
Saat itu Tom terlihat mengahdiri sebuah rapat, namun di kepalanya dia hanya memikirkan Chika, gadis yang sudah pasti membencinya, dia tidak fokus dengan rapatnya, dia bahkan tidak mendengar penjelasan pada rapat tersebut, matanya memandang kosong dan kepalanya hanya ada Chika, hanya Chika.
Tom begitu terobsesi dengan gadis berambut pendek itu, dia betul-betul bingun dengan apa yang terjadi padanya.
Lalu tiba-tiba tepukan dan suara yang langsung membangunkan Tom dari lamunannya, "Pak Thomas?" Seseorang menepuk dan membangunkan Tom dari lamunannya.
"Iya?" Tom yang baru terbangun dari lamunannya.
"Apakah Pak Thomas tidak mendegarkan penjelasan saya?" tanya seseorang yang baru selesai menjelaskan di sana.
"Oh, maafkan saya Pak Andi, saya tidak fokus dengan rapatnya, saya agak pusing dan butuh istirahat, hmmm saya akan menyuruh skeretaris saya untuk menjelaskan kembali apa yang anda tadi jelaskan," ucap Tom, lalu dia berdiri dan berterima kasih pada semua orang yang hadir pada rapat itu karena sudah mau menyempatkan waktunya menghadiri rapat tersebut.
Tom berjalan dengan elegannya ke ruangan kebesarannya, setiap orang di sana memberi senyum dan menyapa Tom, hingga dibalas dengan senyuman menawan dari pria setengah baya itu.
Tom menyandarkan tubuhnya di kursi chairman dan menatap ruangan mewah miliknya. Lalu terdengar suara pesan masuk ke dalam ponselnya, awalnya Tom malas melihat pesan siapa yang masuk namun dia tetap saja melihatnya siapa yang tahu kalau-kalau pesan itu penting. Dan betul pesan yang masuk betul-betul penting menurut Tom, pesan itu dari Chika Kayla Arif yang menerima tawaran Tom untuk menjadi sugar baby.
Langsung saja Tom loncat dari duduknya dan pergi dari sana dan membalas pesan Chika. Tom menjemput Chika guna membicarakan tentang keputusan Chika untuk menjadi sugar baby.
******
"Kau serius?" tanya Tom, dia duduk di tempat mereka sering bersama akhir-akhir ini, yaitu di pinggir lapangan sepak bola.
"Apa aku terlihat bercanda Om?" balas Chika, menatap Tom serius. Mereka saling menatap, Tom masih tak percaya dengan keputusan Chika dia masih ragu dengan tatapan gadis itu.
"Kenapa? Kenapa kau menerima ini semua?" tanya Tom lagi, guna meyakinkan.
"Karena aku ingin bertahan, sekarang aku udah nggak punya siapa-siapa lagi, aku sendiri, aku nggak tahu harus gimana lagi Om, aku... aku sudah cukup, aku ingin berhenti berjuang," ucap Chika terbata-bata, dia meneteskan air mata, tetesan yang air mata yang membuat Tom semakin menyukai gadis di sampingnya itu.
"Berhenti berjuang? Tidak, selama kau masih bernafas dan berada di sini belum ada perjuangan yang usai, belum ada, belum ada Chika." Tom dia seperti memotivasi Chika.
"Ok sekarang kau betul-betul menerima tawaranku?" tanya Tom lagi.
"Mau apa lagi? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, tapi aku punya syarat tersendiri Om," ucap Chika.
"Apa?"
"Om harus biayai kehidupan aku selama aku menjadi sugar baby," ucap Chika sambil menatap Tom dengan mata penat dan tak berdaya.
"Deal?" tanya Tom dengan nada tegas sambil mengulurkan tangannya.
"Deal!" balas Chika menerima uluran tangan Tom sambil tersenyum.
Mereka saling menatap dan tersenyum menononton permainan sepak bola, sampai mata Chika terfokus pada sejoli yang pernah ditunjukan oleh Tom padanya.
"Hei lihat, Om benar ya cowok itu ganti pacarnya lagi," ucap Chika sambil menatap ke arah sejoli itu.
"Oh iya aku belum tanya, kenapa Om mau jadiin aku baby sugar?" tanya Chika heran.
"Pengen aja, lagi pula ini pengalaman pertama Om..., maksud Om pertama kali selingkuh," ucap Tom, suara Tom mengecil di telinga Chika saat kata terakhirnya.
"Terus kalau ketahuan?"
"Kalau ketahuan ya ketahuan, untuk saat ini Om cuman mau kamu Chika," bisik Tom, kepalanya makin mendekat ke telinga Chika.
Chika memundurkan kepalanya, lalu berkata, "Eh jangan, aku kan masih baru Om," jawab Chika terlihat senyum di wajah mereka masing-masing.
******
Tom mengantar Chika pulang ke rumah kakeknya, di sambut oleh sang kakek dan tante mudanya dengan makan malan.
"Dari mana?" tanya sang Kakek saat mereka hendak makan malam.
"Dari lamar kerja Kek," jawab Chika menunduk.
"Kerja? Kenapa? Bukankah kau masih di bawa umur?" ujar sang tante.
"Mmm, aku kerja di kafe Kek, paruh waktu, lumayan untuk aku nabung buat kuliah nanti," jawab Chika berbohong.
"Kakek tidak kekurangan uang untuk membiayamu, kenapa kau harus bekerja segala?" ucap Sang Kakek langsung saja membuat Chika menghentikan kunyahannya.
"Mmm, itu hanya untuk memanfaatkan waktu luang Kek," jawab Chika saat dia hendak menghabiskan makanannya lalu pergi dari sana.
Chika masuk ke dalam kamarnya dan melihat pesan masuk ke dalam ponselnya.
Om Tom: Besok aku antar ke sekolah ya
Chika langsung saja tersenyum, entah kenapa sedihnya langsung berubah dan menjadi senyum malu-malu.
Chika: Jangan Om, tanteku yang akan ngatar aku nanti Om aja yang jemput aku ok?
Om ganteng: Ok, cantik.
Chika: I'm yours.
Balasan Chika, lalu dia mematikan daya ponselnya, dia membaringkan badanya dan menutup matanya.
Dia betul-betul menyerahkan dirinya pada Tom, apapun yang terjadi, rasa-rasanya Chika sudah tidak ingin hidup, dia berubah dalam sekejap dikarenakan kematian dari sang ibu.