
Beberapa minggu kemudian setelah semua persedian di mini market telah habis, Tomi, Sekar, Elly dan Koko pun berniat untuk pergi dari mini market dan menuju ke rumah paman Elly.
"Kamu ikut siapa Sekar?." tanya Tomi.
"Ikut kamu lah, ikut siapa lagi." jawab Sekar.
"Siapa tau, ikut Elly." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Oh, iya deh sama Elly aja." ucap Sekar dengan dengan tersenyum.
"Ye, gak jelas." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Tomi dan Elly pun naik ke motornya masing masing, sementara Sekar yang sedang menggendong Koko pun ikut naik ke motor Elly dan duduk di belakangnya.
Setelah itu mereka pun langsung memulai perjalanan menuju ke rumah pamannya Elly.
"Sekar." panggil Elly.
"Iya Elly ada apa?." tanya Sekar.
"Kamu bahagia gak?." tanya Elly.
"Bahagia aja sih, lagi pula kan ada kamu, Tomi dan Koko " jawab Sekar dengan tersenyum.
"Kamu bahagia ya ada aku bersamamu?." tanya Elly.
"Iya dong Elly, kamu udah aku anggap seperti kakak aku sendiri." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Makasih ya Sekar, telah percaya sama aku selama ini." ucap Elly dengan tersenyum.
"Kita kan keluarga Elly sekarang, kita itu harus tolong menolong." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar." ucap Elly dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu mereka menemukan sekitar empat mobil yang terparkir di samping jalan yang jaraknya lumayan jauh dari mereka saat ini.
"Kok ada mobil yang terparkir ya di sana." ucap Elly.
"Mana ada mobil, Elly?." tanya Sekar.
"Itu di sana Sekar, masa sih kamu gak lihat." jawab Elly dengan menunjuk ke arah mobil mobil itu yang masih terlihat terlalu jauh.
Sekar melihat seksama, ternyata beneran ada mobil mobil di sana.
"Iya Elly, beneran ada." ucap Sekar.
"Mungkin di sana ada orang Sekar." ucap Elly.
"Iya mungkin Elly." ucap Sekar dengan tersenyum.
Setelah itu Sekar menoleh ke arah Tomi, yang sedari tadi berkendara di belakang motor Elly.
"Tomi." panggil Sekar.
"Iya ada apa Sekar?." tanya Tomi.
"Ada mobil di sana Tomi, kemungkinan ada sebuah pengungsian." jelas Sekar.
"Masa sih?." tanya Tomi.
"Iya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
Setelah itu Tomi berniat, mendahului mereka berdua.
"Aku coba ke sana dulu ya." ucap Tomi.
"Iya Tomi,hati hati loh." ucap Sekar.
Setelah itu Tomi tancap gass menuju ke keberadaan mobil mobil itu dengan kecepatan yang begitu tinggi, hingga akhirnya Tomi pun sampai di mobil mobil yang terparkir itu, Tomi melihat ada tenda di lapangan yang ada di sana,layaknya sebuah pengungsian. sementara Elly, Sekar dan Koko yang ada di gendongan Sekar pun terus mengikuti Tomi, hingga akhirnya mereka pun sampai di tempat Tomi berada saat ini.
"Ada pengungsian Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Iya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
Setelah itu mereka pun memarkirkan motornya di samping mobil mobil yang ada di sana, kemudian mereka pun turun dari motornya itu, lalu mereka pun langsung perlahan berjalan menuju ke tenda yang ada di dekat mereka, berharap mereka bisa menemukan bantuan di sana.
Sesampainya di sana ada seorang pria yang keluar dari tenda itu dan menghampiri mereka.
"Siapa kalian?." tanya pria itu.
"Aku Tomi, ini Sekar dan Elly." jawab Tomi.
Setelah itu Laura pun keluar dari tenda, membuat Sekar pun terkejut serta bahagia.
"Laura." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Sekar." ucap Laura dengan tersenyum.
Laura pun menghampiri mereka.
"Sekar, akhirnya aku bisa ketemu sama kamu." ucap Laura dengan tersenyum.
"Iya Laura." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Aku beberapa minggu yang lalu ke hotel loh, tapi hotelnya udah kebakar." ucap Laura.
"Iya Laura, aku waktu kejadian ada di parkiran." ucap Sekar.
"Kalian doang yang selamat?." tanya Laura.
"Iya, tapi aku masih ragu deh, soalnya waktu aku masuk ke hotel setelah kejadian, aku tidak menemukan mayat Hana, Winda, Andi dan juga Cito." jelas Sekar.
"Kemungkinan mereka masih hidup?." tanya Laura.
"Bisa jadi Laura." jawab Sekar.
"Kita do'ain aja ya, biar mereka selamat." ucap Laura dengan tersenyum.
"Mereka ada di Holden, Sekar." jawab Laura.
"Hah apa Holden?." tanya Elly dengan kaget.
"Iya." ucap Laura dengan tersenyum.
"Kenapa kok bisa mereka ada di sana?." tanya Sekar.
"Nanti aku ceritain,gak enak cerita di sini Sekar." jawab Laura.
"Iya juga ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Laura menghadap ke Tomi.
"Hai Tomi." ucap Laura dengan melambaikan tangan.
"Nanti, ya aku panggilin pak Arif dulu." ucap pria itu yang sedari tadi berbincang dengan Tomi.
"Iya mas." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian pria itu masuk ke tenda.
"Ih cuek banget deh." ucap Laura dengan tersenyum.
"Oh iya apa Laura?." tanya Tomi dengan kaget.
"Gimana nih kabarnya?." tanya Laura dengan tersenyum.
"Baik gini kok." jawab Tomi dengan tersenyum.
"Kalian berdua udah nikah ya?." tanya Laura dengan tersenyum.
"Belum." jawab Tomi dengan tersenyum.
"Bohong, itu buktinya udah punya anak." ucap Laura dengan tersenyum.
"Ini bukan anak aku, Laura." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Terus anak siapa?." tanya Laura.
"Ini anak satu satunya yang selamat dari kebakaran di hotel itu." jawab Sekar.
"Oh gitu ya." ucap Laura dengan dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu seluruh penduduk pengungsian pun keluar dari tenda, yang berjumlah 7 orang termasuk Ali dan juga Arif.
"Kalian mau tinggal di sini ya?." tanya Arif.
"Sebenarnya gak sih pak, tapi aku cuma minta sesuatu." jawab Tomi dengan tersenyum.
"Minta apa?." tanya Arif dengan penasaran.
"Bisa gak, bapak nikahin aku sama gadis yang gendong anak ini?." tanya Tomi sembari memeluk Sekar.
"Gak usah gini ah Tomi, malu tau gak." ucap Sekar.
"Kebetulan juga sih, bapak dulu juga pernah nikahin orang." ucap Arif dengan tersenyum.
"Berarti bisa pak?." tanya Tomi.
"Bisa lah." jawab Arif dengan tersenyum.
Kemudian Tomi dan Sekar saling berhadapan.
"Sekar." panggil Tomi dengan tersenyum.
"Tomi." panggil Sekar dengan tersenyum.
"Cie bahagia banget nih." ucap Laura dengan tersenyum.
Kemudian Ali menghampiri mereka.
"Kamu kenal sama mereka bule?." tanya Ali.
"Iya, ini teman teman aku." jawab Laura dengan tersenyum.
"Hah bule." ucap Sekar dengan kaget.
"Nama kamu sekarang bule?." tanya Tomi dengan tersenyum.
"Itu nama julukan ku dulu." jawab Laura dengan tersenyum.
"Oh, gitu ya." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Kenalin ini Ali, teman aku." ucap Laura memperkenalkan Ali yang ada di sampingnya.
Kemudian Tomi berjabat tangan dengan Ali.
"Kenalin aku Tomi, ini Sekar ini Elly dan bayinya itu namanya Koko." jelas Tomi.
"Salam kenal ya semuanya." ucap Ali dengan tersenyum ramah.
"Yaudah sekarang kita makan dulu di dalam tenda." ajak Arif pemimpin kelompok.
Kemudian seluruh penduduk masuk ke tenda untuk sarapan bersama sama.
"Aku sama mbak ini loh yang masak Sekar." ucap Laura dengan tersenyum.
"Beneran?." tanya Sekar dengan tersenyum.
"Iya, Sekar." jawab Laura dengan tersenyum.
..........................BERSAMBUNG........................,....