
Malam pun tiba, dengan di temani bulan yang bersinar indah dan bintang sebagai penambah kecantikannya. Malam ini mereka kumpul di halaman belakang Villa yang Ricard tempati.
Tempat panggang, kipas angin, aneka daging dan juga masih banyak lagi aneka seafood maupun makanan yang akan siap di panggang oleh ke enam orang tersebut.
Ya, malam ini hanya khsusus untuk sahabat Ricard saja dan juga Alira sebagai tambah nya.
Mom, Daddy dan Arash sudah masuk ke kamar sejak tadi karena lelah bermain air bersama, begitupun dengan Bi Iyem dan pelayan yang lainnya.
Dan, hanya ada penjaga saja yang bertugas di setiap sudut tertentu di Villa tersebut.
Alira sama sekali tak di biarkan beranjak dari tikar yang sedang dia duduki saat ini, Ricard memberikan camilan serta minuman untuk sang Istri.
Sedangkan dia sendiri bergabung dengan para sahabat nya untuk memanggang beberapa daging, seafood dan lainnya yang akan mereka santap.
Namun, tempat mereka juga tak jauh dari tempat Alira duduk saat ini.
"Maaf ni ya Alira, gue mau nanya sama Ricard kenapa dia yakin bahwa malam itu adalah lo dan Arash adalah anak lo?"
Ferdi yang memang sejak tadi penasaran dan ingin bertanya hal demikian pun langsung saja berceletuk.
"Fer" tegur Max tak enak pada Alira.
"Tak apa Max, aku juga penasaran sih sebenarnya" ucap Alira sambil menatap Ricard.
Huh.
"Gue memang sempat melihat wajah Alira sebelum pergi pagi itu, dan untuk soal Arash dia memiliki wajah seperti duplikat gue sewaktu kecil"
"Dan kemarin, hasil tes DNA itu sudah keluar dan menyatakan bahwa Arash adalah Putra gue 99,99%"
Jawaban Ricard sontak saja membuat Alira kaget, karena dia tidak tau bahwa Ricard melakukan hal tersebut.
"Kapan?" tanya Alira penasaran.
"Untuk tes, Tuan muda mengambil sample rambut dari dirinya dan Tuan Arash. Dan untuk selanjutnya itu saya kerjakan, Nona"
Bukan Ricard, melainkan Pandi yang menjawab.
"Dan bukan maksud aku tak percaya, namun kita harus berjaga-jaga agar suatu saat nanti kita punya bukti. Siapa tau itu akan berguna di waktu yang akan datang" timpal Ricard.
'Benar'
Max, Ardi dan Ferdi pun membenarkan tindakan Pandi dan Ricard.
Mereka juga yakin bahwa suatu saat mereka akan butuh akan hasil tes itu.
Ke enam orang dewasa itu pun terus berbincang dengan topik yang berganti-ganti.
Hingga 1 jam lebih, semua panggangan mereka selesai dan langsung di hidangkan dalam wadah yang sudah Alira susun lebih dulu.
Beberapa minuman dingin pun sudah Alira siapkan disana, banyak varian namun tidak mengandung alcoho* sama sekali.
Ricard membawa nampan yang berisi berbagai daging, seafood, sosis dan bakso ke dekat Alira.
Sedangkan Alira sendiri mengisi nampan yang satu lagi untuk jagung bakar dan beberapa minuman.
"Nih, ini udang super dan hanya ada dua saja"
Ricard memberikan bakar udang yang super besar dan benar saja isi tusukan nya hanya ada dua biji.
Dan yang lain hanya makan udang yang kecil saja, termasuk Ricard sendiri.
Alira menerima nya dengan senang hati, dia memang sangat menyukai udang.
Mereka menyantap hidangan tersebut dengan lahap dan juga sesekali berbincang.
🍅
Tepat jam 11 malam acara bbq tersebut selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing termasuk pasangan pengantin.
Ricard mengunci pintu setelah dia dan Alira masuk ke dalam kamar tersebut.
"Aku ganti baju dulu ya, Mas"
Ricard mengangguk, dia juga mengambil baju ganti dan akan mengganti nya di kamar, sedangkan Alira sendiri di kamar ganti.
Huh.
"Enak juga rebahan gini" gumam Ricard dengan memejamkan mata nya sejenak.
Ceklek.
Hingga suara pintu kamar ganti terbuka dan Ricard pun membuka mata nya.
Glek.
'Cantik'
Ricard menelan ludah kasar saat melihat Alira kelusr dengan gaun tidur yang tipis bahkan sangat terlihat lekuk tubuh serta aset milik Alira.
Namun,
Bruk.
Langkah Alira terhenti dan dia malah terjatuh dalam pelukan Ricard yang memang menarik pelan lengan Alira.
"Kau menggodaku, Istri ku"
Deg.
Sebuah bisikan yang Ricard lontarkan sangat menggetarkan tubuh nya, Alira merasa aliran darah nya bergejolak begitu hembusan nafas Ricard menerpa telinga nya.
"Mas"
Alira memanggil Ricard dengan lirih.
Ehemm.
Ricard langsung tersadar dan meletakan Alira di samping nya, dia juga menyelimuti Alira dengan cepat.
"Maaf Alira, saya ke kamar mandi dulu"
Ricard hendak beranjak dari ranjang, namun dengan gerakan cepat Alira menahan lengan Ricard.
"Aku pernah mendengar dari orang, bahwa cinta bisa tumbuh dengan sering nya kita ketemu, berinteraksi, saling membutuhkan dan memberikan kenyamanan. Dan, ada juga yang mengatakan dengan melakukan hubungan suami istri bisa membuat kita semakin jatuh cinta"
'Maaf ya, ini filosofi atas pemikiran author sendiri ya🙏'
"Meskipun kita menikah tanpa dasar cinta, tetapi aku akan tetap memberikan mu hak, Mas. Jadi, jangan malu"
Alira memelankan suara nya di akhir ucapan dia.
Sedangkan Ricard?
Dia bahagia bukan main, ternyata Alira mempunyai pikiran bijak dan juga dewasa.
Dengan cepat Ricard memeluk Alira dengan lembut, dia beberapa kali mengecup lembut kepala Alira.
"Terimakasih, sayang" bisik Ricard.
Dan malam itu pun terjadi lah perang panas antara Ricard dan juga Alira.
Perang yang mungkin akan menghadirkan Adik bagi si tampan Arash, hehe.
...----------------...
Bandara,
Sedangkan di sudut Bandara yang ada di Surabaya, Zayn dan Fila baru saja tiba di Kota kelahiran keduanya.
Sedangkan para teman mereka sudah pulang sejak 2 hari yang lalu.
Dan memang Fila serta Zayn mengundur kepulangannya karena mencari keberadaan Alira.
"Kita istirahat dulu, dan nanti siang kita bertemu di apartemen kamu saja Zayn" jelas Fila sebelum keduanya berpisah untuk ke Rumah masing-masing.
"Oke" balas Zayn cepat dan antusias.
Fila masuk ke dalam mobil jemputan yang sudah standby disana sejak tadi.
Dia terus saja dongkol, kesal dan juga tak terima dengan apa yang terjadi pada Alira saat ini.
Dia mengira bahwa Alira sudah menderita karena di usir dan tak punya uang sama sekali, ternyata pikiran Fila selama ini salah dan bahkan Alira jauh lebih baik dari pada bersama dsngan keluarga nya dulu.
"Awas saja kau , Alira" gumam Fila penuh emosi.
Hingga tak terasa dia sudah sampai di kediaman orangtua nya yang memang tak jauh dari Bandara.
Fila langsung saja melenggang masuk, dia sudah lelah dan ingin rasanya untuk terlelap sebentar sebelum nanti nya akan bertemu kembali dengan Zayn.
Sebenarnya Zayn juga tampan dan kaya, bahkan Fila dan Zayn sering melakukan hubungan badan karena memang Fila sangat mencintai Zayn.
Namun,.
Fila harus menelan pil pahit karena begitu terobsesi akan mendapatkan Alira dan juga memiliki nya.
Bahkan Zayn akan melakukan segala cara agar dekat Alira.
.
.
.
.
.