Zombee

Zombee
HARUS PERGI



Setelah beberapa saat mereka pun sampai di parkiran hotel, tapi bukanya bahagia yang mereka dapatkan melainkan sebuah kekecewaan karena melihat hotel yang telah terbakar.


"Tidak, ini tidak mungkin, ini hanya luarnya saja, banyak sekali kendaraan yang ada di parkiran. " ucap Laura.


"Tapi kan hotel nya udah kebakar Laura." ucap Ali.


Kemudian mereka berdua berjalan perlahan menuju ke hotel yang sudah terbakar itu. Setelah itu Ali perlahan membuka perlahan pintu hotel itu dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat begitu banyak mayat yang tergeletak dan membusuk dengan luka bakar yang begitu parah. Seketika Laura pun menangis dan berteriak.


"Hana." teriakan Laura dengan keras dan di ikuti dengan air mata yang keluar dari matanya.


Kemudian Laura pun langsung memeluk Ali yang ada di sampingnya.


"Ini gak mungkin terjadi." ucap Laura yang menangis di pelukan Ali.


"Yang sabar Laura." ucap Ali menyemangati Laura.


Laura pun terus menangis, sementara Ali mencoba untuk menenangkan Laura yang menangis di pelukan Ali, Ali mengusap air mata Laura yang terus keluar. Setelah itu Ali melepaskan pelukannya, lalu memegang wajah Laura yang sedang sedih.


"Kita sekarang harus pergi ya Laura, kita gak bisa di sini terus." ucap Ali yang mencoba mengajak Laura pergi.


Laura pun hanya membalasnya dengan mengangguk.Setelah itu mereka berdua kembali ke mobilnya yang berada di parkiran hotel. Sesampainya di parkiran hotel mereka pun langsung masuk kembali ke mobilnya. Ali pun menyalakan mobilnya, dan setelah itu Ali langsung menjalankan mobilnya meninggalkan hotel yang sudah terbakar.


"Kita mau kemana Li?." tanya Laura.


"Mau keluar dari kota ini siapa tau ada pengungsian." jawab Ali.


"Tapi kamu yakin ada pengungsian di kota itu?." tanya Laura.


"Aku gak terlalu yakin sih, tapi siapa tau ada pengungsian." jawab Ali.


Kemudian Laura bersandar di bahu Ali yang sedang mengendarai mobilnya.


"Kamu lapar gak Laura?." tanya Ali.


"Gak, kan tadi pagi udah makan." jawab Laura.


"Masa gak lapar lagi." ucap Ali dengan tersenyum.


"Beneran, gak Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Kamu gak usah sedih lagi ya Laura,aku tau kok kalau ini memang berat bagimu." ucap Ali dengan tersenyum.


"Iya Ali, aku akan mencoba untuk tidak sedih." ucap Laura dengan tersenyum.


"Bagus itu." ucap Ali dengan tersenyum.


Setelah itu Ali pun memberhentikan mobilnya, dan seketika Laura menegakkan kepalanya, dan menoleh ke arah Ali.


"Kok berhenti Ali?." tanya Laura dengan bingung.


"Istirahat dulu Laura, aku capek." jawab Ali.


"Oh, yaudah kalau begitu." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua pun turun dari mobil mereka, setelah di luar, mereka melihat rerumputan hijau yang begitu indah, serta ada beberapa pohon juga di sana. Setelah itu mereka pun berjalan menuju ke rerumputan hijau itu dengan begitu bahagia.


"Indah banget ya Ali di sini." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya, Laura indah banget." ucap Ali dengan tersenyum.


Mereka berjalan perlahan lahan di rerumputan itu, dengan perasaan yang begitu bahagia, Laura menjauh dari Ali.


"Kok menjauh Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


"Ali, kejar aku dong." ucap Laura dengan tersenyum.


Laura berlari, sementara Ali mengejar Laura, kini kebahagian terlukis di raut wajah mereka berdua, mereka berdua bahagia.


"Masa gak bisa ngenain aku sih, Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Awas kamu ya habis ini." ucap Ali dengan tersenyum.


Ali pun terus mengejar Laura yang berlari terus menerus memutari rerumputan itu. Hingga akhirnya Ali pun berhasil menangkap Laura dan Ali memeluknya dari belakang.


"Kena kamu Laura." ucap Ali yang memeluk Laura dengan perasaan yang begitu bahagia.


"Yah Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Ali langsung mengendong Laura dan setelah itu berlari mengelilingi rerumputan yang indah itu.


"Ali." ucap Laura dengan tersenyum bahagia.


Tak lama setelah itu Ali menurunkan Laura yang ada di gendongannya.


"Ali kesana yuk, sepertinya ada danau deh." ajak Laura dengan tersenyum.


"Iya Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke sungai yang tak jauh dari keberadaan mereka.


"Di sini ada zombie gak sih." ucap Laura dengan tersenyum.


"Gak tau Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


"Mudah mudahan gak ada ya Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


Kemudian setelah itu mereka berdua duduk di tepi sungai, yang airnya mengalir dengan begitu jernih, membuat mereka berdua pun begitu bahagia.


"Laura bahagia gak." ucap Ali dengan tersenyum.


"Kita mandi sungai gak?." tanya Ali dengan tersenyum.


"Gak mau ah, nanti basah lagi baju aku." ucap Laura dengan tersenyum.


"Yaudah kita duduk aja di sini kalau begitu." ucap Ali dengan tersenyum.


"Iya Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian pandangan Ali tertuju pada bunga yang ada di tepi sungai, bunga itu terlihat begitu indah,Setelah itu Ali pun berdiri.


"Mau kemana Ali?." tanya Laura.


"Kamu duduk di sini dulu ya Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


"Iya Ali." ucap Laura dengan mengangguk.


Setelah itu Ali berdiri, dan perlahan berjalan menuju ke arah bunga indah itu berada dan Ali memetik satu bunga itu. Setelah memetik bunga yang indah itu Ali kembali lagi ke arah Laura yang sedang duduk.


"Laura." panggil Ali dengan tersenyum.


"Apa Ali?." tanya Laura.


"Aku ada kejutan buat kamu." jawab Ali dengan tersenyum.


"Kejutan apa itu?." tanya Laura dengan penasaran.


Setelah itu Ali pun kembali duduk di samping Laura, dan Ali menyelipkan bunga yang dia petik itu ke rambut Laura.


"Cie Ali bisa aja deh." ucap Laura dengan tersenyum.


Kemudian Laura bersandar di bahu Ali.


"Ali,aku bahagia banget kamu selalu ada di sampingku." ucap Laura dengan tersenyum.


"Aku juga bahagia banget, ada kamu di dekatku." ucap Ali dengan tersenyum.


"Kira kira pacar kamu , marah gak kalau kita berduaan gini?." tanya Laura dengan tersenyum.


"Gak tau sih,tapi kamu nanyanya kok aneh aneh banget ya." jawabku Laura dengan tersenyum.


"Gak aneh kok biasa aja Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


"Aneh banget itu." ucap Laura dengan tersenyum.


"Terserah kamu aja deh Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


beberapa saat kemudian , setelah mereka berdua bermain di rerumputan hijau yang begitu indah itu, Mereka berdua kembali ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanan yang tak tau pasti ke mana tujuannya.


"Mau kemana kita Ali?." tanya Laura.


"Gak tau Laura." jawab Ali.


Kemudian Ali pun langsung menjalankan mobilnya,menuju ke arah yang tak tau arahnya.


Hingga akhirnya mereka pun sampai di Mini market yang di tempati Tomi, Sekar, Elly dan juga Koko. Karena mini market itu tertutup, mereka mengira jika mini market itu tidak berpenghuni dan mereka pun terus melanjutkan perjalanannya.


Keadaan sekitar pun begitu sepi, walaupun tidak ada zombie sama sekali keadaan di sana begitu mencekam. Namun, beruntungnya mereka berdua ketika melihat beberapa mobil terparkir di samping jalan. Setelah itu Ali mengarahkan mobilnya ke arah mobil itu.


Dan bahagianya mereka berdua, ternyata terdapat tenda di lapangan itu yang ada di sana dan ada beberapa orang juga di sana.


"Akhirnya kita menemukan pengungsian Ali." ucap Laura dengan tersenyum.


"Iya Laura." ucap Ali dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua pun keluar dari mobilnya, dan mereka berjalan perlahan menuju ke pengungsian itu. Sesampainya di sana mereka pun di sambut oleh seorang pria yang lumayan tua dan memakai topi.Pria itu bernama Arif sang pemimpin camp pengungsian.


"Siapa kalian?." tanya Arif.


"Saya Ali pak dan ini Laura." jawab Ali.


"Mau apa kalian kesini?." tanya Arif.


"Pak boleh gak kami berdua ikut tinggal di sini?." tanya Ali dengan memohon.


"Kalian bukan orang jahat kan?." tanya Arif dengan curiga.


"Gak pak, kami orang baik kok." jawab Ali.


"Apa yang bisa membuktikan jika kalian berdua orang baik?." tanya Arif.


Ali pun hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Arif.


"Gak gak bercanda." ucap Arif dengan tersenyum.


"Kami boleh gak pak tinggal di sini?." tanya Ali lagi.


"Silahkan, semua orang boleh kok tinggal di sini." jawab Arif dengan tersenyum.


"Makasih pak." ucap Ali dengan tersenyum.


"Anggota di pengungsian ini hanya enam orang, ketambahan kalian sekarang jadi delapan orang." ucap Arif dengan tersenyum.


"Yaudah pak kami ngambil persediaan dulu di mobil." ucap Ali dengan tersenyum.


"Iya." ucap Arif dengan tersenyum.


.......................... BERSAMBUNG...........................