
Malam yang mencekam di camp The Holden, lima orang di bawa tentara ke suatu ruangan secara paksa untuk menghadap seseorang yang bernama Romeo carisio yaitu orang yang sangat di percaya oleh pemimpin the holden, Romeo di kenal adalah orang yang sangat kejam tak jauh berbeda dengan pemimpin camp ini yaitu Lordan francisco yang dulu nya adalah orang mexico.Ke lima orang yang di bawa itu adalah Laura,Alvin, Jane, Costa dan Sania yang waktu itu tetap tinggal di sisa sisa kebakaran camp Charlie.Dan keberadaan mereka di ketahui oleh tentara the holden sehingga tentara tentara itu membawa mereka berlima ke camp the holden ini. Tak lama setelah itu mereka pun masuk di ruangan Romeo, dan ada Romeo yang sedang duduk di kursi.
"Kalian berlima orang yang selamat dari kebakaran itu ya?. " tanya Romeo yang sedang duduk di kursi nya itu.
Mereka berlima tidak menjawab satu kata pun.
"Iya tuan." Jawab tentara yang membawa mereka.
"Jadi kalian yang bakar camp kami?." tanya Laura dengan nada tinggi.
Kemudian Romeo tersenyum mendengar pertanyaan Laura itu.
"Iya kami yang bakar camp kalian, tapi tidak tanpa alasan dan alasan kami membakar camp kalian karena pemimpin camp kalian tidak mau bekerja sama dengan camp besar ini." ucap Romeo dengan berlagak sombong.
Kemudian Laura yang mendengar itu tanganya mengepal dengan amarah yang berapi api dalam dirinya.
"Lo kejam tau gak." ucap Laura dengan amarah dalam diri nya.
"Terserah kamu mau bilang apa cantik. " ucap Romeo kemudian menaik kan kaki nya di atas meja.
Kemudian Romeo memberikan tawaran kepada mereka agar bisa tinggal di tempat ini.
"Oke,kalian boleh tinggal di sini asal kan dua laki laki di antara kalian menjadi seorang tentara, sementara dua wanita ini," Romeo menunjuk Jane dan Sania yang berdiri di samping Laura "menjadi wanita penghibur di camp ini." Romeo memberi kan tawaran kepada mereka berlima.
Tapi tak ada jawaban dari mereka.
"Dan khusus kamu cantik, " Dengan menunjuk Laura "kamu akan ku berikan kehidupan mewah di sini asal kan mau jadi istri ku." Romeo memberi kan tawaran pada Laura.
Kemudian dengan tegas Laura menolak tawaran Romeo.
"Gak, sampai kapan pun aku gak akan mau." tolak Laura dengan tegas.
"Kalau kalian berempat, tapi aku juga gak akan memaksa tapi aku tak tau apa yang akan terjadi kepada kalian." Ucap Romeo dengan santai.
Lalu secara mengejut kan Jane menyetujui hal itu sehingga ketiga teman yang lain mengikuti Jane, Laura yang melihat teman teman nya menyetujui nya pun terlihat kecewa.
"Kalian gila ya." ucap Laura dengan marah.
"Kita gak ada pilihan lain Laura." ucap Jane.
"Alvin kamu juga sayang." ucap Laura dengan kecewa.
Alvin mengangguk mendengar perkataan Laura.
"Kalian kok gini sih." ucap Laura yang kecewa.
"bawa empat orang ini ke tempat yang semesti nya, sedangkan wanita cantik ini bawa dia ke penjara dan siksa dia." perintah Romeo.
Kemudian satu tentara membawa Jane, Alvin, Costa dan Sania ke tempat yang di sediakan camp sementara satu tentara lagi membawa Laura ke dalam penjara.Setelah itu Laura pun sampai di penjara dan tentara yang membawanya itu langsung memasukkan nya ke dalam penjara dan mengunci nya lalu tentara itu pergi.Dengan air mata yang keluar dari mata nya karena gak menyangka jika teman teman nya akan berbeda pikiran dengan nya.
"Ayah ibu, Laura ingin sekali menyusul kalian." ucap Laura dengan bersedih dan terus menetes kan air mata.
Kemudian tak lama setelah itu datang Jane dan Sania berniat untuk membujuk Laura agar mau berubah pikiran.
"Kalian?. " tanya Laura dengan tersenyum.
"Laura ayo ikut dengan kami di sini, aku gak ingin kamu kenapa napa Laura." ucap Jane dengan tersenyum dari luar penjara.
"Gak Jane, lagi pula kenapa kalian mau menjadi wanita penghibur di sini, itu pekerjaan yang sangat buruk tau gak." ucap Laura dengan kecewa.
"Laura kita gak ada pilihan lain." ucap Jane yang mencoba membujuk Laura.
"Kalian ternyata keras kepala ya." ucap Laura yang kecewa.
Kemudian raut wajah Jane berubah menjadi marah mendengar perkataan Laura itu.
"Lo kali yang keras kepala." ucap Jane dengan marah.
"Lo kok marah gitu sama gue." ucap Laura dengan bingung.
"Iya gue marah sama lo emang kenapa?." tanya Jane dengan marah.
Sania yang melihat moment tegang antar kedua teman nya itu hanya bisa terdiam.
"Lo itu bodoh Laura sudah di kasih tawaran enak malah kamu tolak." ucap Jane yang masih marah.
"Lo yang bodoh, kenapa lo mau jadi wanita penghibur?." ucap Laura yang kecewa dengan tingkah teman nya itu.
Kemudian Jane tidak Terima dengan perkataan Laura pun menarik rambut Laura yang ada di penjara.
"Lo gak terima, lo pikir gue takut sama lo." ucap Jane dengan terus menarik rambut Laura yang ada di dalam penjara.
"Lo pikir gue juga takut sama lo." ucap Laura dengan marah dan mencakar tangan Jane yang menarik rambut nya.
Mereka berdua terus bertengkar Sania yang ada di dekat nya pun mencoba menghentikan Jane,tapi Jane terlalu kuat untuk Sania hentikan. Sehingga akhir nya Laura berhasil melepas kan kan rambut nya dari cengkraman Jane.
"Awas aja lo ya, mulai detik ini jangan panggil aku lagi aku sudah bukan teman lo lagi." ucap Jane yang kemudian pergi meninggal kan mereka berdua.
"Siapa juga yang mau manggil lo?." ucap Laura dengan marah.
Lalu Sania yang masih di sana pun tidak percaya dengan apa yang telah terjadi,dia hanya bisa terdiam dan menetes kan air mata.
"Kukira kalian berdua sahabat terbaik ku, ternyata perkiraan gue salah ya gue terlalu bodoh sudah sebaik itu dengan kalian berdua,sampai sampai gue anggap kalian seperti saudara." ucap Laura dengan kecewa.
"Laura." ucap Sania yang ada di hadapan Laura dengan sedih.
"Ternyata hanya hal seperti ini membuat kalian lupa, mereka yang telah membakar camp kita dengan kejam." ucap Laura
Kemudian Laura menatap Sania dengan muka yang tak biasa.
"Kenapa lo masih di sini, bukan nya gue bukan teman lo lagi ya?." tanya Laura.
"Sampai kapan pun lo akan selalu jadi teman gue Laura." ucap Sania dengan sedih.
Kemudian Laura paham dengan yang di katakan Sania sehingga Laura mengurung kan niat nya untuk marah kepada Sania.
"Iya Sania gue faham kok, sekarang pergi ya biarin aku di sini sendirian." ucap Laura dengan sedih.
"Aku akan mencoba mengeluar kan mu dari sini Laura." ucap Sania dengan terus menangis.
Kemudian Sania memeluk Laura dengan penuh kasih sayang dari luar penjara.
"Gak usah lakuin yang aneh aneh Sania,aku gak ingin kamu dan Jane dalam bahaya biar kan aku di sini saja." ucap Laura dengan menangis di pelukan sahabat nya.
"Gak Laura, aku gak ingin kamu di siksa di sini Laura." ucap Sania dengan menangis di pelukan Laura.
Kemudian Sania melepaskan pelukan nya.
"Kita bertiga sampai kapan pun akan selalu menjadi sahabat kok, maafin aku tentang omongan ku tadi ya." ucap Laura dengan tersenyum.
"Aku faham kok,aku pergi dulu ya Laura dan aku janji akan keluarin lo dari penjara ini secepat nya." ucap Sania dengan tersenyum.
Laura pun tersenyum mendengar perkataan Sania itu Kemudian Sania pergi meninggal kan Laura sendirian di penjara itu.Tak lama setelah itu Romeo bersama dua anak buah nya itu dengan membawa kayu datang ke penjara tempat Laura.Dan dua anak buah nya membuka penjara itu dan kedua nya langsung memegang tangan Laura, lalu Romeo memukul punggung Laura dengan kayu itu. Tanpa mereka sadari Sania melihat penyiksaan yang di lakukan oleh Romeo dan anak buah nya itu terhadap Laura dari kejauhan, membuat Sania tidak kuat melihat nya dan kemudian pergi berharap Laura akan baik baik saja.
"Nona cantik berani berani nya kau menolak tawaran ku,sekarang rasakan ini." ucap Romeo kemudian memukul punggung Laura dengan kayu.
"Bunuh gue sekalian,gue sudah bosan hidup." ucap Laura dengan menahan sakit.
"Kamu gak akan jadi seperti ini jika kamu mau menerima tawaran ku." ucap Romeo yang terus menerus memukul punggung Laura dengan kayu yang ada di tangan nya.
"Lebih baik aku mati dari pada aku menerima tawaran mu itu." ucap Laura yang sudah lemas.
Romeo terus memukul punggung Laura,hingga akhir nya Romeo pun pergi dengan tanpa rasa bersalah dan di ikuti ke dua anak buah nya itu. Sementara Laura pun kesakitan di bagian punggung nya hingga membuat nya agak kesusahan untuk berdiri.
"Ayah,Laura ingin sekali bertemu dengan ayah." ucap Laura dengan terbaring kesakitan di penjara itu.
Beberapa saat kemudian, tepat di tengah malam tiba tiba Sania datang di penjara itu dengan membawa kunci penjara berniat untuk melepaskan Laura yang ada di dalam penjara itu.Sania melihat sahabat nya itu tertidur di dalam penjara itu kemudian dia membangun kan Laura hingga Laura terbangun dan terkejut nya Laura ketika melihat sahabat nya yang sudah ada di hadapan nya.
"Sania kok." ucap Laura yang baru terbangun.
"Iya Laura gak usah kaget , ayo sekarang kamu cepat pergi dari sini." Sania menyuruh Laura.
Kemudian Laura berdiri dan langsung memeluk sahabat nya itu.
"Nanti aku nyusul ya Laura,lo pergi dulu ya." ucap Sania dengan tersenyum.
"Jaga diri lo baik baik ya di sini." ucap Laura dengan tersenyum.
"Selalu Laura, lo juga jaga diri baik baik ya di luar sana." ucap Sania dengan tersenyum.
Kemudian Laura melepaskan peluk kanya.
"Oh iya ini ada titipan surat dari Alvin, dan ini dari gue jangan lupa di baca ya." ucap Sania kemudian memberikan surat itu pada Laura.
"Semua tau rencana lo ini kan?." tanya Laura.
"Cuma gue sama Alvin doang,gue belum berani bilang ke Jane." jelas Sania.
"Gue akan baca surat ini kok." ucap Laura dengan tersenyum.
Kemudian Laura pergi dengan melambai kan tangan ke arah sahabat nya itu dan Sania pun melambaikan tangan ke arah Laura.Karena tak ingin perjuangan sahabat nya sia sia Laura mencoba untuk berhati hati keluar dari camp yang cukup besar ini,namun dia mendengar langkah kaki yang tak jauh dari arah nya sehingga membuat Laura harus bersembunyi dan ternyata itu adalah tentara yang sedang berjaga. Setelah tentara itu sudah cukup jauh Laura mengendap ngendap walaupun dia masih kesakitan di area punggung nya,tapi dia tetap berusaha untuk keluar dari camp ini hingga akhir nya dia sampai di gerbang keluar camp yang tidak ada penjaga sama sekali di sana sehingga dia pun memanjat gerbang yang tertutup itu. Dan rencana dia keluar dari The Holden pun telah berhasil kemudian dia berjalan menjauh dari camp itu namun masalah terjadi ketika Laura tiba tiba menyadari jika ada banyak sekali zombie di belakang nya yang membuat nya sangat ketakutan dia juga tidak kuat untuk berlari namun zombie tetap berjalan mengikuti nya. Lalu tiba tiba kepala Laura pusing kemudian Laura pun langsung terjatuh dan pingsan.
Keesokan hari nya Laura terbangun di sebuah kamar yang belum pernah dia temui sebelum nya, dan juga terdapat kompres di dahi nya itu dengan penasaran Laura keluar dari kamar itu dan tak ada siapa siapa di rumah itu, kemudian dia keluar dari rumah terlihat ada seseorang lelaki berambut panjang yang sedang menanam tumbuhan, kemudian pria itu menoleh ke arah Laura yang sedang berdiri di teras rumah.
"Syukur lah kamu sudah bangun." ucap pria itu dengan tersenyum ke arah Laura.
"Siapa kamu dan di mana ini?." tanya Laura yang bingung kemudian duduk di teras rumah itu.
"Kenalin aku Ali rahman orang sini dan aku satu satu nya orang yang selamat di desa ini." pria itu memperkenal kan diri.
"Kenapa kau membawa ku kesini?." tanya Laura yang tak tau apa apa.
Kemudian Ali datang menghampiri Laura dan duduk di samping Laura.
"Kamu tadi pingsan di jalan,hampir di mangsa oleh zombie tau,untung aku datang sebagai pahlawan." jelas Ali dengan tersenyum.
"Ini jauh kan dari The Holden?." tanya Laura.
"Jauh banget tau, jadi aku kemarin itu awal nya sedang cari persediaan dan aku lihat kamu terbaring hampir di makan zombie, lalu aku bawa kamu ke dalam mobil ku dan membawa mu ke rumah ku ini." jelas Ali.
"Terus jadi ngambil persediaan?." tanya Laura lagi.
"Jadi dan udah dapet kok." jawab Ali dengan tersenyum.
"Oh makasih ya." ucap Laura dengan tersenyum.
"Oh iya nama kamu siapa?." tanya Ali dengan penasaran.
"Nama ku laura charlie." jawab Laura dengan tersenyum.
"Gak kok, cuman ayah aku aja yang orang luar negri."Jawab Laura dengan tersenyum.
"Oh, berarti ayah mu nikah sama orang negara ini gitu?." tanya Ali dengan penasaran.
"Iya, tapi aku belum pernah satu kali pun keluar negri." ucap Laura dengan tersenyum.
"Panggil aja aku maman agar kita lebih akrab ya." ucap Ali.
"Itu julukan mu dulu ya?. " tanya Laura dengan tersenyum.
"Yes benar sekali." jawab Ali/Maman.
"Kalau aku dulu biasanya di panggil bule sama temen temen karena kan muka ku seperti orang luar negri." ucap Laura dengan tersenyum.
"Kalau kamu aku panggil bule nggak apa apa kan?." Tanya Ali/maman.
"Gak apa apa kok man." jawab Laura.
"Tapi kamu percaya kan sama aku kalau aku bukan orang jahat?. " tanya
Ali.
"Emang kamu orang jahat ya?." Laura balik bertanya.
"Ya gak lah, aku orang baik tau." jawab Ali.
Kemudian Laura kelaparan.
"Man gua lapar nih,boleh gak aku minta makan." ucap Laura yang kelaparan.
"Oh kamu lapar,bentar aku ambilin." ucap Ali dengan tersenyum.
Kemudian Ali masuk ke dalam rumah dan mengambil makanan yang ada di dalam,tak lama setelah itu Ali datang dan membawa makanan dari dalam.
"Ini kita makan berdua ya." ucap Ali.
"Iya Ali eh maman, maaf ya jadi ngerepotin." ucap Laura dengan tersenyum.
"Gak apa apa kali anggap aja rumah sendiri." ucap Ali dengan tersenyum.
"kamu mulai sekarang gak usah masak biar aku aja yang masak." ucap Laura dengan tersenyum.
"Kamu istirahat aja dulu kamu kan masih sakit,kalau udah bener bener sembuh baru kamu masak gak apa apa." ucap Ali dengan tersenyum.
"Iya Ali." ucap Laura dengan tersenyum ke arah Ali.
Sementara di camp the holden Romeo marah karena melihat Laura sudah tidak ada di penjara itu yang membuat penjaga di penjara itu terkena marahan dari Romeo, dan menyuruh para tentara untuk segera mencari Laura sampai ketemu,dan dia mengancam apabila tidak menemukan Laura maka mereka akan di bunuh.Lalu tak lama setelah itu Sania datang dan mencoba untuk menjelas kan pada Romeo.
"Sebelum nya maaf ya lancang, percuma saja mencari Laura pasti gak akan ketemu karena dia pasti sudah di mangsa oleh para zombie." jelas Sania.
"Kamu kok bisa tau?." tanya Laura dengan bingung.
"Ikut aku deh mas." ajak Sania.
Sania kemudian mengajak Romeo ke area jendela dan memperlihat kan Romeo sesosok zombie wanita yang agak mirip dengan Laura di depan gerbang camp.
"Lihat deh!,itu Laura mas." Ucap Sania dengan menunjuk zombie itu.
Kemudian wajah Sania pura pura berubah menjadi menangis.
"Iya itu teman kamu." ucap Romeo dengan percaya.
"Yes dia percaya kalau itu Laura. " Ucap Sania dalam hati nya.
Kemudian Sania mengajak Romeo duduk berdua di kursi yang ada di sekitar nya mencoba untuk akrab dengan Romeo.
"Emang ada apa sih sama Laura, hingga mas mau jadikan dia istri mas?." tanya Sania dengan tersenyum.
"Kenapa kamu tanya tanya seperti itu?." Romeo bertanya balik.
"Maaf ya mas sebelum nya, kalau sama aku mau gak mas sebagai ganti nya Laura."ucap Sania mencoba menawar kan diri.
"Hah apa maksud kamu?." ucap Romeo dengan sedikit marah.
"Yakin gak mau mas, aku mau loh jadi istri mas. " ucap Sania dengan tersenyum.
Romeo kemudian memandang wajah cantik Sania, yang tiba tiba menyihir hati Romeo, kemudian Romeo pun pergi meninggal kan Sania.
"Mungkin dia udah terpesona dengan kecantikan ku, jadi kesempatan aku membunuh orang jahat itu semakin mudah sekarang." ucap Sania di dalam hati nya dengan tersenyum.
Kemudian Sania pun menemui Jane yang sedang duduk di kasur kamar nya. karena ketegangan yang terjadi antara Laura dan Jane semalam, Sania sampai saat ini tidak berani bicara dengan Jane tapi dia memberanikan diri untuk bicara dengan Jane.
"Jane." ucap Sania memanggil Jane.
"Sania mau ngapain kemari?." tanya Jane tanpa menoleh Sania.
Kemudian Sania duduk di samping Jane.
"Jane, Laura." ucap Sania.
"Bisa gak jangan ucapin nama itu di telinga gue." ucap Jane dengan marah.
"Lo ingat gak kita bertiga itu sahabat jane." ucap Sania.
"Oh gue tau, lo mau nyatuin kita gitu, sia sia Sania." ucap Jane dengan marah.
"Jane lo kok jadi gini sih sekarang." ucap Sania kecewa dengan ucapan sahabat nya itu.
"Gue tau Sania, Lo bela dia kan dari pada aku." ucap Jane dengan marah.
"Gua netral Jane, gue belain kalian berdua kok ,karena kalian berdua adalah sahabat terbaik gue, dan gue ingin kita bisa bersahabat lagi seperti dulu." jelas Sania.
Jane hanya diam tak mengeluar kan satu kata pun.
"Asal kan lo tau Jane, gue melihat dengan mata kepala gue sendiri Laura di siksa dan di pukuli oleh orang orang jahat itu agar dia menerima tawaran nya, tapi Laura tetap teguh dengan keputusannya karena dia adalah wanita yang kuat Jane, beda dengan kita yang murahan." jelas Sania dengan menetes kan air mata nya.
Tapi Jane hanya terdiam mendengar cerita Sania itu.
"Marah aja kalau mau marah gak usah di tahan,hajar aku juga kalau lo mau." ucap Sania dengan sedih.
Tapi tetap saja Jane hanya terdiam. Kemudian Sania pun pergi meninggal kan Jane sendirian tapi sebelum itu dia mengatakan sesuatu.
"Ingat ya Jane, antara kita bertiga sekarang lo antagonis nya dan semoga lo segera sadar Jane." ucap Sania kemudian meninggal kan Jane sendirian di kamar nya itu.
Jane pun merenungi apa yang telah di katakan Sania ternyata benar dia adalah antagonis nya kemudian Jane menetes kan air mata nya.
"Maafin gue Laura telah jahat sama lo." ucap Jane dengan bersedih.
Sementara di mini market Tomi pun baru saja terbangun dari tidur nya dan dia melihat tidak ada Sekar di sekitar nya.
"Sekar oh sekar." Tomi memanggil Sekar.
Kemudian Tomi berdiri membuka pintu ruangan itu dan menuju ke mini market, dan terkejut nya Tomi ketika melihat Sekar memakai seragam karyawan mini market itu dengan menyuapi Koko yang ada di gendongan nya.lalu Tomi pun menghampiri Sekar.
"Kamu ngapain pakai seragam gini?." tanya Tomi dengan tersenyum.
"Aku kan karyawan mini market." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Tapi kok malah seperti ibu ibu ya." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Bodo amat." ucap Sekar dengan memanyunkan bibir nya.
"Oh iya ngomong ngomong kamu nyuapin Koko apa itu?." tanya Tomi dengan penasaran.
"Kepo ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Ye,ditanyain calon suami kok gitu sih." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Apa kamu bilang calon suami,emang aku mau jadi istri kamu?." tanya Sekar dengan tersenyum.
"Sekar aku tanya beneran, kamu suapin Koko apa itu?." ucap Tomi dengan mengalih kan perhatian.
"Pintar banget ya ngalihin perhatian, ini roti bayi aku campur dengan air." jawab Sekar.
"Ohh gitu ya." Ucap Tomi dengan mengangguk kan kepala nya.
"Terus apa kamu bilang calon suami calon suami gitu?. " tanya Sekar dengan tersenyum.
"Kamu ingat gak sih dengan janji kita?." tanya Tomi seketika dengan wajah serius.
"Kita batalin aja ya janji kita Tomi, demi kebaikan kita." jawab Sekar.
"Tapi ketika kita sudah menikah apakah kamu ada rasa sama aku?." tanya Tomi lagi.
"Ya ada lah Tomi." Jawab Sekar.
Kemudian Tomi memegang tangan Sekar.
"Sekar aku cinta sama aku sejak kita SMA Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Jujur aku juga Tomi, tapi aku tidak berani mengungkap kan perasaan aku saat sma dulu, karena aku tau kalau kamu juga suka sama Hana." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian mereka saling menatap satu sama lain dengan tersenyum,tapi Koko tiba tiba ikut tersenyum membuat Sekar sadar jika ada Koko di gendongan nya, yang tadi sempat di lupakan Sekar karena saling tatap tatapan dengan Tomi.
"Eh sayang maaf ya aku lupa." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Koko.
Kemudian Sekar kembali menyuapi Koko.
"Ada ada aja deh masa gitu doang lupa." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Yee, terserah aku dong." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Yaudah aku mandi dulu ya." ucap Tomi.
"Iya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi kembali ke ruangan untuk mandi,sementara Sekar tetap berada di mini market dan terus menyuapi Koko dengan berjalan menyusuri minimarket untuk mencari makanan karena perut nya sudah mulai lapar,kemudian dia mengambil satu snack yang ada di sana kemudian memakan nya untuk menghilang kan rasa lapar.
.................... BERSAMBUNG..................
Bagaimana kelanjutan kisah Sania untuk mencuri hati romeo orang yang kejam itu?.
Bagaimana kelanjutan kisah Ali dan Laura?.
Bagaimana kehidupan Tomi dan Sekar dalam merawat Koko?.
Maaf ya kalau ada typo🙏