ALIRA.

ALIRA.
Bab 26 Kebahagian



Ricard dan kedua orangtua nya sangat bahagia saat mendengar kabar bahwa Alira hamil.


Lantas mereka langsung saja menuju ke dalam, disana Alira masih terlelap karena memang di beri obat agar istirahat yang cukup.


Sedangkan Ayah Wira, dia dan Keluarga Fani berpamitan lebih dulu dan besok akan kesana lagi.


"Dimana Arash, Mom?" tanya Ricard pada sang Mommy.


Mommy hanya tersenyum saja, lalu dia mengambil ponsel nya dan menunjukan dimana sang Cucu berada.


"Hah syukurlah"


Ricard merasa lega, karena Arash sedang tidur bersama dengan pengasuh nya.


🐼


Ke esokan pagi nya, kelopak mata yang indah itu bergerak perlahan. Dia mulai membuka mata nya sedikit demi sedikit karena rasa pusing di kepala nya masih ada.


"Bundaaa"


Ehh.


Alira kaget saat melihat sang Putra ada disana, lalu dia menatap Mommy dan Daddy juga ada disana, hanya sang Suami saja yang tak ada.


Ekor mata nya terus saja mencari kesana kemari, ya Alira mencari Ricard karena dia merasakan rindu pada Pria itu.


"Suami mu sedang ke kantor Polisi dulu, Nak. Dia akan memberikan bukti kuat dan juga Zayn belum tertangkap" jelas sang Mommy yang sudah bisa menebak segala nya.


Alira tersenyum kecil, dia lalu mengusap lembut pipi cubby milik Arash.


"Bunda kenapa sakit? Apa dede bayi nya nakal?"


Deg


Pertanyaan Arash mampu membuat Alira kaget dan bingung, lalu dia menatap sang Mommy yang sedang tersenyum penuh bahagia.


"Kamu saat ini sedang hamil, Nak"


'Ha hamil'


Penjelasan sang mertua mampu membuat Alira meneteskan air mata bahagia nya, dia mengusap lembut perut rata nya dan wajah cantik itu penuh dengan senyuman.


Ceklek.


"Loh, kamu kenapa sayang?"


Ricard datang dengan segera, dia langsung menghampiri sang Istri yang sedang menangis di samping Putra nya.


"Bunda kenapa, Nak?"


"Alash gak tau, Bunda tiba-tiba nangis saat Oma kasih tau bahwa ada dedd bayi di dalam sini"


Jawaban Arash begitu menggemaskan bagi siapa saja yang mendengarkannya.


"Ini air mata bahagia, Mas"


Cup.


Cup.


"Kalian harus berjanji agar tetap sehat dan baik-baik saja, karena kalian adalah hidupku. Dan kamu juga harus sehat, Nak"


Cup.


Ricard kembali mengecup perut Alira.


Bahagia?


Tentu saja, itulah yang dia rasakan saat ini.


Mommy dan Daddy tersenyum bahagia melihat Putra nya bahagia.


Mereka juga sangat menyayangi Alira maupun Arash,


*


Alira terus saja memeluk Arash, beberapa bulan tak bertemu membuatnya sangat rindu dan juga gemas karena sang Putra sudah lebih pintar dan juga menggemaskan.


"Ayo boy kita pulang, nanti sore Bunda juga akan pulang"


"Iya Nak, ayo kita belanja dulu ke Mall"


Arash menganggukan kepala nya dan berpamitan pada Ayah serta Bunda nya.


"Kalian memang sangat pengertian"


Ricard terkekeh bahagia saat Mommy dan Daddy nya membawa pergi Arash.


"Ck, bocah eidan"


Hahaha.


Ricard hanya menanggapi ucapan sang Daddy dengan tawa yang cukup bahagia.


Dia sudah sangat ingin menghabiskan waktu nya bersama dengan Alira, dan nanti juga akan ada Ayah Wira berkunjung kesana.


Ricard dan Alira memang belum mempublikkan Arash, keduanya tak mau karena takut hal buruk terjadi pada sang Putra.


"Ck, kamu menyebalkan sekali Mas"


Cup.


"Aku ingin berdua saja, nanti juga kita ketemu sama Arash lagi kok"


Ricard memeluk Alira dengan hangat, dia sangat lelah karena kurang istirahat malam tadi.


.


.


.


.