
Semua anggota kelompok pun telah mengubur kan mayat Charlie yang menjadi salah satu korban kebakaran camp tadi malam,Laura yang bersedih pun masih termenung di samping makam ayah nya di temani oleh Alvin dan kedua sahabat nya yang duduk di samping nya.
"Laura yang sabar ya,aku yakin kamu bisa kok lewati ini semua." ucap Alvin dengan memegang tangan Laura.
"Iya Alvin." ucap Laura yang masih bersedih.
Sementara para anggota kelompok yang lain pun beristirahat di rumah kayu itu segenap menghilang kan kecapekan setelah memakam kan mayat Charlie.
"Di kamu ada makanan gak,lapar nih?." Tanya Tomi yang duduk diteras rumah bersama Andi.
"Gak ada tau, aku tadi malam cuma ngambil bahan bakar ." Jawab Andi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar yang mendengar nya pun mengambil kan makanan yang telah di simpan nya tadi malam di tas Winda.
"Mau kemana Sekar?." Tanya Hana yang penasaran.
"Mau ngambilin Tomi makanan." jawab Sekar dengan membawa makanan.
Kemudian Sekar pun menghampiri Tomi dan Andi yang sedang duduk di teras dan meninggal kan Hana sendirian di dalam rumah itu.
"Tomi ini gua ada makanan." ucap Sekar yang kemudian duduk di sebelah kanan Tomi.
Tomi yang melihat sahabat wanita nya itu membawa makanan pun begitu bahagia.
"Untung kamu bawa makanan Sekar." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Sekar.
"Buat aku gak ada?." Tanya Andi dengan tersenyum.
"Lah ini makan aja." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar menyuapi Tomi yang lapar dengan bahagia.
"Enak kan Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Tomi.
"Iya dong siapa dulu yang suapin?." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Tomi.
"Gak ada, cita cita nyuapin aku gak?." Tanya Andi ke arah Sekar dengan tersenyum.
"Oh kamu mau aku suapin." ucap Sekar yang kemudian menyuapi Andi.
"Gini ya rasa nya, di suapin cewek." Ucap Andi dengan tersenyum.
"Alay banget kamu ." ucap Tomi dengan tersenyum ke arah Andi.
"Habis ini gak usah manja makan sendiri sendiri ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Mendengar hal itu Tomi langsung menyuapi Sahabat wanita nya itu dengan perasaan yang bahagia.
"Kenapa ya kita bisa se akrab ini Tomi?." Tanya Sekar dengan tersenyum.
"Gak tau juga." Jawab Tomi dengan terus menikmati makanan nya.
"Mungkin gara gara kamu minta nomer aku kan." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar menyandarkan kepala nya ke pundak Tomi.
"Aku jadi kepikiran kakak. " Ucap Sekar yang wajah nya tiba tiba bersedih.
"Yang sabar ya Sekar." ucap Tomi yang mencoba menenangkan sahabat nya itu.
"Semoga saja dia masih hidup ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar mudah mudahan kakak kamu masih hidup." ucap Tomi dengan tersenyum.
" Kak Lia maafin adik mu yang keras kepala ini ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Andi pun tetap menyimak pembicaraan mereka dengan baik walaupun tak faham dengan apa yang di bicarakan.
"Aku tidak ingin kehilangan kamu Tomi. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Begitu juga aku Sekar ." ucap Tomi dengan mengelus rambut Sekar yang ada di pundak nya.
Hana yang melihat mereka dari jendela pun menyadari jika dia tidak akan bisa bersama Tomi lagi, karena dia mengira Tomi telah menemukan pendamping hidup yang pantas untuk nya,tidak seperti diri nya yang telah mengecawakan Tomi pada waktu itu dan Hana pun sangat menyesal karena dalam hati nya masih sangat mencintai Tomi tapi dia juga tidak ingin melihat sahabat nya kecewa lebih baik saat ini untuk dia tidak menganggu mereka.
Kemudian Sekar pun menegak kan kepala nya kemudian berniat masuk ke dalam rumah.
"Tomi aku mau masuk dulu ya, kasihan Hana sendirian." ucap Sekar ke arah Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Tomi mengangguk, dan lalu Sekar masuk ke dalam rumah dan dia melihat Hana sedang melamun dan tak menyadari jika Sekar ada di samping nya
"Hana." ucap Sekar yang mencoba menyadar kan Hana yang sedang melamun.
Kemudian Hana tersadar.
"Eh Sekar ." ucap Hana dengan terkejut.
"Kamu dari tadi lihat aku sama Tomi ya?. " Tanya Sekar dengan penasaran.
"Iya Sekar maafin aku ya, tapi." Ucap Hana dengan muka datar.
"Tapi ini semua tidak seperti yang kamu bayang kan Hana." Potong Sekar.
"Maksud nya?." Tanya Hana dengan bingung.
"Aku sama Tomi itu cuma temen ya Hana, jadi gak usah cemburu sama aku ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar memeluk Hana.
"Hana aku akan bantu kamu untuk dapetin Tomi lagi kok." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Hana melepas kan pelukan nya.
"Gak Sekar gak, aku gak pantas untuk Tomi, yang lebih pantas itu cuma kamu." ucap Hana dengan sedih.
Kemudian Sekar mengajak duduk Hana untuk duduk membicarakan sesuatu.
"Percaya pada ku, Tomi itu masih cinta sama kamu Hana." ucap Sekar yang mencoba meyakin kan Hana.
"Aku takut mengecewakan nya untuk kedua kali nya Sekar, aku tidak ingin orang yang aku cintai kecewa." ucap Hana dengan air mata yang menetes.
Kemudian tak lama setelah itu Tomi dan Andi pun masuk ke dalam rumah menghampiri Sekar dan Hana.
"Kita gak balik ke hotel apa?. " tanya Tomi dengan tersenyum.
"Nanti dulu kali kita tidak bisa meninggal kan mereka dengan sedih begini kan." Jawab Sekar.
"Iya sih, tapi kalau kak Wati dan penduduk hotel khawatir gimana?." tanya Tomi lagi.
" Oh iya Winda di mana?. " Tanya Andi dengan penasaran.
Kemudian Winda masuk ke dalam menghampiri mereka.
"Hai kawan kawan." ucap Winda yang baru masuk.
"Winda untung kamu sudah kembali." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Kalian kangen sama aku, padahal baru aku tinggal sebentar." ucap Winda dengan tersenyum.
Mereka semua pun tersenyum mendengar ucapan Winda.
"Gimana kita balik kali ya." Ajak Sekar.
"Tapi kita harus mengajak Laura dan yang lain." usul Hana.
Kemudian tak lama setelah itu Laura dan yang lain pun masuk ke dalam rumah.
"Kami di sini aja ya Tomi." ucap Laura dengan tersenyum.
"Tapi Laura disini kan tidak aman." ucap Hana yang mencoba meyakin kan mereka.
"Tapi kami gak bisa meninggal kan tempat ini Hana, karena tempat ini lah rumah kami." ucap Laura dengan. Tersenyum ke arah Hana.
"Yaudah jika itu keinginan kalian." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Costa kamu juga akan tetap di sini kan? ." Tanya Winda .
"Iya Winda aku akan tetap di sini bersama yang lain. " Jawab Costa dengan tersenyum.
Kemudian mereka berpisah menjadi dua kelompok. Dan kelompok Tomi akan kembali ke hotel karena mungkin para penduduk sedang menunggu mereka dan khawatir kepada mereka yang tiba tiba menghilang.
Kemudian Tomi,Hana, Sekar, Winda serta Andi bepamitan kepada mereka yang masih tetap berada disini.
"Jaga diri kalian Baik baik ya." ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Winda memeluk Costa.
"Costa aku akan selalu merindukan mu." Ucap Winda dengan tersenyum.
"Aku juga Winda semoga kita bisa bertemu lagi." ucap Costa kemudian melepas kan pelukan nya.
Kemudian Winda memberikan tiga pistol yang ada di tas nya itu kepada sahabat nya itu.
"Ini buat jaga jaga Costa." ucap Winda dengan tersenyum.
"Iya Winda makasih ya." Balas Costa.
Kemudian di sisi lain Hana menghampiri Alvin dan memeluk nya.
"Alvin jaga dirimu dan Laura baik baik ya." ucap Hana dengan tersenyum.
"Selalu Hana, kamu juga baik baik ya disana." ucap Alvin dengan tersenyum.
Kemudian Hana melepas kan pelukan nya dan menghampiri Laura.
"Laura jaga dirimu baik baik ya." ucap Hana dengan tersenyum.
"Iya Hana." ucap Laura dengan tersenyum kemudian memeluk Hana.
"Jika kalian butuh apa apa langsung aja ke hotel ya." Jelas Tomi.
"Kenalin anak kita ke aku ya nanti." ucap Alvin dengan tersenyum.
"Iya Alvin." ucap Winda dengan tersenyum.
Kemudian kelompok Tomi pun pergi meninggal kan kelompok Laura yang ingin tetap berada di sini.
Di tengah perjalanan Dengan mengejut kan Tomi memegang tangan Hana yang ada di samping nya,Hana yang kaget pun menoleh ke arah Tomi.
"Tomi." ucap Hana dengan bingung.
"Aku takut nanti kamu jatuh kan jalan nya licin." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Modus banget sih." ucap Winda dengan tersenyum.
"Yaelah canggung banget sih kek baru kenal aja." saut Sekar dengan tersenyum.
"Kalian apa apaan sih. " ucap Hana dengan tersenyum.
Kemudian Andi memegang tangan Winda yang ada di samping nya. Kemudian reflek Winda pun menoleh ke arah Andi dengan melotot.
"Jalan nya licin nanti jatuh." ucap Andi dengan tersenyum.
"Cieeee." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah mereka berdua.
"Andi malu tau." ucap Winda dengan melotot kemudian melepas kan tangan Andi.
Kemudian Winda pun terpeleset dan terjatuh.
"Tuh kan di bilangin ngeyel sih. " ucap Andi dengan tersenyum kemudian mengulur kan tangan ke Winda yang terjatuh.
Kemudian Winda kembali berdiri.
"Ini semua gara gara kamu tau gak Andi,untung aja kandungan ku gak kenapa napa." ucap Winda dengan mengusapi pakaian nya dan mengelus perut nya.
"Nyalain orang lagi." ucap Andi dengan tersenyum.
"Sudah kalian itu gak usah berantem kali." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Andi nyebelin sih orang nya." ucap Winda dengen muka kesel.
"Yaudah aku minta maaf ya Winda cantik." ucap Andi dengan tersenyum.
"Gak mau." Ucap Winda dengan wajah cemberut.
"Lucu banget tau Winda kalau lagi marah." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian setelah itu mereka berpapasan dengan Cito yang sedang mencari mereka.
"Kalian kemana aja sih, semua nya khawatir tau mana gak ajak ajak lagi." ucap Cito yang khawatir.
"Ya kamu kan sudah tidur tadi malam." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Untung kalian gak jadi korban kebakaran." ucap Cito dengan tersenyum.
"Yaudah ayo pergi." ajak Sekar yang memimpin di depan.
"Kenapa mobil kita juga jadi korban." ucap Winda dengan wajah kesal.
Winda kemudian menendang mobil yang telah hangus itu bukan nya mobil itu yang kesakitan malah kaki Winda yang kesakitan.
"Aww sakit." ucap Winda dengan memegang kaki nya yang kesakitan.
"Siapa suruh nendang mobil." ucap Andi dengan tertawa terbahak bahak.
"Diam kamu,gak tau sakit apa." ucap Winda yang kesakitan.
"Kamu sih Winda marah marah terus." ucap Sekar kemudian mendekati Winda dan mengecek kaki nya.
Lalu Sekar mengurut dan memijat kaki Winda yang kesakitan itu.
"Aw sakit Sekar." ucap Winda yang kesakitan.
Kemudian Andi mendekati Winda dan menatap wajah Winda serta senyum senyum ke arah nya.
"Apa lo senyum senyum?." tanya Winda dengan mata yang melotot ke arah Andi.
"Aku paham kok ibu hamil biasa nya suka marah marah gitu." ucap Andi dengan tetap tersenyum.
"Lo mau gue pukul gak." ucap Winda dengan mata melotot ke arah Andi.
"Sudah ini sebentar lagi gak sakit kok." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian di sisi lain Hana baru menyadari jika Tomi dari tadi memegang tangan nya. kemudian dia melepas kan tangan nya.
"Kenapa di lepasin?." tanya Tomi tanpa menoleh ke arah Hana.
"Cito kemana ya kok gak kelihatan?." ucap Hana yang mencoba mengalih kan perhatian.
"Gak usah mengalih kan perhatian deh." ucap Tomi tanpa menoleh ke arah Hana.
Kemudian Hana menoleh ke arah Tomi dengan tersenyum.
"Tomi gak usah sok cool deh." ucap Hana dengan tersenyum.
Kemudian Tomi menoleh ke arah Hana.
"Bukan nya kamu ya yang sok cool." Ucap Tomi dengan tersenyum.
Kemudian Sekar yang melihat mereka pun tersenyum dan bahagia.
"Cieeee balikan nih." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah mereka berdua.
"Apa sih Sekar. " ucap Hana dengan tersenyum.
"Oh iya Cito mana kok gak kelihatan perasaan tadi ada di sini deh?." tanya Sekar dengan penasaran.
"Ciee perhatian ." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Apasih ga jelas deh kamu." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Cito mobil box dari arah hotel yang datang ke arah mereka berlima berada.
"Itu Cito. " ucap Tomi dengan menunjuk mobil yang mengarah ke arah mereka.
"Dia ambil mobil dari hotel?." tanya Sekar dengan bingung.
"Ya gak lah dia kesini itu naik mobil, terus mobil nya di parkir kan di depan gerbang camp yang terbakar ini." Jelas Tomi.
"Ohh gitu." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian mobil yang di kendarai Cito pun sampai di hadapan mereka berlima.
"Ayo naik kawan kawan." perintah Cito.
Kemudian Winda,Tomi, Andi dan Hana naik di box mobil itu sementara Sekar ada di depan menemani Cito yang sedang mengemudi.
"Aku duduk disini gak Apa apa ya?." tanya Sekar dengan tersenyum ke arah Cito.
"Gak apa apa kok,aku malah senang ada yang temenin." jawab Cito dengan tersenyum.
"Makasih Cito." ucap Sekar dengan tersenyum ke arah Cito.
Sementara di dalam box Andi yang duduk di samping Winda, melihat Winda yang terlihat begitu cantik membuat nya tersenyum senyum sendiri.
"Andi kok senyum senyum." ucap Hana dengan tersenyum ke arah Andi.
"Apasih Hana lihat aja deh." ucap Andi dengan tersenyum.
"Kek nya kebakaran tadi malam ada yang bakar deh." ucap Winda mengutarakan pendapat nya.
"Kalau menurut aku sih, aku sependapat dengan Winda soal nya mobil kita juga terbakar." ucap Andi .
"Tapi siapa yang tega membakar ini semua." ucap Winda dengan wajah kesal.
"Kamu kalau marah kelihatan cantik deh." ucap Andi yang terdengar tidak terlalu jelas.
"Ngomong apa sih Andi gak jelas." ucap Hana yang bingung dengan apa yang di katakan Andi.
"Aku tau kok kamu ngomong apa." ucap Winda dengan tersenyum.
"Cieeee paham." ucap Andi dengan tersenyum.
"Tapi lo mau gua pukul atau gua cubit. " ucap Winda dengan wajah kesal.
"Berisik banget deh dari tadi." ucap Tomi yang dari tadi sedang berfikir.
Sehingga membuat pandangan mereka tertuju kepada Tomi yang terlihat sedang berfikir.
"Kamu ngapain kok serius gitu?." tanya Hana yang bingung.
"Aku lapar tau." ucap Tomi dengan tersenyum.
"Tadi perasaan udah makan deh." ucap Hana.
"Iya tapi lapar lagi sayang." ucap Tomi keceplosan.
"Sayang?." ucap Hana dengan kaget.
"Cie sayang sayangan aja nih." ucap Winda dengan tersenyum.
"Lah gitu dong senyum kan cantik." ucap Andi dengan tersenyum ke arah Winda.
"Iya Andi." balas Winda dengan tersenyum.
"Tumben gitu jawab nya." ucap Andi dengan tersenyum.
"Lagian dari tadi muji muji mulu deh kesel gua." ucap Winda dengan wajah datar.
Sementara di depan,Cito dan Sekar yang sedang duduk pun terlihat hening tanpa suara karena Sekar sama sekali tidak ingin memulai pembicaraan dengan Cito, sementara Cito ingin berbicara dengan Sekar namun dia bingung mulai dari mana karena mereka juga belum akrab dan takut nya respon Sekar juga buruk.
"Sekar." ucap cito dengan malu malu.
Kemudian Sekar menoleh ke Cito.
"Apa Cito, kalau mau ngomong ngomong aja Cito gak usah malu malu. " ucap Sekar dengan tersenyum.
"Kamu dulu seorang perawat ya?. " tanya Cito dengan penasaran.
"Kok kamu tau, di kasih tau Tomi ya?." Sekar balik bertanya.
"Iya aku di ceritain sama Tomi." ucap Cito dengan tersenyum.
"Kamu ternyata kepoin aku ya." ucap sekar dengan tersenyum.
"Maaf ya." ucap Cito dengan tersenyum.
"Gak apa apa kok Cito, santai aja kali." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Dulu pacar ku juga seorang perawat." ucap Cito yang tiba tiba murung.
"Loh kenapa tiba tiba kamu murung gitu Cito?." tanya Sekar dengan bingung.
"Kalau mengingat nya aku selalu menangis Sekar." ucap Cito dengan sedih.
"Emang pacar kamu kenapa?." tanya Sekar dengan penasaran.
"Meninggal setelah dua bulan kita jadian." ucap Cito dengan tersenyum.
"Ya ampun pasti kamu sangat kehilangan kan." ucap Sekar yang ikut sedih.
"Iya Sekar, walau pun hanya sebentar, dia memberikan aku kenangan yang akan ku kenang selama hidup ku." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian Cito memberikan sebuah foto kecil kepada Sekar dan Sekar pun menerima nya lalu melihat foto itu.
"Cantik ya pacar kamu cito." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Iya Sekar." ucap Cito dengan tersenyum.
Walau pun bersedih Cito tetap fokus untuk mengemudikan mobil nya itu.
"Oh iya kamu suka sama Tomi?." tanya Cito.
Mendengar pertanyaan itu Sekar tersenyum dan menjelaskan semua pada Cito.
"Aku sama Tomi itu, di bilang sahabat kita juga terlalu mesra tapi jujur aku gak ada perasaan kok sama Tomi." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Oh gitu ya." ucap Cito dengan tersenyum.
"Tapi dia orang yang begitu berarti dalam hidup ku, aku sangat menyayangi nya. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Cito yang mendengar nya pun tersenyum.
"Kok jadi curhat ya." ucap Sekar dengan tersenyum.
"Gak apa apa kok Sekar, aku juga curhat kan tadi." ucap Cito dengan tersenyum.
"Kita sama sama curhat ya tenyata." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian setelah beberapa waktu melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di hotel dengan keadaan selamat dan Cito langsung membawa mobil nya ke parkiran tempat penyimpanan mobil.
"Akhir nya kita sampai juga ya." ucap Cito dengan tersenyum ke arah Sekar.
"Iya ya gak kerasa kita kembali ke hotel. " ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian mereka semua keluar dari mobil box itu dengan bahagia.
"Huh akhir nya kulihat hotel ini yang begitu indah." ucap Andi dengan tersenyum.
"Alay banget sih." ucap Winda dengan wajah kesal.
"Kamu kok gitu sih. " ucap Andi dengan wajah datar.
Kemudian mereka berenam menuju ke hotel dengan perasaan yang begitu bahagia dan ternyata Wati telah menunggu mereka di teras hotel dengan wajah yang khawatir. Lalu Sekar memanggil Wati yang sedang melamun itu.
"Kakak Wati." Teriak Sekar dengan bahagia.
Mendengar nya pun Wati langsung menoleh ke arah sumber suara, dan bahagia nya ketika melihat itu ternyata Sekar yang telah kembali, karena Sekar telah di anggap sebagai figur seorang adik oleh Wati dan dia pun sangat menyayangi nya. Kemudian Sekar berlari ke arah Wati dengan bahagia lalu memeluk Wati dengan penuh kasih sayang.
"Kak Wati khawatir sama Sekar, kenapa pergi gak bilang sama kak Wati." ucap Wati dengan bahagia.
"Maaf ya kak soal nya mendadak." ucap Sekar dengan tersenyum.
Kemudian Sekar melepaskan pelukan nya.
"Ini siapa ya Sekar?." tanya Wati dengan melihat Hana.
"Aku Hana kak teman nya Sekar." ucap Hana dengan tersenyum ke arah Wati.
"Oh, selamat datang Hana." ucap Wati dengan tersenyum.
"Kakak gak kangen sama aku ya?." tanya Winda dengan tersenyum manis.
"Eh Winda, ya kangen lah pokok nya kak Wati kangen kalian semua." ucap Wati dengan tersenyum.
Kemudian Winda memeluk Wati dengan penuh kasih sayang.
"Winda sayang sama kak Wati." ucap Winda dengan tersenyum di pelukan Wati.
"Iya Winda,kak Wati juga sayang sama Winda kok." ucap Wati dengan tersenyum.
Kemudian Winda melepaskan pelukan nya.
"Yaudah semuanya ayo masuk." Ajak Wati dengan bahagia.
Mereka pun bahagia bisa kembali lagi di hotel ini dengan keadaan yang selamat, begitu pula dengan seluruh penduduk hotel yang bahagia mereka telah kembali,setelah mereka masuk terlihat bu Tina yang begitu bahagia melihat mereka berenam telah kembali di hotel ini dengan selamat.
.................... BERSAMBUNG.......................