ALIRA.

ALIRA.
Bab 22 Bunda Lisa Pergi



Dan benar saja, Bunda Lisa pergi dengan membawa koper nya dan ia melangkah tanpa menyapa ataupun berpamitan pada Ayah Wira yang ada disana.


"Kau akan menyesal, Mas" gumam Bunda Lisa.


Dia akan pulang ke Rumah peninggalan orangtua nya, namun sebelum itu dia akan berpamitan terlebih dulu pada sang Putri.


"Aku tak akan kembali sebelum kamu menyadari nya Mas, keluarga Aryo itu hanya benalu dan yang akan membuatmu malu"


Bunda Lisa terus saja bengong di dalam mobil yang mengantarkannya, dia naik taxi yang berbeda agar tidak di ketahui oleh anak buah Suami nya.


Hingga beberapa saat, Bunda Lisa sampai di mansion milik Ricard dan Alira.


Huh.


'Semangat'


Bunda Lisa melangkah dengan pasti, lalu dia menekan bel yang ada di samping pintu.


Ceklek.


"Silahkan masuk Nyonya"


"Tidak perlu, apa Alira ada di Rumah? Kalau ada boleh panggil sebentar?"


Pelayan tersebut menganggukan kepala nya, kemudian dia masuk kembali dan tak lupa mempersilahkan Bunda Lisa duduk dulu.


"Bunda"


Sebuah panggilan yang selalu Bunda Lisa rindukan selama 5 tahun terakhir ini.


"Nak, maaf Bunda mengganggu mu" ucap nya lembut.


Alira menatap sang Bunda dengan tajam, apalagi saat melihat cap 5 jari di pipi nya.


"Kenapa ini Bunda? Apa Ayah yang menampar?" tanya Alira dengan cemas.


Bunda Lisa kemudian menceritakan semua nya, dia juga bercerita bagaimana Fila yang selalu menempel pada Ayah Wira.


Hingga Bunda Lisa pun menceritakan niat nya untuk pergi dari Kota ini.


"Suruh sopir taxi itu pulang saja, nanti Bunda akan di antarkan oleh anak buah Mas Ricard. Agar Ayah tidak bisa melacak keberadaam Bunda"


Alira memutuskan sesuatu dengan tegas, setelah itu dia membawa Bunda nya masuk dan dia sendiri menuju ke ruangan dimana sang Suami berada.


Hingga beberapa saat kemudian, Alira turun bersama dengan Ricard.


Lalu Ricard memanggil Asistennya dan menyuruh dia mengantarkan Ibu mertua nya dengan selamat ke luar Kota.


*


Setelah berpamitan, Bunda Lisa dan Pandi langsung pergi menggunakan mobil yang biasa Ricard pakai.


"Aku tak bisa lagi menunggu, Mas"


"Ayo, kita akan mulai dengan memberinya pelajaran kecil"


Ricard dan Alira kembali masuk ke dalam ruang kerja Ricard. Disana keduanya menatap laptop dengan seksama, Alira pun mendengarkan apa yang Ricard katakan.


Hingga beberapa poto syur Fila terpangpang jelas di sosial media dan sudah pasti akan meledak sebentar lagi.


Alira kemudian menghapus akun palsu nya setelah ada salah seorang netizen yang membagikan postingan itu.


🐼


Di Rumah, Ayah Wira baru saja pulang setelah mengantarkan Fila ke Apart nya.


Dia meminta sang Asisten datang ke ruang kerja nya untuk membicarakan hal penting.


Ceklek.


"Tuan"


Asistennya langsung duduk dengan tenang, dia menatap sang Tuan dengan pandangan lurus.


"Dimana Nyonya?" tanya Ayah Wira.


"Kami kehilangan jejak nya setelah dia keluar dari Rumah Nona Alira" jawab sang Asisten


Hah.


Ayah Wira kaget, dia sudah pasti akan rumit mencari istri nya jika Ricard sudah turun tangan.


"Kau boleh kembali"


"Baik Tuan"


Kemudian Ayah Wira menyugar rambut nya dengan kasar, dia beberapa kali menelpon sang Istri, namun sayangnya nomor sudah tak aktif.


"Kamu akan kemana Lisa, kamu sudah tak punya apa-apa dan siapapun disini kecuali aku"


.


.


.


.


.