ALIRA.

ALIRA.
Bab 30 Jalan-Jalan.



Weekend kali ini Ricard akan membawa Putra serta Istri nya untuk jalan-jalan ke Mall.


Setelah sarapan, Arash dan Ricard bersiap bersama tanpa bantuan sang Bunda, Alira.


"Bunda lets go"


Arash berteriak dari arah tangga, dia ingin berlari tetapi sang Ayah sudah lebih dulu menggendongnya dan membawa ke arah Alira.


"Hati-hati dan Ricard jaga Alira, apalagi dia sedang hamil"


"Tentu saja, Mom"


Ricard, Alira dan Arash pergi dengan menaiki mobil pribadi milik Ricard.


Mereka pergi hanya bertiga dan pengawal bayangan yang memang sudah di perintahkan oleh Ricard.


Selama perjalanan berlangsung, Arash terus saja berceloteh dengan sang Bunda.


Banyak yang dia tanyakan dan juga ingin dia tau saat melewati beberapa bangunan.


"Ayah, Alash ingin libulan ke Pantai"


Pinta Arash dengan binar bahagia pada sang Ayah.


Dan hal itu pula langsung di angguki oleh Alira yang memang sudah ingin liburan sejak kemarin.


"Aku juga mau, Mas"


Ricard terkekeh, dia mana bisa menolak keinginan sang Istri dan Putra nya tersebut.


"Weekend besok kita ke Pantai, tak apa ya yang dekat dulu saja karena Bunda lagi hamil"


"Oke"


Alira dan Arash menjawab bersama, lalu ketiganya langsung tertawa karena merasa lucu.


*


Tibalah mereka di Mall, Arash langsung bersorak bahagia karena sudah tak sabar ingin bermain.


Ricard lalu membawa keduanya ke lantai paling atas di Mall, mereka akan ke tempat bermain lebih dulu agar Arash puas.


Sedangkan nanti, dia akan menemani Alira untuk berbelanja dengan sesuka hati.


Tiba disana, Arash langsung berlarian ke arah permainan anak-anak dengan di ikuti oleh Ricard.


Sedangkan Alira duduk di luar arena dengan minuman di tangannya.


"Terimakasih semua nya ya allah"


Alira merasa bersyukur karena masih di berikan kebahagian yang sangat amat berharga ini.


"Semoga saja tak ada gangguan yang datang"


*


"Bunda, ayo makan"


Rengek Arash yang memang sebentar lagi akan memasuki jam makan siang.


Ricard merangkul Alira dan satu tangan lagi menggendong Arash yang menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Ricard.


"Kita ke sana saja, Mas. Aku rasanya ingin makan kepiting"


Alira menunjuk ke arah Restoran seafood yang cukup ramai di kunjungi orang-orang.


"Kamu ngidam sayang?"


Cup.


Ricard mengecup puncak kepala Alira saat tau bahwa sang Istri merasakan ngidam pertama nya.


"Aku juga mau cumi bakal, Ayah"


Timpal Arash yang masih betah bersandar di ceruk leher sang Ayah.


"Baiklah-baiklah, ayo kita langsung kesana"


Langkah mereka semakin cepat karena memang Alira sudah tak sabar memakan kepiting jumbo yang super manis pedas.


Arash dan Alira duduk dengan segelas jus di hadapan masing-masing.


Sedangkan Ricard, dia memesan makanan untuk mereka dan tidak lupa dengan ukuran jumbo.


"Mas, bukannya itu Ardi dan Fani?"


Tunjuk Alira pada kedua pasangan yang baru saja duduk tak jauh dari meja mereka.


"Setelah makan kita temui mereka ya"


Ricard menganggukan kepala nya dengan tersenyum kecil,


Hingga tak lama kemudian datanglah pesanan mereka dan Arash langsung saja terlonjak bahagia.


Mereka memulai makan dengan tenang dan lahap, apalagi Alira yang memang ingin sekali memakan kepiting jumbo.


Ricard tersenyum kecil, dia merasa bahagia karena Istri dan Putra nya makan dengan sangat lahap sekali.


.


.


.


.


.