Zombee

Zombee
TEMPAT YANG LAYAK DAN SEBUAH RENCANA



Setelah mereka di izinkan tinggal di hotel itu oleh pemimpin hotel mereka begitu bahagia karena tujuan mereka telah tercapai dengan lancar walaupun ada sedikit cobaan dan rintangan yang harus mereka lalui sebelum nya, namun hotel itu tidak terlalu besar tidak seperti di kota kota,tapi cukup menampung cukup banyak orang disana.


Setelah itu Sekar mengajak Tomi pergi ke kamarnya untuk memaksa Tomi bercerita sesuatu tentang Hana yang belum dia ceritakan kepadanya.


Kemudian Sekar duduk diatas kasur sementara Tomi duduk di atas lantai kamar Sekar.


"Jadi Tomi bagaimana dengan Hana?." Tanya Sekar dengan penasaran.


"Hana ikut dengan pacarnya dulu di camp." Jawab Tomi.


"Ohh si Alvin, kenapa kamu gak ajak mereka berdua?." Tanya Sekar dengan muka penasaran.


"Ya pacarnya gak akan maulah." Jawab Tomi dengan tersenyum.


"Ohh, iya juga ya,gak apa apa sih mereka juga kan bahagia disana." Kata Sekar dengan tersenyum.


Kemudian Tomi menceritakan tentang hubungan dia dengan Hana kepada Sekar.


"Sebenarnya aku sempat jadian dengan Hana pada waktu itu." Kata Tomi muka datar.


"Tuh kan bener, kan udah aku duga dari dulu kamu itu sudah suka sama Hana." Kata sekar dengan tersenyum


Kemudian Sekar duduk didepan Tomi.


"Aku juga faham apa yang sedang di rasakan sahabatku yang ganteng ini,kamu yang sabar ya." Ucap Sekar dengan memegang tangan Tomi.


"Tapi dia masih cinta sama aku kok,dia memberiku kalung dan surat ini untukku." Kata Tomi dengan mengambil barang yang diberi Hana itu dari sakunya.


"Tenang Tomi, kalau emang dia jodohmu dia pasti akan kembali denganmu." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Iya Sekar aku tau kok." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Tapi kamu juga tolol sih suka sama cewek yang udah punya pacar." Kata Sekar.


"Kamu kok gitu sih Sekar." Kata Tomi dengan masang muka sedih.


"Nggak kok bercanda kali Tomi." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Tapi bener juga sih. " Kata Tomi dengan menggaruk rambutnya.


"Tuh kan nyadar. " Kata Sekar dengan tertawa.


Lalu ada yang mengetuk pintu kamar Sekar dari luar kemudian Sekar menyuruhnya untuk masuk dan ternyata itu adalah Winda yang membawa makanan masakan penduduk hotel untuknya dan Sekar tapi Winda tidak mengetahui jika ada Tomi disana.


"Ada Tomi ternyata, berarti kurang dong makananya, yaudah aku ambil lagi didapur ya." Kata Winda dengan tersenyum.


"Gak usah repot repot tau,udah kamu duduk aja nanti aku disuapin Sekar sedikit aja pasti udah kenyang kok." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Ye siapa yang mau nyuapin kamu." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Gak pokoknya aku ambilin lagi." kata Winda yang meletakkan makanan itu di depan mereka berdua,kemudian kembali ke dapur.


Lalu Sekar senyum senyum gak jelas ke arah Tomi.


"Apaan sih?Sekar kek orang gila tau gak."kata Tomi dengan heran dengan tingkah sahabatnya itu.


"Kamu sama dia keknya cocok deh. " Kata Sekar dengan tersenyum kepada Tomi.


"Maksudnya Winda?, ya bisa juga sih." Ucap Tomi dengan mengelus dagunya.


Kemudian Winda datang membawa makanan satu lagi untuk dirinya dan berkumpul lagi bersama Sekar dan Tomi.


"Udah kenal aku kan mbak?." Tanya Sekar.


"Udah kok mbak . " Jawab Winda dengan tersenyum.


Mereka bertiga pun memakan makanan mereka masing masing dengan bahagia, kemudian Sekar bercerita tentang dirinya bu Tina dan Koko bisa sampai disini karena diselamatkan oleh Wati sang pemilik hotel yang bersama Sekar tadi di depan gerbang,mereka diselamatkan oleh Wati ketika zombie dari perbatasan pergi kearah rumah bu Tina dan jumlahnya begitu banyak sehingga mereka hanya bisa pasrah tapi untungnya ada wati yang datang dari arah berlawanan dengan para zombie itu dan mengajak Sekar dan bu Tina yang sedang gendong bayi Koko untuk masuk kedalam mobilnya dan pergi memutar balik mobilnya hingga membawa mereka ke hotel ini


Dan tak lupa Sekar memberikan tanda di rumah bu Tina walau gak jelas arah nya kemana karena dia juga tidak tau sebelumnya jika akan pergi ke hotel ini.


"Oh iya Sekar ada yang mau aku omongin penting banget." Kata Tomi dengan wajah serius.


"Sepenting apa sih Tomi wajah kamu kok serius banget?."Tanya Tomi dengan tersenyum.


"Aku pergi dulu takutnya nanti ganggu kalian."kata Winda yang berniat untuk pergi keluar kamar Sekar.


"Sini aja Winda, kamu juga harus tau." Tomi mencegah Winda untuk pergi.


"Sepenting apasih Tomi sehingga aku gak boleh pergi." Kata Winda dengan tersenyum.


"Yang masalah kamu ituloh mungkin Sekar juga bisa bantu kan dia dulu seorang perawat." Jelas Tomi.


"Oh iya faham faham." Kata Winda dengan tersenyum.


"Jadi Sekar, Winda ini hamil." Kata Tomi menjelaskan kepada Sekar.


"Apa?, tega kamu ya hamilin anak orang , aku gak nyangka Tomi kamu melakukan itu. " Kata Sekar dengan nada yang tinggi dan terkejut.


Membuat Tomi membungkam mulut Sekar yang berbicara melantur.


"Gak gitu maksud aku tolol, Winda itu bukan hamil anak aku." Kata Tomi menjelaskan kepada Sekar.


"Ya ampun mulut aku dosa banget." Kata Sekar dengan memukuli mulutnya sendiri."jadi mbak bisa tidur dikamar aku kalau ada apa apa kan bisa aku bantu."kata Sekar dengan tersenyum.


"Makasih ya mbak." Kata Winda dengan tersenyum.


"Santai aja kali mbak." Kata Sekar dengan tersenyum.


Kemudian setelah makan mereka langsung pergi menuju ke dapur untuk bertemu bu Tina yang sedang masak namun di tengah perjalanan ada Andi yang mengajak Winda pergi keluar hotel untuk membicarakan sesuatu, sementara Sekar dan Tomi tetap melanjutkan perjalanan ke dapur untuk bertemu bu Tina yang sedang masak, tak lama setelah itu Tomi dan Sekar sampai di dapur, bu Tina terlihat bahagia dan langsung menghampiri Tomi kemudian memeluknya layaknya ibu dan anak.


Bu Tina melepaskan pelukanya


"Untunglah kamu bisa sampai disini dengan selamat."kata bu Tina dengan bahagia.


"Iya bu aku baik baik aja kok. "Kata Tomi dengan bahagia.


"Koko dimana ya bu?."tanya Sekar dengan penasaran.


"Itu sama Haliza." Jawab Sekar bu Tina yang menunjuk ke arah wanita yang sedang menggendong anaknya.


Kemudian Sekar pergi ke arah Haliza yang sedang menggendong Koko anak bu Tina.


"Oh iya Hana kemana kok gak ada?." Tanya bu Tina yang merasa kehilangan.


"Hana di camp sebelah bu sama pacarnya dulu." Jawab Tomi dengan tersenyum.


"Ohh camp pabrik itu kan?." Tanya Wati. Kepada Tomi.


"Iya kak." Jawab Tomi dengan tersenyum.


Sementara Winda dan Andi yang sedang duduk di taman hotel pun membicarakan sesuatu.


"Kamu suka gak tempat ini?." Tanya Andi dengan basa basi.


"Suka kok Andi, orangnya juga baik baik." Jawab Winda dengan tersenyum.


"Sebelum bertemu dengan kita,tinggal dimana kamu?." Tanya Andi lagi.


"Di pengungsian yang ada di pabrik itu sih." Jawab Winda dengan wajah serius.


"Kenapa kamu pergi dari camp itu?." Tanya Andi lagi dengan penasaran.


"Ayah dari anakku ini menyuruhku untuk pergi,karena tidak mau ketahuan pacarnya jika dia telah menghamiliku dan pacarnya adalah anak pemimpin camp itu." Jawab Winda dengan sedih.


"Tak bertanggung jawab sekali sih pria itu." Kata Andi dengan geram.


"Ya gimana lagi itu udah nasib aku Andi. " ucap Winda dengan sedih.


Kemudian Andi menaruh tangan nya di pundak Winda.


"Tapi Hana itu siapa sih?. " Tanya Winda dengan wajah penasaran.


"Hana itu pacar Tomi,tapi ketika kita berada di pengungsian itu."jelas Andi


"Pengungsian Charlie bukan sih?. " Potong Winda dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Tunggu dulu kali,belum selesai udah di potong aja." Ucap Andi yang agak kesal,"iya camp charlie." Andi menjawab pertanyaan Winda.


"Ya maaf Andi "ucapan maaf Winda "terus." Perintah Winda dengan penasaran.


"Dia kembali dengan pacarnya yang dulu,lalu Tomi mengalah dan memilih pergi." Jelas Andi.


"Ya ampun, siapa sih emang pacarnya?." Tanya Winda yang terus penasaran.


"Alvin kalau gak salah sih. "Jawab Andi.


Wajah Winda berubah menjadi geram ketika mendengar nama Alvin.


" What?, perbuatan jahat apa lagi yang dilakukanya?."Winda bertanya kepada dirinya sendiri dengan geram.


"Kenapa mukamu jadi ngeselin gitu sih?. " Tanya Andi dengan heran dengan kelakuan Winda yang tiba tiba berubah.


"Alvin itu ayah anak dari yang aku kandung ini tau." kata Winda dengan geram.


Kemudian Andi terkejut dengan apa yang dikatakan Winda.


"Kita harus mengajak Hana pergi dari sana,takutnya dia diapa apain lagi sama Laura." Ajak Winda kepada Alvin.


"Berdua aja gak sih?."tanya Andi.


" Iya,kita berdua aja jangan sampai yang lain tau."ucap Winda.


"Sekarang gak sih?." Tanya Andi dengan tersenyum.


"Iya,kamu ambil bahan bakar untuk kita isi mobil Cito yang kehabisan bahan bakar itu." Kata Winda dengan merencanakan sesuatu.


"Terus kamu?." Tanya Andi


"Banyak nanya ih, aku akan siapin barang untuk kita pergi." Jawab Winda yang kemudian pergi meninggalkan Andi.sementara Andi pergi ke gudang untuk mengambil bahan bakar.


Sesampainya di kamar Sekar Winda melihat Sekar yang sedang tertidur dan Winda akan mengambil barang barang yang dibutuhkan. Tapi sialnya Sekar malah terbangun membuat Winda kebingungan takutnya Sekar akan ikut dengan mereka.


"Mau kemana mbak?." Tanya Sekar dengan setengah sadar.


"Gak mau kemana mana kok cuma ngecek barang barang ini doang." Jawab Winda yang membunyikan rencananya untuk menyelamatkan Hana.


Namun Sekar tipe orang yang tidak mudah untuk dibohongi.


"Jangan bohong deh." Ucap Sekar yang membuat Winda gemetar.


Lalu Winda menjelaskan rencananya kepada Sekar.


"Sebenarnya aku mau mengajak Hana kesini, aku takutnya Hana nanti diapa apain lagi disana. " Ucap Winda dengan khawatir.


"Bukanya Hana sudah bahagia dengan pacarnya ya Winda?. " Tanya Sekar dengan penasaran.


"Alvin udah punya pacar anak sang pemilik camp,takutnya Hana dia apa apain sama anak pemilik camp itu".jawab Winda yang terlihat buru buru.


" Tunggu Winda aku ikut."kata Sekar yang ingin ikut dengan mereka.


Kemudian Winda berbalik badan ke arah Sekar.


"Jangan mbak aku tidak mau ngerepotin mbak." kata Winda.


"Udah gak apa apa aku gak kerepotan kok." Kata Sekar kepada Winda.


Kemudian Winda menerima permintaan Sekar dan menunggunya terlebih dulu, setelah Sekar siap mereka berangkat berdua menuju ke arah mobil Cito.


Sementara Tomi yang ada dikamar tiba tiba mendapat pertanyaan yang aneh dari Cito yang sedang berbaring di kasur kamarnya itu.


"Bro wanita itu pacar barumu ya?." Tanya Cito dengan tersenyum.


"Maksudnya Sekar?gak kok itu cuma


Teman aku." Jawab Tomi dengan tersenyum.


"Bro kenalin ya siapa tau jodoh." Kata Cito dengan tersenyum.


"Kenalan sendiri manja banget." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Gak ah malu tau." Kata Cito dengan tersenyum.


Kemudian Tomi keluar dari kamar dan meninggalkan Cito lalu dia melihat Winda dan Sekar yang sepertinya akan pergi Tomi yang penasaran mengikuti mereka berdua dengan diam diam.Setelah mereka berdua (Sekar dan Winda) berada di halaman hotel tiba tiba ada suara yang memanggilnya dari belakang dan mereka berdua menoleh ke belakang ternyata Itu Tomi yang mengejar mereka yang akan pergi, mereka berdua begitu kesal karena Tomi mengetahui keberadaan mereka.


"Kamu kok ikut ikutan aja sih." Ucap Sekar dengan wajah kesal.


"Kalian mau kemana?." Tanya Tomi dengan penasaran.


"Kepo banget." Kata Sekar dengan wajah ngeselin.


"Awas ya Sekar,kamu gitu sekarang sama aku." Ucap Tomi dengan wajah sedih.


Kemudian Winda menjelaskan semua rencananya kepada Tomi dan seperti yang mereka takutkan, Tomi akan ikut dengan mereka tapi mereka yang tak berdaya pun mengizinkan Tomi ikut. Lalu mereka pergi ke arah mobil Cito untuk Melasungkan perjalanan mereka.setelah itu mereka sampai di mobil Cito yang sudah ada Andi yang menunggu mereka disana cukup lama.


"Lama banget sih Winda,lah katanya berdua kenapa jadi berempat?." Tanya Andi dengan heran.


"Kamu gak usah banyak nanya, lebih banyak kan lebih baik." Kata Winda dengan tersenyum.


Kemudian mereka berempat masuk kedalam mobil Cito yang ada didepan mereka.


"Kamu yang kendarai ya Tomi, aku gak bisa soalnya." Perintah Andi.


"Aku juga gak bisa Andi." Kata Tomi dengan tersenyum.


"Yaudah aku yang kendarai, tenang aja,kukira kalian bisa." Kata Winda dengan tersenyum.


Kemudian mereka melakukan perjalanan menuju ke camp charlie untuk menjemput Hana.


Sementara di camp charlie Hana dan Alvin sedang berduaan di rumah kayu yang Hana duduki waktu itu dengan penuh kemesraan dan melupakan semua kejadian saat pertama dia di camp itu yang membuat nya sedih karena harus berpisah dengan pacar barunya yaitu Tomi.


"Inget gak dulu waktu kita pertama kali jadian?." Tanya Alvin dengan tersenyum ke arah pacarnya itu.


"Inget tau, kau ajak aku ke pantai dan mengungkapkan perasaan kamu kepada ku." Jawab Hana dengan tersenyum.


"Itu adalah saat saat yang membahagiakan bagiku." Kata Alvin dengan bahagia dan memegang tangan Hana.


"Masa sih sayang." Kata Hana dengan tersenyum.


"Iya sayang aku sampai gak bisa tidur mengingat hal itu." Kata Alvin dengan bahagia.


"Se istimewa itu ya diriku padamu." Kata Hana dengan tersenyum.


"Iya lah kamu selalu setia padaku sayang." Kata Alvin dengan tersenyum.


"Kamu kenapa kok sedih gitu?." tanya Alvin yang binggung dengan ekpresi pacarnya tiba tiba sedih.


"Aku kepikiran Tomi sayang, gimana ya perasaanya saat ini." Kata Hana dengan sedih.


Kemudian Alvin pun berfikir jika Hana tau bahwa dia sudah punya pacar baru di camp ini yaitu Laura apakah mungkin dia mau memaafkannya setelah Hana tau, apa lagi Laura jika dia tau kalau Alvin berduaan dengan Hana apakah dia mau memaafkan Alvin, Semua terjadi karena kebodohan yang telah dia buat tambah lagi dengan nasib Winda yang dia hamili,cepat atau lambat dia ingin memilih satu dari ketiga wanita yang telah di cintainya itu, jika dia memilih Hana ataupun Winda, Laura akan mengusirnya dari camp ini,sementara jika dia memilih Laura,dia tidak mau kehilangan Hana kekasih pertamanya itu.


"Sayang kenapa bengong aja sih?." Tanya Hana dengan bingung melihat Alvin yang bengong.


"Gak kok sayang , gak ada apa apa." Kata Alvin dengan tersenyum kearah kekasihnya itu.


Lalu Hana memegang tangan Alvin dengan sangat erat.


"Sayang kalau ada apa apa cerita aja sama aku,aku kan pacar kamu." Kata dengan tersenyum kearah Alvin.


"Iya sayang." Ucap Alvin dengan tersenyum ke arah kekasihnya itu.


Sementara di tempat lain di waktu yang sama Tomi serta yang lain sedang berada di tengah perjalanan menuju ke camp Charlie untuk melakukan suatu misi mereka yang sudah di rencanakan.


"maaf ya sebelumnya lancang, emang ayah dari anak didalam kandungan kamu siapa sih?." Tanya Sekar yang berharap agar Winda tidak marah dengan pertanyaanya itu.


"Pacar Hana." Jawab Winda yang singkat dan jelas.


Tomi dan Sekar terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Winda. Tapi Tomi tak mau banyak nanya karena dia sudah mengantuk dan memilih untuk tidur.


"Si Alvin ya Winda?." Tanya Sekar dengan sedikit tidak percaya dengan ucapan Winda.


"Iya mbak, maka dari itu kita harus meyakinkan Hana untuk bisa ikut dengan kita." Jawab Winda dengan meyakinkan Sekar yang terus bertanya.


"Jangan panggil mbak kali Winda,aku jadi merasa tua nih." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Oh maaf ya aku emang gitu kalau sama orang yang baru kenal agar lebih sopan aja." Kata Winda dengan tersenyum kearah Sekar yang ada di sampingnya itu.


"Masa sih sama aku harus sesopan itu, kita kan kayaknya seumuran deh." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Umur aku 26 tahun." Kata Winda dengan tersenyum.


"Tuh kan sama." Kata Sekar dengan tersenyum.


Lalu Sekar menoleh ke belakang ke arah Tomi yang sedang tertidur.


"Cepat banget deh udah tidur, perasaan tadi masih bicara." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Andi juga tidur kan?." Tanya Winda yang tidak bisa menoleh karena sedang mengendarai.


Lalu Sekar mencoba melihat Andi dan betapa terkejutnya Sekar ketika melihat Andi yang masih terbangun dengan mata yang melotot.


"Aaaaaaah." Ucap Sekar yang kaget melihat Andi melotot.


"Sekar lebay banget deh." Kata Andi dengan tertawa terbahak-bahak.


"Dari tadi kamu nguping pembicaraan perempuan ya." Kata Winda yang tersenyum.


"Gak sengaja nguping tau." Kata Andi dengan tersenyum.


"Untung jantung gue gak copot tadi." Kata Sekar dengan tersenyum.


Tak terasa mereka pun sampai di camp charlie dengan selamat tanpa halangan sedikit pun.


"Nah udah sampai." Kata Winda dengan bahagia.


Kemudian Tomi yang tertidur pulas pun di bangunkan oleh Sekar,tapi malah Tomi meludah ke muka Sekar.


"Hieeeek...., awas aja nanti kalau kamu bangun." Kata Sekar dengan mengusapi ludah Tomi yang ada di mukanya.


Kemudian Winda mencoba untuk membangunkan Tomi yang sedang tertidur.


"Tomi bangun sayang, Tomi oh Tomi." Ucap Winda dengan membangunkan Tomi.


Tiba tiba Tomi terbangun dengan kaget.


"Udah Sampai Tomi." Ucap Winda dengan tersenyum ke arahnya.


"Oh iya" Lalu Tomi melihat Sekar yang melotot kearahnya "lo kenapa dah melotot melotot gitu kek mak lampir tau." Ucap Tomi yang baru bangun dari tidurnya.


"Untung aja lo teman gue, coba kalau gak sudah gue bunuh lo dari tadi." Kata Sekar dengan wajah kesel.


"Ngapain dah mak Lampir marah marah gak jelas?." Tanya Tomi dengan polos.


"Kamu itu tadi meludah ke muka Sekar Tomi." Kata Winda dengan tersenyum.


"Ya ampun maaf ya,mak Lampir aku gak tau cuma reflek tadi." Kata Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.


"Gak mau ah." Kata sekar dengan cuek.


"Ayo turun teman teman." Ajak Winda dengan tersenyum.


Kemudian mereka pun turun dari mobil satu persatu untuk masuk kedalam camp Charlie yang sudah ada didepan mata mereka.


"Kok tutupan ya gerbangnya,apa kita harus manjat gerbang?." tanya Andi dengan polos.


"Ya gak kali, ayo ikuti dibelakangku jangan banyak bicara, oke." Ajak Winda dengan tersenyum.


Kemudian Tomi yang masih saja membujuk Sekar agar mau memaafkannya.


"Mak lampir maaf ya." Kata Tomi dengan terus memegang tangan Sekar namun ditepis oleh Sekar.


"Gak mau, sekali gak mau ya gak mau." Kata Sekar dengan cuek lalu mengikuti Andi dan Winda yang sudah duluan sementara meniggalkan Tomi sendirian.


"Yaudah.... Sekar yang cantik, baik,sopan dan santun, maafin sahabatmu yang ganteng ini ya."ucap Tomi dengan memohon.


Kemudian Sekar berhenti dan menoleh ke arah Tomi.


"Alay banget sih... Yaudah gue maafin." Kata Sekar dengan tersenyum.


"Makasih ma....., eh Sekar yang cantik." Ucap Tomi kemudian pergi ke arah Sekar dan menggandeng tangan Sekar.


"Ngapain gandeng gandeng kamu takut ya?." Tanya Sekar dengan tersenyum.


"Gak, aku malahan mau jagain kamu dari bahaya yang menyerang." Ucap Tomi dengan tersenyum.


"Sok sok an banget sih kamu, bilang aja takut." Ucap Sekar dengan tersenyum.


Kemudian Andi menyuruh mereka yang berisik untuk diam dan hati hati. Kemudian mereka berdua diam dan mengikuti di belakang Andi dan Winda yang telah berjalan terlebih dahulu.


Sementara di waktu yang sama dan tempat yang berbeda,Alvin dan Hana tidak menyadari jika ada yang memperhatikan mereka dari luar sejak awal yaitu tiga wanita penduduk camp yang salah satunya adalah pacar Alvin yaitu Laura dengan dua temanya Jane dan Sania.


Laura sangat geram melihat mereka berduaan sangat mesra,bagaikan Alvin melupakanya begitu saja dan lebih memilih Hana,namun dia hanya diam dan memperhatikanya begitu saja.


"Sayang ayo balik udah malam nih." Ajak Alvin.


"Aku disini dulu sayang,kalau kamu mau balik,balik aja dulu." Ucap Hana dengan tersenyum.


"Yaudah aku balik dulu ya." Ucap Alvin yang kemudian pergi meninggalkan Hana sendirian.


Setelah Alvin sudah terlalu jauh dari rumah itu, Laura dan kedua temanya merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada Hana yang telah menjadi pelakor.


"Masuk aja Laura,kita beri pelajaran aja wanita itu." Ajak jane.


"Ayo masuk,aku sudah geram dengan wanita itu." Ucap Laura dengan tangan mengeram dan marah.


Kemudian wanita rambut kuning berwajah bule itu dengan kedua temanya masuk kedalam rumah untuk memberi pelajaran kepada Hana yang sudah dianggapnya sebagai pelakor. Lalu Hana terkejut melihat Laura yang masuk dengan muka yang berapi api dan diikuti oleh kedua temanya dibelakangnya.


"Mau apa kalian?." Tanya Hana dengan terkejut.


Lalu kedua teman Laura membawa Hana dan mengikatnya di tiang yang ada didalam rumah itu.


"Lepasin!kalian apa apaan sih." Seru Hana yang sudah terikat di tiang itu.


Kemudian Laura meluapkan kemarahanya.


"Kamu tau Alvin itu siapa?." Tanya Laura dengan nada tinggi.


"Alvin kan pacar aku." Jawab Hana dengan polos.


"Hah,bilang sekali lagi." Bentak Laura dengan memegang muka Hana dengan keras.


"Wajah polos gini kok bisa ya jadi pelakor." Ucap jane dengan tersenyum.


"Hah pelakor?, maksud kalian apa sih?." Tanya Hana dengan tidak memahami apa yang mereka katakan.


"Alvin itu pacar aku dan kamu berani beraninya merebutnya dariku." Ucap Laura kemudian memukul pipi Hana dengan keras.


Kemudian Hana menyadari jika Alvin telah membohonginya selama ini dan telah memiliki pacar baru disini pun seontak menangis tak percaya dengan apa yang telah dilakukan kekasihnya itu.


"Yah baru gitu aja nangis." Ucap Laura dengan tersenyum sombong.


"Pelakor kok nangis." Saut Jane kemudian memukul pipi Hana.


"Kasihan tau Jane, kamu gak usah ikut ikutan dong." Ucap Sania dengan tersenyum.


"Gak apa apa kan dia pantas mendapatkanya." Ucap Jane dengan tersenyum.


Kemudian Laura menarik rambut panjang Hana sehingga Hana berteriak kesakitan.


"Kalian tau gak, jika Alvin itu pacarku sejak aku sma dulu." Ucap Hana dengan air mata yang terus keluar dari matanya.


"Gua gak peduli,pokoknya Alvin adalah pacar gua." ucap Laura dengan sombong.


Kemudian dari luar ada yang mendobrak pintu itu dengan keras hingga pintu yang terbuat dari kayu itu pun rusak dan ternyata itu adalah Tomi,kemudian dia masuk menodongkan pistol kepada mereka bertiga yang sedang menyiksa Hana lalu mereka bertiga pun angkat tangan karena di todong pistol oleh Tomi.


"Siapa kamu?. " Tanya Laura dengan panik.


"Kau tidak perlu tau." Jawab Tomi dengan santai.


Kemudian Sekar dan Winda pun masuk kedalam rumah itu sementara Andi tetap berada diluar.


"Winda, kamu yang membawa orang orang asing ini kesini?." Tanya Laura dengan kaget.


"Iya, karena aku tau kalau kamu pasti akan berbuat jahat kepadanya." Jawab Winda dengan menunjuk ke arah Hana.


Dengan cepat Sekar menghampiri Hana dan melepaskan ikatannya setelah terlepas Hana langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat.


"Sekar makasih ya." Ucap Hana dengan tersenyum.


Kemudian Sekar melepaskan pelukannya.


"Ya ampun Hana muka kamu lebam,pasti sakit kan." Ucap Sekar dengan memegang pipi Hana yang lebam.


"Aku gak apa apa kok Sekar." ucap Hana dengan tersenyum.


Kemudian Sekar menoleh ke arah Laura dengan mata melotot serta dengan tangan yang mengepal.


"Apa lo lihat lihat?, lo pikir gue takut sama lo." Ucap Laura dengan santai.


Kemudian Sekar yang tak Terima mencoba untuk menyerang Laura namun Hana dengan cepat memegangi Sekar yang sudah berapi api.


"Lepasin Hana!." Ucap Sekar dengan marah.


"Kamu gak perlu lakuin ini Sekar." Ucap Hana yang mencoba menenangkan Sekar.


"Apa lo sini kalau berani." Ucap Laura dengan sombong.


Kemudian Tomi pun meluapkan kemarahanya.


"Diam!!!." Bentak Tomi dengan keras"Dan kalian bertiga cepat duduk." Perintah Tomi.


Kemudian mereka bertiga pun duduk seperti yang di perintahkan Tomi. Lalu Andi tiba tiba masuk kedalam Rumah itu dan mengabarkan jika camp Charlie telah terbakar dengan api yang sangat besar


Lalu Laura, Jane dan Sania pun keluar untuk melihat keadaan camp yang telah terbakar, betapa sedih nya mereka setelah melihat hal itu air mata mereka pun menetes dan Laura pun menangis histeris hingga terjatuh ketika menyadari jika ayahnya serta Alvin masih ada didalam sana.Setelah itu Winda menghampiri Laura yang sedang menangis dan mencoba untuk menenangkanya.


"Laura..... " Ucap Winda memanggil Laura.


"Winda semuanya telah terbakar." Ucap Laura dengan sedih.


Kemudian Winda duduk disamping Laura di ikuti oleh Sania dan Jane.


"Kamu yang sabar ya." Ucap Winda dengan mengusap air mata Laura yang terus keluar.


"Semuanya telah pergi." Kata Sania dengan menangis.


"Aku sudah gak punya siapa siapa lagi Winda." Ucap Laura yang masih menangis.


"Masih ada aku,Jane, Sania dan teman teman yang lain pasti mau membantu." Ucap Winda dengan tersenyum.


Kemudian Hana menghampiri mereka yang sedang berduka.


"Yang sabar ya kalian." Ucap Hana dengan ikut berduka.


Secara mengejutkan Laura berdiri dan menghadap ke arah Hana kemudian memeluk Hana.


"Maafin aku ya, telah jahat padamu." Kata Laura dengan menyesal.


Kemudian Laura melepaskan pelukan nya.


"Aku udah maafin semuanya kok." Ucap Hana dengan tersenyum.


"Makasih ya Ha... " Ucap Laura yang tidak nama Hana.


"Hana namaku Hana." Ucap Hana dengan tersenyum.


Sementara Sekar, Tomi serta Andi sedang duduk di teras rumah itu.


"Tega banget ya yang bakar." Ucap Sekar.


"Bisa jadi karena kesalahan teknis kan." Ucap Tomi yang tak menuduh siapa pun.


"Iya juga ya." Ucap Sekar dengan tersenyum.


"Terus rencana kita setelah ini apa?." tanya Andi.


"Ya mungkin disini dulu sih." Jawab Tomi dengan bijak.


Kemudian Tomi pergi ke arah mereka dan mengajak beristirahat terlebih dahulu di rumah itu karena sudah larut malam.


"Ayo kita tidur dulu, masalah yang tadi,kita anggap tidak ada. " Ajak Tomi dengan bijak.


Kemudian mereka menyetujui ajakan Tomi dan langsung pergi ke rumah itu untuk beristirahat sampai besok pagi.


............. BERSAMBUNG..............


Bagaimana kah perasaan Laura setelah kebakaran camp itu?.