
Ali dan Laura pun bingung, mereka merasa berputus asa dengan apa yang mereka hadapi saat ini.Jalan menuju ke hotel telah terpenuhi oleh zombie membuat mereka hanya bisa memberhentikan mobilnya, agak jauh dari zombie itu berada.
"Kita balik ke rumahmu aja Ali." ajak Laura.
"Gak bule kita sudah sampai sini gak mungkin kembali kesana." ucap Ali.
Kemudian Ali pun keluar dari mobilnya meninggalkan Laura sendirian.
"Ali mau kemana?. " tanya Laura dengan khawatir.
"Aku mau ngaliin perhatian para zombie le, kamu di sini aja." ucap Ali.
"Tapi itu bahaya Ali, aku gak mau kamu kenapa napa." ucapku dengan tersenyum.
"Gak apa apa bule, aku janji aku akan berhasil." ucap Ali dengan tersenyum.
"Janji ya Ali. " ucap Laura dengan tersenyum.
"Iya Laura." ucap Ali dengan tersenyum.
Kemudian Ali pergi dan mencoba untuk mengendap endap ke arah para zombie berkumpul. Tapi seketika dia melihat ada sebuah restoran, lalu Ali pun masuk ke dalam restoran, terlihat keadaan restoran telah sepi dan meja meja disana pun telah berantakan, sehingga Ali pun keluar karena listrik di sana sudah tidak berfungsi.
"Sial listriknya sudah mati." ucap Ali dengan kesal.
Kemudian Ali pun baru menyadari jika ada truk besar di depan restoran itu lalu Ali pun masuk ke dalam truk, terdapat satu zombie di dalamnya itu, sehingga Ali pun mengalihkannya untuk keluar dan Ali langsung membunuhnya dengan menancapkan besi panjang yang ada di sampingnya,hingga zombie itu pun tewas dengan begitu cepat.
Lalu setelah itu Ali masuk kedalam truk itu, kemudian Ali membunyikan klakson truk itu dan juga memutar lagu yang ada di truk itu dengan volume yang begitu kencang. Sehingga zombie yang sebelumnya berada agak jauh darinya, kini pun mulai mendekat ke arahnya. Setelah melakukan itu semua Ali dengan cepat langsung keluar dari dalam truk, dan berlari sekencang kencangnya menuju arah mobilnya.
Sementara Laura yang ada di dalam mobil pun, sangat khawatir dengan Ali. Namun setelah mendengar bunyi klakson truk,Laura pun sedikit tenang karena dia berfikir mungkin itu Ali yang sedang menyalakan klaksonya. Tak lama setelah itu dugaannya pun benar, Ali pun datang dan berlari ke arah mobil yang dia tumpangi.
"Bule aku berhasil. " ucap Ali sembari berlari.
Kemudian Ali langsung masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping Laura, lalu Ali langsung mengendarai mobilnya menuju jalan pusat yang hendak mereka lalui sebelumnya. Ternyata zombie zombie yang berada di jalan pun satu persatu pergi ke arah truk yang sedang membunyikan lagu.
"Kita tunggu dulu le." ucap Ali.
"Iya Ali." ucap Laura.
Setelah zombie di sana telah hilang, Ali pun langsung tancap gass dengan kecepatan yang begitu tinggi meninggalkan para zombie yang ada di kota itu. Hingga ketika jarak mereka sudah sangat jauh dengan mereka, Ali pun mengendarai mobil itu dengan begitu santai.
"Ali ternyata kita berhasil melewati zombie sebanyak itu ya." ucap Laura dengan tersenyum ke arah Ali.
"Iya Le." ucap Ali dengan tersenyum.
"Aku khawatir banget loh tadi." ucap Laura dengan tersenyum.
"Gitu aja khawatir." ucap Ali dengan tersenyum.
Kemudian tak lama setelah itu mereka pun sampai di perhutanan yang lumayan panjang, lalu Laura menyadari jika setelah hutan ini adalah tempat di mana tempat dia tinggal dulu bersama ayah yang paling dia sayangi.Seketika Laura pun menangis ketika mengingat kebakaran camp di malam itu.
"Kamu kenapa nangis?. " tanya Ali yang kaget melihat Laura yang tiba tiba menangis.
"Sebentar lagi kita akan sampai camp tempat tinggal kita dulu Ali." jawab Laura dengan menangis.
"Kok kamu gak pernah cerita kalau kamu dulu tinggal di camp. " ucap Ali.
"Setelah kebakaran itu, seluruh penduduk camp pun tewas tak terkecuali ayahku yang menjadi salah satu korban kebakaran itu." ucap Laura dengan menangis.
Ali hanya menyimak cerita dari Laura.
"Hanya aku, pacarku dan ketiga temanku penduduk yang berhasil selamat dari kebakaran itu, dan teman temanku yang di hotel lah yang membantuku menguburkan mayat ayahku." ucap Laura yang terus menangis.
Kemudian Laura bersandar di pundak Ali.
"Tapi kebakaran itu, ada yang bakar atau memang sebuah kecelakaan?. " tanya Ali dengan penasaran.
"Kelompok the holden yang membakar camp kami Ali." jawab Laura.
"Memang mereka kejam banget sih, kamu yang sabar ya." ucap Ali.
"Iya Ali, pokoknya aku gak akan maafin mereka." ucap Laura.
Tak lama setelah itu mereka pun keluar dari hutan, dan terlihat ada sebuah pabrik yang telah terbakar.
"Itu camp nya Ali." ucap Laura denganĀ menunjuk camp yang telah terbakar.
"Oh itu." ucap Ali dengan mengangguk.
"Kita ke sana ya." ajak Laura.
"Ayo." ucap Ali setuju.
Kemudian Ali memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerbang camp, lalu setelah itu mereka berdua keluar dari mobil itu.
Kemudian mereka berjalan menuju ke rumah kecil yang pernah di tinggali Laura saat kebakaran terjadi. Mereka perlahan berjalan melewati jalan yang agak naik itu, hingga akhirnya mereka sampai di rumah kayu kecil.
"Ini rumah yang aku tinggali setelah kejadian kebakaran itu terjadi Ali. " ucap Laura dengan menunjuk rumah kayu yang ada di dekat mereka.
Setelah itu Laura berjalan menuju tumpukan tanah yang tak jauh dari tempat mereka berada, Ali hanya mengikutinya dari belakang.Setelah sampai di sana Laura duduk dan langsung memeluk tumpukan tanah itu dengan menangis.
"Ayah, ayah sudah bahagia kan di sana, sudah bertemu ibu kan di sana, sekarang Laura sudah tau yang bakar camp kita, Laura gak akan maafin mereka yah." ucap Laura dengan menangis.
Ali yang menyadari jika itu adalah makan ayah Laura pun,ikut bersedih dan meneteskan air matanya.
"Le." panggil Ali.
Kemudian Laura berhenti memeluk makam ayahnya itu, dan menoleh ke arah Ali yang memanggilnya.
"Ali." ucap Laura dengan menangis.
Kemudian Laura berdiri dan menghampiri Ali yang sedang berdiri, dan seketika Laura memeluk Ali.
"Li makasih ya telah nyelamatin aku." ucap Laura yang memeluk Ali.
"Iya Laura." ucap Ali.
Kemudian Laura melepaskan pelukannya dan mengajak Ali duduk di teras rumah kayu itu.
"Li aku pengen banget bisa hidup bahagia dengan orang orang." ucap Laura dengan berharap.
"Aku juga Laura." ucap Ali dengan tersenyum.
Kemudian Laura bersandar di pundak Ali.Mereka bernyanyi bersama mengenang masa lalu dengan lagu yang sama sama mereka hafal. Raut wajah bahagia pun kembali tergambar di wajah mereka.Hingga mereka lupa dengan tujuan awal mereka yaitu hotel.
"Kita kan mau ke hotel ya Ali. " ucap Laura.
"Iya juga ya." ucap Ali.
"Ngapain kita di sini lama lama." ucap Laura dengan tersenyum.
"Yaudah kita pergi aja yuk!. " ajak Ali.
"Ayuk." ucap Laura setuju.
Sebelum pergi mereka berdua menghampiri makam ayah Laura.
"Ayah, Laura pergi dulu ya, mungkin gak akan pernah kembali ke sini lagi, tapi Laura akan selalu doain ayah." ucap Laura dengan tersenyum.
Setelah mengucapkan itu, mereka langsung kembali ke mobilnya, mereka langsung masuk ke dalamnya dan melanjutkan perjalanan menuju ke hotel yang agak lumayan dekat dari arahnya saat ini.
"Bule." panggil Ali.
"Iya." ucap Laura dengan tersenyum.
"Aku gak bisa bayangin deh kamu saat kerja di toko kue dulu. " ucap Ali dengan tersenyum.
"Gak usah di bayangin kali. " ucap Laura dengan tersenyum.
"Tapi emang loh cantik parah sih. " ucap Ali dengan tersenyum.
"Ye muji muji mulu." ucap Laura dengan tersenyum.
"Tapi beneran baru pertama kali tadi loh di peluk cewek cantik. " ucap Ali dengan tersenyum.
"Gimana perasaanya?. " tanya Laura.
"Ya gak tau. " jawab Ali dengan tersenyum.
"Kok bisa. " ucap Laura dengan tersenyum.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di perbatasan.
"Di mana sih hotelnya?. " tanya Ali.
"Kita harus naik ke atas sana Ali." jawab Laura.
"Pakai mobil?. " tanya Ali lagi.
"Iya kan ada dua jalan tuh, kamu pilih jalan yang itu nanti sampai di parkiran hotel." ucap Laura.
"Oh." ucap Ali.
Kemudian Ali langsung mengarahkan mobilnya ke arah jalan itu untuk menuju ke hotel,karena ingin bertemu dengan Hana dan yang lain.
.....................BERSAMBUNG..................