang aku mendengar suara ayah yang marah di kamarnya.


"Harry buat apa kamu perhatian dan sayang pada anak itu? dia sudah menjadi pembunuh kakak mu!" bentak ayah pada paman .


"kak Ray, kakak ipar meskipun begitu dia adalah keponakanku dia adalah anakmu dia hanya anak kecil mana bisa kamu bilang dia pembunuh?" jawab paman pada ayah.


plak! buk! buk!


aku yang mengintip dan mendengar juga melihat kalau selama ini paman harus seperti ini dulu sebelum bersamaku aku kaget shok dan berlari ke kamar.


aku yang merasa bersalah karena hanya demi aku paman rela diperlakukan begitu.


paman dengan sabar mengobati luka karena ibu, memberi kehangatan, membuatku nyaman, membuatku tidak sendiri lagi, memberiku makanan yang layak karena aku lebih sering memakan makanan sisa milik ayah, kakak, dan pelayan rumah juga kalau tidak ada makanan sisa aku hanya bisa makan rumput tapi semenjak ada paman di sisi ku aku jadi tidak perlu menderita akan itu semua, meskipun aku masih diperlakukan seperti budak yang dimarahi dipukuli dan lainnya oleh mereka tapi karena ada paman aku merasa lebih ringan akan semua itu cuman


semenjak aku tau paman yg ku sayangi diperlakukan seperti itu oleh orang yang paling ku sayangi (ayah). aku pun berencana untuk membuat paman meninggalkan ku agar tidak diperlakukan seperti itu lagi.


aku berencana membuat paman membenciku dan meninggalkanku lalu ayah bisa bilang


"sudah kubilang ngapain kamu baik gitu ke pembunuh, sekarang tau batunya kan?"


lalu paman pun bisa menjawab


"iya, ini salahku, aku minta maaf kak Ray "


"iya tak masalah aku juga maaf sudah berbuat gitu"


lalu mereka bisa bersama-sama dengan baik tanpa apapun.


tapi untuk membuat seperti itu pasti butuh rencana yang membuat hati paman terluka. aku bingung lebih baik menyakiti hati paman demi menyelamatkan fisik yang disiksa atau menyelamatkan hati paman tapi fisik yang disiksa sampai hati juga ikut sakit.


namun tetap saja aku yakin paman merasa sakit di hatinya karena diperlakukan seperti itu oleh satu-satunya kakak iparnya yang dulu sudah akrab dan bahkan membantunya saat magang untuk menuntaskan tugas kuliah.


tapi setelah 3 hari berturut-turut aku melihat kejadian di mana ayah membuat paman tersakiti akhirnya aku tidak tahan lagi.


aku pun memantapkan hati dan pikiran untuk menyelamatkan paman. meski akan menyakitinya di awal. saat aku memantapkan hati, jauh di dalam lubuk hati aku meminta maaf ke paman akan rencana yang akan aku lakukan.


tapi ini demi kebaikan paman, karena aku tau kalau aku ga akan bisa hidup lama, jika aku mati dan paman masih tidak berbaikan dengan ayah itu bisa merusak hubungan mereka lebih dari ini. jika paman pergi dariku paman bisa hidup lebih baik dari sekarang dan kedepannya.


hari ke 13 sejak setelah aku pertama kali melihat kejadian itu, aku pun akhirnya melakukan rencana yang sudah aku siapkan,


siang hari saat paman datang ke rumah setelah paman keluar dari kamar ayah dan datang ke kamar ku seperti biasanya, pada akhirnya, aku menjalankan rencana untuk menyelamatkan paman Harry yang ku sayangi, di mulai.


......££££......


hai


pembaca!!


aku


author pemula


dalam pembuatan novel, emm aku pernah buat komik tapi aku Hiatus karena aku


lebih milih novel untuk sekarang, jadi mohon bantuannya ya!!


bantuan


like,


comment, favourite, hadiah, vote, and share 😉juga kritik saran hehew.


so,


kalian tau


kan karena aku pemula jadi ini first novelku !


tengkyu!


sankyu!


see you next!