Alinshy

Alinshy
Bab 31



9 bulan kemudian.


"Massssssss." teriak Alin memanggil Elang.


Elang yang mendengar teriakan istrinya lansung berlari dari dalam kamar mandi.


"kenapa sayang?" tanyanya melihat Alin Meringis sambil menangis.


"Sakit mas, sepertinya sudah mau melahirkan." ucap Alin.


"Ya sudah, ayo kita pergi kerumah sakit."


Elang lansung menggendong sang istri. Tubuh Alin terasa berat karena perutnya yang membesar. Akan tetapi Elang berusaha sekuat tenaganya.


Elang membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Alin kesakitan di kursi penumpang bagian depan.


Saking paniknya, Elang tidak berpamitan dengan penghuni rumah. Setelah menikah, Elang masih tinggal di rumah peninggalan orang tuanya. Karena rumah yang terlalu besar, adiknya tidak ingin Elang membeli rumah lagi.


Sedangkan nenek Alin juga ikut tinggal dengan Alin karena hamil cucunya yang membesar. Nenek Alin tidak tentu menetap di mana. Terkadang seminggu di rumah Elang dan seminggu di rumah anaknya Indri.


Elang langsung menggendong istrinya ke ruang bersalin. Elang membawa istrinya ke rumah sakit miliknya.


"Dokter cepat bantu istri saya." Elang berteriak.


Semua dengan cepat menangani Alin yang merupakan istri atasan mereka. Mereka tidak mau dipecat oleh atasan mereka karena lalai membantu persalinan istrinya.


Para dokter terpesona melihat Elang yang sedang panik. Mereka senyum - senyum melihat Elang. Elang merasa heran, kenapa mereka tersenyum ke arahnya.


"Beginilah resiko lelaki ganteng." ucapnya berlalu masuk kedalam ruangan untuk memberikan semangat kepada sang istri.


"Sakit massss."


"Tahan ya sayang." hibur Elang.


"Tahan, tahan, kamu ngomong enak, aku yang sakit." ucap Alin kesal mendengar ucapan suaminya.


Elang merasa serba salah. Dia akhirnya memilih untuk diam agar wanita itu tenang.


"Haduwwww, sakitnya." Elang kesakitan ketika Alin mencakar tangan Elang.


"Sakit yang kamu rasakan itu belum seberapa, banyak mengeluh aja." ucap Alin emosi.


Elang hanya. mengusap dada mendengar ucapan istrinya hari ini. Dia tau bahwa ini bukan istrinya. Dia melihat bagaimana istrinya berjuang untuk melahirkan anak mereka.


Mendengar Elang menyebut Alinshy membuat Alin tersenyum. Dia masih ingat bahwa itu panggilan sayang dari suaminya sejak sekolah dulu.


"Oek oek oek." terdengar suara tangis seorang bayi.


"Alhamdulillah, bayinya laki - laki dan semua lengkap." ucap dokter.


Dokter meletakkan bayi mereka di atas dada Alin. Alin memejamkan matanya karena lelah. Sedangkan Elang yang tersenyum melihat istri dan anaknya yang selamat.


Tiga jam berlalu, keluarga Elang dan Alin sudah datang. Mereka tentunya marah kepada Elang karena tidak mengabari mereka.


"Kamu ngapain pakai ****** begitu ke rumah sakit Lang?" tanya Nadia tertawa ngakak.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa. Sedangkan Alin yang baru saja terbangun dari tidurnya juga tidak bisa menahan tawanya. Dia juga tidak menyadari apa yang di gunakan suaminya karena kesakitan.


Elang melihat ke arah bawah. Dia baru menyadari bahwa dia hanya memakai boxer.


Nori juga tidak kalah tertawa saat melihat penampilan Elang. Dia tidak pernah melihat elang seceroboh itu. Elang selalu tampil perfec.


Elang menepuk jidatnya. Dia baru ingat bahwa tadi ia baru saja ingin mandi. Dan ia memang memakai boxer untuk tidur tadi malam.


Dan Elang segera berlari masuk ke kamar mandi. Dia meminta tolong kepada adiknya Eidlan untuk membawakan celananya ke kamar mandi.


Setelah memakai celana ia baru keluar dari kamar mandi. Semua masih saja menertawai dirinya.


Elang sudah tidak peduli. Dia hanya ingin di dekat istrinya dan mencium pipi istrinya.


Jika Alin sudah melahirkan maka belum dengan Nadia. Kehamilannya masih 6 bulan. Pernikahan Nadia di adakan dua bulan setelah Alin.


"Terima kasih sayang, karena sudah melahirkan anak yang lucu buat mas."


"Sama - sama mas, mas adalah suami dan ayah yang terbaik yang pernah ada, terima kasih telah memilih aku sebagai istri."


"I Love you more." ucap Elang lansung mencium bibir Alin di depan keluarganya.


Semua hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Elang. Mama Elang juga berada di sana. Semenjak menikah, Elang memang berbaikan dengan mamanya atas permintaan Alin.


Tamat


Note : sekian novel ini, mohon maaf jika kurang, author akan lebih belajar lagi.Yuk bantu author dalam memberikan semangat.


Like, komen dan vote sebanyak mungkin agar author lebih bersemangat. Terima kasih atas semua yang telah pembaca berikan. dan terima kasih karena telah bersedia membaca novel Author. Masih ada novel yang baru ya yaitu " Kamu wanitaku Khalifah.