
Flashback on
Beberapa tahun Sebelum wabah zombie melanda, Cito bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit yang ada di suatu kota.Hari ini seperti hari hari biasa nya Cito melakukan tugas nya membersih kan rumah sakit dengan sangat bahagia, dia membersihkan dalam rumah sakit, kamar mandi dan tempat tempat yang lain.
Tak lupa Cito pergi ke kamar kamar rumah sakit untuk membersihkan nya. Suatu saat setelah dia menyelesaikan tugas nya, dia berpapasan dengan seorang perawat wanita,perawat itu berjalan dengan main handphone hingga tidak menyadari jika ada Cito di depan nya, hingga akhir nya mereka bertabarakan dan handphone perawat itu terjatuh serta perawat itu juga terjatuh,hingga Cito yang melihat nya pun mengulur kan tangan nya, dan memberdirikan perawat yang terjatuh itu,setelah itu dia juga mengambil handphone wanita itu yang terjatuh setelah Cito melihat nya ternyata handphone itu telah sedikit pecah, hingga Cito pun merasa bersalah.
"Mas maaf ya mas." ucap perawat itu.
"Kok mbak nya yang minta maaf?. " tanya Cito dengan bingung.
"Kan saya yang salah mas." jawab perawat itu.
Lalu Cito memberikan handphone wanita itu yang sedikit pecah.
"Handphone nya nanti aku service kan." ucap Cito dengan memberikan handphone itu.
"Gak usah kali mas, kan aku juga yang salah,main handphone sambil jalan." ucap perawat itu.
"Tapi mbak." ucap Cito lagi.
"Mas gak usah ya, yaudah aku pergi dulu." ucap perawat itu.
Perawat itu pergi meninggalkan Cito, kemudian Cito pun melanjut kan pekerjaan nya dengan bahagia.
"Ayo gess sebentar lagi." ucap Cito yang sedang mengepel lantai.
Beberapa saat kemudian Cito pun telah menyelesaikan pekerjaan nya, dan hendak pulang ke rumah nya. Setelah itu dia sampai di parkiran rumah sakit dan mempersiap kan motor nya, tapi tiba tiba Cito lapar dan berniat makan di warung depan rumah sakit, Cito pun pergi dengan motor nya itu, lalu berhenti di samping warung yang ada di depan rumah sakit itu. Kemudian dia masuk ke warung kecil yang ada di depan rumah sakit.Dan terkejut nya dia ketika melihat perawat yang dia temui tadi di rumah sakit.
"Mas nya yang tadi ya." ucap perawat itu dengan tersenyum.
"Oh, mbak nya yang tadi." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian Cito duduk di samping perawat itu,dan memesan makanan kesukaan nya yaitu pecel lele serta es teh.
"Bu pecel lele sama es teh makan sini ya." ucap Cito kepada penjual itu.
"Ya mas di tunggu ya." ucap Ibu penjual itu.
Lalu perawat itu menoleh ke arah Cito.
"Mas nya juga suka pecel lele ya?. " tanya perawat itu dengan tersenyum.
"Iya mbak." jawab Cito dengan tersenyum.
"Oh iya, ngomong ngomong nama mas nya siapa ya kalau boleh tau?. " tanya perawat itu lagi.
"Oh nama saya Cito julian mbak, kalau mbak nya?. " jawab Cito serta Cito bertanya balik.
"Oh nama saya Dania ayu lestari mas, panggil aja Dania." jawab perawat itu.
"Salam kenal ya." ucap Cito dengan tersenyum.
"Iya mas." ucap perawat itu atau Dania dengan tersenyum.
Kemudian pesanan perawat itu atau Dania pun datang.
"Makasih bu." ucap Dania dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu pesanan Cito pun datang dan mereka makan bersama sama berdampingan.
"Kita di takdir kan makan bersama ya." ucap Dania dengan tersenyum ke arah Cito.
"Iya mungkin." balas Cito dengan tersenyum.
Mereka berdua pun menikmati makanan itu dengan sangat lahap dan bahagia. Setelah itu mereka berdua pun selesai makan, dan Cito pun mau membayar nya tapi Dania mencegah nya.
"Biar aku yang bayarin mas." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi mbak." ucap Cito dengan ragu.
"Gak apa apa Julian." ucap Dania dengan tersenyum.
Lalu Cito pun pasrah, sementara Dania membayar pesanan Cito dan pesanannya sendiri. Lalu Dania keluar dari warung dan di ikuti Cito dari belakang.
"Mbak, mbak nya pulang naik apa?. " tanya Cito.
"Naik angkot Julian." jawab Dania.
"Saya anterin aja gimana?. " Cito menawarkan tumpangan.
"Boleh deh." jawab Cito.
Kemudian Cito pun naik motor nya lalu di ikuti Dania yang duduk di belakang Cito.Kemudian mereka langsung berangkat.
"Nama kamu panggilan nya siapa sih?. " tanya Dania dengan penasaran.
"Cito." jawab Cito yang sedang fokus mengendarai.
"Ohh, tapi kalau aku panggil Julian gak apa apa kan?. " tanya Dania lagi.
"Gak apa apa kok." jawab Cito dengan tersenyum.
"Sama satu lagi, jangan panggil aku mbak lagi ya Julian, kan kita udah kenalan." ucap Dania.
"Iya deh Dania." ucap Cito dengan tersenyum.
Mereka pun menikmati perjalanan yang sedang mereka lalui saat ini.
"Oh iya nanti kalau pacar kamu tau gimana?. " tanya Cito.
"Apasih Julian aku itu gak pernah pacaran tau." jawab Dania dengan tersenyum.
"Ah masa sih, wanita secantik kamu gak punya pacar?. " tanya Cito dengan separuh gak percaya.
"Di bilangin juga." ucap Dania.
Kemudian kejadian yang tak di ingin kan pun terjadi, yaitu tiba tiba motor Cito pun mogok.
"Yah motor nya mogok Dania." ucap Cito dengan kesal.
"Yah." ucap Dania.
Kemudian mereka berdua pun turun dari motor.
"Dania kamu naik angkot aja ya, nanti aku temenin sampai angkot nya datang gimana? . " tanya Cito.
"Gak ah, aku sama kamu aja." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi lama loh nanti service motor nya Dania." ucap Cito.
"Gak apa apa aku mau kok nunggu." ucap Dania dengan tersenyum.
"Yaudah deh." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian Cito menuntun motor nya yang mogok itu sembari mencari bengkel di sekitar tempat nya berada, sementara Dania mengikuti di belakang Cito yang sedang menuntun motor nya yang mogok itu. Tak lama setelah itu akhir nya mereka menemukan bengkel yang mereka cari cari, Cito pun menuntun motor nya yang mogok ke arah bengkel yang tak jauh dari mereka berada.
"Kenapa mas?. " tanya pemilik bengkel itu.
"Gak tau,Tiba tiba mogok bang." jawab cito.
"Ohh, yaudah mas nya sama mbak nya duduk aja, biar saya cek motor nya." ucap pemilik bengkel itu.
Kemudian Cito dan Dania duduk di kursi yang di sedia kan oleh bengkel itu berdampingan.
"Kamu beneran gak apa apa nunggu?." tanya Cito dengan menoleh ke arah Dania yang sedang duduk di samping nya.
"Gak apa apa Julian, lagi pula aku gak punya pekerjaan penting kok di rumah." jawab Dania dengan tersenyum.
Kemudian Cito berniat berbasa basi dengan wanita cantik yang duduk di samping nya itu.
"Biasanya kalau di rumah ngapain?. " tanya Cito dengan basa basi.
"Palingan ya sebelum subuh gitu aku masak sama tante." jawab Dania dengan tersenyum.
"Pagi banget?." tanya Cito.
"Iya, kalau gak pagi nanti aku gak sarapan lagi." jawab Dania dengan tersenyum.
"Iya juga ya." ucap Cito dengan tersenyum.
"Kalau habis kerja gini aku biasanya bersih bersih rumah sih, lalu setelah itu rebahan deh mandi nya di tunda dulu." Jelas Dania dengan tersenyum.
Cito membalas nya dengan tersenyum.
"Gak ada niatan untuk nikah di umur kamu yang saat ini?. " tanya Cito dengan tersenyum.
"Kok nanya ke situ sih?." Dania bertanya balik.
"Ya maaf kalau pertanyaan aku gak sopan." ucap Cito.
"Aslinya sih pengen julian."
"Pengen punya suami yang mau menemani ku di saat susah maupun bahagia."
"Pengen banget punya buah hati yang mungkin bisa membuat hidup lebih bermakna dan yang paling penting pengen banget punya keluarga yang bahagia dan lengkap." ucap Dania dengan raut wajah sedih.
Cito pun menyimak dengan baik perkataan Dania.
"Tapi aku sampai saat ini belum menemukan cowok yang tepat untuk jadi suami ku, mungkin karena sifat ku yang tertutup terhadap cowok itu menjadi penyebab nya." jelas Dania dengan raut wajah yang sedikit sedih.
Kemudian setelah perbincangan itu, motor Cito pun sudah siap di gunakan kembali.
"Ini mas sudah siap." ucap pemilik bengkel itu.
"Habis berapa bang?. " tanya Cito.
"Lima belas ribu aja mas." jawab pemilik bengkel itu.
Lalu Cito mengeluarkan uang yang ada di saku nya dan dia berikan ke pemilik bengkel itu yang telah memperbaiki motor nya.
"Makasih mas." ucap pemilik bengkel itu.
"Sama sama pak." balas Cito.
Kemudian Cito pun menaiki motor nya yang sudah bisa di pakai itu.
"Ayo Dania." ajak Cito.
Kemudian Dania pun naik ke motor Cito, dan mereka pun langsung pergi meninggalkan bengkel itu.
"Rumah kamu masih jauh gak?. " tanya Cito yang sedang mengendarai motor nya.
"Gak kok bentar lagi nyampek." jawab Dania.
"Habis ini belok kan?. " tanya Cito lagi.
"Iya belok ke kanan Julian." jawab Dania.
Tak lama setelah itu akhir nya mereka sampai di rumah Dania, yang cukup besar dan mewah.
"Ini rumah kamu kan?." ucap Cito dengan terkejut dengan rumah Dania yang mewah.
"Iya Julian." jawab Dania dengan tersenyum.
Kemudian Dania pun turun dari motor Cito.
"Ayo masuk dulu." ajak Dania.
"Gak usah Dania." ucap Cito.
"Please deh Julian." paksanya dengan tersenyum.
Cito pun tidak mampu menolak ajak kan Dania dengan tersenyum manis.
"Iya deh." ucap Cito.
Kemudian Dania membuka gerbang rumah nya, sementara Cito memarkirkan motor nya di halaman rumah Dania, namun Dania melarang nya dan menyuruh Cito menaruh motor nya di garasi rumah nya. Dan Cito pun mengikuti perintah Dania itu. Setelah sampai di garasi ternyata ada satu mobil mewah, dan dua sepeda gunung di garasi itu. Sehingga Cito bingung kenapa Dania tidak memakai mobil mewahnya,padahal punya mobil mewah seperti ini yang mungkin jarang di miliki oleh orang lain. Kemudian Cito yang telah menaruh motornya pun segera menghampiri Dania yang hendak masuk kedalam rumah besar nya itu.
"Dania." panggil Cito.
"Ayo masuk Julian." ajak Dania dengan tersenyum.
"Kok ke rumah sakit gak pakai mobil aja sih kamu Dania?. " tanya Cito.
"Males Julian, aku lebih suka naik angkot." ucap Dania dengan tersenyum.
"Padahal itu mobil mewah loh Dania?." tanya Cito lagi.
"Iya sih, tapi aku males Julian." Jawab Dania.
Kemudian mereka pun sampai di depan pintu rumah mewah milik Dania.
"Tante sayang." ucap Dania kemudian membunyikan bel rumah nya.
Setelah itu dari dalam ada yang membuka pintu, terlihat wanita cantik yang belum terlalu tua dan juga sudah tidak muda, yang tak lain adalah tantenya Dania.
"Eh sayang tante,kok tumben agak sore pulang nya? ." tanya wanita itu dengan raut wajah yang bahagia.
"Ada sedikit masalah tadi tante." ucap Dania dengan tersenyum ke arah wanita itu.
Kemudian Dania memperkenalkan kan Cito kepada tantenya.
"Kenalin tante ini Julian, teman Dania." ucap Dania.
Kemudian Cito pun langsung bersaliman dan mencium tangan tantenya Dania itu.
"Teman tante." ucap Dania.
"Soal nya jarang jarang loh kamu bawa cowok ke rumah." ucap wanita itu.
"Temen tante." kemudian Dania menoleh ke Cito "Kenalin initante Arika, adik almarhum papa aku,dan sekaligus orang satu satu nya orang yang aku miliki saat ini." Ucap Dania dengan tersenyum.
"Ohh, salam kenal ya tante." ucap Cito ke arah wanita itu atau tante Arika.
"Iya Julian, yaudah kalian berdua ayo masuk." Ajak tante Arika.
Kemudian mereka pun masuk ke rumah mewah milik Dania, kemudian Dania pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah Dania.
"Cito mau minum apa?." tanya Dania.
"Gak usah repot repot kali Dania." jawab Cito.
"Pokok nya aku buatin kamu jus spesial." ucap Dania dengan tersenyum.
Kemudian Dania pergi begitu saja ke dapur.
"Tapi Dania." ucap Cito.
Namun Dania tidak menghiraukan perkataan Cito, dan tetap membuat kan Cito minum, Cito pun hanya bisa pasrah dengan kebaikan Dania itu.
"Orang yang menjadi suami Dania, pasti sangat beruntung , Dia cantik, baik, sopan santun.paket lengkap terdapat pada dirinya." ucap Cito di dalam hati.
Kemudian tante Arika datang menghampiri Cito yang sedang duduk di sofa ruang tamu, lalu tante Arika duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang di duduki Cito.
"Eh tante." ucap Cito dengan tersenyum ramah.
"Eh Julian, beneran kamu sama Dania cuma temen?. " tanya tante Arika dengan penasaran.
"Iya tante." jawab Cito dengan tersenyum.
"Karena hanya pernah sekali Dania bawa cowok ke rumah, itu pun berstatus sebagai pacar nya." ucap tante Arika.
"Masa sih tante." ucap Cito.
"Iya Julian, mungkin bagi nya kamu adalah orang spesial ." ucap tante Arika.
"Bisa aja deh tante." ucap Cito dengan tersenyum.
"Soal nya Dania gak pernah lagi buka hati buat cowok, setelah dia putus sama pacarnya dulu saat masih kuliah." jelas tante Arika.
Cito hanya membalas nya dengan senyuman.
"Tapi kalau memang benar Dania suka sama kamu, tante akan dukung kok." ucap tante Arika.
"Aku kenal Dania baru tadi tante." ucap Cito dengan tersenyum.
"Gak apa apa, siapa tau Dania suka sama kamu." ucap tante Arika.
Kemudian Dania datang ke arah mereka yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dengan membawa satu jus untuk Cito.
"Pasti lagi ngomongin aku." ucap Dania dengan tersenyum.
"Oh iya Julian, tante mau mandi dulu." ucap Tante Arika.
"Iya Tante." ucap Cito.
Kemudian tante Arika pergi dari ruang tamu, sementara Dania duduk di samping Cito dan menaruh jus itu di meja yang ada di depan Cito.
"Silahkan di minum Julian." ucap Dania.
"Iya Dania." ucap Cito.
Kemudian Cito mengajak bicara Dania tentang keluarga nya.
"Maaf Dania, ayah dan ibu mu sudah meninggal ya?. " tanya Cito dengan ragu ragu.
"Iya Julian, ayah ku meninggal sebulan saat aku lulus kuliah, sementara ibu aku meninggal saat aku sma." jelas Dania dengan raut wajah sedih.
"Maaf ya kalau aku nanya nya gak sopan." ucap Cito.
"Gak apa apa kali,kalau kamu sendiri?. " Tanya Dania.
"Ayah aku meninggal sejak aku masih bayi, sementara ibu aku ada di rumah ku yang ada di luar kota ini." jawab Cito.
"Berarti kamu ngekost ya?." tanya Dania dengan penasaran.
"Iya." jawab Cito.
"Sebulan berapa?. " tanya Dania.
"Tujuh ratus lima puluh ribu." jawab Cito.
Kemudian Dania memberikan tawaran yang gak pernah di bayangkan Cito sebelum nya.
"Kamu tinggal di sini aja." ucap Dania dengan tersenyum.
"Gak Dania malu tau." ucap Cito.
"Pokok nya kamu gak boleh nolak." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi Dan.... " ucap Cito yang mencoba menolak.
"Gak ada tapi tapian, kalau kamu menolak aku akan bersedih loh Julian." ucap Dania memaksa Cito.
Kemudian tante Arika yang baru selesai mandi pun datang menghampiri mereka berdua yang sedang duduk berdampingan dan duduk di sofa yang berhadapan, dengan sofa yang mereka berdua duduki.
"Julian harus tinggal di sini, gak boleh ngekost, iya kan tante." ucap Dania yang terus memaksa Cito.
"Iya harus itu." ucap tante Arika yang baru datang.
"Tapi Dania, aku malu tau." ucap Cito yang mencoba menolak.
"Julian, ingat ibu mu di rumah, kamu juga bisa mengirimkan uang lebih banyak untuk nya Julian, tidak kepotong uang bayar kost kan." ucap Dania yang terus memaksa.
Cito pun tidak berdaya menolak ajakan Dania.
"Tapi kan kita baru kenal Dania, kenapa kamu sebaik ini?." Cito mencoba untuk menolak dengan halus.
"Kamu percaya kan sama aku?." tanya Dania.
"Ya percayalah Dania, tapi." jawab Cito.
"Julian mau ya." ucap Dania dengan terus memaksa Cito.
"Iya Julian mau ya." ucap tante Arika.
Karena tante Arika ikut memaksa agar Cito tinggal di rumah mereka, Cito pun tak berdaya untuk menolak.
"Iya deh." ucap Cito dengan ragu ragu.
"Gitu dong." ucap Dania dengan tersenyum.
"Yaudah aku pergi ke kost dulu ya Dania udah sore nih." ucap Cito.
"Habisin dulu gih jus nya baru boleh balik ke kost." ucap Dania dengan tersenyum.
"Iya Julian habisin dulu." ucap tante Arika.
Setelah menghabiskan jus itu, Cito memutuskan untuk langsung pulang karena waktu sudah terlalu sore.
"Saya pamit dulu ya tante." pamit Cito.
"Iya hati hati loh." balas tante Arika.
"Besok aku ke kos an mu, setelah kerja ya,oke." ucap Dania.
"Iya Dania, aku balik dulu ya." pamit Cito ke Dania.
"Hati hati Julian." ucap Dania dengan tersenyum.
Kemudian Cito pun pergi keluar meninggal kan mereka berdua di ruang tamu,lalu menuju ke garasi untuk mengambil motor nya yang dia parkirkan di garasi rumah Dania. Setelah sampai di garasi Cito langsung menaiki motor kesayangannya itu. Tapi baru saja mau berangkat tiba tiba Dania berlari ke arah nya, entah apa yang mau di lakukan.
"Julian tunggu." teriak Dania yang hendak mengejar nya.
Tak lama setelah itu Dania sampai di dekat Cito.
"Minta nomer kamu dong, boleh kan?. " tanya Dania dengan tersenyum.
"Boleh dong sini mana handphone kamu. " jawab Cito.
Lalu Dania menyerah kan handphone nya ke Cito, kemudian Cito mengetik dan menyimpan nomer nya di handphone Dania.
"Ini sudah." ucap Cito dengan mengembalikan handphone itu.
"Makasih Julian. " ucap Dania dengan tersenyum.
"Nanti chat ya." ucap Cito dengan tersenyum.
"Siap." ucap Dania dengan tersenyum.
"Balik dulu ya Dania." pamit Cito.
"Hati hati loh di jalan." ucap Dania dengan tersenyum.
Lalu Cito pergi meninggalkan rumah Dania dan kembali ke kos an nya, yang agak jauh sedikit dari rumah Dania.Tak lama setelah itu Cito pun sampai di kost an nya dan masuk ke dalam kos an nya.
Malam nya ketika cito mau tidur, Cito pun terus kepikiran Dania, wanita yang baru dia kenal tadi.Cito tersenyum tersenyum sendiri sambil memikirkan Dania. Tak lama setelah itu tiba tiba ada telpon yang masuk, kemudian Cito mengecek dan langsung mengangkat telpon itu.
"Siapa ya?. " tanya Cito kepada orang yang menelpon nya.
"Yaelah Julian, baru kenalan tadi udah lupa." ucap wanita di dalam telpon itu.
Cito mengenali suara yang lembut itu, dan ternyata itu adalah Dania yang menelpon nya.
"Lupa nomer kamu belum aku simpan. " ucap Cito
"Simpan kali Julian." ucap Dania.
"Udah aku simpan. " ucap Cito.
"Gitu dong, ngomong ngomong lagi ngapain nih?. " tanya Dania.
"Rebahan sih." Jawab Cito.
"Kita video call aja kali ya." ucap Dania.
"Boleh deh." ucap Cito.
Kemudian Dania memulai video call dengan Cito.
"Rambut aku kusut banget ya." ucap Dania dengan tersenyum.
"Sisiran gih." ucap Cito dengan tersenyum.
"Gak mau ah, udah malam." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tante Arika mana?. " tanya Cito.
"Udah tidur tadi. " jawab Dania.
"Kamu gak tidur?. " tanya Cito.
"Belum ngantuk Julian." jawab Dania.
"Besok kerja loh, nanti kalau bangun nya kesiangan gimana?. " tanya Cito lagi.
"Santai aja kali, baru juga jam sepuluh." jawab Dania.
"Iya deh." ucap Cito.
"Besok habis dari rumah sakit aku ke kosan mu ya?. " tanya Dania.
"Iya Dania." jawab Cito.
Kemudian Dania mengikat rambut nya yang kusut itu ke belakang.
"Diam aja." ucap Dania dengan tersenyum.
"Bingung aku mau ngomong apa." ucap Cito dengan tersenyum.
"Btw aku cantik gak?. " tanya Dania.
"Cantik lah kan perempuan." jawab Cito dengan tersenyum.
"Iya juga ya." ucap Dania.
"Udah dulu ya Dania, aku ngantuk nih. " ucap Cito.
"Sama aku juga tiba tiba ngantuk nih." ucap Dania.
Kemudian Cito mengakhiri video call nya dengan Dania karena sudah mengantuk.
"Cantik banget ya Dania." ucap Cito dengan memikirkan Dania.
Lalu Cito menaruh handpohne miliknya di atas meja, setelah itu dia pun tidur, karena sudah sangat mengantuk dan juga kelelehan.
.................BERSAMBUNG.................
Bagaimana kelanjutannya kisah Dania dan Cito?.