
Di mini market seperti biasa Sekar menggendong Koko dan menyuapinya makan, sementara Elly sedang mengecek motornya,dan Tomi masih tertidur di ruang karyawan. Setelah selesai mengecek motornya Elly menghampiri Sekar yang sedang menggendong Koko.
"Habis ngapain Elly?. " tanya Sekar dengan penasaran.
"Habis ngecek motor." jawab Elly.
"Ohh." ucap Sekar.
"Tomi masih tidur ya?. " tanya Elly.
"Iya, biasa sih orang itu bangunnya mesti kesiangan. " jawab Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Elly mengambil satu snack yang ada di mini market, setelah mengambilnya dia pun duduk. Sekar pun menghampiri Elly dan ikut duduk di sampingnya.
"Kar, bener kamu mau nikah sama Tomi?. " tanya Elly.
"Benar Elly." jawabku.
"Tapi kira kira di sekitar sini ada yang bisa nikahin kamu gak?. " tanya Elly.
"Gak tau juga sih,kalau ada ya aku langsung nikah sama Tomi, tapi kek nya mustahil deh nemuinnya." jawab Sekar.
"Kalau kamu gak ada yang nikahin, gak jadi nikah?. " tanya Elly.
"Iya Elly. " ucap Sekar sembari menyuapi Koko.
"Mudah mudahan aja ada ya." ucap Elly dengan tersenyum.
"Iya Elly. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Tapi kenapa dulu kamu gak nikah waktu di hotel itu?. " tanya Elly sembari memakan snack yang ada di tanganya.
"Dulu Tomi itu punya pacar Elly, namanya Hana, tapi setelah kejadian kebakaran aku gak tau dia dimana?." jelas Sekar.
"Ohh." ucap Elly dengan mengangguk.
"Tapi aku yakin dia masih hidup kok, aku sama Tomi juga gak nemuin mayat mereka." ucap Sekar.
"Mungkin mereka juga sedang berjuang seperti kita sih. " ucap Elly.
"Iya Elly semoga saja." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Tapi ngomong ngomong, kamu sama Tomi sudah kenal lama?. " tanya Elly dengan penasaran.
"Sudah sejak sma sih, tapi aku tau Tomi sudah dari SD sih karena kita satu desa, tapi sd sama smp sekolahku beda sama Tomi. " jelas Sekar.
"Ohh, gitu ya." ucap Elly dengan mengangguk.
"Tomi adalah lelaki yang paling aku sayangi Elly. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Elly tersenyum mendengar perkataan Sekar.
"Oh, iya aku boleh gendong Koko gak." ucap Elly.
"Boleh nih. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar memberikan Koko pada Elly dan dia menggendong Koko.
"Aku mau ke kamar dulu ya, bangunin Tomi. " pamit Sekar.
"Oh iya Sekar. " ucap Elly.
"Sama ini suapin ya Koko. " ucap Sekar.
"Siap Sekar. " ucap Elly.
Elly tetap berada di pusat mini market, sementara Sekar hendak pergi ke dalam ruang karyawan untuk membangunkan Tomi yang masih tertidur.
"Tomi bangun Tomi. " ucap Sekar dengan menggoyang tubuh Tomi yang tertidur.
Tapi Tomi belum juga terbangun.
"Sayang bangun sayang. " ucap Sekar yang membangunkan Tomi.
Seketika Tomi pun langsung membuka mata,mendengar perkataan Sekar itu.
"Apa kamu bilang tadi?." tanya Tomi.
"Tuh kan pura pura gak bangun tadi waktu aku bangunin. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Alay banget bilang sih kamu panggil sayang ke aku. " ucap Tomi kemudian duduk.
"Gak apa apa kan, aku panggil kamu sayang?." tanya Sekar.
"Kan kamu sendiri yang bilang kalau sayang sayangan itu alay. " jawab Tomi.
"Alay sih,tapi dahlah. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi menyuruh Sekar untuk mengambilkan snack.
"Tolong ambilin snack dong Sayang. " perintah Tomi dengan tersenyum.
"Jangan panggil sayang ih, alay Tomi." ucap Sekar dengan raut wajah kesal.
"Kamu tadi bilang sayang aku gak apa apa kok, tapi aku kok gak boleh." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Pokoknya kalau bilang sayang, aku gak mau ambilin. " ucap Sekar dengan tangan sedekap.
"Iya deh iya, Sekar tolong ambilin snack dan minuman ya!. " perintah Tomi.
"Iya Tomi. " ucap Sekar.
Sekar kemudian keluar dari ruang karyawan itu dan mengambil snack dan minuman yang di inginkan Tomi.
"Sekar,mau ngambilin Tomi ya. " ucap Elly.
"Iya, biasa raja itu harus di layani. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Elly tersenyum mendengar perkataan Sekar, lalu Sekar pun menghampiri Elly yang sedang menggendong Koko.
"Gimana Koko rewel gak?. " tanya Sekar.
"Gak kok seperti biasa. " jawab Elly dengan tersenyum.
"Oh yaudah. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar kembali ke ruang karyawan memberikan makanan itu kepada Tomi.
"Ini makanan kamu. " ucap Sekar dengan menjatuhkan makanan yang di bawa nya.
"Makasih Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar duduk di depan Tomi, sementara Tomi langsung memakan makananya dengan begitu lahap. Setelah pandangan Tomi tertuju pada Sekar yang duduk di depannya yang sedang memandangnya sambil tersenyum .
"Kamu kok senyum senyum gak jelas sih?. " tanya Tomi dengan bingung.
"Gak kok cuma senang aja lihat kamu sedang makan." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Oh, kamu udah makan?." tanya Tomi.
"Udah tadi." jawab Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Tomi menyuapi Sekar dengan snack yang ada di tanganya.
"Kamu makan sendiri aja, gak usah nyuapin aku. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Gak mau." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar mengambil snack yang ada di tangan Tomi.
"Kalau gitu aku aja yang suapin. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Sekar menyuapi snack itu satu persatu ke mulut Tomi.
"Enak kan." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Enak dong kan Sekar gitu yang suapin." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian setelah snack di tangan Sekar habis, Sekar pun berbaring dan bersandar di paha Tomi.
"Tomi aku sayang banget sama kamu." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Aku juga Sekar. " balas Tomi dengan tersenyum.
"Makasih ya buat segalanya." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Gak tau, mungkin seribu kali. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Mungkin iya, aku juga makasih bisa nemenin aku sampai sejauh ini." ucap Tomi sembari mengelus wajah cantik Sekar.
Mereka berdua pun bahagia di ruangan itu.
"Kira kira orang tua kamu masih hidup gak ya?. " tanya Sekar.
"Gak tau sih Sekar. " jawab Tomi.
"Jika nanti orang tuamu masih hidup,lalu kita bertemu dengan mereka apa yang pertama kali kau lakukan? . " tanya Sekar dengan tersenyum.
"Aku akan memberi tau mereka, jika wanita cantik yang bersandar di pahaku ini adalah istriku tercinta. " ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tapi kita belum nikah anjir. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Kan kita bentar lagi nikah Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian ada yang membuka pintu dari luar, yang tak lain adalah Elly.
"Cie mesra banget. " ledek Elly dengan tersenyum.
Seketika Sekar pun bangun dan kembali duduk.
"Biasa aja kali gak usah kaget gitu. " ucap Elly dengan tersenyum.
"Malu sama kamu Elly. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Elly melepaskan Koko yang ada di gendonganya, lalu setelah itu Koko pun berlari menghampiri Sekar.
"Koko pintar banget deh." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Kalian romantis banget sih, aku jadi iri." ucap Elly dengan tersenyum.
Kemudian Elly duduk di samping mereka berdua.
"Biasa aja kali Elly. " ucap Tomi dengan tersenyum.
"Iya nih Elly. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Elly hanya tersenyum melihat mereka berdua.
"Oh iya Elly, rumah paman kamu jauh gak dari sini? . " tanya Tomi dengan penasaran.
"Agak jauh sih Tomi. " ucap Elly.
"Oh iya Elly tas kamu taruh sini aja kali, jangan taruh di luar." perintah Sekar.
"Oh iya aku lupa Sekar. " ucap Elly.
Kemudian Elly keluar mengambil tasnya serta pemukul bisball nya, yang ada di samping motornya berada. Setelah mengambilnya Elly pun kembali masuk ke dalam ruang karyawan.
"Emang isinya apa aja sih?. " tanya Sekar dengan penasaran.
"Pakaian doang sih, tapi ada album foto keluaragaku." jawab Elly.
Kemudian Elly membuka tasnya dan mengambil album foto dari dalam. Setelah itu Elly menaruh tasnya di lemari dan dia kaget ketika melihat banyak tas di dalam lemari itu. Kemudian Elly kembali duduk di samping mereka.
"Itu tas nya siapa banyak banget?. " tanya Elly dengan penasaran.
"Karyawan mini market yang sudah meninggal. " jawab Sekar.
"Jadi zombie mereka?. " tanya Elly lagi.
"Iya Elly." jawab Sekar.
"Jadi pertama kali kita bertiga kesini, itu ada zombie zombie mereka, terus aku bunuh zombie zombie itu." jelas Tomi.
"Ohh." ucap Elly dengan mengangguk.
"Tapi ada yang aneh saat itu. " ucap Tomi.
"Aneh apanya?." tanya Elly dengan penasaran.
"Ada zombie yang bisa lari Elly, kira kira kamu pernah jumpa zombie seperti itu gak? . " ucap Tomi.
"Gak pernah sih , tapi perasaan zombie jalanya lambat semua deh. " ucap Elly.
"Tapi yang waktu itu beda Elly. " ucap Tomi.
"Mungkin ada zombie yang telah bermutasi menjadi kuat kali." ucap Elly dengan tersenyum.
"Tapi kalau aku lihat di film film, zombienya pada bisa lari kencang semua." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Ye itu kan di film, zombie di dunia nyata beda sama yang ada di film." ucap Elly dengan tersenyum.
"Kamu gimana sih Tomi?. " ledek Sekar dengan tersenyum.
"Berarti lebih lemah di dunia nyata dong zombienya. " ucap Tomi dengan tersenyum.
"Iya juga sih. " ucap Elly dengan tersenyum.
"Tapi kan ada zombie yang bisa lari Elly, iya kan Sekar." ucap Tomi dengan menoleh ke arah Sekar.
"Iya, sedikit lagi dia mau di gigit untung aku ingatin, kalau gak aku ingatin mungkin sekarang dia udah jadi zombie. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Bisa aja deh kalian ini. " ucap Elly dengan tersenyum.
"Tapi kamu tau info, penyebab wabah zombie ini? . " tanya Tomi dengan penasaran.
"Aku sebenarnya gak tau pasti sih Tomi, tapi aku pernah dengar cerita kalau virus ini berasal dari sebuah cairan vaksin,dibuat oleh seorang dokter gitu, aslinya sih buat memusnahkan penyakit sih katanya, tapi hasilnya berbeda Tomi, malah cairan vaksin itu membunuh orang yang di suntikan vaksin itu dan mengendalikan mayat orang yang meninggal itu. " jelas Elly.
"Menularnya lewat gigitan doang kan?. " tanya Sekar dengan penasaran .
"Iya sih katanya." jawab Elly dengan tersenyum.
"Kalau cakaran gak?. " tanya Tomi.
"Kalau cakaran itu gak, aku aja pernah di cakar sama zombie, tapi lukanya itu sakit dan perih banget. " jawab Elly.
"Coba lihat cakarannya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Elly melihatkan cakaran yang ada di tanganya pada Tomi dan juga Sekar.
"Udah kering cakaranya,masa masih sakit? ." tanya Sekar dengan tersenyum.
"Sekarang sudah gak sih. " ucap Elly dengan tersenyum.
Kemudian Elly mengambil foto album yang ada di sampingnya, terus dia membukanya.
"Itu foto foto keluargamu?. " tanya Sekar.
"Iya, lihat ini deh Sekar. " jawab Elly sambil melihatkan foto itu pada Sekar dan Tomi.
"Ini adik kamu kan?. " tanya Sekar dengan menunjuk foto wanita di samping Elly.
"Iya ini adik aku, cantik kan?. " jawab Elly.
"Cantik sih, gak jauh beda sama kakaknya. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Lalu membuka lembaran album foto selanjutnya, terlihat foto masa kecil Elly.
"Ini kamu kan?. " tanya Sekar dengan tersenyum.
"Iya ini aku. " ucap Elly dengan tersenyum.
"Ih lucu banget. " ucap Sekar sambil mencubit pipi Elly.
"Ih apa sih Sekar. " ucap Elly dengan tersenyum.
"Apalagi foto kecilnya Sekar malah lucu banget. " ucap Tomi dengan tersenyum.
"Sok tau ya, mana pernah kamu lihat foto aku waktu kecil. " ucap Sekar.
"Ada,waktu itu aku ambil di rumahmu." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Nipu kamu. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Koko pun tertawa, membuat pandangan mereka pun tertuju ke Koko.
...................... BERSAMBUNG.........................