ALIRA.

ALIRA.
Bab 14



"Jaga mulut anda Nona"


Lantang Pandi dengan menunjuk ke arah Fila.


Ya, Fila berucap hal tersebut setelah melihat ada Alira disana dan tanpa dia tau siapa yang bersama Alira saat ini.


"Fila" tekan Aryo, Ayah Fila.


"Maafkan sikap Putri saya Tuan muda, Asisten Pandi" ucap Aryo dengan menundukan kepala nya.


Sebenarnya dia juga kaget saat melihat Alira ada bersama dengan Tuan muda tersebut, namun dia bisa menahan nya karena tak ingin salah mengambil langkah.


Kemudian Aryo mengajak tamu agung nya untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan disana.


Ricard.


Ya, Tuan muda Dawn tersebut adalah Ricard.


Alira duduk tepat di samping sang Suami dan yang langsung berhadapan dengan Ayah serta Bunda nya.


Tak ada wajah ramah maupun lugu yang selalu Alira tampilkan dulu, kini wajah itu telah berganti dengan wajah datar dan acuh.


Fani, dia ingin sekali teriak dan memeluk Alira saat melihat nya, namun dia mengurungkan niat nya saat melihat kode dari sang Ayah.


Makan malam pun di mulai, dengan telaten Alira mengambil beberapa makanan untuk sang Suami dan dirinya.


Sedangkan Pandi dan Ardi sudah lebih dulu mengambil masing-masing makanan untuk mereka lahap.


Gerakan Alira tak pernah lepas dari pandangan sang Bunda maupun keluarga yang lainnya.


Apalagi para sepupu yang pernah menagap jijik pada Alira saat dia tercyduk di kamar Hotel.


Ricard, Alira , Pandi dan Ardi makan dengan hening, bahkan mereka terlihat sangat menjaga sopan santun dalam makan.


Fila?


Dia mematap Alira dengan tajam, seolah dia adalah mangsa yang harus di musnahkan.


Alira sadar akan tatapan hal itu, namun dia acuh saja dan tetap fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


*


Selesai acara makan malam, semua keluarga duduk berkumpul bersama dengan Ricard dan yang lainnya.


Sementara Aryo sudah gelisah karena sesuatu yang akan dia bicarakan dengan Ricard.


"Ada apa Tuan Aryo? Kata Asisten saya anda ingin berbicara hal penting pada saya?"


Sebuah pertanyaan Ricard layangkan pada Pria paruh baya yang ada di hadapannya.


Sedangkan tangan nya terus saja merangkul bahu sang Istri dengan posesif.


"Ayah saya ingin anda menerima perjodohan antara saya dan anda"


Hahahaha.


Ardi sontak saja langsung tertawa dengan terbahak saat mendengarkan ucapan Fila barusan.


"Apa anda buta atau tuli, Nona? Tuan muda itu sudah menikah dan Nona muda Alira adalah Istri sah nya, dan dia juga sangat jauh berbeda dengan anda"


"Soal kecantikan? Dia lebih cantik tentu nya, apalagi etika? Dia wanita dengan sopan santun yang di didik orangtua nya"


Skakmat.


Ardi berucap dengan santai namun sangat lantang, dia terkekeh geli menatap Fila yang menahan amarah.


Sedangkan Aryo dan Istri nya menatap Ardi dengan geram karena sudah mempermalukan sang Putri.


"Hahaha anda benar Tuan" seru Fani dengan antusias.


'Fani'


Alira memanggil nya dengan lirih, ada binar bahagia di sorot mata nya dan hal itu tertangkap oleh Ricard.


"Mau berbincang dengan nya?" bisik Ricard mengabaikan orang-orang.


Alira langsung mengangguk antusias, dan saat itu juga Ricard memberi kode pada Pandi.


Pandi pergi ke tempat dimana Fani berada dan sesampai nya disana dia membisikan sesuatu pada nya.


Fani mengangguk dengan antusias, dia mengikuti langkah Pandi dengan senyum merekah.


"Pergilah ke meja yang lain, sayang" bisik Ricard pada Alira.


"Boleh?" tanya Alira memastikan.


Ricard menganggukan kepala dan mengacak rambut Alira dengan gemas.


Tanpa di duga Alira langsung memeluknya dan mengecup pipi Ricard secara refleks karena dia bahagia,


Kemudian setelah itu dia pergi ke meja yang sudah ada Fani disana.


*


"Kemana saja kamu, Li? Aku rindu sekali"


"Hiks, kau tega tidak mengabari ku"


Fani terus saja berceloteh dengan air mata yang menetes karena bahagia bisa bertemu dengan Alira kembali.


Alira terkekeh melihat sepupu nya tersebut, lalu dia membawa Fani untuk duduk bersama.


Kedua nya berbincang dengan hangat, Fani yang memang kepo kemana selama ini Alira pergi pun tak ada henti nya bertanya.


Lalu, Alira pun menceritakan semua nya pada Fani, namun Alira tak menceritakan dia sudah punya Arash.


Asyik berbincang, mereka tak sadar bahwa ada seseorang yang sejak tadi merhatikan kedua nya, lebih tepat nya sih ke arah Alira.


Dia menatap tajam Alira, bahkan dia juga sudah manvkah mendekati Alira dengan perlahan.


Byurrr.


"Ahhhhh"


"Nona"


"Aliraaaaa"


"Sayangg"


Semua orang berhenti berbincang dan melihat apa yang sudah Fila lakukan pada Alira.


Ya, Alira di siram jus oleh Fila tepat di atas kepala nya.


Plak.


Plak.


"Kurang ajar sekali anda ini hah, siapa anda dan kenapa anda menyiram saya? "


Langkah Ricard, Pandi dan Ardi pun terhenti saat Alira menampar hingga membentak Fila dengan kentara.


Byurrr.


"Kauuuu" teriak Fila tak terima di siram jus kembali oleh Alira.


Heh.


"Kamu ini siapa sampai saya tak berani melawan? Apa kita saling kenal?" celetuk Alira dengan sinis.


Fila mengepalkan tangan, dia menahan malu dan sakit pada kedua pipi nya yang Alira tampar barusan.


"Kenapa kamu menampar anak saya? Dia itu Adik sepupu kamu juga, Lira" ucap Ibu Fila dengan tatapan penuh drama.


"Maaf, siapa yang anda bilang Adik sepupu? Apakah saya mengenal kalian semua? Tidak"


Alira kembali berucap penuh tekanan dan telak.


"Lihat Tuan Ricard, apa wanita seperti ini pantas di sebut Istri anda?" provokasi Aryo dengan tatapan sinis pada Alira.


"Anda benar Tuan, karena memang itulah ajaran saya. Dimana kalau kita di tindas, lawan!" balas Ricard datar sambil melangkah mendekati Alira.


Ricard membuka jas nya dan langsung memakaikannya pada Alira, dia juga langsung memeluk Alira untuk menenangkan sang Istri.


"Aku ingin pulang, Mas" bisik Alira di pelukan Ricard.


"Baiklah" balas Ricard.


Kemudian Ricard membawa Alira pergi dari sana, dia sama sekali tak berpamitan ataupun basa-basi karena sudah menjamu nya.


Langkah kedua nya di ikuti oleh Pandi dan juga Ardi.


🍅


Setelah kepergian Ricard, beberapa keluarga Aryo pun pulang.


Begitupun dengan Ayah dan Bunda Alira, namun keduanya akan mampir ke kediaman Fani untuk bertanya sesuatu hal.


Sedangkan di Restoran tersebut hanya tinggal Aryo dan beberapa kerabat lainnya.


Aryo dan Istri nya sama sekali tak memarahi Fila, bahkan keduanya malah sepakat akan melibatkan Fila dalam kerja kali ini.


Karena Aryo memang ingin menjodohkan Fila dan Ricard, namun dia tidak tau bahwa keponakannya lah yang sudah menikah dengan sang bilionere.


Tetapi, Aryo tidak akan mundur dan akan tetap menjodohkan Fila bersama dengan Ricard apapun resiko nya.


.


.


.


.


.