
Laura baru saja tiba bersama dengan Thomas. Mereka sudah melihat beberapa orang yang mereka kenal sudah membanjiri kursi jaga di lorong rumah sakit.
Thomas merasa bersalah karena dia terlambat untuk memberitahu Bianca mengenai dalang di balik semua teror Antony Santos.
Sebelum Bianca mengalami kecelakaan, panggilannya masih terus tersambung dengan Thomas. Bahkan Thomas dapat mendengar suara hantaman cukup keras dan keramaian di seberang telepon.
Pria itu dengan segera menelepon Laura setelah berkali-kali gagal meneleponnya. Dan mereka cukup terkejut ketika Laura dengan shock baru saja mendapatkan kabar bahwa Bianca kecelakaan, info yang sama yang hendak di paparkan oleh Thomas namun urung karena karibnya telah lebih dahulu mengetahui nya.
Thomas segera menjemput Laura di kantornya dan menuju ke rumah sakit tempat Bianca di rawat. Mungkin mereka adalah orang yang terakhir yang baru tiba untuk melihat keadaan Bianca.
Laura mengangguk sekilas ketika melihat Alicia, seniornya di University of Sydney tampak duduk di salah satu kursi berseberangan dengan nyonya Liliana.
"Laura..." Ucap nyonya Liliana masih terisak.
"Sabar ya tante, Bianca pasti bisa melewati semua ini." Ucap Laura sembari mengelus pundak nyonya Liliana.
Thomas melihat Alicia tengah duduk di samping Daniel.
'Penampilan pria itu sangat kacau seperti pengangguran frustasi namun entah mengapa masih terlihat keren.' Thomas menggelengkan kepalanya ketika otaknya secara tiba-tiba memuji rivalnya sendiri.
Pandangan Thomas dan Daniel bertemu, namun Thomas pura-pura melihat ke arah lain.
Tuan Terrence dan Jacob baru saja kembali dari cek darah dan kemudian turut bergabung dengan orang-orang yang sudah menunggu di luar pintu.
Jacob mengambil duduk di samping Laura. Gadis itu mengamati perubahan wajah kekasihnya yang tampak sedikit pucat.
"Aku baru saja mendonorkan darah karena Bianca kehilangan cukup banyak darah. Tekanan darah papa terlalu tinggi perawat tidak memperbolehkannya untuk mendonorkan darah." Seperti menyadari kekhawatiran Laura, Jacob memberikan penjelasannya.
Saat ini Bianca sudah di pindahkan dari IGD ke kamar VVIP. Tidak lama setelahnya seorang dokter keluar dari ruangan Bianca.
"Apakah ada wali atau keluarga Bianca di sini?" Tanya dokter Johanes.
"Saya dok, saya papanya." Tuan Terrence segera menghampiri dokter.
"Baik, begini pasien Bianca saat ini tengah mengalami hematoma subdural gangguan ini dapat terjadi akibat benturan yang cukup keras. Kami harus mengadakan operasi untuk menangani pengumpalan darah internal di otaknya. Kami membutuhkan persetujuan dari wali atau keluarga pasien untuk melakukannya." Terang Dokter Johanes. Penjelasan sang dokter membuat nyonya Liliana semakin terisak di pelukan Laura.
"Baik dok lakukan apapun untuk putri saya agar dia sembuh." Jawab tuan Terrence yakin.
"Baik, silahkan isi berkasnya, kami akan segera memindahkan pasien ke ruang operasi. Doakan aktivitas operasi berjalan dengan baik, saya permisi." Ucap dokter Johanes.
"Baik terimakasih dok." Tuan Terrence dan seluruh orang-orang di lorong tersebut mengucapkan rasa terimakasih mereka kepada dokter dan para medis yang berjalan melintasi lorong.
"Kau harus membayar untuk perbuatan mu Daniel." Ucap tuan Terrence berdiri di depan Daniel sebelum beranjak pergi ke bagian administrasi.
Thomas bergidik ngeri ketika mendengar kemungkinan-kemungkinan apa yang di dapatkan Daniel karena sudah berurusan dengan keluarga Terrence.
***
Semua orang tengah menunggu dengan harap-harap cemas dari luar ruangan operasi.
Sebelum dokter masuk ke dalam operasi, Jacob memberanikan diri untuk bertanya apa saja resiko yang akan di terima adiknya jika operasi tersebut berhasil dan tidaknya.
Dokter Johanes menuturkan bahwa kegagalan dalam operasi penanganan hematoma subdural akan berakibat pada kematian atau kelumpuhan pasien. Dokter Johanes memberikan saran agar semua orang memberikan dukungan doa agar kegiatan operasi berjalan lancar dan kondisi pasien baik-baik saja.
Maka, sepanjang kegiatan operasi nyonya Liliana terus merapalkan doa-doanya dengan air mata bercucuran bagi kelancaran operasi putrinya.
"Tuan, kami sudah menemukan siapa pelaku yang menabrak nona Bianca." Ucap Sekretaris Hong menginterupsi.
"Siapa?" Tanya tuan Terrence tidak sabaran.
"Dia adalah Antony Santos. Sepertinya ayahnya, Garry Santos membebaskan putranya secara diam-diam dengan menyuap kepala penjara." Ucap Sekretaris Hong sembari memberikan beberapa lembar wajah pria yang memakai masker dari balik mobil Jeep.
"Brengsek, si brengsek itu tidak jera rupanya." umpat tuan Terrence meremas foto di tangannya.
"Kirim orang-orang untuk menangkap Antony Santos sekarang. Kalau perlu bilang kepada seluruh maskapai, bahkan kendaraan umum sekalipun untuk menolak kepergian pria brengsek itu. Kau cetak foto dan juga gambar pria brengsek itu di koran bahkan di televisi sekalipun dengan tulisan 'Barangsiapa yang bisa menangkap pria ini hidup atau mati akan mendapatkan uang sebesar 10 milyar.' " Jelas tuan Terrence geram.
Thomas tersentak dengan perkataan tuan Terrence.
'Astaga mengerikan sekali berurusan dengan orang kaya. 10 Milyar? memang uang bisa melakukan hal-hal ajaib.' Pikir Thomas takjub.
Sekretaris Hong mengangguk hormat dan segera pergi untuk menjalankan perintah tuannya.
"Antony Santos?" Gumam Daniel bingung. Seingatnya ia tidak pernah memiliki teman ataupun musuh bernama demikian.
"Dia adalah pria yang kau pukul di acara kapal pesiar beberapa bulan lalu ketika menolong Bianca." Ucap Laura menjawab kebingungan Daniel.
Ingatan Daniel kembali menyeruak dalam peristiwa beberapa bulan lalu.
Waktu itu Daniel tengah menghadiri pertemuan bisnis dalam kapal pesiar mewah. Mencoba melarikan diri dari kejaran tante-tante kaya yang menwarkan dirinya bahkan putri mereka sendiri membuat Daniel jengah. Maka ia putuskan untuk meninggalkan acara pesta dengan pergi ke geladak utama untuk mencari angin segar.
Ketika asik menikmati pemandangan laut dan menyesap wine-nya, Daniel mendengar suara perempuan meminta tolong. Awalnya Daniel tidak peduli namun entah mengapa langkah kakinya mengantarnya kepada pasangan laki-laki dan seorang gadis yang tampak ketakutan karena intimidasi pria itu tengah menangis.
Daniel mengamati pria itu sedang ingin melecehkan gadis yang sedang dalam ketakutan. Tanpa banyak bicara, Daniel segera menyudahi perbuatan tercela pria itu dan menghajarnya.
"Sepertinya ia dendam terhadap mu dan berpikir kau kekasih Bianca sehingga ia seringkali di teror. Ia menargetkan untuk membunuh mu tapi salah sasaran." Ucap Thomas acuh tak acuh.
"Apa maksudmu?" Tanya tuan Terrence. Thomas merasa jantungnya bergemuruh dan mengutuk mulutnya yang sembarangan berbicara.
"Apa maksudmu dengan Bianca di teror?" Tanya tuan Terrence mengulangi pertanyaannya.
'Mampus kau Thomas.' Ucap Laura ketika pria itu menatapnya mencoba meminta bantuan kepada-nya.
Merasa tidak mendapatkan pertolongan apapun dari Laura, Thomas menghela nafas pelan. Mungkin hari ini dia harus mengakhiri masa lajangnya dan akan segera menjadi lalat tepuk di tangan tuan Terrence.
"Begini Om, beberapa hari ini Bianca mendapatkan teror pesan ancaman dari seseorang. Awalnya Bianca mengira pesan itu salah sambung namun pengirim itu terus-menerus memberikan ancaman akan membunuh orang yang paling Bianca cintai. Sampai akhirnya sepulang dari acara dua hari bersamaku, Bianca bercerita bahwa pengirim misterius itu menemuinya dengan topeng dan pakaian menyeramkan. Aku meminta bantuan temanku untuk melacak siapa pria misterius yang menerornya dan pagi tadi aku mendapatkan informasi bahwa Antony Santos di balik semua teror dan kejadian ini. Antony Santos sebenarnya ingin mencelakai Daniel namun Bianca sudah lebih dahulu menyelamatkannya." Jelas Thomas panjang.
"Kenapa kalian sebagai teman dekat Biancq tidak ada yang memberi tahukan padaku bahwa putri ku sedang mengalami teror dan ancaman mengerikan?" Keluh tuan Terrence frustasi.
Laura terdiam ia merasa tidak enak hati karena tidak memberitahukan kesemuanya itu kepada orangtua Bianca.
"Aku akan menghancurkan Antony Santos dan keluarganya dengan tangan ku sendiri jika putri ku tidak selamat." Ucap tuan Terrence penuh amarah.
Semua orang tau bahwa Philips Terrence tidak pernah main-main dengan perkataannya.
_
Hai terimakasih sudah menantikan karya author, jangan lupa berikan vote, gift, like dan komen untuk menambah semangat author yaaa☺️😍