
Di hotel para penduduk sedang berbahagia dengan canda dan tawa yang mereka ciptakan di tengah wabah zombie yang kejam ini, yang merubah dunia ini menjadi kacau balau entah apa penyebab dari wabah zombie ini.Dengan mengejutkan tiba tiba datang se kelompok orang dengan mobil militer serta membawa senjata lengkap ke hotel itu dan penjaga gerbang pun kaget dengan kedatangan mereka entah apa maksud nya.
Tak lama setelah itu turun lah seorang dengan satu mata yang tertutup layak nya seorang bajak laut dengan pedang di tangan kanan nya kemudian menghampiri penjaga gerbang itu.
"Di mana pemimpin camp ini?." tanya pria itu dengan mengancam.
"Ada di dalam tuan." ucap penjaga gerbang itu.
"Cepat panggil kan!." perintah pria itu dengan mengancam.
Kemudian penjaga itu pun memanggil Wati sang pemimpin camp itu yang ada di dalam hotel.
"Mbak ada yang mencari." ucap penjaga gerbang itu.
"Siapa ya mas?." ucap Wati yang penasaran.
"Gak tau mbak kelihatan nya pemimpin camp lain." ucap penjaga itu.
Dengan cepat Wati menemui orang yang mencari nya itu ke gerbang hotel tanpa rasa takut sedikit pun.
"Mau apa kalian kemari?." tanya Wati dengan tegas.
"Cewek ya ternyata pemimpin camp ini." ucap Pria itu dengan sombong.
"Mau apa kalian kemari?. " tanya Wati dengan tegas tanpa ada senyum sedikit pun.
"Oke, jadi kami kemari ingin meminta sebagian Persediaan kalian. " ucap pria itu dengan tersenyum.
"Tidak,penduduk kami juga membutuhkan nya." ucap Wati yang marah.
"Tapi sayang sih jika cewek secantik kamu menjadi korban." ucap pria itu dengan tersenyum.
"Apa maksud mu?. " ucap Wati dengan bingung.
"Oke kami akan pergi,tapi terima akibat nya nanti." ucap Pria itu kemudian masuk kedalam mobil meninggal kan Wati.
Dan kelompok itu pun pergi dari hotel ini dengan perasaan yang marah karena camp hotel tidak bisa di ajak kerja sama.Sementara Wati bingung dengan perkataan pria yang seperti bajak laut itu, namun Wati tidak terlalu memikirkan itu dan memilih untuk pergi ke dalam hotel.
Sementara di parkiran Tomi sedang berduaan sama Hana dengan begitu mesra.
"Kamu masih cinta sama aku gak?." Tanya Hana dengan tersenyum.
"Gak suka." ucap Tomi dengan yakin.
"Yaudah ngapain aku disini kalau kamu gak suka sama aku." ucap Hana dengan tersenyum.
"Tapi aku cinta sama Hana.ucap Tomi dengan tersenyum.
" Terus aku siapa kalau gak Hana?." tanya Hana dengan tersenyum.
"Gak tau mungkin kamu Cyntia kali." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Yaudah kalau begitu aku pergi ya." ucap Hana dengan tersenyum.
"Jangan dong sayang." ucap Tomi dengan tersenyum.
" Sayang?." tanya Hana dengan tersenyum.
"Iya sayang." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian tak lama setelah itu datang Sekar dan Winda ke arah mereka.
"Ciee so sweet banget sih." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Apasih kalian." ucap Hana dengan tersenyum.
"Gitu ya kalau udah punya pacar kita di cuekin." ucap Winda dengan tersenyum.
" Yaudah kita menjauh aja kali Winda." ucap Sekar dengan tersenyum kemudian pergi.
"Iya Sekar kita menjauh aja." ucap Winda dengan tersenyum.
"Kalian ga jelas banget sih." ucap Hana dengan tersenyum.
Kemudian Winda dan Sekar duduk dengan melihat pemandangan di sekitar hotel dari parkiran itu.
"Aku pergi dulu ya Hana." Pamit Tomi.
"Iya Tomi." Ucap Hana dengan tersenyum.
Kemudian Tomi pergi meninggal kan Hana di parkiran itu, Hana yang sendirian menghampiri teman nya berdua yang duduk sambil melihat pemandangan sekitar hotel.
"Boleh gabung gak." ucap Hana dengan tersenyum.
"Yah sudah selesai pacaran nya." Ucap Sekar dengan tersenyum.
"Padahal kita baru aja mau lihat." ucap Winda dengan tersenyum.
Kemudian Hana duduk di samping mereka berdua.
"Bagus ya pemandangan nya." ucap Hana dengan menunjuk gunung yang ada jauh dari mereka.
"Iya ya bagus banget. " ucap Winda dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong kamu dulu kerja apa Winda?." tanya Sekar dengan penasaran.
"Kalian jangan kaget ya." ucap Winda dengan tersenyum.
"Emang apa sih?. " tanya Hana dengan semakin penasaran.
"Wanita penghibur." jawab Winda dengan muka datar.
Seontak Sekar dan Hana pun kaget mendengar hal itu.
"Gak salah dengar kan aku?." tanya Sekar mencoba memastikan.
"Iya emang gak salah Sekar." ucap Winda dengan tersenyum.
"Kenapa bisa Winda?." tanya Hana dengan kaget.
"Ya gua gak tau kali Hana,tiba tiba gue di tawari pekerjaan dan di suruh tanda tangan." ucap Winda dengan tersenyum.
"Tapi kamu emang paling cantik sih dari kita bertiga." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya ya emang kamu cantik banget." ucap Hana dengan tersenyum.
"Kalian kok gitu sih, kalian juga kan cantik." ucap Winda dengan tersenyum.
Kemudian Sekar mencubit pipi Winda.
"Gemes deh." ucap Sekar dengar mencubit pipi Winda.
"Sakit,kali Sekar." ucap Winda dengan tersenyum ke arah Sekar yang mencubit nya.
Mereka bertiga pun sangat berbahagia di sana dan menjadi seorang sahabat.
"Aku yakin anak kamu pasti cantik banget seperti ibu nya." ucap Hana dengan tersenyum ke arah Winda.
" Kalian kok muji muji aku mulu deh dari tadi perasaan." ucap Winda yang terlihat malu.
"tapi emang benar kan kenyataan." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Tapi ya gak muji muji gitu kali kan aku malu." ucap Winda dengan tersenyum.
Kemudian Sekar menaruh tangan nya di pundak Winda dan Hana pun mengikuti apa yang Sekar lakukan sehingga Winda yang berada di tengah pun bahagia.
"Jujur aku belum merasa kan persahabatan yang indah seperti ini selama hidup ku." ucap Winda dengan terharu dan menetes kan air mata.
"Winda kami akan bantu kamu se maksimal mungkin yang kami bisa kok." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Karena sekarang kita adalah sahabat Winda." Ucap Hana dengan tersenyum ke arah Winda.
"Makasih ya, aku sayang kalian." ucap Winda dengan terharu.
Mereka bertiga pun bahagia di parkiran itu dengan menikmati pemandangan sekitar hotel yang sangat bagus.Kemudian tiba tiba Wati datang menghampiri mereka yang sedang duduk di parkiran dan membawa makanan untuk mereka makan bersama.
"Hai semua nya." ucap Wati dengan bahagia.
Kemudian mereka bertiga menoleh ke arah Wati dengan bahagia.
"Ya ampun kak Wati bawa makanan tau aja kalau kita lapar." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Wati duduk di samping Sekar.
"Iya dong kakak itu kan selalu perhatian sama kalian." ucap Wati dengan tersenyum.
"Kak Wati bisa aja deh." ucap Winda dengan tersenyum ke arah Wati.
"Iya kak aku hamil." jawab Winda dengan tersenyum.
"Kak Wati akan selalu bantu kok, walau kak Wati belum pernah hamil." ucap Wati dengan tersenyum ke arah Winda.
"Kak Wati umur berapa sih?. tanya Sekar dengan penasaran.
" Kak Wati umur 31 tahun." Jawab Wati dengan tersenyum.
"Sudah tua gak sih." ucap Sekar dengan menoleh ke arah dua teman nya.
"Tapi kok tetep cantik aja ya." ucap Winda dengan tersenyum.
"Iya kak Wati awet muda." ucap Hana dengan tersenyum.
"Kalian kok jadi muji muji kak Wati gitu sih." ucap Wati dengan tersenyum malu.
"Gak apa apa kak emang kenyataan nya gitu kan." ucap Winda dengan tersenyum.
"Kalau kalian umur berapa sih?." tanya Wati dengan penasaran.
"Kami bertiga umur 26 tahun kak." jawab Sekar dengan yakin.
Kemudian mereka berempat pun memakan makanan yang di bawa kan Wati dengan bahagia sambil menikmati indah nya pemandangan di sekitar hotel ini yang begitu indah.
Sementara Cito yang ada di hotel pun sedang melamun memikir kan sesuatu yang indah bersama pacar nya dulu walau pun hanya sebentar saja yang bisa mereka lalui bersama, namun itu menjadi kenangan yang tidak pernah Cito lupakan selama hidup nya.
"Dania sudah tiga tahun kamu pergi meninggalkan ku." ucap Cito dengan memandang foto pacar nya itu.
Dengan perasaan yang masih begitu berduka dalam diri nya.
"Tapi aku senang sekali kamu tidak bisa menyaksikan wabah zombie yang begitu kejam ini, mungkin aku sayang pada mu tetapi Tuhan lebih sayang padamu Dania, sampai tiga tahun aku juga belum menemu kan gadis seperti mu Dania,tidak ada yang bisa mengganti kan mu Dania." ucapan yang keluar dari mulut Cito dengan di ikuti air mata yang keluar.
Tiba tiba secara mengejut kan ada yang mengetuk pintu dari luar kamar nya itu dan Cito membuka nya dan ternyata itu adalah Sekar yang sudah kembali dari parkiran.
"Eh Sekar ada apa?. " tanya Cito dengan tersenyum ke arah Sekar.
"Lihat Tomi gak cito?. " Sekar balik bertanya.
"Gak tau Sekar,coba cari di belakang siapa tau ada." Jawab Cito.
"Oh makasih ya Cito, aku pergi dulu ya." ucap Sekar kepada Cito.
Kemudian Sekar mencoba ke belakang hotel untuk mencari Tomi yang mungkin ada di sana, setelah sampai di belakang hotel ternyata ada Tomi yang sedang duduk dengan rokok di tangan nya dan asap yang keluar dari mulut nya terlihat sedang galau. Kemudian Sekar pun mencoba menghampiri nya dan duduk di samping nya.
"Kenapa sih kawan?." tanya Sekar yang duduk di samping Tomi.
Kemudian Tomi menoleh ke arah Sekar dengan senyuman yang keluar dari mulut nya.
"Apa sih cantik ikut aja,orang lagi menyendiri." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Yaudah aku pergi nih." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi memegang tangan Sekar dengan erat.
"Jangan sini aja. " ucap Tomi dengan teraenyum.
Kemudian Sekar tersenyum ke arah Tomi dengan wajah cantik nya itu.
Lalu mereka berdua duduk bersama di belakang hotel itu dan Sekar menyandar kan kepala nya di pundak Tomi.
"Tomi kita selalu bersama selama ini." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar, aku sangat bersyukur punya sahabat yang baik seperti dirimu." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Aku tak tau harus berbuat apa kalau kita berpisah nanti Tomi." ucap Sekar dengan sedih.
"Aku juga Sekar,kita sudah terlalu akrab selama ini bagaikan seorang adik dan kakak." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Kau selalu ada buat aku Tomi, coba aku gak bertemu sama kamu waktu itu pasti aku sudah tidak ada di dunia ini." ucap Sekar dengan tersenyum.
Mereka berdua pun bahagia satu sama lain dengan merenungi apa yang telah terjadi sebelum wabah melanda.lalu Tomi memegang tangan Sekar dengan penuh kasih sayang. Tiba tiba ada kucing di hadapan mereka yang sedang kelaparan. Kemudian Sekar menegak kan kepala nya yang bersandar di pundak Tomi lalu mendekati kucing itu dan menaruh kucing itu di pangkuan nya.
"Tomi boleh minta tolong gak?." tanya Sekar dengan tersenyum.
"Minta tolong apa? " Tomi balik bertanya.
"Ambilin ikan di dapur dong!, kasihan kucing ini pasti kelaparan."perintah Sekar dengan tersenyum.
" Oke ." balas Tomi yang kemudian pergi meninggal kan Sekar dan menuju ke dapur.
Sekar mengelus kucing itu dengan penuh kasih sayang. Tak lama setelah itu Tomi pun datang dengan ikan yang di minta Sekar.
"Cukup kan segini?. tanya Tomi dengan menunjuk kan ikan di tangan nya itu kepada Sekar.
"Kebanyakan kali Tomi segitu." Jawab Sekar dengan tersenyum.
"Yaudah aku makan sebagian." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Terserah mu deh." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi memberikan sepotong ikan itu kepada Sekar sementara yang lain nya akan dia makan sendiri.Sekar menyuapi kucing itu dengan ikan yang Tomi bawa dari dalam,dengan penuh kasih sayang dan kucing itu yang kelaparan itu pun memakan sepotong ikan yang di berikan Sekar itu dengan lahap mereka berdua yang melihat nya pun sangat bahagia. Tiba tiba dengan mengejut kan Tomi menyuap kan sepotong ikan yang ada di tangan nya itu kepada Sekar dan membuat Sekar pun tersenyum kepada Tomi.
"Dari dulu kamu gak pernah berubah ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Tomi akan tetap menjadi Tomi, Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar mencubit pipi Tomi dengan senyuman yang keluar dari wajah nya itu, namun Tomi malah bersin karena tangan Sekar habis menyentuh kucing sehingga bulu nya masuk ke dalam hidung Tomi.
"Gitu aja bersin alay banget sih." Ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.
Kemudian Tomi mencubit pipi Sekar.
"Gantian dong." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Kamu balas dendam ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu Winda dan Hana pun datang ke arah mereka berdua yang ada di belakang hotel.
"Sekar di cariin dari tadi, ternyata kamu ada disini."ucap Hana dengan tersenyum.
" Tuh pacar kamu datang." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Apa sih Sekar. " ucap Hana dengan malu.
Kemudian Winda duduk di hadapan Sekar dan melihat kucing itu.
"Eee kucing siapa ini lucu banget." ucap Winda dengan tersenyum.
Lalu Winda mengelus kucing itu dengan begitu bahagia dan menggendong nya, sementara Hana duduk di samping Tomi dan tersenyum ke arah Tomi.
"Kamu kok kek canggung banget sih sama aku sekarang." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Biasa aja kali Tomi." ucap Hana dengan tersenyum.
"Dulu aja manggil aku sayang." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tapi kan kita sudah gak pacaran, kenapa harus bilang sayang?." tanya Hana dengan tersenyum.
"Ya elah ngomong mau balikan aja susah banget sih Hana." saut Sekar dengan tersenyum.
"Apa harus kita wakil kan." ucap Winda dengan tersenyum.
"Tomi sayang balikan yuk, aku masih cinta sama kamu." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Kalian gak jelas mulu deh dari kemarin." ucap Hana dengan tersenyum ke arah dua teman nya itu.
"Hana cantik aku mau kok balikan sama kamu." ucap Winda dengan tersenyum.
"Kalian apa apaan sih." ucap Hana dengan tersenyum.
Kemudian Winda pun ngantuk dan memilih untuk meninggal kan mereka bertiga.
"Ngantuk a tidur dulu gua." ucap Winda kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga dan menuju ke kamar nya.
"Siang siang gini kok tidur sih." ucap Hana dengan tersenyum.
"Yaudah gua ke kamar dulu ya, jangan ganggu gua ya nanti Sekar." ucap Winda dengan tersenyum.
"Gak mau pokok nya aku ganggu." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Winda kembali ke kamar nya untuk melakukan tidur siang.
.....................BERSAMBUNG..................