
Elang baru saja sampai di rumahnya hampir pukul 7 malam. Mereka tadi Sampai sekolah pukul 5 sore. Elang mengantarkan Alin terlebih dahulu pulang.
Setelah mengantarkan Alin pulang barulah dia pulang ke rumah. Elang melihat rumah tampak sepi seperti biasanya. Dia berlalu ke kamarnya.
Tiba-tiba Elang mendengar suara kaca pecah. Dia segera berlari menuju arah sumber.
Tidak jauh dari kolam renang nampak tubuh berdarah. Ada yang jatuh dari lantai empat. Elang syok ketika melihat tubuh itu adalah tubuh papanya.
"Papa." teriaknya.
Elang berlari mendekat ke Arah tubuh papanya yang mengerikan. Elang melihat ke ruang kerja papanya. Dia melihat ada sebuah bayangan seseorang.
"Petugas, petugas." teriak Elang.
Mendengar teriakan Elang, adiknya dan para pembantu serta petugas keamanan segera menghampirinya.
"Astaghfirullah, tuan kenapa den?" tanya salah satu asisten rumah tangganya.
Tiba-tiba Elang melihat Om Jefri juga datang.
"Om papa kenapa?" tanya Elang kepada om Jefri adiknya papanya.
"Om juga kaget dengan keputusan papa kamu, papa kamu tidak terima dengan semua yang terjadi." ucap Om Jefri.
"Ada apa ini om?"
"Perusahaan merugi sehingga kita bangkrut, dan papa kamu di laporkan ke polisi oleh klien dan konsumen karena telah dianggap menipu mereka ratusan triliun.' jawab Om Jefri.
"Om tadi kepikiran dengan papa kamu, jadi Om datang karena takut dia berbuat nekat, akan tetapi ketika Om baru masuk ruang kerjanya, apa kamu sudah melakukan bunuh diri." ucap Om Jefri.
"Tidak mungkin om paa melakukan hal yang seperti ini, ini bukan tipe papa." ucap Elang.
"Iya papa nggak mungkin melakukannya hal seperti ini."
"Ini gimana pak?" tanya asisten rumah tangga kepada Jefri.
Para Asisten rumah tangga juga melihat bahwa tuannya akhir-akhir ini sering melamun. Namun mereka tidak tau bahwa masalah tuannya seberat ini.
"Biar saya telpon polisi." ucap Om Jefri.
Dan semua yang ada di rumah itu di tanya oleh pihak polisi. Beberapa CCTV yang ada di rumah itu juga di periksa oleh polisi.
"Untuk sementara jasad akan dibawa ke untuk di otopsi."
"Saya rasa tidak perlu pak karena saya melihat dengan mata kepala sendiri, saya hanya ingin Abang saya di makamkan dengan segera."
"Tidak apa-apa om, aku tidak yakin papa melakukan bunuh diri."
"Jika memang begitu silahkan, akan tetapi saya adalah adiknya yang akan mengurus semua, saya ingin semua cepat selesai pak."
"Dokter forensik akan melakukan otopsi malam ini."
"Apakah ini memakan waktu yang lama pak?" tanya adik Elang yang bernama Eidlan.
"Proses otopsi hanya memakan waktu satu sampai dua jam,
yang lama adalah hasil observasi dari lab yang memeriksanya untuk mengetahui penyebab kematian tersebut. Bisa beberapa hari hingga berminggu-minggu.
"Jadi kapan pemakaman bisa di laksanakan dok?"Tanya Elang.
"Setelah Otopsi selesai, jenazah atau mayat dapat diambil oleh pihak keluarga untuk melanjuti proses pemakaman."
"Jika beberapa organ disimpan untuk pengujian lebih lanjut, pemakaman mungkin perlu ditunda selama beberapa hari atau minggu."Jawab Polisi.
"Hal ini apabila keluarga ingin tubuh mayat utuh sebelum dimakamkan atau dikremasi."lanjut t polisi menerangkan.
"Dalam hal ini, pihak pemakaman bisa membuat kesepakatan dengan rumah sakit untuk waktu yang ditentukan." polisi melanjutkan keterangan nya.
"Kamu masih yakin Elang mau di otopsi?" tanya Om Jefri.
Tiba-tiba Tentangga mereka yang merupakan orang tua mawar dan orang tua langit datang berkunjung mendengar dan melihat banyaknya polisi yang datang. Berita kematian sahabat mereka telah sampai ke telinga mereka.
"Kenapa kamu lakukan ini ? apa gunanya kami jika kamu harus mati seperti ini." ucap papa Mawar..
Mereka menangisi jasad Papa telah elang. Bagi mereka Bapak Elang bukan hanya sahabat tetapi keluarga.