ALIRA.

ALIRA.
Bab 23 Hancur 1



Alira termenung di balkon kamar dengan pandangan kosong, dia memang izin tidak ikut ke kantor bersama dengan sang Suami.


'Ayah'


Kecewa!


Itulah yang sedang di rasakan oleh Alira sekarang, dia masih kecewa karena dulu sang Ayah tak mau mendengarkan cerita yang sesungguh nya pada Alira.


Dan sekarang?


Dia lebih kecewa karena membiarkan sang Bunda pergi demi membela wanita ular.


"Lihat saja, sebentar lagi kalian akan merasakan apa yang aku rasakan"


Alira terus saja bergumam dengan tangan yang mengepal kuat.


Tak terima, sungguh Alira sangat murka pada sang Ayah yang sudah melakukan kekerasan fisik pada sang Bunda.


...****************...


Saat ini Fila dan Zayn sedang berada di Apart milik lelaki itu, Zayn.


Kedua nya tengah menyususn kembali strategi agar memisahkan Alira dan Ricard.


"Kita lakukan cara kita kembali saja, besok saat pesta mu kita beri keduanya minuman dan kita jangan salah target kembali"


Fila memberi usul dan nampaknya Zayn pun tertarik.


"Boleh juga, ahh rasanya aku sudah tak sabar jika memang harus menghabiskan waktuku bersama dengan Alira"


Fila membuang nafas kasar, dia lalu mendelik ke arah Zayn yang sedang tersenyum dengan tatapan menerawang.


Cup.


"Apa? Mau ya lo" Zayn meledek Fila yang memang dia ketahui menyukai nya.


Grep.


Zayn langsung saja memeluk Fila dan membawa nya ke kamar!


🐼


Hari ini, hari dimana Paman Aryo mengadakan pesta untuk sang Putri, Fila Putri Sensen.


Ya, dia di angkat menjadi Direktur di perusahaan sang Ayah agar terlibat dengan Tuan muda Dawn.


Pesta tersebut akan di adakan pada malam hari dan akan di datangi oleh beberapa perusahaan ternama.


Sejak pagi tadi, Alira sudah menyiapkan segala keperluannya. Bahkan dia tidak ikut kembali ke Kantor karena akan ada pegawai salon ke mansion.


'Tampil secantik mungkin, karena kamu adalah Ratu nya'


Ricard membisikan kata-kata tersebut sebelum dia melenggang pergi ke kantor.


Ya, hubungan kedua nya sudah saling terbuka dan ternyata? Keduanya mengakui perasaan masing-masing.


Drrtt.


Ponsel Alira bergetar saat dia sedang menikmati pijitan kecil di kaki nya oleh pegawai salon.


"Halo Mom"


"*Bunda, ini Alash"


Alira tersenyum saat mendengar suara Putra tampan nya, dia kemudian bercerita ah lebih tepatnya mendengarkan cerita Arash yang begitu semangat.


Hingga Arash berpamitan karena ingin pergi kembali bersama sang Opa.


"Ah Bunda rindu sekali, Nak"


Alira kembali menyimpan ponsel nya, dia menikmati segala perawatan yang sudah Ricard datangkan.


Apalagi, semalaman dia menggempur Alira tanpa jeda karena memang sudah ingin kembali mempunyai Anak.


Seharian ini, Alira menikmati berbagai perawat yang amat sangat lengkap, dari atas hingga bawah dia begitu menikmati nya.


🐼


Setelah selesai bersiap, Alira keluar kamar yang dimana disana Ricard sudah menunggu nya dengan sangat sabar.


Ceklek.


Ricard tak mengedipkan mata saking terpesona nya melihat sang Istri.


"Mas"


Tegur Alira dengan menepuk pundak sang Suami lembut.


Ehh.


"Kamu cantik sayang"


Blushh.


Alira langsung saja merona mendengar ungkapan spontan dari sang Suami.


Dia lalu menggandeng tangan Ricard dan keduanya mulai pergi dari mansion.


"Pandu, apa semuanya sudah beres?" tanya Ricard.


"Sudah Tuan, dan saya harap anda bersama Nyonya tidak meminum atau makan apapun disana! Nanti akan ada anak buah kita yang akan memberikan langsung pada anda"


Ricard dan Alira mengangguk, keduanya mengerti apa yang di jelaskan oleh Pandu.


Dan.


Tibalah mereka di Hotel, mereka langsung masuk ke Aula dimana Pesta itu di gelar dengan sangat meriah.


Hampir semua tamu menatap Ricard dan Alira tak berkedip.


'Perfect'


'Serasi'


Dan masih banyak lagi lontaran pujian yang keduanya dapatkan, apalagi untuk Alira yang malam ini sangat cantik.


.


.


.


.