Zombee

Zombee
PERJALANAN PANJANG



Pagi ini mereka berdua akan melakukan perjalanan menuju di pengungsian yang diberikan tanda oleh sekar walaupun tidak jelas kemana mereka pergi.Mereka akan pergi untuk mencari bu Tina dan Sekar yang sudah duluan berada disana namun Tomi tidak mengetahui jalan yang akan di tuju, karena arah yang ditunjukkan sekar tidak jelas membuat mereka berdua kesulitan untuk menemukan pengungsian itu, sebelum itu mereka pergi ke toko tempat Hana bekerja dulu untuk mencari beberapa persediaan yang di butuhkan karena mereka akan melakukan perjalanan panjang menuju ke kota.


"Sayang udah siap belum ." Tanya Tomi yang sedang mempersiapkan motornya didepan rumah.


"Tunggu sebentar sayang." Jawaban Hana dari dalam rumah.


"Lama banget sih sayang." Kata Tomi yang sudah naik di atas motornya.


Kemudian pacar baru Tomi itu keluar dari rumahnya dan berjalan menghampiri Tomi dengan membawa ransel yang berisikan persediaan.


"Maaf ya nunggu lama , habis make up soalnya." Kata Hana dengan tersenyum kearah Tomi.


"Keadaan seperti ini masih aja make up, emang mau narik perhatian zombie." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Apa apaan sih kamu, yaudah aku naik ya." Kata Hana dengan tersenyum kepada Tomi.


"Iya silahkan naik." Kata Tomi dengan tersenyum kearah pacar barunya itu.


Kemudian wanita cantik itupun naik ke atas Motor yang sudah di naiki Tomi.


Mereka pun berangkat menuju ke toko tempat Hana bekerja dulu, dengan keadaan yang hening tanpa ada satu orang pun di sekeliling mereka dan keadaan desa yang telah berantakan itu membuat mereka sedikit ketakutan,siapa tau tiba tiba ada zombie muncul menyerang mereka.Dan tak lama setelah itu akhirnya mereka sampai di toko itu, Tomi langsung mengambil bahan bakar yang ada di sana untuk motornya itu,sementara Hana pergi kedalam toko mencari makanan dan minuman yang mungkin bisa mereka konsumsi nantinya dan mengambil tas yang ada disana kemudian di masukkan ke tas itu.


"Ahhhhh." teriakan Hana.


Tomi yang mendengar pacar nya itu berteriak pun khawatir dan langsung masuk kedalam toko.


"Ada apa sayang kok teriak teriak?." tanya Tomi dengan khawatir.


"Itu sayang lihat deh ada kepala zombie." ucap Hana dengan menunjuk kepala zombie yang masih hidup.


"Ya ampun, sayang itu kan hanya kepala zombie." ucap Tomi.


"Tapi aku takut sayang." ucap Hana dengan wajah pucat.


Kemudian Tomi membawa kepala zombie yang masih aktif itu keluar toko dan setelah itu Tomi menendang kepala zombie itu hingga menggelinding ke arah yang jauh dari toko.Tomi pun masuk kembali ke dalam toko.


"Sudah aku buang sayang, sekarang cepat ambil persediaan nya nanti kita langsung berangkat."perintah Tomi.


" Iya sayang." ucap Hana dengan mengangguk.


Setelah mereka selesai mengambil kebutuhan masing masing mereka langsung naik ke motor dan melanjutkan perjalanan menuju kota yang kemungkinan ada tempat pengungsian yang diberitahu Sekar, ditengah perjalanan Hana tiba tiba memeluk erat Tomi yang sedang mengendarai motor itu dengan penuh kasih sayang.


"Sayang kok peluk aku gini sih." Kata Tomi dengan rasa senang serta malu bercampur menjadi satu.


"Sayang aku lebih nyaman kalau peluk kamu seperti ini." Kata Hana dengan tersenyum.


Tapi Tomi membiarkan pacar barunya itu memeluknya dan tetap fokus untuk mengendarai motornya itu.


Namun ketika mereka berada di perbatasan desa yang tak jauh dari rumah bu Tina zombie sudah tidak ada disana karena mereka telah berpindah ke hutan yang mereka lihat saat di rumah bu Tina kemarin. Dan mereka memutuskan tetap berjalan lurus ke arah perbatasan itu, sepanjang perjalanan mereka juga tidak menemukan satu zombie pun, seperti zombie telah hilang dari muka bumi ini.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di kota yang tak jauh berbeda seperti di desa ,sangat sepi tidak ada satu orang pun disana dan kota ini telah mati seperti di film film zombie yang pernah Tomi tonton pada umum nya.Dengan begitu santai Tomi mengendarai motor nya sehingga ada hal aneh yang mereka temui mobil militer yang dilihat Hana semalam telah terbakar seperti ada seseorang yang membakarnya dan tak ada satu orang pun disana melainkan mayat mayat militer yang telah hangus terbakar.tapi mereka mereka berdua tetap melanjutkan perjalananya hingga menemukan sebuah peta yang ada disana menunjukan bahwa di sekitar mereka ada pengungsian itu,tapi sayang Hana yang melihat bahwa dari kejauhan ada banyak sekali zombie yang mengerumuni sebuah bangunan stadion kecil serta apartemen yang begitu besar yang ada di kota itu.Mereka merasa jika pengungsian itu sudah tidak aman lagi serta jalan menuju kesana juga telah terhalangi oleh banyaknya zombie yang ada di kota itu sehingga membuat mereka berbalik arah dan tak tau lagi harus kemana setelah itu.


"Itu pengungsian yang diberitahu Sekar kan? , tapi katanya dia pergi ke arah jalan hutan kan berlawanan dengan arah yang kita lalui tadi. " Ujar Hana dengan bingung.


"Iya juga ya kan Sekar katanya pergi ke arah itu,Sekar ngasih tandanya gak jelas sih." Kata Tomi sambil mengelus dahinya.


"Tuh kan, terus kita sekarang pergi kemana?." Kata Hana dengan tersenyum


"Tak tau sayang kita jalan aja mana tau nanti bertemu dengan pengungsian yang di maksud oleh Sekar." kata Tomi dengan tersenyum .


Jalan demi jalan dan waktu demi waktu mereka lalui tidak ada satupun orang yang mereka lihat dan tidak ada juga tempat yang bisa mereka tempati,sehingga membuat Tomi yang mengendarai motornya pun kelelahan kemudian mereka beristrihat di salah satu rumah yang ada disekitar sana walaupun tak tau apa yang harus mereka berdua lakukan setelah ini.Lalu mereka turun dari motornya dan masuk kedalam rumah yang sudah tak berpenghuni itu, Tomi yang kecapekan langsung berbaring di sofa yang ada di dalam rumah itu sementara Hana yang lapar pun mengeluarkan makanan di dalam tasnya yang diambilnya di toko tadi, kemudian memakan makanan itu dengan lahap namun Hana yang melihat Tomi sedang berbaring di sofa pun membuatnya berniat untuk menyuapi pacar barunya itu,setelah makanan yang disuapin Hana hampir masuk kedalam mulutnya tiba tiba Tomi duduk membuat makanan itu terjatuh.


"Yah jatuh." Kata Hana dengan menyesal.


"Maaf sayang, aku tidak tau,kamu sih tidak bilang bilang." Kata Tomi dengan tersenyum ke arah pacar barunya itu.


Kemudian Hana mengambil makanan lagi dan menyuapi Tomi dengan penuh kasih sayang.


"Baru kali ini aku di suapin cewek cantik." Kata Tomi dengan tersenyum bahagia.


"Sayang bisa aja deh." Balasan Hana dengan tersenyum malu.


Tak lama setelah itu ada suara mobil dari luar dan mobil itu berhenti tepat di depan rumah yang mereka singgahi,lalu setelah itu Tomi memutuskan keluar untuk melihatnya dan ternyata itu adalah seorang militer yang sudah terlihat lemas dan tak berdaya.


"Siapa kamu?." Tanya Tomi dengan waspada.


"Aku Cito satu satunya orang yang selamat saat bertugas tadi." Kata Cito dengan badan yang terlihat sedikit lemas.


Lalu Tomi yang kasihan mempersilahkan Cito masuk dan mereka masuk lalu Cito duduk di sofa yang Tomi tempati tadi kemudian Hana memberikanya sedikit makanan dan minuman untuknya , setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang di beri oleh Hana , Cito menceritakan asal usulnya bisa sampai disini, dia pada waktu itu sedang bertugas bersama teman temannya untuk menghabisi para zombie, namun sayang mereka ditembaki sekelompok orang misterius yang ada di kota membuat mobil yang Cito tumpangi meledak karena mengenai tangki bahan bakar membuat seluruh militer yang ada di mobil itu pun terbakar kecuali Cito yang berhasil melompat sebelum mobil meledak dan dia pun sangat sedih ketika melihat teman temanya meninggal dengan cara seperti itu , Cito yang tidak berputus asa pun menjauh dari tkp kemudian pergi mencari perlindungan hingga akhirnya dia menemukan mobil yang dia pakai saat ini.


"Jadi mobil militer yang terbakar di sana itu milik kelompokmu ya?." Tanya Hana dengan penasaran.


"Iya itu mobil kelompokku." Kata Cito dengan bersedih, "oh iya nama kalian siapa?." Tanya Cito dengan penasaran


"Aku Tomi dan ini pacar aku Hana." Jawab Tomi.


"Dimana kami bisa menemukan camp pengungsian?." Tanya Hana dengan penasaran.


"Di area perbatasan kota yang lumayan jauh dari sini. " Jawab Cito dengan yakin.


"Kalau pengungsian yang disana itu?." Tanya Hana dengan rasa penasaran.


"Ohh itu pengungsian the holden, tapi aku saranin kalian jangan pergi kesana soalnya pemimpinya kejam, katanya sih gitu ya aku juga tidak tau." Jawab Cito dengan ragu ragu.


"Sekejam apa sih mereka?." Tanya Hana lagi dengan penasaran


"Gak tau pasti sih ,tapi kata temanku yang pernah kesana orang orang yang sudah gak berguna di siksa dengan kejam,diberi makan kepada zombie." Jawab Cito dengan ragu ragu.


"Kejam juga yah." Kata Hana dengan heran.


"Lalu orang yang menembakmu


tadi?."Tanya Tomi dengan penasaran.


" Aku juga tak tau mungkin tentara the holden. "jawab Cito dengan ragu.


Kemudian mereka berniat untuk pergi ke pengungsian yang diberitahu oleh Cito dan mempersiapkan persediaanya.


"Yaudah kalian berdua naik mobil aja ya, sedangkan aku naik motor sendirian."perintah Tomi.


" Sayang aku ikut kamu aja ya. "kata Hana yang tidak ingin jauh dari Tomi.


" Yaudah ayo kita pergi."kata Tomi dengan bahagia karena telah menemukan titik terang.


Mereka menaiki kendaraan mereka masing masing,Cito sendirian naik mobilnya sementara Tomi dan Hana naik motor milik Tomi berboncengan. Mungkin perjalananya akan begitu lama karena jarak yang di tempu cukup jauh.kemudian mereka pun memulai perjalananya.


"Jauh gak sayang perjalananya?." Tanya Hana dengan penasaran.


"Cukup jauh sayang." Jawab Tomi


"Sayang apa kita bisa nemuin sekar lagi? . " Kata Hana yang cukup ragu


"Aku yakin pasti bisa kok sayang." Jawab Tomi dengan tersenyum.


Lalu Hana memeluk Tomi lagi dan mengatakan sesuatu kepada Tomi.


"Aku tidak mau kehilangan kamu Tomi." Kata Hana dengan penuh ketulusan.


Lalu tangan kiri Tomi memegang tangan kiri Hana dan mencium tangannya itu.


"Apalagi aku Hana, aku janji akan selalu menjagamu. " Kata Tomi dengan tersenyum.


Perjalanan mereka begitu lancar tanpa halangan sedikitpun tidak ada satu zombie pun yang berkeliaran disana, namun setelah di pertigaan mereka terkejut zombie datang dengan jumlah begitu banyak membuat mereka langsung tancap gass secepat cepatnya , karena zombie zombie itu tidak bisa berlari membuat mereka sekarang cukup jauh dengan para zombie ,kemudian Cito berhenti secara tiba tiba membuat Tomi dan Hana pun terkejut hampir menabrak bagian belakang mobil Cito tapi untungnya Tomi cepat cepat untuk mengerem motornya itu.


Lalu Cito mengajak Tomi dan Hana masuk kedalam mobil dan meninggalkan motornya di tempat mereka saat ini, Tomi yang tidak egois pun menyetujui ajakan Cito, kemudian Tomi dan Hana pun masuk kedalam mobil serta meninggalkan motor yang ditemukanya di desa pada waktu itu, ketika hendak berangkat tiba tiba ada pria yang berteriak dan berlari ke arah mereka berada saat ini.


"Tunggu dulu Cito itu mungkin orang yang mau minta tolong." Kata Tomi.


Kemudian pria itu sampai di tempat mereka berada .


"Untung saja kalian berhenti." Kata pria itu dengan nafas yang ngos ngosan.


"Mau apa kau kesini?."Tanya Tomi dengan waspada.


"Aku mau ikut dengan kalian boleh kan?." Jawab pria itu dengan tersenyum.


"Ayo masuk!, lebih banyak lebih baik".perintah Cito.


Lalu pria itu masuk kedalam mobil cito dan duduk disamping Hana yang ada dibelakang, dia sangat bahagia karena ada orang baik yang mau menolongnya,lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju ke pengungsian di perbatasan kota.


" Siapa namamu kawan?".tanya Tomi dengan menoleh ke arah Andi.


"Namaku Andi Laksana panggil aja aku Andi." Jawab Andi dengan tersenyum.


"Kenalin aku Tomi, disamping kamu itu Hana dan ini Cito."Tomi memperkenalkan diri.


" Terima kasih ya telah percaya padaku dan mau menolongku. Kata Andi dengan tersenyum.


"Santai aja kali Andi." Kata Hana dengan tersenyum.


"Itu sudah tugas kita semua untuk menolong sesama di wabah menyeramkan ini." Kata Tomi dengan tersenyum.


Setelah cukup jauh mereka melakukan perjalanan tiba tiba ada sebuah pengungsian bekas pabrik dan ada dua orang yang menghadangnya tepat didepan pabrik pengungsian itu dan dua orang itu menyuruh mereka keluar dari mobil, dan mereka pun turun dan angkat tangan karena di todong pistol oleh dua orang itu.


"Apa yang kalian inginkan dari kami?." Tanya Tomi kepada dua orang itu.


"Kami berdua hanya ingin mengajak kalian bergabung dengan camp ini"jawab salah satu orang itu.


"Ini camp yang di maksud Sekar kan?."tanya Hana dengan berbisik.


"Gak tau coba kita cari mungkin didalam ada Sekar." Jawab Tomi dengan berbisik.


"Kenapa kalian ingin mengajak kami begabung ke camp kalian?." Tanya Cito dengan santai.


"Kami ingin membangun sebuah peradaban disini." Jawab salah satu orang itu.


Kemudian setelah itu datanglah seorang pria dari dalam camp itu bernama Alvin yang menghampiri mereka dan memanggil nama Hana, betapa terkejutnya Hana ternyata pacarnya itu masih hidup dan dia mengira jika pacarnya telah menjadi korban kegananasan wabah zombie, ternyata pikiranya selama ini salah besar.


"Syukurlah sayang ternyata kamu masih hidup. " Kata Alvin dengan bahagia.


"Iya Alvin aku masih hidup." Kata Hana dengan cukup ragu.


Hal yang di takuti Tomi sekarang benar benar terjadi, Tomi yang mengetahui jikalau itu adalah pacar Hana dulu merasa terdiam dan sedikit kecewa dengan apa yang telah terjadi, lalu dua orang itu mengajak mereka untuk masuk menemui sang pemimpin camp itu mereka bertiga mengikuti dua orang itu sementara Hana masih berada disini bersama Alvin untuk membicarakan sesuatu , setelah mereka masuk kedalam camp Hana menjelaskan semuanya kepada Alvin.


"Sayang aku mau ngomong sesuatu." Kata Hana yang ingin menjelaskan semuanya kepada Alvin.


"Mau ngomong apa sayang?." Tanya Alvin dengan tersenyum kepada pacarnya itu.


"Sebenarnya pria tadi yang bersamaku adalah pacarku." Jawab Hana yang sedih.


"Hah!kenapa kau lakukan hal ini sayang?." Tanya Alvin dengan sedikit emosi.


"Dia menyatakan perasaanya padaku sayang, dan aku kira kamu sudah tiada." Jawab Hana dengan sedih dan meneteskan air mata.


"Lalu kau mengingkari janjimu,yang dulu kau bilang akan selalu bersamaku selamanya." Kata Alvin dengan marah.


"Sayang bukan begitu maksud aku." Kata Hana yang menangis.


"Yaudah kau sekarang pilih aku atau dia." Kata Alvin dengan marah.


"Jujur aku belum bisa melupakan kenangan kita dulu sayang." Kata Hana kemudian pergi masuk kedalam camp.


Alvin yang mendengar itupun marah dengan apa yang dikatakan Hana kemudian menendang mobil yang ada di depan nya dengan rasa marah yang tak tertahankan.sementara Hana yang telah berada di camp itu menuju ke rumah kecil terbuat dari kayu yang agak jauh dari pusat camp itu kemudian duduk di teras rumah itu dengan menangis menyesali perbuatan jahat yang telah dia lakukan kepada Alvin dan juga Tomi.Sementara Tomi yang sedang mencari Sekar dan bu Tina pun tak kunjung menemukannya,dia menyadari mungkin ini bukan camp yang di maksud oleh Sekar, tapi dia malah menemukan Hana yang sedang menyendiri di teras rumah yang cukup jauh dari pusat camp pun mencoba menghampirinya dan berlari ke arah rumah itu.kemudian setelah sampai di rumah itu dia duduk disamping Hana yang sedang menangis dan terus mengeluarkan air mata, Hana yang mengetahui jika ada Tomi duduk disampingnya pun langsung memeluk Tomi.


"Sayang maafin aku,aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. " Kata Hana yang masih menangis.


"Gak apa apa sayang aku juga mengerti kok perasaanmu saat ini." Kata Tomi dengan tersenyum.


Kemudian Hana melepaskan


pelukanya."Sayang kamu gak marah."kata Hana dengan menatap Tomi


"Gak kok sayang. " Kemudian Tomi mengelus rambut Hana "Jangan nangis terus ya,cantik kamu hilang nanti kalau nangis terus." Kata Tomi dengan tersenyum berusaha menyembunyikan kesedihanya.


"Sayang Terima kasih ya." Kata Hana dengan tersenyum.


"Kembalilah dengan Alvin Hana!." Perintah Tomi.


"Aku belum bisa meninggalkanmu sayang." Kata Hana dengan sedih.


"Lebih baik aku yang terluka dari pada Alvin, lagi pula aku orang baru dalam hidupmu kan." Kata Tomi dengan memegang pipi Hana.


"Tapi sayang." Kata Hana dengan wajah yang sedih


"Gak usah sedih lagi ya bahagialah kembali dengan Alvin." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Tapi kamu akan tetap tinggal disini kan?." Tanya Hana pada Tomi.


"Maaf Hana aku akan pergi dari sini,karena Aku harus mencari Sekar dan bu Tina." Kata Tomi dengan tersenyum.


Kemudian Tomi mengelus rambut Hana lagi dan berkata pada wanita cantik itu.


"Mulai Sekarang jangan panggil aku sayang lagi ya." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Iya Tomi i love you."kata Hana dengan tersenyum.


" I love you to Hana, yaudah aku pergi dulu ya jaga dirimu baik baik disini."kata Tomi yang kemudian berdiri dan meninggalkan Hana sendirian dirumah itu.


Sementara Cito dan Andi masih berdiskusi dengan ketua kelompok yang bernama charlie itu tentang bergabungnya mereka dengan camp ini namun Cito menjawab jika mereka menunggu temanya yang sedang mencari keluarganya kemungkinan tinggal disini.


"Jika temanmu menemukan keluarganya disini, kalian mau tinggal disini?. " Tanya Charlie kepada mereka.


"Dengan senang hati kami akan tinggal disini." Jawab Cito dengan santai.


Tomi datang ke mereka yang sedang berdiskusi dan mengajak Cito dan Andi pergi dari sini karena dia tidak menemukan Sekar dan bu Tina disini, namun Charlie tetap memberikan tawaran kepada mereka untuk tinggal di camp pengungsianya tapi karena tujuan mereka tak tercapai maka mau tidak mau mereka harus pergi dari sini dan ingin melanjutkan ke camp yang ada di perbatasan kota. Namun Tomi memberitahunya jika ada satu orang yang tetap tinggal disini yaitu Hana.Namun Cito yang tidak mengerti maksud Tomi untuk meninggalkan Hana disini pun menjanggal keputusan Tomi itu.


"Kamu gila ya bro itu kan pacarmu,kok bisa kamu tinggal disini sendirian." Kata Cito dengan bingung dengan keputusan Tomi.


"Nanti aku ceritain alasanya. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Aku titip Hana ya pak, kami pergi dulu pak." Kata Tomi pamit kepada Charlie.


"Iya,hati hati kalian." Balas Charlie dengan tersenyum kepada mereka yang akan pergi.


Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan camp pengungsian ini.setelah sampai di gerbang camp tiba tiba Hana mengikuti mereka dari dalam camp.


"Tomi tunggu jangan pergi dulu. " Ucap Hana yang mencegah Tomi untuk pergi.


"Hana ngapain kamu ikut kesini nanti kalau pacar kamu tau gimana?. " Tanya Tomi yang khawatir.


Tiba tiba wanita cantik itu mengeluarkan kalung dan selembar kertas dari sakunya.


"Aku hanya ingin memberikan surat dan kalung ini kepadamu, sebagai kenangan dariku yang mungkin tidak bisa bersamamu." Jelas Hana dengan sedih.


Kemudian Tomi memeluk Hana dengan rasa sedih.


"Jaga dirimu baik baik ya Hana." Kata Tomi dengan sedih.


"Kamu juga ya,semoga kita bisa bertemu lagi." Kata Hana dengan meneteskan air mata.


Lalu Tomi melepaskan pelukanya dan memasukan kalung dan suratnya kedalam saku kemudian meninggalkan Hana dengan melambaikan tanganya kemudian Hana membalasnya dengan melambaikan tangan kepada Tomi.


Kemudian Tomi pun masuk ke mobil menyusul Andi dan Cito yang sudah masuk terlebih dahulu. lalu Tomi duduk didepan disamping Cito yang sedang mengendarai.


"Sakit ya bro?." Tanya Cito.


"Udah tau kan alasanya, berarti aku gak usah cerita dong." Jawab Tomi dengan tersenyum.


"Kasihan ya kamu,aku jadi pengen nangis. " Kata Andi dengan tersenyum.


"Gak usah lebay kali bro." Kata Cito dengan tersenyum.


Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju perbatasan kota yang mungkin Tomi bisa menemukan Sekar dan bu Tina disana, namun di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seseorang wanita rambut panjang yang diikat ke belakang dan membawa tas yang berjalan sama seperti arah mereka,kemudian Cito memberhentikan mobilnya tepat di sampingnya.


"Mbak mau kemana?. " Tanya Cito .


Kemudian wanita itu menoleh ke arah Cito dengan wajah cantiknya itu yang natural, "Nggak tau mas belum punya tujuan." Jawab wanita itu dengan tersenyum manis.


"Ikut kami aja mbak,dari pada mbak jalan sendiriankan, takutnya nanti mbak pindah alam lagi." Tawaran Cito pada wanita itu.


"Boleh deh, kalau begitu Terima kasih ya mas." Wanita itu menerima tawaran Cito. "Mas nya baik banget deh" Kata wanita itu dengan tersenyum manis.


"Iya silahkan masuk, tapi jangan senyum senyum gitu takutnya diabetes aku nanti. " Kata Cito dengan tersenyum.


"Apaan sih mas bisa aja deh." Kata wanita itu yang kemudian masuk kedalam mobil dan duduk disamping Andi.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke perbatasan.


"Nama mbak siapa ya?. " Tanya Andi yang ada disampingnya.


"Nama aku Winda sulastri mas panggil aja Winda."jawab wanita itu, "kalau masnya bertiga namanya siapa? . " Tanya wanita itu dengan penasaran.


"Namaku Andi, lalu ini Cito dan ini Tomi." Ucap Andi memperkenalkan dirinya dan temanya ke wanita itu.


"Masnya bertiga sudah temenan sejak lama ya?." Tanya Winda dengan penasaran.


"Nggak kok baru kenal tadi, malahan mereka yang nyelamatin aku." Kata Andi dengan tersenyum.


"Oh gitu yah, maaf ya banyak nanya. " Kata Winda dengan tersenyum.


"Santai aja kali Winda. " Kata Andi dengan tersenyum kepada wanita cantik disampingnya itu.


"Anggap aja kita sekarang keluarga yang saling melengkapi satu sama lain. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Kata katamu bagus juga bro, mantap dah." Kata Cito dengan tersenyum.


"Kan aku ahli quotes. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Makasih ya mas kalian bertiga telah menganggapku sebagai keluarga. " Ucap Winda dengan sedih terharu.


"Kenapa sedih Winda?. " Tanya Andi dengan khawatir.


Lalu Winda menceritakan tentang masa lalunya yang ditinggal orang tuanya untuk selama lamanya saat dia masih kecil karena kecelakaan dan tinggal seorang diri dengan neneknya di rumah peninggalan orang tuanya, dan rumahnya jauh dari rumah penduduk tidak bertetangga hanya neneknya yang dia miliki, tapi sayang ketika dia masih sma neneknya meninggal dunia dan dia tinggal sendirian kemudian harus putus sekolah karena tidak ada yang membiayainya lalu setelah itu ada seorang pria yang menawarkan pekerjaan kepadanya dan tempat tinggal yang baru serta diberi makan secara gratis dengan syarat dia menandatangani surat yang diberikan pria itu dengan polosnya Winda menandatangani Surat perjanjian itu ternyata dia sadar pekerjaanya hanya sebagai wanita penghibur atau sebagai pelacur di tempat club malam milik pria itu tapi dia tidak berdaya karena telah terlalu polos menandatangani surat itu, sampai sempat berfikir untuk bunuh diri namun dia yakin jika bunuh diri tidak lah jalan yang tepat dan dia tetap menjalankan pekerjaanya dengan terpaksa.


"Itu semua terjadi karena aku terlalu bodoh. " Kata Winda dengan menangis menyesali apa yang telah terjadi.


Kemudian Andi mengusap air mata yang keluar dari mata Winda dengan tanganya.


"Kamu yang sabar, kamu wanita baik kok. " Kata Andi dengan menyemangati Winda yang sedang menangis.


"Gak Andi aku wanita yang nakal jauh dari kata baik." Kata Winda yang tidak bisa menahan tanggisnya.


"Winda senyum dong!" Perintah Tomi yang mencoba mencairkan suasana.


Kemudian Andi menjilat tanganya yang basah dengan air mata Winda.


"Kenapa asin banget sih " Kata Andi dengan tololnya.


"Kenapa kamu jilat air mataku? , kamu Tolol apa gimana sih?. " Ucap Winda dengan nada yang sedikit tinggi.


"Siapa tau air matanya manis kan orang nya aja cantik ya kan. " Kata Andi dengan kembali melawak.


Lalu Cito dan Tomi yang ada didepan tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Andi itu dengan polosnya.Winda yang mendengarnya pun juga ikut tertawa .


"Ternyata kamu lucu banget ya orangnya." Kata Winda dengan tertawa kearah Andi.


Karena canda tawa itu membuat Mereka tidak terasa jika sudah sampai di perbatasan. Namun di sana tidak ada pengungsian, melainkan ada belasan Zombie yang ada disana, lalu Cito pun langsung memutar balik mobilnya namun sialnya mereka tiba tiba mobil yang mereka tumpangi bahan bakarnya habis.


"Sial bahan bakarnya habis." Kata Cito dengan panik.


Namun untungnya Winda mengeluarkan tiga pistol di dalam tasnya . Dengan cepat mereka bertiga turun dari mobil,hanya tersisa Andi yang masih ada didalam dan mereka bertiga menembaki seluruh zombie tanpa ampun dengan begitu ahli hingga zombie yang ada di perbatasan kota pun habis tak tersisa,


Kemudian Andi keluar dari mobil.


"Kamu jago banget Winda nembaknya." Kata Andi memuji keahlian Winda.


"Biasa aja kali Andi. " Kata Winda dengan tersenyum.


"Kamu gak bisa nembak ya Andi? . " tanya Tomi dengan menunjuk Andi.


"Emang gak bisa. " Kata Andi dengan angkat tangan.


"Tenang entar aku ajarin. " Kata Winda dengan tersenyum.


"Tunggu itu keknya ada papan seperti peta deh. " Kata Cito dengan menunjuk papan itu.


"Ayo kesana kita lihat. " Ajak Tomi yang kemudian berlari ke arah papan itu.


Setelah mereka tepat berada di depan papan ternyata itu adalah peta menuju pengungsian yang tak jauh dari keberadaan mereka saat ini Cito yang kelelahan mengajak mereka untuk istirahat terlebih dahulu didalam tenda yang ada di sekitar sana,setelah itu Cito masuk dan mengecek ke dalam tenda itu betapa terkejutnya dia setelah melihat zombie yang setengah badanya telah tertimpa batu besar sehingga Cito yang kasihan pun menembak zombie itu.


"Ada apa Cito?. " tanya Tomi dengan penasaran.


"Ada zombie di dalam sana, ya aku tembak dong. " jawab Cito.


"Ohh." ucap Tomi dengan mengangguk.


kemudian mereka memilih duduk di atas bebatuan putih karena hari telah sore membuat mereka tidak terlalu kepanasan.Lalu Tomi mengambil makanan dari dalam bagasi mobil Cito yang sudah disimpan oleh Hana pada waktu itu dan diberikan kepada teman temanya.


"Ini ada sedikit makanan dan minuman yang aku simpan di mobil tadi." Kata Tomi dengan membawa makanan itu.


"Wah enak nih makan pas lagi laper. " Kata Cito dengan bahagia.


Mereka berempat makan dengan makanan seadanya dengan sangat bahagia.


"Sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kalian. "Kata Winda dengan malu.


"Ngomong aja Winda,mungkin kita bisa bantu." Kata Andi dengan perhatian.


"Aku hamil. "Kata Winda dengan wajah datar.


" Pasti hamil anak aku kan. "Kata Andi dengan tersenyum.


"Enak aja anak aku tau. "Kata Cito dengan tersenyum.


"Kalian kok gitu sih, mentang mentang mentang pekerjaan aku dulu gitu."Kata Winda dengan muka cemberut.


" Yah Winda ngambek gak asik ah."Kata Andi dengan muka datar.


"Kan aku cuma bercanda. " Kata Winda yang wajahnya seketika berubah menjadi bahagia.


"Tenang aja Winda aku udah paham kok kalau kamu itu bercanda. " Kata Cito dengan tersenyum.


"Tapi kami janji akan membantu kamu sebisanya. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Makasih ya teman teman. " Kata Winda dengan terharu.


Kemudian Winda menoleh ke arah Andi dan mencubit pipi Andi dengan tersenyum.


"Ah sakit tau Winda. " Kata Andi dengan kesakitan.


"Kan aku cantik, ya cubitan aku manis dong kenapa kamu malah kesakitan?. " Kata Winda dengan bahagia.


"Yah gak gitu konsepnya cantik. " Kata Andi dengan tersenyum.


"Iya maaf Andi." ucap Winda dengan tersenyum.


Setelah makan dan beristirahat mereka melanjutkan perjalanan ke pengungsian yang di tunjukan di papan itu dengan begitu bahagia,setelah itu mereka menemukan pengungsian itu yang tenyata adalah hotel diatas bukit yang tidak terlalu besar dan tak semewah hotel yang ada di kota kota ,kemudian mereka harus ke atas untuk menuju ke hotel itu,tetapi ada dua jalan disana yang satu jalan kecil namun tidak terlalu kecil tapi masih bisa di lalui oleh mobil yang langsung menuju ke gerbang sementara jalan yang kedua adalah jalan menuju ke parkiran yang banyak sekali mobil disana.


Tapi mereka memilih jalan yang langsung menuju ke gerbang.Tak lama setelah itu mereka pun sampai didepan gerbang pengungsian itu dan mereka dihadang oleh seseorang yang sedang berjaga.


"Siapa kalian berempat?. " Tanya penjaga gerbang itu dengan waspada.


"Kami adalah orang yang ingin mencari perlindungan. " Jawab Tomi dengan tersenyum.


Tiba tiba dari dalam gerbang keluarlah dua wanita dan salah satu wanita itu adalah sekar orang yang dicari Tomi selama ini dia sangat berbahagia bisa bertemu dengan Sekar lagi.


"Tomi kesini. " Sekar memanggil Tomi dengan bahagia.


Kemudian Tomi berlari kearah Sekar yang ada didepan gerbang dan Sekar langsung memeluk Tomi dengan penuh kasih sayang.


"Tomi aku senang bisa bertemu dengan kamu lagi. " Ucap Sekar yang ada dipelukan Tomi dengan muka sedih.


"Aku juga Sekar, aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan sahabat terbaikku ini."kata Tomi dengan terharu.


Kemudian Sekar melepaskan pelukanya.


" Oh iya Tomi kenalin ini kak Wati pemilik hotel ini. "Kata Sekar dengan tersenyum.


" Iya Tomi salam kenal ya. "Kata Wati kemudian bejabat tangan dengan Tomi.


"Oh iya ini teman teman aku, Winda, Andi dan Cito. "Kata Tomi memperkenalkan teman teman barunya itu.


"Oh iya salam kenal ya semuanya." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Yaudah ayo masuk semuanya." Ajak Wati kepada mereka.


Wati pun mengajak ketiga teman Tomi masuk kedalam, sementara Tomi dan Sekar akan tetap di luar gerbang untuk membicarakan sesuatu. Setelah semua masuk kini tersisa Tomi dan Sekar yang ada diluar.


"Oh iya Tomi Hana dimana ya?,jangan bilang kalau. " Tanya Sekar dengan penasaran.


"Tenang aja dia baik baik aja kok di camp pabrik itu. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu, kenapa gak ikut kamu?."Tanya Sekar lagi


" Panjang ceritanya nanti aku ceritain. "Jawab Tomi dengan tersenyum.


Kemudian Tomi mengambil makanan dan mengajak Sekar duduk didepan gerbang itu, kemudian Sekar memegang tangan Tomi dan tersenyum kearahnya yang sedang duduk disampingnya,membuat Tomi semakin bahagia bisa berjumpa kembali dengan sahabat wanitanya itu ,kemudian Tomi mengambil makanan yang ada disampingnya itu dan disuapkan kepada Sekar lalu Sekar menerimanya dengan tersenyum.


"Jadi keinget masa masa sma gak sih, kau ajak aku ke tempat itu dan menenangkan diri berdua disana, aku sangat suka sekali masa masa itu." Kata Sekar dengan menyandarkan kepalanya ke pundak Tomi.


"Kita sudah lama sekali gak duduk berdua seperti ini , karena pekerjaan kita masing masing,tapi aku seneng banget kok temanku bisa sukses menjadi seorang perawat seperti yang di impikan saat sma dulu." Kata Tomi yang tersenyum kepada Sekar.


"Walaupun kamu pengangguran banyak acara,tapi kamu selalu ada buat aku Tomi. " Kata Sekar dengan tersenyum dan terus memegang tangan Tomi.


"Kamu adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki Sekar. " Kata Tomi dengan tersenyum ke arah sekar.


"Aku ingin deh dunia ini kembali membaik." Kata Sekar dengan penuh harapan.


"Mungkin ada waktunya dunia ini akan kembali membaik." Ucap Tomi dengan tersenyum.


"Apa mungkin kita bisa merasakan itu Tomi?." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Kita mungkin akan merasakan ya bersama sama Sekar." Kata Tomi dengan tersenyum.


Lalu Tomi kembali menyuapi Sekar dengan makananya itu. Lalu Sekar menegakkan kepalanya yang semula bersandar di pundak Tomi.


"Sekarang giliran aku dong yang nyuapin kamu." Ucap Sekar yang kemudian menyuapi makanan ke mulut Tomi sehingga membuatnya begitu bahagia.


"Kamu sahabat terbaikku Tomi, aku sangat menyayangimu. " Kata Sekar dengan tersenyum bahagia.


"Aku juga Sekar, jangan pergi lagi ya. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Pokoknya kita janji, jika kita tidak akan pernah menjalin hubungan asmara sampai kapanpun. " Kata Sekar dengan serius.


"Iya Sekar aku juga janji. " Kata Tomi dengan tersenyum.


"Masuk yuk udah sore nih. " Ajak Sekar kepada Tomi.


"Ayo aku juga capek nih." Kata Tomi dengan wajah yang sudah capek.


Kemudian Tomi dan Sekar berdiri lalu masuk kedalam hotel dengan bergandengan tangan yang begitu erat.


....................BERSAMBUNG.......................


Apakah Hana bisa kembali lagi bersama Tomi?