ALIRA.

ALIRA.
Bab 24 Hancur 2



Fila menggeram penuh emosi, harus nya dia yang di perhatikan dan di ratukan malam ini.


Namun,


Nyata nya Alira lah yang jadi sorotan dan ratu malam ini di pesta nya sendiri.


Ricard dan Alira duduk di kursi paling depan, sesuai dengan arahan dari sang panitia.


"Selamat datang, Tuan muda"


Fila dan Paman Aryo menyapa nya dengan sangat manis dan hangat.


'hmmm'


Ricard hanya berdehem dan tak mempedulikannya, dia masih seru dengan tangan yang memainkan ujung rambut milik Alira.


Ck.


Fila berdecak kesal, kemudian dia pergi dari sana karena acara akan segera di mulai.


*


Acara di mulai dengan sambutan dan berbagai ucapan sepatah kata dari mulai keluarga dan juga petinggi perusahaan.


Dan setelah acara pokok selesai, Paman Aryo kembali naik dan ingin memberitahu semua orang siapa calon menantu nya.


"Untuk malam ini, saya akan memberitahu bahwa Tuan Muda Dawn adalah calon menantu saya dan wanita di samping nya adalah Adik nya"


"Bohong"


Deg.


Paman Aryo langsung terperangah kala di sana melihat siapa yang datang.


Sedangkan Ricard? Dia duduk santai dengan terus memeluk tubuh Alira.


'Loh Mommy, Daddy'


Ya, mereka datang dan mencampakan omongan Aryo yang sangat percaya diri.


Hening.


Semua nya diam dengan pandangan penuh ejekan pada keluarga Sensen.


Bahkan ada banyak cibiran di belakang yang mulai terdengar.


"Siapa anda datang-datang mengacaukan semua nya, hah" bentak Fila tanpa tau siapa di hadapannya.


"Anda yang siapa? Putra saya sudah punya Istri dan itu adalah Istri nya bukan Adik nya!" tegas Daddy penuh tekanan.


Deg.


"Ricard, Alira" panggil Daddy.


Alira segera menghampiri kedua mertua nya, kemudian dia memeluk nya bergantian walaupun sang Suami sudah menatap nya dengan tajam.


"Inilah menantu ku satu-satu nya" tegas Daddy pada semua orang yang ada disana.


"Dan dia, dia hanyalah wanita pemimpi yang ingin merusak rumah tangga Putra ku"


Dan, tanpa di cegah oleh siapapun layar di belakang Fila dan Ayah nya menyala.


"Cih jala*g"


"Ya ampun, jadi Nona Alira di jebak oleh sepupu nya"


"Menjijikan"


Bagai di sambar petir di siang bolong, itulah yang Fila dan keluarga nya rasakan.


Semua rekam jejak kesalahan dan juga rencana penjebakan akan Alira terpangpang disana.


Bahkan Fila dan Zayn yang sedang berhubungan badan pun tak luput dari komentar pedas netizen.


"Bagaimana ini terjadi? Siapa yang sudah membocorkannya"


"Tidak mungkin ada orang yang tau"


Fila menggelengkan kepala nya dengan tubuh gemetar.


Takut.


Itulah yang dia rasakan saat ini, hingga tubuh nya menegang sempurna kala melihat beberapa polisi datang kesana.


"Tamat riwayatmu sepupu" cibir Fani dengan gerakan sangat anggun.


"Dan selamat menjalani kehidupan di Hotel Prodeo" timpal nya lagi penuh dengan ejekan.


Deg.


"Tidakk, Ayah aku tak mau di penjara"


Teriakan Fila begitu menggema, namun tak ada seorang pun yang dapat membantu nya!


Begitupun dengan Ayah Wira, dia terpaku menatap layar yang masih menyala.


"Aku salah" gumam Ayah Wira.


Alira menatap sang Ayah dengan senyuman kecil, dia kemudian memeluk Ricard dengan erat dan mengajak nya pulang.


"Alira, Alira tunggu"


"Tolong lepaskan Fila"


"Aliraaaa"


Paman Aryo dan sang Istri terus saja berteriak meminta Alira membebaskan Putri nya yang sudah di bawa oleh Polisi.


Namun mereka tak dapat menggapai Alira dan keluarga nya karena boddyguard Ricard menghalau.


.


.


.


.