Zombee

Zombee
MENCARI TEMPAT



Tomi dan Sekar yang menggendong Koko pun melakukan perjalanan yang tak punya arah tujuan yang jelas, setelah tempat tinggal mereka di hotel telah terbakar, namun mereka ingin tetap berusaha demi keselamatan mereka.


" Tomi sepi banget ya." ucap Sekar.


"Iya Sekar, seperti gak ada tanda tanda kehidupan sama sekali di sini." ucap Tomi yang fokus mengendarai motor nya itu.


Mereka berdua melihat lihat sekeliling yang hanya ada rumah rumah yang telah rusak, persawahan yang rusak dan ada beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan, tapi aneh nya tidak ada zombie di sekitar tempat mereka berada saat ini, mereka berdua pun santai menikmati perjalanan walaupun perut sudah terasa kelaparan.


"Sekar kamu lapar gak?." tanya Tomi dengan perhatian.


"Jujur,iya sih dari tadi." jawab Sekar.


"Sabar ya Sekar, mungkin sebentar lagi kita akan menemukan makanan." ucap Tomi dengan memberi sedikit harapan kepada Sekar.


"Semoga saja ya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.


Mereka pun terus melanjut kan perjalanan walau tak memiliki tujuan yang jelas akan pergi kemana mereka setelah ini.Namun untung nya mereka menemukan pohon mangga yang ada di dekat keberadaan mereka saat ini dan pohon itu berbuah begitu banyak sehingga Tomi yang senang pun memberhentikan motor nya di dekat pohon itu, dan mereka berdua turun dari motor.lalu Sekar duduk di dekat pohon itu dan mengelus elus Koko yang sedang tertidur pulas, sementara Tomi berniat untuk memanjat pohon mangga itu dan memetik buah mangga yang ada di sana untuk mereka makan nanti nya.


"Tomi hati hati loh." ucap Sekar yang melihat ke arah Tomi yang sedang memanjat.


"Santai aja Sekar." ucap Tomi yang memanjat pohon mangga itu.


Setelah itu Tomi sampai di atas pohon dan langsung memetik beberapa buah mangga lalu menjatuh kan buah mangga itu kebawa, Sekar yang melihat buah mangga yang di jatuh kan oleh Tomi pun mengumpul kan buah mangga itu satu persatu.


"Banyak banget mangga nya." ucap Sekar dengan bahagia.


Setelah di rasa cukup untuk mereka makan,Tomi pun turun dari pohon mangga itu dengan perasaan yang bahagia kemudian setelah itu dia duduk di samping Sekar dan hendak memakan buah mangga nya itu bersama sama.


"Ayo di makan Sekar." suruh Tomi dengan tersenyum ke arah sahabat nya itu.


Kemudian Sekar mengambil satu mangga dan dia ingat jika di saku nya ada satu pisau kecil, lalu dia mengeluar kan pisau itu dan mengupasi mangga yang ada di tangan nya itu dan memakan mangga itu.


"Kamu gak bilang kalau bawa pisau." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Kamu makan sama kulit nya juga." ucap Sekar dengan terkejut melihat Tomi memakan mangga itu dengan kulit yang tidak di kupas.


"Iya, kamu gak bilang sih kalau punya pisau." ucap Tomi dengan tersenyum.


Lalu Sekar memberikan pisau nya itu kepada Tomi.


"Koko masih tidur ya?." tanya Tomi yang terus mengupasi kulit mangga.


"Iya Tomi." jawab Sekar dengan tersenyum.


"Mungkin dia terlalu nyaman di gendongan kamu." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.


"Iya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.


Kemudian Tomi menyuapi mangga yang telah di kupas nya ke mulut Sekar.


"Sudah kali Tomi,kamu makan sendiri aja gak usah suapin aku." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Gak apa apa Sekar. " Ucap Tomi kemudian memakan mangga yang telah di kupas nya itu.


Kemudian raut wajah Sekar berubah menjadi sedih,Tomi yang melihat nya pun mencoba bertanya kepada nya.


"Sekar kenapa kok sedih gitu?." tanya Tomi.


"Kira kira Winda, Hana, kak Wati masih selamat gak ya." ucap Sekar dengan sedih yang tergambar dari raut wajah nya.


"Gak tau Sekar, kalau mereka selamat semoga kita segera di pertemu kan lagi sama mereka." ucap Tomi dengan wajah yang sedih.


"Padahal kita baru saja mengenal mereka." ucap Sekar.


"Kita harus kuat Sekar." ucap Tomi menyemangati Sekar yang sedang bersedih.


Kemudian Koko yang ada di gendongan Sekar pun terbangun dari tidur nya.


"Eh Koko sayang, udah bangun." ucap Sekar dengan melihat ke arah Koko.


Kemudian Sekar melepas kan gendongan Koko dan kemudian memangku nya.Tapi Koko malah merangkak ke arah Tomi.


"Tomi Koko mau sama kamu." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Sini sayang." Tomi dengan mengulur kan kedua tangan nya.


Koko pergi ke arah Tomi dengan tersenyum bahagia, dan Tomi pun memangku Koko di pangkuan nya dengan menggelitiki Koko sehingga dia tertawa terbahak bahak. Sementara Sekar tersenyum bahagia melihat sahabat nya itu yang sedang bahagia dengan Koko, seperti seorang ayah yang sedang bercanda dengan anak nya.


Namun tak lama setelah itu Sekar melihat dari kejauhan ada seorang anak kecil yang menuju ke arah mereka dengan jalan yang sempoyongan, tapi Sekar terus melihat nya tanpa memberitahu Tomi , dan setelah anak kecil itu sudah terlihat jelas ternyata anak kecil itu sudah menjadi zombie.


"Tomi lihat deh ada zombie anak kecil." ucap Sekar dengan menunjuk ke arah zombie anak kecil yang berjalan ke arah mereka.


"Iya Sekar kamu bunuh ya, kasihan tau." perintah Tomi.


"Aku gak tega Tomi kamu aja ya." ucap Sekar.


Lalu Tomi memberikan Koko kepada Sekar dan mengambil besi lancip yang ada di samping nya kemudian berjalan menuju arah zombie itu dan menancap kan besi itu tepat di kepala zombie anak kecil itu hingga zombie itu tak bergerak.Setelah membunuh zombie itu Tomi kembali ke arah Sekar dan duduk kembali.


"Kasihan ya anak kecil itu menjadi korban wabah zombie ini." ucap Sekar dengan sedih.


"Iya Sekar." balas Tomi dengan tersenyum.


"Pasti dia dulu bahagia banget sama keluarga nya." ucap Sekar dengan sedih.


Lalu Tomi mengambil Koko dari pangkuan Sekar dan memangku nya.


"Kenapa gak kita aja ya Tomi yang jadi korban?." tanya Sekar dengan wajah sedih.


"Iya Sekar aku juga berfikir seperti itu, sebenar nya kita yang lebih pantas dari pada mereka yang lebih bahagia dari kita." ucap Tomi dengan wajah sedih.


"Tapi ini semua adalah takdir Tomi,kita harus kuat menjalani nya." ucap Sekar dengan tersenyum.


Kemudian Koko tersenyum ke arah Sekar,melihat Koko membuat nya semakin bersemangat untung berjuang di wabah zombie.


"Sekar ayo lanjut yuk." ajak Tomi.


"Ayo Tomi." Sekar menerima ajakan Tomi.


Kemudian Sekar menggendong Koko lagi,yang sebelum nya ada di pangkuan Tomi.Sementara itu Tomi menaiki dan menyala kan motor nya yang akan mereka pakai untuk melanjut kan perjalanan,sebelum naik Sekar terlebih dahulu mengambil beberapa mangga itu dan memasukkan nya ke dalam kemasan bekas yang ada di samping nya itu, kemudian membawa mangga itu di tangan nya lalu dia naik di sebelah belakang Tomi dan kemudian mereka melanjut kan perjalanan yang tak memiliki tujuan.


"Kok gak ada mini market ataupun toko ya di sini." ucap Tomi.


"Kok iya ya,cuma ada rumah penduduk doang." ucap Sekar dengan melihat ke kanan da ke kiri.


"Kek nya kita harus ke pusat kota ini deh." ucap Tomi.


"Bahaya Tomi kalau ada banyak zombie gimana?." ucap Sekar dengan khawatir.


"Tapi itu jalan satu satu nya Sekar. " ucap Tomi dengan.


"Tapi kamu hafal kan jalan di kota ini?." tanya Sekar.


"Ya lumayan sih, soal nya dulu aku pernah ke kota ini." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Tapi kan." ucap Sekar.


"Tenang ada aku kok di sini." potong Tomi.


Kemudian mereka sampai di pertigaan,jalan ke kanan menuju ke pusat kota sementara ke kiri menuju ke suatu desa yang agak terpencil. Dan Tomi mengarah kan motor nya ke arah kanan untuk menuju ke pusat kota terlihat rumah cukup banyak di sekeliling mereka dari pada jalan jalan sebelum nya namun aneh nya tidak satu zombie pun di sekitar mereka hingga tiba lah mereka di satu belokan dan Tomi memilih untuk belok dari pada tetap lurus karena jalan lurus itu akan lebih lama sampai nya.Baru saja berbelok terkejut nya mereka ketika melihat ternyata ada banyak zombie di jalan itu yang siap menyantap mereka yang jarak nya tidak jauh dengan mereka,Tomi pun langsung memutar balik motor nya untuk menjauhi zombie zombie di jalan itu.Dengan perasaan yang sangat kacau Tomi mengarah kan motor nya kembali ke jalan sebelum nya dan mengurung kan niat nya untuk pergi ke pusat kota.


"Tuh kan Tomi di bilangin bahaya juga. " ucap Sekar dengan sangat takut.


"Maaf ya Sekar,aku hampir bikin kamu dalam bahaya." ucap Tomi dengan


"Iya Tomi, untung kita masih di beri selamat." ucap Sekar dengan cukup tenang.


Mereka terus melanjut kan perjalanan hingga mereka tiba kembali di pertigaan yang sebelum nya telah mereka lewati.Dan Tomi tetap mengarah kan motor nya ke jalan yang lurus.


"Sepi banget ya disini gak ada rumah penduduk." ucap Sekar dengan bingung.


"Iya daerah sini emang banyak persawahan nya Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Oh gitu ya pantesan." ucap Sekar dengan faham.


Tak lama setelah itu mereka menemukan sebuah mini market yang ada di tengah persawahan.Tomi pun mengarah kan motor nya ke halaman mini market itu dan mematikan motor nya, terlihat mini market itu yang sepi,namun masih ada banyak persediaan yang lengkap di dalam seperti belum ada yang menjarah mini market itu. Lalu Sekar dan Tomi pun turun dari motor nya.


"Aman gak sih Tomi?. " tanya Sekar yang khawatir.


"Tunggu dulu coba aku cek." ucap Tomi kemudian pergi ke arah pintu mini market.


Tomi pun masuk dengan tanpa rasa takut sedikit pun sementara Sekar tetap menunggu di luar.


"Woiiiii." Tomi berteriak di mini market itu.


Dan terkejut nya Tomi setelah ada suara langkah kaki, ternyata ada enam zombie wanita penjaga mini market yang berjalan ke arah nya dengan kelaparan.


"Argghhh." suara zombie zombie itu.


Sekar yang melihat sahabat nya dalam bahaya pun menyuruh Tomi untuk keluar.


"Tomi keluar!." Perintah Sekar dengan berteriak.


Namun Tomi tidak mendengar kan perkataan Sekar, Tomi mengambil pisau yang ada di mini market itu kemudian sembunyi di balik rak mini market menunggu zombie zombie itu sampai ke arah nya.Tak lama setelah itu zombie itu sampai di hadapan Tomi , dan dia menusuk satu persatu zombie itu dibagian kepala hingga enam zombie wanita itu mati tak bergerak. Tapi secara mengejut kan Sekar melihat zombie dari arah belakang Tomi yang terlihat berlari.


"Tomi di belakang mu." teriak Sekar dari luar mini market.


Kemudian dengan tepat waktu Tomi berbalik melihat satu zombie yang bisa berlari ke arah nya dan Tomi menusuk zombie itu dengan pisau yang ada di tangan nya. Setelah membunuh zombie itu Tomi pun bingung dengan barusan yang dia lihat zombie itu tampak bisa berlari dan beda dengan zombie yang pernah dia temui selama ini.Lalu Tomi mengecek berkeliling di dalam mini market hingga ke tempat karyawan mini market namun tak ada zombie lagi di mini market ini sehingga dia merasa jika mini market ini aman. Kemudian Sekar yang menggendong Koko pun masuk ke dalam mini market itu dengan hati hati sambil melihat mayat zombie yang ada di mini market itu.


"Tomi oh Tomi." Sekar memanggil Tomi.


Namun tak kunjung ada jawaban dari Tomi membuat Sekar pun khawatir.


"Tomi jangan bercanda deh." ucap Sekar dengan khawatir.


Setelah itu tiba tiba ada tangan yang memegang pundak Sekar membuat Sekar pun tekejut dan takut sehingga Sekar berteriak.


"Aaaaaaah jangan apa apain aku." ucap Sekar dengan perasaan yang sangat takut.


Kemudian terdengar suara tertawa Tomi dari belakang Sekar, yang ternyata yang megang Sekar itu adalah Tomi.Kemudian Sekar menoleh ke arah Tomi.


"Ih Tomi kesel deh aku lama lama sama kamu." ucap Sekar dengan wajah jutek.


"Lucu banget tau." ucap Tomi dengan tertawa terbahak bahak.


"Lucu apanya, jantung ku hampir copot tau." ucap Sekar dengan wajah jutek.


"Iya deh maaf Sekar." ucap Tomi dengan tersenyun.


"Gak mau." ucap Sekar dengan wajah jutek.


"Senyum dong, jutek amat sih mbak." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.


Kemudian Koko yang ada di gendongan Sekar pun tertawa ke arah Tomi.


"Koko aja ketawa ngelihat kamu jutek." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Gitu kan cantik kalau senyum." ucap Tomi dengan tersenyum.


Lalu Sekar memanyunkan bibir nya ke arah Tomi.setelah itu Tomi menghampiri enam zombie wanita yang telah di bunuh nya itu dan membaca satu persatu papan nama yang ada di baju mayat zombie itu.


"Aulia putri, selika ayu pratiwi, Tya dwi anissa, aftika wahyuni, di....." Ucap Tomi yang membaca papan nama di baju zombie zombie itu.


Namun belum selesai Tomi membaca, Sekar memotong ucapan Tomi itu.


"Ngabsen ya kak." potong Sekar yang menghampiri Tomi.


"Ganggu aja deh kamu, Dian apriliawati, Sekar alifa ningsih." ucap Tomi yang membaca papan nama.


"Kok nama nya sama seperti aku ya." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Kakak kamu kali." ucap Tomi dengan tersenyum.


"enak aja, tapi jujur deh cantik dia dari pada aku." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Gak lah masih cantik kan kamu lah Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Ye bisa aja, lihat deh mereka berenam pasti cantik cantik banget aslinya sebelum jadi zombie." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Kasihan ya mereka jadi zombie saat bekerja." ucap Tomi dengan sedih.


"Iya Tomi,tapi tunggu deh rata rata dari mereka luka gigitan nya ada di leher tau." Ucap Sekar dengan Menunjuk mayat mayat zombie itu.


"Berarti zombie lebih suka makan di bagian leher." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Terus kita apakan mereka, kan gak mungkin kalau kita tinggal bersama mayat mayat ini? ." tanya Sekar.


"Aku coba mencari lahan kosong di sekitar sini,untuk mengubur kan mayat mayat ini." ucap Tomi yang kemudian pergi keluar mini market.


"Hati hati Tomi ada zombie." ucap Sekar dengan sedikit khawatir.


Lalu tinggal Sekar dan koko yang ada di mini market itu dan menjauh dari mayat mayat zombie itu kemudian mengecek barang yang ada mini market itu, ternyata mini market ini masih tertata walau ada sedikit barang yang terjatuh. Lalu Sekar mencoba masuk kedalam ruang karyawan itu dan ternyata masih begitu bagus ada kasur,lemari, dan kamar mandi yang di lengkapi dengan sumur untuk sumber mata air di mini market ini. Sekar yang melihat nya pun begitu bahagia karena tempat ini bisa mereka bertiga tempati sampai makanan di mini market ini habis,lalu Sekar kembali lagi ke dalam mini market yang ternyata sudah ada Tomi dengan keringat yang keluar di sekujur tubuh nya.Lalu Tomi menggendong satu per satu mayat itu untuk di bawa keluar dan di makam kan.


"Tomi aku ikut keluar ya?." tanya Sekar.


"Iya Sekar." Jawab Tomi dengan memperboleh kan nya.


Sekar mengikuti Tomi dari belakang yang sedang menggendong satu mayat zombie penjaga mini market itu. Setelah itu mereka berdua sampai di tempat lubang untuk tujuh mayat itu yang lumayan lebar.kemudian Tomi meletakkan mayat itu ke dalam lubang yang di buat Tomi.


"Tunggu sini ya Sekar." suruh Tomi.


"Iya Tomi." balas Sekar.


Kemudian Tomi pergi ke mini market itu, sementara Sekar duduk di dekat lubang itu.


"Koko,kak Sekar janji kok akan selalu menyayangi Koko sampai Koko besar nanti." ucap Sekar dengan mengelus pipi Koko yang dia gendong.


Beberapa saat kemudian akhir nya Tomi telah selesai mengubur kan ke tujuh mayat zombie itu dengan rasa capek yang luar biasa. Sekar yang melihat Tomi sangat ke capek an pun sedikit kasihan, serta kagum dengan kebaikan Tomi yang mau mengubur kan mereka semua.


"Tomi capek ya." ucap Sekar dengan perhatian.


Lalu Tomi langsung berbaring di samping makam itu.


"Iya Sekar capek banget tau." ucap Tomi dengan tersenyum.


Lalu Sekar duduk di samping Tomi yang sedang berbaring.


"Tomi aku sangat beruntung deh punya sahabat seperti kamu. " ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.


Kemudian Tomi yang berbaring pun tiba tiba duduk.


"Aku juga Sekar, aku sangat beruntung punya sahabat seperti kamu." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar yang duduk di samping nya.


"Apa kita akan selalu menjadi sahabat?." tanya Sekar dengan tersenyum.


"Gimana Maksud kamu?. " Tomi balik bertanya dengan bingung.


"Ke jenjang lebih tinggi lagi." jelas Sekar.


"Ohh, menikah gitu kan maksud nya?." tanya Tomi.


"Iya Tomi,selalu berdua tanpa hubungan kan gak baik, lagi pula kita tinggal nya berdua dan di tambah lagi ada Koko." jelas Sekar.


"Iya juga ya Sekar, tapi kamu siap jadi istri aku?." tanya Tomi .


"Aku siap kok dengan sepenuh hati, tinggal kamu nya aja mau apa gak." jawab Sekar.


"Tapi pertanyaan nya siapa yang mau nikahin kita? , kan nikah juga butuh orang banyak Sekar. " ucap Tomi.


"Iya Tomi kita nunggu kalau ada pengungsian dan ada orang banyak." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Kita dosa gak ya berduaan gini mulu." ucap Tomi.


"Ya dosa lah Tomi,kita kan gak muhrim." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Tapi bagaimana pun ini darurat kan?." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Iya Tomi darurat banget." ucap Tomi Sekar dengan tersenyum.


"Yaudah ayo balik ke mini market." Ajak Tomi yang sudah kecapekan.


Mereka pun kembali ke mini market untuk beristirahat karena waktu telah menunjukkan sore hari. Tapi sebelum masuk Tomi memasukkan motor itu ke dalam mini market dan Tomi keluar lagi untuk menutup pintu depan mini market agar tidak terlihat oleh zombie seperti menandakan jika mini market telah tutup pada umum nya.


"Tomi kenapa kamu tutup semua?." tanya Sekar .


"Biar aman Sekar." jawab Tomi.


"Yaudah kalau gitu." ucap Sekar.


Kemudian mereka pergi ke dalam ruang karyawan mini market itu dan mengunci pintu nya dari dalam.


"Kamu mandi dulu gih nanti gantian, sekalian aku mau mandiin Koko." perintah Sekar.


"Siap boss." ucap Tomi kemudian Tomi pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Sementara Sekar membaringkan Koko di kasur yang ada di ruangan itu.


"Capek banget tante Sekar,Koko." ucap Sekar ke arah Koko yang berbaring di kasur.


Kemudian Koko tersenyum senyum ke arah Sekar.


"Koko anak pintar deh, senyum senyum terus." ucap Sekar kemudian mengelus pipi Koko.


Sekar penasaran dengan apa yang ada di dalam lemari itu, lalu Sekar yang penasaran pun membuka lemari itu dan bahagia nya Sekar ketika melihat ada beberapa pakaian di lemari itu karena Sekar tidak punya pakaian lain selain pakaian yang dia pakai saat ini.tak lama setelah itu Tomi pun sudah selesai mandi.


"Tomi ada pakaian yang mungkin bisa buat kita ganti." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Pakaian wanita doang gak sih?." tanya Tomi.


"Iya sih, tapi bisa kamu pakai kok kan kaos ini juga gak untuk perempuan doang. " jelas Sekar.


"Itu ada tas juga." Tomi menunjuk ke arah tas tas yang ada di lemari itu.


"Ini pasti milik enam karyawan mini market itu." ucap Sekar.


"Iya coba cek di dalam nya ada apa." Suruh Tomi.


"Cek sendiri Tomi, aku mau mandi iya kan sayang." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Koko.


Kemudian Sekar mandi sementara Tomi sedang mengecek tas tas itu dengan menjaga Koko yang berbaring di samping nya, setelah melihat salah satu tas itu dan seperti tas cewek pada umum nya di dalam nya ada handphone, dompet, alat make up.


"Kebiasaan para cewek kalau begini." ucap Tomi dengan tersenyum.


Lalu Tomi mengecek handphone nya dan ternyata handphone itu masih bisa nyala serta tidak ber sandi, Tomi pun langsung membuka galeri nya terlihat foto foto semasa hidup nya yang begitu cantik.


"Cakep banget ini cewek, ini yang Sekar gak sih." ucap Tomi dengan terus melihat foto foto di handphone itu.


Lalu Sekar pun sudah selesai mandi dan menghampiri Tomi.


"Hayo ngapain kamu." ucap Sekar dengan tersenyum.


"Ngganggu aja deh kamu." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Itu privasi tolol kenapa kamu buka." ucap Sekar.


"Gak apa apa kan,orang nya kan udah gak ada." ucap Tomi dengan tersenyum.


"Punya siapa sih?." tanya Sekar.


"Punya Sekar." jawab Tomi.


"Tuh kan punya aku, mana." ucap Sekar kemudian merebut handphone itu dari Tomi.


"Kan gak Sekar kamu." ucap Tomi.


"Sama aja, ingat Tomi lihat privasi orang itu gak baik walau pun orang nya udah meninggal." ucap Sekar dengan wajah serius.


"Iya deh iya aku salah." ucap Tomi dengan wajah murung.


"Mana tas nya." perintah Sekar.


Kemudian Tomi memberikan tas itu kepada Sekar kemudian Sekar pun memasuk kan handphone itu kedalam tas.


"Udah ya jangan dibuka buka lagi, ingat di sini kita asli nya cuma numpang. " ucap Sekar kemudian menaruh tas itu di dalam lemari.


"Iya kak iya." ucap Tomi dengan tersenyum.


Kemudian Sekar menghampiri Koko yang terbaring di kasur.


"Ayo sayang,Koko mandi dulu ya." ucap Sekar kemudian menggendong Koko dan hendak memandi kan nya.


Beberapa waktu kemudian saat malam tiba,mereka pun akan langsung beristirahat karena sudah sangat lelah.


"Kamu sama Koko tidur di atas kasur sementara aku tidur di bawah." ucap Tomi.


"Iya Tomi, tapi kamu gak kedinginan kan?." tanya Sekar dengan khawatir.


"Gak kok santai aja." ucap Tomi dengan tersenyum.


Sekar pun tidur di samping Koko dan meminum kan susu Koko agar Koko tertidur layak nya seorang ibu pada umum nya. Sementara Tomi kecapekan pun langsung tertidur dengan sangat nyenyak di bawah.


................... BERSAMBUNG...................


Bagaimana kelanjutan kisah hidup Tomi dan Sekar?


Apakah mereka akan pergi dari mini market?


Maaf ya kalau ada typo🙏