
Malam ini di hotel para penduduk sedang beristirahat karena jam sudah terlalu malam dan tak terdengar sedikit pun suara di hotel.Selain Tomi yang sedang duduk di parkiran hotel yang tidak bisa tidur dan memilih duduk diatas mobil yang ada di sana, dengan suasana malam yang tenang ini.
Tapi tak lama setelah itu dia mendengar suara langkah kaki yang menuju ke arah nya,membuat Tomi penasaran siapa yang datang ke arah nya malam hari seperti ini, dia mengira jika itu adalah Cito atau gak Andi tapi ternyata itu adalah Sekar sahabat nya.
"Sekar kamu belum tidur?. " tanya Tomi dengan kaget.
"Iya Tomi aku gak bisa tidur." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Kok tau kalau aku di sini?. " tanya Tomi dengan tersenyum.
"Aku juga gak tau kalau kamu ada disini, aku kesini aja siapa tau ada orang." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Ohh gitu ya , yaudah sini duduk. " suruh Tomi.
Kemudian Sekar duduk di samping Tomi yang duduk di atas mobil.
"Hana udah tidur kan?." tanya Tomi dengan penasaran.
"Udah kok, Winda juga udah tidur. " Jawab Sekar.
"Terus kamu kenapa gak tidur?." tanya Tomi lagi.
"Di bilangin dari tadi aku gak bisa tidur Tomi." jawab Sekar dengan kesal.
"Sandaran di pundak ku gih, siapa tau nanti bisa tidur." suruh Tomi.
Kemudian Sekar menyandarkan kepala nya ke pundak Tomi.
"Tomi berapa lama ya kebahagiaan ini bertahan." ucap Sekar.
"Ya selamanya kalau bisa Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tomi betapa sedih nya aku nanti jika tiba tiba kau pergi." ucap Sekar dengan tiba tiba sedih.
"Gak usah mikir gitu ah, selama aku hidup aku akan selalu bersama mu Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum
Kemudian Sekar memegang tangan Tomi.
"Tomi kamu nyadar gak sih?." Tanya Sekar kepada Tomi.
"Nyadar gimana?. " Tomi balik bertanya.
"Kita terlalu romantis gak sih kalau di bilang sahabat." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya sih Sekar aku menyadari nya, bahkan orang yang pacaran pun mungkin ada yang tak seromantis kita." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Apa kita harus jadian Tomi?. " Tanya Sekar dengan tersenyum.
"Ya mungkin bisa aja ya." jawab Tomi dengan tersenyum.
"Kamu gila ya, kamu kan sudah punya Hana tolol." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Aku belum jadian lagi sama Hana." ucap Tomi dengan tersenyum.
Lalu Tomi menunjuk bintang yang ada di langit yang begitu indah dan Sekar pun menegakkan kepala nya dan melihat bintang itu yang di tunjuk kan Tomi.
"Bagus ya bintang nya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar bagus banget ya." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.
"Andai waktu bisa di putar kembali." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar tapi itu hanya impian yang tidak akan mungkin bisa tercapai Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Aku gak nyangka Tomi kita bisa se akrab ini seperti saudara." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.
"Iya Sekar aku juga." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.
Kemudian Tomi mendengar ada suara mobil dari arah kota.
"Kamu dengar gak?. " tanya Tomi ke Sekar.
"Suara mobil?. " Sekar balik bertanya.
"Iya,kok seperti menuju kesini ya." ucap Tomi dengan khawatir.
Kemudian suara itu tiba tiba hilang dan begitu saja seperti mobil nya berhenti di sekitar sini. Namun mereka memilih menghiraukan begitu saja dan tak mempermasalahkan kan itu.
"Gak usah di fikirin kali." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya mungkin pikiran kita aja." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Iya kali ya." ucap Sekar dengan memanyun kan bibir nya.
"Kenapa mulut kamu gitu?." tanya Tomi dengan menatap Sekar.
"Cantik kan aku kek gitu." ucap Sekr dengan tersenyum.
"Cantik sih, tapi kek mak lampir." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian mata Sekar seketika melotot ke arah Tomi dan memukul muka Tomi.
"Aww sakit tau." Ucap Tomi dengan mengelus muka nya.
Tapi Sekar malah memanyun kan bibir nya itu , Tomi yang geram pun menggelitiki Sekar hingga membuat Sekar tertawa terbahak bahak.
"Sudah Tomi, cukup." ucap Sekar dengan tertawa yang tak tertahan kan.
"Gak mau." ucap Tomi dengan memanyun kan bibir nya dan terus menggelitiki Tomi.
Kemudian Sekar menjauh dari Tomi dan berlari dari Tomi lalu terjadi kejar kejaran antara Tomi dan Sekar, di parkiran itu mereka terlihat sangat bahagia, tak lama setelah itu Tomi berhenti karena capek mengejar Sekar.
"Ayo kejar dong Tomi!." suruh Sekar.
"Capek tau." Ucap Tomi dengan nafas yang ngos ngosan.
Sekar memanyun kan bibir nya itu ke arah Tomi yang agak jauh dari nya.
"sudah ah capek." ucap Tomi kemudian terbaring di tanah parkiran.
"Ya cemen. " ucap Sekar dengan membalik kan jempol nya.
"Iya deh aku nyerah." ucap Tomi yang berbaring.
kemudian Sekar mendekati Tomi dan ikut berbaring di samping nya dengan melihat langit yang begitu indah.
"Lihat deh bintang itu." ucap Tomi dengan menunjuk bintang yang ada di langit itu.
"Iya aku lihat emang kenapa?. " tanya Sekar dengan bingung.
"Cantik banget kek kamu." ucap Tomi dengan senyum ke arah Sekar yang berbaring di samping nya.
"Widih gombal, sekarang coba lihat bulan itu deh." ucap Sekar dengan menunjuk bulan di langit.
"Kenapa tuh?." tanya Tomi dengan tersenyum.
"Cakep banget seperti kamu." Jawab Sekar dengan tersenyum.
"Berarti kita seperti bulan dan bintang dong." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Mungkin seperti itu." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.
Setelah itu betapa terkejut nya mereka melihat ke arah hotel ternyata hotel itu telah terbakar dengan api yang begitu besar, lalu Sekar dan Tomi pun terbangun dan Sekar langsung menangis histeris melihat kejadian ini,lalu mencoba untuk pergi ke arah kebakaran itu namun Tomi mencegah nya dengan memegang tangan nya.
"Bahaya Sekar." ucap Tomi dengan menetes kan air mata nya.
"Gak Tomi,aku gak bisa biarin ini semua." ucap Sekar dengan tangisan nya yang tak terhenti kan.
Sekar terus mengepal dan ingin melepas kan pegangan tangan Tomi, namun tenaga Tomi yang begitu kuat membuat Sekar tidak mampu melepas kan tangan Tomi yang memegang tangan nya.Kemudian Sekar membalik kan badan dan memeluk Tomi dengan tangisan yang tak bisa terhenti kan.
"Tomi semua nya telah berakhir Tomi." ucap Sekar yang menangis di pelukan Tomi.
Tomi tak bisa mengucap kan satu kata pun karena kesedihan yang dialami nya.
"Kak wati, bu Tina, Winda dan penduduk yang lain telah pergi meninggal kan kita untuk selama lama nya Tomi. " ucap Sekar yang menangis di pelukan Tomi.
"Yang sabar ya Sekar, aku juga merasa kan kesedihan itu Sekar." ucap Tomi mencoba menenang kan Sekar yang menangis.
Kemudian Tomi dan Sekar mendengar suara mobil terdengar seperti hendak pergi ke kota dan Tomi pun menyadari jika kelompok itu yang membakar hotel ini.
"Mereka yang telah membakar hotel ini." ucap Tomi kemudian melepas kan pelukan Sekar.
"Iya aku tau Tomi" Ucap Sekar dengan tangan mengepal.
Kemudian Tomi duduk dan menangisi apa yang telah terjadi lalu di ikuti oleh Sekar yang duduk di samping Tomi dengan melihat hotel yang telah terbakar.
"Andai waktu bisa di putar kembali, pasti aku akan mengajak penduduk hotel untuk pergi keluar." ucap Sekar yang menyesal.
Kebakaran di hotel semakin parah dan api semakin bertambah besar namun mereka berdua tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa duduk menyaksikan kebakaran ini dengan perasaan sedih yang tak bisa di hentikan, mereka berdua tidak rela dengan apa yang telah terjadi, melihat hotel tempat mereka tinggal kini telah terbakar dan orang yang di sayangi pun meninggal dengan cara yang seperti ini.
"Kira kira ada yang selamat gak Tomi?." tanya Sekar yang masih menangis
"Gak tau Sekar,hanya kemungkinan kecil,kebakaran sebesar ini ada yang selamat." jawab Tomi yang mencoba kuat.
Kemudian Tomi mengusap air mata yang keluar dari mata Sekar.
"Udah yah Sekar sekarang kita tidur di sini dulu ya." ucap Tomi dengan mencoba menenang kan Sekar.
"Gak Tomi aku ngantuk." ucap Sekar .
"Sekar jangan bohongin aku deh,aku sudah lama berteman dengan kamu dan aku tau kalau kamu ngantuk." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar yang mengantuk pun mencoba untuk membaring kan tubuh nya dan tidak ingin berbohong kepada Tomi dan tak lama setelah itu Sekar pun tertidur.
Tomi yang melihat Sekar telah tidur pun langsung menangis histeris dan begitu menyesal melihat apa yang telah terjadi ini yang tepat berada di depan mata nya.Namun dia tidak ingin terlihat sedih depan sahabat nya itu, lalu Tomi menoleh ke arah Sekar yang sedang tertidur dengan nyenyak itu dan dia pun tersenyum melihat sahabat nya itu.
"Hanya kamu Sekar orang yang aku miliki saat ini." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Tomi membaring kan badan nya dan mencoba untuk tidur. walau kesedihan masih terbayang dalam pikiran nya karena orang yang di sayangi nya mungkin telah pergi untuk selama lama nya.
"Aku berjanji Sekar aku akan menjaga mu se bisa ku." ucap Tomi dengan menoleh ke arah Sekar yang tertidur di samping nya.
Dan Tomi pun tertidur di samping Sekar di malam yang menyedih kan itu bagi mereka berdua.
Keesokan harinya Tomi terbangun dari tidur nya dan melihat Sekar yang sedang duduk menghadap ke hotel yang sudah terbakar itu dengan perasaan yang sangat sedih. Lalu Tomi bangun dan ikut duduk di samping Sekar.
"Iya Sekar." jawab Tomi.
"Kenapa ya mereka tega melakukan ini semua?." tanya Sekar dengan sedih.
Kemudian Sekar menyandar kan kepala nya ke pundak Tomi dengan air mata yang masih mengalir dari mata indah nya itu.
"Sekarang hanya kamu yang masih bersama ku." ucap Sekar dengan sedih.
"Sekar aku berjanji akan selalu menjaga mu." ucap Tomi dengan menghadap ke arah hotel yang telah terbakar.
" Makasih ya Tomi sampai detik ini kamu masih ada buat aku." ucap Sekar.
"Iya Sekar. " ucap Tomi.
"Kini hotel yang indah ini hanya tinggal kenangan." ucap Sekar.
"Ayo coba kita cek ke dalam Sekar." ajak Tomi.
Kemudian Sekar menegakkan kepala nya dan menyetujui ajakan Tomi itu.
"Ayo Tomi." balas Sekar.
Lalu mereka bergandengan tangan dan menuju ke hotel yang sudah terbakar itu. Langkah demi langkah mereka berdua pergi menuju ke dalam hotel hingga akhir nya mereka sampai di teras hotel.
"Tomi aku takut tidak kuat ketika melihat mayat mereka." ucap Sekar dengan menetes kan air mata.
"Kamu harus kuat ya Sekar." ucap Tomi dengan mencoba memberi kan semangat kepada Sekar.
Dengan hati hati Tomi membuka pintu hotel itu dan melihat kondisi hotel yang telah kacau dengan mayat penduduk yang di penuhi luka bakar yang tergeletak di dalam hotel itu lalu Sekar langsung mengajak Tomi pergi ke kamar nya dan Winda. Dengan hati hati mereka menuju ke kamar Sekar dengan melewati mayat mayat penduduk yang tergeletak, tak lama setelah itu mereka pun sampai di kamar Sekar dan dengan hati hati Sekar pun membuka nya namun tidak ada mayat Winda dan Hana yang saat kejadian mereka sedang tertidur di kamar nya.
"Winda dan Hana kok gak ada." ucap Sekar dengan bingung.
Di dalam kamar Sekar hanya ada barang barang nya yang telah hangus terbakar, kemudian mereka pun memutus kan keluar dari kamar Sekar dan menuju ke kamar Wati yang tak jauh dari kamar Sekar, dengan melihat dan mencari ke sekeliling mayat yang mungkin menunjuk kan ciri ciriWinda atau pun Hana,namun tidak ada satu pun mayat yang menunjuk kan ciri ciri mereka berdua bahkan ciri ciri Cito, Andi, Wati, dan bu Tina juga membuat mereka sedikit memiliki harapan jika mereka kemungkinan menyelamat kan diri saat kebakaran terjadi.namun mereka terkejut setelah melihat satu mayat yang tak lain adalah Haliza teman Wati yang bersandar di tembok dengan luka bakar di sekujur tubuh nya,Membuat mereka berdua pun seketika bersedih.
"Kak Haliza." ucap Sekar yang kemudian menghampiri mayat Haliza .
Kemudian Sekar pun duduk di depan mayat Haliza, sementara Tomi menghirau kan sahabat nya itu dan lebih memilih untuk pergi ke kamar Wati yang sudah ada di hadapan nya, dengan hati hati Tomi membuka pintu kamar Wati dan tidak ada apapun di dalam nya melain kan barang yang telah terbakar,sehingga Tomi pun pergi ke arah Sekar dan duduk di samping nya.
"Sudah Sekar,kak Haliza sudah tenang di sana." ucap Tomi yang mencoba menenangkan sahabat nya itu.
"Iya Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum Ke arah Tomi.
" Kalau senyum gitu kan cantik." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian dengan mengejut kan mereka mendengar suara bayi menangis dari arah kamar yang ada di belakang,sehingga mereka berdua yang penasaran pun mencoba pergi ke arah sumber suara itu dengan berlari agar sampai lebih cepat. Ternyata suara itu terdengar dari dalam kamar bu Tina lalu dengan cepat mereka membuka pintu kamar itu dan ternyata itu adalah suara tangisan dari Koko yang sedang terbaring di kasur.Namun mereka bingung dengan kamar bu Tina yang terlihat masih begitu bagus dan tak terbakar,seperti sebuah keajaiban.
"Kok gak kebakar ya." ucap Tomi dengan bingung.
Lalu Sekar menggendong Koko dan mencoba menenenang kan nya yang sedang menangis.
"Cup sayang. " ucap Sekar dengan menggendong Koko.
Kemudian Koko pun berhenti menangis.
"Koko anak pintar,jangan sedih ya sayang ada tante Sekar kok di sini." ucap Sekar denga dengan tersenyum.
Melihat jiwa ke ibu an yang ada pada Sekar Tomi pun kagum dengan sahabat nya itu, walau pun belum pernah punya anak tapi dia bisa menenang kan bayi yang menangis dengan begitu mudah.Lalu Sekar duduk di kasur itu dan mengambil susu asi yang ada di samping nya dan meminum kan ke Koko agar Koko bisa tidur dengan pulas.
"Sekar." Tomi memanggil Sekar.
Namun Sekar membalas dengan menempel kan satu jari di mulut nya menandakan menyuruh Tomi untuk diam, Tomi menyadari maksud sahabat nya itu lalu Tomi duduk di samping Sekar yang sedang meminum kan susu Koko.
"Akhir nya Koko tidur juga." ucap Sekar dengan lega.
"Sekar kamu hebat banget ya." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Hebat gimana ya?." tanya Sekar dengan bingung.
"Jiwa ke ibu an kamu." Jawab Tomi dengan tersenyum.
"Yaelah, biasa aja kali Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
Lalu Tomi membalas nya dengan senyuman.
"Lagi pula aku juga sering kok dulu ngerawat bayi seperti ini." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar menyuruh Tomi untuk mengecek di lemari bu Tina.
"Tomi tolong cek lemari itu dong ada susu Koko atau tidak." perintah Sekar.
"Siap mama." ucap Tomi kemudian membuka lemari bu Tina.
"Kok mama sih." ucap Sekar dengan bingung.
"Kamu udah pantes tau jadi mama." ucap Tomi yang sedang mengecek di dalam lemari itu.
Lalu Sekar hanya memanyun kan mulut nya dan terus mengelus ngelus Koko yang dia gendong.
Tak lama setelah itu Tomi menemukan susu yang di maksud oleh Sekar dan Tomi membawa sekaleng susu itu kepada Sekar.
"Untung masih ada." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi duduk di samping Sekar yang sedang mengelus Koko.
"Kita harus menjaga Koko sebaik baik nya." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Aku akan menjaga nya seperti anak aku sendiri Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Emang kamu udah punya anak ya?." tanya Tomi Dengan tersenyum.
"Kamu di saat saat seperti ini, kok masih bisa bisa nya bercanda sih." jawab Sekar dengan muka datar.
"Iya maaf kali Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tapi gak apa apa deh, kamu kan emang badut ku." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Hah badut?." Tanya Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Tomi ingin menggelitiki Sekar tapi dia sadar Sekar sedang menggendong Koko, sehingga dia pun mencubit pipi Sekar hingga Sekar kesakitan.
"Sakit tau Tomi." Ucap Sekar dengan tersenyum.
Namun Tomi hanya memanyun kan bibir nya ke arah Sekar. Dan membuat Sekar tertawa terbahak bahak melihat muka Tomi yang lucu itu sehingga kesedihan pun tak terlihat lagi.
"Keluar yuk, gerah di sini." ajak Tomi.
Kemudian Sekar mengangguk dan berdiri dengan membawa susu milik Koko.
"Mana aku bawakan susu nya." ucap Tomi dengan mengulur kan tangan nya.
Lalu Sekar pun memberikan susu itu ke Tomi dan mereka berdua keluar dari hotel ini dengan sangat hati hati di takut kan ada hal yang tak di ingin kan terjadi pada mereka lagi. Tak lama setelah itu mereka sampai di tempat mayat Haliza berada.
"Kak kami pergi dulu ya,kak Haliza yang tenang ya di sana." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian mereka tetap melanjut kan pejalanan nya hingga sampai di luar hotel yang masih terlihat begitu indah dengan suasana hening tak berpenghuni hanya mereka berdua yang tersisa.
"Padahal Kemarin hotel ini terlihat begitu ramai ya. " ucap Sekar dengan sedih yang masih tergambar di wajah nya.
"Sudah Sekar , semua nya telah terjadi." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian mereka pergi ke parkiran hotel,yang masih terdapat beberapa mobil dan motor yang bisa di pakai mereka berdua untuk pergi nanti nya.
"Kita pergi dari sini Tomi?. " tanya Sekar dengan penasaran.
"Hanya itu yang bisa kita lakukan Sekar." jawab Tomi dengan tersenyum ke arah Tomi.
Kemudian Tomi duduk di atas mobil yang ada di parkiran itu dengan berfikir.
"Kita pergi ke tempat Laura aja gimana?." Usul Sekar.
"Kek nya jangan deh Sekar, takut nya kita ngerepotin mereka." balasan Tomi.
"Iya juga sih. " ucap Sekar dengan bingung.
"Lalu ke kota juga banyak zombie dan ada kelompok kejam itu." ucap Tomi dengan bingung dan mengelus dahi nya.
"Keluar kota aja gak sih, kan kita sekarang ada di perbatasan." usul Sekar lagi.
"Setuju,siapa tau juga ada camp lain yang bisa kita tinggali nanti nya." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tapi kita kesana naik mobil kan?." tanya Sekar dengan tersenyum.
"Gak ah,aku gak bisa pakai mobil." jawab Tomi dengan tersenyum.
"Giliran ada mobil banyak kamu malah gak bisa." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.
"Tapi gak apa apa kan kalau kita naik motor aja?." tanya Tomi ke Sekar dengan muka datar.
"Gak apa apa kali Tomi, aku juga suka naik motor kok dari pada naik mobil." jawab Sekar dengan tersenyum.
Mendengar jawaban Sekar Tomi pun tersenyum bahagia ke arah nya dan kemudian Tomi mengecek motor keren yang ada di parkiran itu dan bahagia nya dia karena bahan bakar motor itu full yang mungkin cukup buat mereka pergi agak jauh dari sini .
"Full Sekar bahan bakar nya." ucap Tomi dengan bahagia.
"Wah bagus dong kalau gitu Tomi." ucap Sekar yang ikut bahagia.
Kemudian Tomi menaiki motor itu dan menyalakan motor ninja itu dengan suara yang sangat halus karena memang itu adalah motor mahal,hanya orang kaya yang bisa membeli nya.Lalu Tomi menyuruh Sekar yang menggendong Koko untuk naik ke motor yang di naiki Tomi itu untuk pergi dari hotel ini mungkin untuk selama nya.
"Sudah siap Sekar?. " Tanya Tomi yang mengendarai motor itu.
"Sudah Tomi aku sudah siap." jawab Sekar.
Tomi dan Sekar pun pergi dari hotel ini untuk mencari perlindungan di kota sebelah yang mungkin ada camp pengungsian di kota yang akan mereka tuju itu.
"Kami pergi dulu ya, aku akan selalu mendoa kan kalian." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah hotel yang telah terbakar.
....................BERSAMBUNG...................
Kemana Sekar dan Tomi pergi?
Apakah mereka mampu menemukan tempat tinggal yang layak untuk mereka?