Zombee

Zombee
INGATAN LAURA



Flashback on


Beberapa tahun lalu ketika Laura masih duduk di bangku smp, Laura pun bersedih di kamar nya atas kepergiaan ibu nya yang sangat dia cintai,tak ada nafsu makan sama sekali dan membuat nya malas untuk bersekolah.


"Tok tok tok." suara ketuk kan dari luar kamar Laura.


"Laura sayang." ucap lelaki yang mengetuk pintu yang tak lain adalah Charlie ayah Laura.


"Masuk aja ayah." balas Laura dari dalam yang sedang bersedih.


Kemudian Charlie masuk kemudian duduk di samping Laura dan mencoba menenang kan anak satu satu nya itu yang sedih karena di tinggal oleh istri nya atau ibu dari anak nya, yang sakit mendadak beberapa hari yang lalu dan hingga secara mengejut kan ibu Laura harus pergi untuk selama lama nya.


"Sayang udah jangan sedih terus ya." ucap Charlie yang coba menenang kan anak nya yang masih bersedih itu.


Kemudian Laura menyandar kan kepala nya ke pundak ayah nya dengan terus menerus menetes kan air mata nya.


"Yah ibu sudah tenang kan di sana?." Tanya Laura dengan bersedih.


"Iya sayang ibu pasti sudah tenang di sana,Laura gak usah sedih ya." ucap Charlie dengan mengelus rambut Laura.


"Tapi yah kenapa ibu pergi secepat ini ya?." tanya Laura yang masih bersedih.


"Karena Tuhan lebih sayang sama ibu, karena ibu orang baik sayang." ucap Charlie dengan mengusapi air mata yang keluar dari mata anak nya itu.


"Ibu aku sayang ibu." ucap Laura dengan sedih yang masih mengiringi.


"Laura sayang, makan ya?." Tanya Charlie mencoba membujuk putri nya itu.


"Gak mau yah, Laura gak lapar." ucap Laura.


"Tapi nanti ibu sedih kalau lihat kamu seperti ini terus." ucap Charlie dengan mencoba membujuk putri nya itu.


Kemudian tak lama setelah itu Laura menegak kan kepala nya yang bersandar di pundak Charlie.


"Iya yah aku mau makan." ucap Laura dengan tersenyum dan mencoba menghilang kan rasa sedih nya.


"Gitu dong anak ayah, kalau senyum kan cantik dan ibu juga pasti tersenyum melihat kamu seperti ini." ucap Charlie dengan tersenyum dan mengelus pipi putri nya itu.


Kemudian Charlie mengambil kan makanan untuk Laura di dapur dengan makanan yang di masak nya sendiri, lalu mengambil makanan yang di butuh kan. Setelah itu pun Charlie kembali ke kamar Laura dengan makanan yang sudah di siap kan.


"Ini sayang ayah masak makanan kesukaan mu." ucap Charlie dengan membawa makanan kesukaan Laura.


Laura yang melihat ayah nya pun tersenyum bahagia.Kemudian ayah nya duduk di samping Laura, dan menyuapi putri satu satu nya dengan penuh kasih sayang.


"Enak yah seperti masakan nya ibu." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya, ini ayah dulu belajar dari ibu mu." ucap Charlie dengan tersenyum.


"Ayah kok mau ya belajar masak?." Tanya Laura dengan tersenyum.


"Ayah belajar masak, karena sewaktu waktu ibumu gak bisa masak kan ayah bisa gantikan." ucap Charlie dengan tersenyum.


"Emang pernah ya ibu gak bisa masak?." Tanya Laura dengan penasaran.


"Pernah dulu waktu kamu lahir, kan ibu gak bisa masak." Jawab Charlie dengan tersenyum.


"Oh iya juga ya." ucap Laura dengan tersenyum.


"Besok sekolah ya sayang, udah beberapa hari ini kan Laura sudah tidak sekolah." ucap Charlie dengan tersenyum.


"Siap ayah." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian tak terasa makanan nya itu pun telah habis.


"Sayang udah habis, gak nambah lagi?." Tanya Charlie dengan tersenyum.


"Gak ayah udah cukup." Jawab Laura dengan tersenyum.


Kemudian Charlie pergi keluar meninggalkan Laura namun setelah Charlie pergi, Laura kemudian berbaring di kasur nya dan melihat foto foto keluarga nya seperti Laura belum ikhlas dengan kepergian ibu nya yang sangat dia cintai.


"Laura sayang ibu." Ucap Laura dengan memeluk foto itu.


Kemudian Laura tertidur dengan memeluk foto itu.


"Laura bangun Laura udah pagi." Ucap ayah nya yang sedang membangun kan Laura.


"Yah udah jam berapa sih." ucap Laura yang masih dengan keadaan setengah sadar.


"Sudah jam enam." ucap Charlie.


Kemudian Laura pun kaget dan langsung terbangun kemudian langsung pergi ke kamar mandi. Beberapa menit setelah itu Laura pun selesai mandi dan memakai seragam Smp nya, kemudian pergi ke dapur dan sarapan.


"Ayah, ini ayah yang masak?." Tanya Laura dengan tersenyum.


"Iya sayang." jawab Charlie dengan tersenyum.


"Mulai besok ajak Laura masak ya yah, Laura pengen banget bisa masak seperti ibu." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya besok ayah ajak, sekarang duduk dulu kita makan bersama sama." ucap Charlie dengan tersenyum.


"Iya ayah." ucap Laura kemudian duduk di tempat makan nya itu.


Kemudian Laura memakan makanan itu dengan begitu bahagia sehingga Charlie pun bahagia anak nya bisa se ceria dulu lagi. Kemudian setelah mereka berdua selesai makan, Charlie langsung mengantar kan Laura ke sekolah nya dengan motor kesayangan yang dia miliki itu.


"Ayo naik nak!." Suruh Charlie.


"Iya yah." Ucap Laura yang kemudian naik ke motor itu.


Kemudian Charlie mengantar kan anak nya ke sekolah dengan bahagia, karena anak nya sudah bisa bahagia kembali setelah melewati masa masa sedih nya. Tak lama setelah itu mereka berdua pun sampai.


"Ayah Laura pamit dulu ya." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya sayang, belajar yang pintar ya, jangan nakal. "Pesan ayah nya.


" Iya ayah." ucap Laura kemudian mencium tangan ayah nya itu.


Kemudian Laura masuk ke sekolah sementara ayah nya pergi untuk bekerja.Baru saja masuk tiba tiba ada teman nya yang memanggil nya.


"Bule." Bunyi suara yang terdengar dari belakang nya.


Kemudian Laura menoleh ternyata itu adalah Lia sahabat yang paling dekat dengan Laura.


"Eh Lia." Ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Lia menghampiri Laura.


"Turut berduka cita ya le." ucap Lia ke Laura.


" Iya Lia." ucap Laura dengan tersenyum.


Teman teman nya di sekolah sering memanggil nya bule, karena wajah Laura seperti orang luar negri dan rambut nya pun agak kekuningan dan beda dengan teman teman di sekolah nya, itu semua di dapat karena ayah nya adalah orang Amerika yang menikah dengan ibu nya yang asli Indonesia hingga ada wajah bule yang melekat di wajah Laura namun walau pun begitu dia tidak pernah sekali pun pergi ke luar negri.


"Aku sangat senang kamu bisa sekolah kembali bule." ucap Lia dengan tersenyum.


"Biasa aja kali, yaudah ayo ke kelas." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke kelas nya di tengah perjalanan banyak sekali yang memandang Laura namun Laura tetap jalan seperti biasa dengan Lia.


"Kok banyak yang lihatin kamu ya le?" Tanya Lia yang kaget.


"Gak tau Lia,mungkin kangen sama aku kali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya kali le." ucap Lia dengan tersenyum.


Kemudian setelah itu akhir nya mereka sampai di kelas nya betapa bahagia nya teman nya ketika melihat Laura yang kembali ke sekolah.


"Bule datang." ucap salah satu lelaki di kelas Laura.


"Hai semua nya kangen aku gak sih." Ucap Laura dengan tersenyum.


"Pokok nya di sini yang paling kangen itu aku." Ucap salah satu cowok yang ada di kelas itu.


"Bisa aja deh." ucap Laura dengan tersenyum.


Laura pun bahagia dengan kelakuan teman teman nya itu yang selalu mensuport nya di waktu duka maupun suka. Lalu Lia dan Laura duduk di bangku yang biasa mereka tempati dengan begitu bahagia.


" Bule cantik." Ucap cowok yang ada di depan nya yang tak lain adalah orang yang bilang paling kangen itu.


"Apa Ryan." ucap Laura dengan tersenyum.


Nama Laura sama sekali tidak pernah terdengar di dalam kelas nya ini karena mereka memanggil Laura dengan sebutan bule dan Laura pun bisa menerima itu.


"Makasih ya aku udah bawa bekal." tolak Laura dengan halus.


"Kalau jajan aja gimana?." Tanya Ryan lagi.


"Terserah nanti aja deh." ucap Laura dengan tersenyum.


"Tapi mau ya." ucap cowok itu dengan membujuk Laura.


Laura pun bingung antara jawab iya atau tidak karena jika dia jawab tidak pasti teman nya itu kecewa karena di dalam hati nya dia juga menyukai cowok itu, tapi kalau dia jawab ya , dia tidak ingin teman teman nya tau jika Laura suka sama Ryan, tapi Laura tetap memendam perasaan itu.


"Ya tapi sama Lia ya." ucap Laura dengan tersenyum.


"Kok aku sih le." ucap Lia dengan kaget.


"Ya kalau gak mau gak apa apa." ucap Ryan dengan tersenyum.


"Maaf ya Ryan." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian jam istirahat pun tiba Laura yang membawa bekal pun mengambil bekal nya dari tas nya yang telah di siap kan oleh ayah nya tadi pagi dengan bahagia.


"Ini bekal spesial dari ayah ku." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Lia pun ikut mengeluarkan kan bekal nya dan hendak menemani Laura atau bule yang makan bersama.      


"Le, ngomong ngomong lo nggak nyesel nolak ajakan Ryan tadi?." Tanya Lia dengan tersenyum.


"Gak, gua nggak nyesel kok sama sekali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Kalau gua yang di ajak pasti gua mau le. " ucap Lia dengan tersenyum.


"Lo suka Ryan ya?." Tanya Laura dengan tersenyum.


Kemudian Lia tersedak makanan dan batuk batuk.


"Pelan pelan kali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Kaget gua le dengan ucapan lo." ucap Lia dengan tersenyum.


"Gak segitu nya kali." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Ryan datang ke arah mereka berdua dengan membawa bungkusan entah ada apa di dalam nya.


"Ini le gua kasih." ucap Ryan dengan memberikan bungkusan itu kepada Laura.


"Apaan sih ini." ucap Laura dengan tersenyum.


"Lo bukak di rumah aja ya bule cantik." Perintah Ryan.


"Oke gua masukin ke tas dulu, makasih ya Ryan." ucap Laura dengan tersenyum.


"Sama sama bule cantik." ucap Ryan dengan tersenyum.


Kemudian Ryan pergi keluar kelas dengan bahagia.


"Cie, dia suka sama lo mungkin le." ucap Lia dengan tersenyum.


"Apasih Lia." Ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian setelah beberapa jam akhir nya waktu pulang pun tiba  Laura dan Lia pun pulang berdua jalan kaki karena ayah nya hari ini lembur. Tak lama setelah itu Lia pun sampai di rumah nya sehingga Laura pun harus jalan kaki sendirian ke rumah nya.


"Da, Le hati hati ya di jalan." ucap Lia dengan melambai kan tangan nya.


"Iya, sampai jumpa besok ya." ucap Laura dengan tersenyum.


Setelah cukup jauh dari rumah Lia tiba tiba ada suara motor yang berhenti di belakang nya dan Laura pun menoleh ternyata itu adalah ayah nya yang sudah pulang kerja.


"Laura ayah udah pulang." ucap Charlie dengan tersenyum.


"Ayah." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Laura menghampiri ayah nya dan langsung naik ke motor ayah nya itu.


"Kata nya ayah lembur." ucap Laura dengan tersenyum.


" Gak jadi nak." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian ayah dan anak itu berangkat untuk pulang,namun setelah itu Laura kaget karena ayah nya tidak mengajak nya pulang malah pergi ke taman yang ada di dekat rumah nya itu, yang cukup rame dan Charlie memarkirkan motor nya di depan pohon yang ada di taman.Lalu mengajak nya pergi duduk ke kursi taman itu yang  ada di sana dan duduk berdua di kursi itu.


"Yah aku tadi di kasih bungkusan sama cowok." ucap Laura dengan tersenyum.


"Bungkusan apa sayang?." tanya Charlie dengan penasaran.


"Gak tau yah, coba Laura ambil dulu ya." ucap Laura kemudian mengambil bungkusan di tas nya itu.


Lalu Laura membuka nya dan ternyata itu adalah dua coklat,serta ada surat di dalam nya.Lalu dengan penasaran Laura membuka surat itu.


Isi surat itu:


Bule cantik, ini coklat dari gua, gua mohon lo makan ya coklat nya gua sangat senang kok kalau kamu makan coklat itu.


Aku jujur Bule cantik aku sungguh menyukai mu,namun aku tau kalau kamu tidak menyukai ku, aku mohon makan coklat nya ya agar aku bisa bahagia dalam hidup ku.dan mulai saat ini aku tidak akan ganggu kamu lagi.


            


                                              Harlan Ryan.


Lalu Setelah itu ada telpon masuk dari Lia dan Laura mengangkat telpon nya.


"Ada apa Lia?." Tanya Laura dengan penasaran.


"Bule, Ryan kecelakaan dan meninggal  dunia  di tempat le." ucap Lia di telpon.


"Lo dapat info dari mana sih?." Tanya Laura dengan khawatir.


"Dari Indra le, udah dulu ya aku mau ngabarin temen temen yang lain." ucap Lia kemudian dia mematikan telpon nya.


Kemudian Laura menetes kan air mata ke surat itu.


"Kenapa nak kok nanggis?." Tanya Charlie.


Kemudian Laura bersandar di pundak ayah nya itu.


"Yah, temen Laura yang ngasih coklat ini baru saja meninggal." ucap Laura dengan menangis.


"Ya ampun." ucap Charlie dengan mengusap air mata anak nya itu yang terus keluar.


"Ini salah Laura yah, Laura selalu cuek pada nya." ucap Laura dengan terus bersedih dan merasa bersalah.


"Ini gak salah kamu Laura ini semua sudah takdir." ucap Charlie  dengan tersenyum.


Kemudian Laura memakan coklat itu sesuai apa yang di ingin kan Ryan di pesan terakhir nya di surat itu.


"Ryan ini enak banget , terima kasih ya." ucap Laura dengan tersenyum dan menghabis kan dua coklat nya sekaligus.


Charlie pun ikut sedih melihat putri nya itu yang sedang bersedih.


Kemudian satu hari setelah Ryan di makam kan,Laura pun pergi ke makam Ryan dengan Lia.


"Maafin gue ya yan." ucap Laura dengan sedih.


"Udah kali le." ucap Lia dengan tersenyum.


"Aku udah makan kok coklat yang lo kasih ke gue, enak banget tau, kali ini lo yang tenang ya di sana." ucap Laura dengan sedih.


Lia yang melihat sahabat nya itu pun ikut bersedih.


"Gue suka sama lo Ryan,maafin gue gue pendam selama ini." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian ayah nya datang ke arah Laura yang ada di makam Ryan, lalu Laura memeluk ayah nya itu dengan penuh kasih sayang dan Lia yang melihat nya pun begitu bahagia.


"Aku tidak akan membiarkan putri ku ini menangis lagi." ucap Charlie dengan memeluk putri nya itu dengan kasih sayang.


"Iya ayah,aku juga ayah." balas Laura yang ada di pelukan ayah nya.


Lia yang melihat nya pun terharu.


Flashback off


. .....................BERSAMBUNG........... ........