
Sore itu Dania pun pergi ke kosan Cito dengan mobil mewah milik nya, sementara Cito mengemasi barang barang yang ada di kosan nya lalu di masukkan ke bagasi mobil milik Dania.
"Udah semua Julian?. " tanya Dania.
"Belum tunggu dulu ya." jawab Cito pergi ke dalam kosan nya.
Setelah beberapa menit akhir nya Cito pun datang dengan membawa barang barang nya, setelah itu dia masukkan ke bagasi mobil milik Dania.
"Dania kamu percaya sama aku?. " tanya Cito.
"Yaelah Julian, emang kamu orang jahat ya?. " Dania balik bertanya.
"Ya gak sih Dania." jawab Cito dengan yakin.
"Maka dari itu aku percaya sama kamu." ucap Dania.
"Tapi kita baru kenal loh." ucap Cito lagi.
"Udah deh Julian, gak usah omongin hal yang gak penting kek gini, buang buang waktu tau gak." ucap Dania.
"Iya maaf Dania." ucap Cito.
"Yaudah ayo berangkat, nanti kamu ikutin di belakang mobil aku ya." Perintah Dania.
Kemudian mereka berdua berangkat ke rumah Dania, Dania menggunakan mobil mewah nya,sementara Cito dengan menggunakan motor kesayangan nya itu,mengikuti Dania dari belakang. Dan setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di rumah Dania yang mewah itu.
Dania memarkir kan mobil mewah nya itu di depan rumah, kemudin keluar dan membuka bagasi mobil mewah nya itu, dan membawa barang barang Cito kedalam.
"He tunggu Dania, biar aku aja yang bawa kedalam." ucap Cito mencoba menghentikan Dania.
"Gak apa apa Julian." ucap Dania kemudian pergi ke dalam meninggalkan Cito.
Lalu Cito turun dari motor nya, dan membawa barang sisa yang ada di bagasi mobil Dania, kemudian Cito pubahagi masuk ke dalam rumah Dania itu dengan perasaan yang bahagia,namun ada sedikit perasaan gak enak sama Dania, karena dia terlalu baik kepada nya.
"Eh Julian udah datang." ucap tante Arika yang baru selesai mandi.
"Eh tante Arika." ucap Cito kemudian bersaliman dan mencium tangan tante Arika.
Kemudian Dania datang dari lantai atas,menghampiri Cito.
"Julian ayo aku tunjukin kamar kamu." ajak Dania.
Lalu Dania dan Cito pergi ke lantai atas, untuk pergi ke kamar Cito.
"Ini kamar kamu Julian." ucap Dania dengan tersenyum.
Lalu Dania membuka kamar itu, setelah di buka, Cito terkejut dengan kamar sebesar ini. Yang belum pernah Cito tinggali selama ini.
"Ini kamar yang akan aku tinggali?." tanya Cito dengan tak percaya.
"Iya Julian, ini kamar kamu." ucap Dania kemudian duduk di atas kasur kamar itu.
"Besar banget tau gak." ucap Cito kemudian duduk di samping Dania.
"Ini dulu nya kamar tamu Julian. " jelas Dania.
"Ohh, tapi jujur ini besar banget loh Dania." ucap Cito dengan kagum.
"Biasa aja kali Julian." ucap Dania.
Kemudian Dania menata barang barang Cito yang sudah ada di kamar itu.
"Gak usah Dania." ucap Cito mencoba melarang Dania.
"Gak apa apa Julian, kamu istirahat aja gih." ucap Dania melarang Cito.
"Tapi." ucap Cito.
"Udah gak usah pakai tapi gitu dong." ucap Dania dengan tersenyum.
Cito pun hanya pasrah dan melihat Dania menata barang barang bawaanya iti dia almari, yang ada di kamar itu.
"Sudah Julian." ucap Dania kemudian duduk di samping Cito.
"Jujur aku gak enak banget loh sama kamu Dania." ucap Cito dengan tersenyum.
"Gak apa apa Julian, anggap aja aku sama tante Arika itu keluarga." ucap Dania dengan tersenyum.
"Makasih banyak Dania." ucap Cito dengan tersenyum.
"Iya Julian. " ucap Dania dengan tersenyum.
"Betapa beruntung nya suami mu nanti, jika memiliki istri seprti kamu Dania." ucap Cito dengan tersenyum.
"Tunggu, kalau nanti nya suami aku adalah kamu gimana?. " tanya Dania dengan tersenyum.
"Bisa aja deh kamu." ucap Cito dengan tersenyum.
"Kalau memang terjadi. " ucap Dania dengan tersenyum.
"Aku gak pantes sama kamu Dania banyak cowok ganteng yang lebih pantas buat kamu." ucap Cito dengan tersenyum.
"Kalau aku nya mau, apa kamu tega nolak cewek se cantik aku?. " tanya Dania dengan tersenyum.
Cito pun hanya terdiam tidak bisa berkata kata lagi.
"Oh iya mobil aku masih di halaman, bentar ya Julian aku masukin mobil dulu." ucap Dania kemudian keluar dari kamar Cito.
Cito masih terbayang bayang dengan perkataan Dania itu.Betapa beruntung nya memiliki pasangan seperti Dania nanti nya, tapi dia menganggap itu semua hanya impian belaka.
Malam nya setelah Cito tinggal di rumah Dania, Cito sedang duduk di teras rumah Dania sambil menghisap rokok.Tapi kemudian Dania datang menghampiri nya seontak Cito pun mematikan rokok nya dan membuang nya.
"Julian jalan yuk." ajak Dania.
"Kemana Dania?. " tanya Cito.
"Beli pecel lele atau apa gitu." jawab Dania.
"Naik motor?. " tanya Cito lagi.
"Iya dong, biar mesra." jawab Dania dengan tersenyum.
"Bisa aja deh kamu, tunggu dulu aku ganti sebentar." ucap Cito dengan tersenyum.
"Aku tunggu sini ya Julian jangan lama lama tau." ucap Dania.
Setelah beberapa menit akhir nyanya Cito pun selesai dan siap untuk berangkat.
"Cepat banget sih." ucap Dania dengan tersenyum.
"Iya dong gua gituloh." ucap Cito dengan tersenyum.
Cito pun menaiki motor nya.
"Ayo naik Dania." ajak Cito.
Lalu Dania pun naik di atas motor Cito, dan mereka pun berangkat.Di tengah perjalanan Dania meluk Cito yang sedang mengendarai motor nya.
"Kok kamu peluk aku gini?. " tanya Cito yang kaget.
"Gak boleh ya Julian. " jawab Dania.
"Gak tapi gak enak aja di lihat orang." ucap Cito.
"Aku kedinginan Julian, kalau aku peluk kamu gini kan jadi hangat." ucap Dania.
Karena tidak ingin terjadi apa apa sama Dania, Cito pun mengizinkan Dania memeluk nya.
"Oh gak apa apa deh kalau begitu." ucap Cito.
"Makasih Julian." ucap Dania yang tetap memeluk Cito.
"Tapi kita makan apa nih Dania?. " tanya Cito.
"Bakso aja kali ya, biar hangat." jawab Dania dengan tersenyum.
"Itu ada penjual bakso." ucap Cito.
Kemudian mereka mereka menghampiri penjual bakso itu, lalu mereka berdua turun dari motor.
"Dania kamu duduk di situ dulu ya." perintah Dania.
"Iya julian. " ucap Dania kemudian duduk di tempat itu.
"Bang bakso dua, sama es teh dua ya bang. " ucap Cito pada penjual itu.
"Siap mas." ucap Penjual itu.
Kemudian Cito duduk di samping Dania,yang sebelum nya sudah duduk duluan.
"Julian aku mau ngomong sesuatu sama kamu." ucap Dania dengan wajah serius.
"Ngomong aja kali Dania gak usah malu malu." ucap Cito.
"Aku suka sama kamu Julian." ucap Dania dengan tersenyum.
Seontak Cito pun kaget dengan perkataan Dania itu.
"Tapi aku maunya gak cuma pacaran Julian, tapi sampai kita menjadi suami istri, kalau kamu gak mau ya gak apa apa sih." ucap Dania dengan serius.
Kemudian pesanan mereka pun datang dan Cito menerima nya.
"Makasih bang." ucap Cito.
Kemudian penjual itu menjauh dari mereka dan kembali ke gerobak nya.
"Jawaban nya gimana Julian?. " tanya Dania.
"Jawabanya Nanti ya setelah makan, sekarang kita makan dulu." jawab Cito.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai, lalu Cito membayar makanan nya itu.
"Berapa bang?. " tanya Cito.
"dua puluh enam ribu bang." jawab penjual itu.
"Ini uang nya bang." ucap Cito dengan memberikan uang ke penjual itu.
"Makasih mas." ucap penjual itu.
Kemudian Cito menaiki motornya.
"Julian jawaban nya?. " tanya Dania yang masih penasaran.
"Kamu naik dulu aja gih." jawab Cito.
Kemudian Dania pun menuruti perintah Cito dan dia pun naik.Dan langsung melanjutkan perjalanan.
"Jawabanya apa Julian?." tanya Dania yang masih penasaran.
Tapi Cito tidak mengeluarkan jawaban satu kata pun.
"Lo kok jadi bisu gini sih."
"Gak mau ya gak mau kali, gak usah bisu gini."
"Julian Julian, bisu lo ya." ucap Dania dengan sedikit marah.
Kemudian Cito memberhentikan motor nya di taman.
"Ayo turun Dania!." ajak Cito.
Dania mengikuti perintah Cito, lalu Cito mengajak Dania duduk di kursi taman, yang ada di bawah pohon.
"Gimana jawaban nya Julian?. " tanya Dania yang terus penasaran.
Lalu Cito menarik nafas panjang, dan mengeluar kan nya. Lalu memegang tangan Dania.
"Dania ayu lestari." ucap Cito.
"Iya." balas Dania.
"jawabanya aku mau." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian raut wajah Dania berubah menjadi bahagia, kemudian memeluk Cito yang duduk di samping nya dengan kasih sayang.
"Cito julian, makasih ya." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi kenapa kamu bisa suka sama aku?." tanya Cito dengan tersenyum.
"Gak tau Julian." jawab Dania.
"Kok gak tau sih." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian Dania melepaskan pelukan nya.
"Karena aku yakin kamu bisa jadi suami yang baik buat aku Julian." jelas Dania.
"Kok bisa kamu bisa percaya sama aku, padahal kita baru kenal tadi." ucap Cito dengan tersenyum.
"Ya gak tau." ucap Dania dengan tersenyum.
"Kok gak tau mulu sih." ucap Cito dengan tersenyum.
"Terus kamu juga kenapa mau nerima aku?. " tanya Dania dengan tersenyum.
"Ya gak tau." jawab Dania dengan tersenyum.
"Kok jawabanya sama." ucap Dania dengan tersenyum.
"Berarti kita cocok." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian Dania bersandar di pundak Cito.
"Aku sekarang manggil kamu apa?. " tanya Dania.
"Terserah kamu."jawab Cito.
" Kalau sayang gimana?. " tanya Dania dengan tersenyum.
"Aku oke aja sih." jawab Cito.
"Sayang Julian." ucap Dania dengan memegang tangan Cito.
"Sayang Dania ayu lestari." ucap Cito dengan tersenyum.
Mereka pun bahagia di taman itu.
"Tapi kalau nikah, beri aku waktu." ucap Cito.
"Iya aku akan selalu setia menunggu kok." ucap Dania dengan tersenyum.
Beberapa saat kemudian akhir nya Dania dan Cito sampai di rumah dengan perasaan yang sangat bahagia, tante Arika membuka pintu rumah dan kaget melihat keponakan nya yang sangat bahagia.
"Tante sayang." ucap Dania dengan bahagia.
"Kok sayang nya tante bahagia banget gitu." ucap tante Arika dengan tersenyum.
Kemudian Dania langsung memeluk tante Arika dengan penuh kasih sayang.
"Tante, aku udah jadian sama Julian tante." ucap Dania.
Kemudian tante Arika melepaskan pelukannya.
"Gitu dong, sudah saat nya kamu itu melupakan masa lalu Dania." ucap tante Arika.
"Iya tante, yaudah aku ke dalam dulu ya ngantuk." ucap Dania dengan tersenyum bahagia.
"Iya sayang, tidur yang nyenyak." ucap tante Arika.
Lalu Dania masuk ke dalam rumah, sementara tante Arika dan Cito masih tetap di teras rumah. Setelah Dania masuk ke dalam rumah tante Arika mengajak Cito membicarakan sesuatu.
"Julian, tante mau ngomong sama kamu." ucap tante Arika.
"Iya tante, ada apa ya." ucap Cito dengan penasaran.
Kemudian mereka berdua duduk di kursi yang ada di teras rumah.
"Selamat ya Julian." ucap tante Arika.
"Iya tante." balas Cito.
"Jujur tante sangat senang sekali, Dania bisa menemukan cowok yang tepat." ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Tante Arika percaya sama Julian kan." ucap Julian.
"Iya tante percaya sama kamu Julian." ucap tante Arika.
Cito membalas nya dengan senyuman.
"Tapi jujur tante masih dendam sama pacar Dania yang dulu."ucap tante Arika dengan wajah kesal.
"Emang kenapa pacar Dania yang dulu tante?." tanya Cito dengan tersenyum.
"Sudah beberapa bulan Dania pacaran sama dia, tapi dia selingkuh sama wanita lain." jelas tante Arika.
Cito menyimak dengan baik cerita dari tante Arika.
"Tante masih belum ikhlas Julian, melihat keponakan tante yang baik, cintanya juga tulus, di khianati dan di selingkuhin seperti itu." jelas tante Arika.
"Terus Dania sedih gak tante?."tanya Cito dengan penasaran.
Cito mengangguk faham.
"Tapi tante yakin, Dania gak mungkin salah memilih kamu." ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Iya tante, aku akan berusaha membuat Dania bahagia." ucap Cito dengan tersenyum.
"Iya Julian, tante akan selalu dukung kamu kok." ucap tante Arika.
Sebulan kemudian, setelah sebulan Cito dan Dania jadian, Dania ingin mengajak Cito jalan jalan, lagi pula mereka hari ini libur kerja. Dania masuk ke kamar Cito dan membangun kan nya yang sedang tidur.
"Sayang hari ini jalan yuk." ajak Dania.
"Jalan kemana sayang?, aku baru bangun juga." ucap Cito dengan setengah sadar.
"Kebun binatang sayang." ucap Dania dengan tersenyum.
"Jauh gak sayang?." tanya Cito.
"Gak sayang dekat kok." jawab Dania.
"Yaudah aku mandi dulu ya." ucap Cito.
"Iya jangan lama lama, sekalian aku juga mau make up an." ucap Dania.
Setelah beberapa saat Cito telah siap, dan menunggu Dania di teras rumah, sambil mempersiapkan motornya yang akan di pakai nya untuk jalan. Lalu setelah itu tante Arika menghampiri Cito yang sedang mempersiapkan motor nya.
"Julian mau kemana?." tanya Arika dengan penasaran.
"Dania ngajak aku ke kebun binatang tante." jawab Cito dengan tersenyum.
"Ohh, tapi ngomong ngomong, setelah sebulan ini hubungan kamu sama Dania baik baik aja kan?. " tanya tante Arika.
"Aman tante." jawab Cito dengan tersenyum.
"Bagus lah kalau begitu." ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Iya tante." balas Cito dengan tersenyum.
"Dania di mana ya?. " tanya tante Arika.
"Biasa tante lagi make up." jawab Cito dengan tersenyum.
"Ohh, Dania kalau make up emang lama banget,pokoknya kamu sabar aja ya." ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Iya tante." ucap Cito dengan tersenyum.
Kemudian setelah itu Dania pun keluar dari dalam rumah,dan menghampiri mereka berdua yang ada di halaman rumah.
"Sayang nunggu lama ya." ucap Dania dengan tersenyum.
"Dania gak baik tau, cowok nya udah nunggu dari tadi loh, mana make up nya tebel banget lagi." ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Maaf ya sayang , nunggu lama." ucap Dania dengan tersenyum.
"Gak apa apa sayang, yaudah ayo berangkat. " ucap Cito kemudian naik motor nya.
"Tante kami berangkat dulu ya." ucap Dania kemudian saliman dan mencium tangan tante Arika.
"Iya loh hati hati, jangan nakal dengerin kata julian!." ucap tante Arika.
"Siap tante." balas Dania dengan tersenyum.
Kemudian Dania naik ke motor, mengikuti Cito yang terlebih sudah terlebih dahulu naik.Lalu mereka pun berangkat ke kebun binatang, tak lupa Dania melambaikan tangan nya kepada tante nya itu, dan membalas nya dengan melambaikan tangan di ikuti dengan senyuman yang keluar dari wajah tante Arika.
"Sayang aku peluk ya?. " tanya Dania.
"Iya gak apa apa sayang." jawab Cito yang sedang mengendarai.
"Makasih sayang." ucap Dania kemudian memeluk Cito yang sedang mengendarai.
"Kamu kok suka sih peluk aku kek gini?. " tanya Cito dengan tersenyum.
"Aku nyaman tau, dan semakin hari aku makin sayang sama kamu." jawab Dania yang terus memeluk Cito.
"Bisa aja deh." ucap Cito dengan tersenyum.
"Di bilangin juga." ucap Dania.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di kebun binatang yang di tuju, dan memarkirkan motornya di parkiran yang ada di kebun binatang itu, dan setelah itu mereka turun.
"Tapi kenapa sih kamu ngajak aku ke kebun binatang?. " tanya Cito dengan tersenyum.
"Emang nya kenapa?. " Dania bertanya balik.
"Ya kok gak ke tempat lain aja gitu." jawab Cito.
"Entar aku ceritain sayang, sekarang kita masuk dulu yuk." ajak Dania.
Mereka berdua pun langsung pergi ke dalam kebun binatang itu dengan bergandengan sangat mesra.
"Lihat sayang gajah nya lucu ya." ucap Dania dengan menunjuk gajah yang ada di dalam kebun binatang itu.
"Iya sayang." balas Cito.
Mereka pun mengelilingi seisi kebun binatang itu dengan terus bergandengan tangan.Tak lama setelah itu mereka pun capek dan duduk di kursi yang ada di kebun binatang itu.
"Sayang capek gak?. " tanya Dania.
"Capek lah sayang, kita sudah keliling kebun binatang tau." ucap Cito dengan tersenyum.
"Tapi kamu suka gak sayang?. " tanya Dania lagi.
"Kalau sama kamu apapun jadi spesial sayang." jawab Cito dengan tersenyum.
"Gombal ih,seperti mulut buaya tau." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi aku gak buaya sayang." ucap Cito dengan tersenyum.
"Iya deh aku tau kok." ucap Dania dengan tersenyum.
"Tapi make up kamu tebal banget sayang." ucap Cito.
"Tapi cantik kan?." tanya Dania.
"Gak perlu pakai make up juga kamu udah cantik sayang." jawab Cito dengan tersenyum.
"Yee, bisa aja deh." ucap Dania dengan tersenyum.
Lalu Cito ingat dengan pertanyaannya yang belum sempat di jawab oleh Dania.
"Kenapa kamu kok suka ke kebun binatang sayang?." tanya Cito dengan penasaran.
"Jadi dulu waktu ayah dan ibu aku masih hidup, mereka sering sekali ngajak aku ke kebun binatang." jelas Dania.
"Ohh gitu ya." Cito mengangguk faham.
"Jujur aku sekarang bahagia banget punya kamu sayang." ucap Dania dengan tersenyum ke arah Cito yang sedang duduk di sampingnya.
"Coba kamu gak tabrakan sama aku waktu itu." ucap Cito dengan tersenyum.
"Coba kamu waktu itu gak ke warung." ucap Dania dengan tersenyum.
"Pasti kita gak akan jadi seperti sekarang kan." ucap Cito dengan tersenyum.
"Gak kerasa ya kita udah sebulan pacaran, dan makin hari aku makin sayang sama kamu." ucap Dania dengan tersenyum.
Kemudian Dania bersandar di pundak Cito.
"Aku pengen deh kita cepat cepat nikah." ucap Dania dengan tersenyum.
"Bulan depan ya." ucap Cito.
Dan seketika Dania pun terkejut, dan langsung menegakkan kepalanya dan menatap Cito.
"Beneran sayang?. " tanya Dania dengan kaget.
"Iya sayang, aku serius." jawab Cito dengan yakin.
Lalu Dania langsung memeluk Cito yang duduk di sampingnya.
"Makasih sayang." ucap Dania dengan bahagia.
Cito pun bahagia melihat pacar nya yang sangat bahagia itu.
"Setelah sekian lama akhirnya kita menemukan titik terang hubungan kita ya sayang." ucap Dania.
"Iya sayang, maaf ya buat kamu nunggu." ucap Cito.
"Gak apa apa sayang." ucap Dania dengan bahagia.
Dua bulan kemudian, setelah memutuskan menikah di bulan ini, mereka berdua semakin bahagia karena tinggal sebentar lagi.Pagi ini Cito duduk di teras rumah sambil di temani oleh kopi dan rokok yang ada di tangan kanannya.Setelah itu Dania datang menghampiri Cito,dengan cepat Cito mematikan rokoknya.
"Gak apa apa kali kalau mau merokok." ucap Dania dengan tersenyum.
"Gak sayang." ucap Cito.
Kemudian Dania duduk di samping Cito.
"Udah selesai bacanya?. " tanya Cito.
"Udah dong sayang." jawab Dania dengan tersenyum.
"Seru gak ceritanya?. " tanya Cito lagi.
"Seru banget sayang, alur nya gak bisa di tebak." ucap Dania dengan tersenyum.
Kemudian Dania bersandar di pundak Cito yang duduk di samping nya.
"Kalau mau merokok, merokok aja kali gak usah di tahan." ucap Dania.
"Gak kok sayang aku kuat kok." ucap Cito.
"Beneran?. " tanya Dania.
"Iya kan ada kamu,membuat aku kuat sayang." jawab Cito.
"Bisa aja deh." ucap Dania dengan tersenyum.
Tante Arika yang ada di dalam rumah pun memanggil Dania.
"Dania dania sini bantu tante." Panggil Tante Arika dari dalam rumah.
"Iya tante, sebentar. " ucap Dania.
"Sana gih, kasihan tante Arika." ucap Cito.
Kemudian Dania berdiri dan hendak masuk ke dalam rumah, tapi hal yang tak diinginkan pun terjadi, tiba tiba Dania jatuh pingsan.Membuat Cito yang ada di dekatnya pun khawatir dan langsung menghampiri Dania yang pingsan.
"Sayang." ucap Cito kemudian menghampiri Dania.
Setelah beberapa saat, Dania yang pingsan pun telah tersadar di rumah sakit. dan masih terbaring lemas.
"Sayang kenapa aku ada di rumah sakit?. " tanya Dania yang terbaring lemas.
"Kamu tadi pingsan sayang, terus aku sama tante Arika bawa kamu ke rumah sakit." ucap Cito yang duduk di samping Dania.
"Tante Arika mana sayang?." tanya Dania.
"Ada di luar." jawab Cito.
Kemudian Cito mengambil makanan yang ada di dekatnya.
"Sekarang kamu makan dulu ya aku suapin." ucap Cito.
"Gak nafsu sayang." ucap Dania yang terbaring lemas.
"Sayang kamu harus makan,biar cepat sehat, ingat kita kan bentar lagi nikah sayang." ucap Cito.
Kemudian Dania hanya mengangguk. Lalu Cito menyuapi Dania, tapi baru satu sendok, Dania langsung memuntah kan makanan itu, sehingga Cito yang ada didekatnya pun langsung membersihkan nya.
"Sayang maaf ya aku ngerepotin kamu." ucap Dania dengan sedih.
"Gak apa apa sayang. " ucap Cito dengan membersihkan muntah Dania.
Karena tau pacarnya tidak nafsu makan Cito berhenti menyuapinya.
"Sayang maaf ya aku ngerepotin." ucap Dania.
Kemudian Cito memegang tangan Dania.
"Cepat sembuh ya sayang." ucap Cito kemudian mencium tangan Dania yang terdapat infus.
Dania pun hanya membalasnya dengan senyuman.
Lima hari setelah itu, keadaan Dania semakin parah dan makin lemas. Sehingga Cito dan tante Arika yang menemaninya pun sedih dan khawatir melihat keadaan Dania saat.
"Sayang tante harus kuat ya." ucap tante Arika dengan sedih dan khawatir bercampur menjadi satu.
Kemudian Dania terbangun.
"Sayang, tante dimana Julian? . " tanya Dania yang terbaring lemas.
"Itu duduk disana sayang." jawab tante Arika.
Kemudian Cito menghampiri Dania yang sedang terbaring lemas.
"Iya sayang." ucap Cito.
Kemudian Dania mengambil kalung nya yang dia pakai, dan memberikan nya kepada Cito.
"Maksudnya apa sayang?. " tanya Cito dengan bingung.
"Sayang, berikan kalung itu kepada orang yang bisa menggantikanku." ucap Dania dengan sedih.
"Sayang jangan ngomong gitu, kamu harus kuat sayang kita bentar lagi kan nikah." ucap Cito dengan air mata yang mengalir.
"Iya, sayang tante harus kuat." ucap tante Arika dengan air mata yang mengalir.
"Maafin Dania tante, Dania gak bisa nemenin tante lebih lama lagi, makasih ya tante atas kasih sayang tante pada Dania dan Julian maafin aku ya." ucap Dania yang terbaring lemas.
"Gak Dania, kamu harus kuat Dania, sayang tante harus kembali sehat ya." ucap tante Arika dengan mengelus pipi Dania di iringi dengan air mata yang terus mengalir.
Dania tidak mengatakan satu kata pun, Dania hanya tersenyum ke arah tante Arika.Kemudian setelah itu Dania memejam kan matanya dan nafasnya sekarang telah hilang.
"Tidak Dania, bangun Dania sayang tante." ucap tante Arika dengan air mata yang terus mengalir.
"Sayang sayang." ucap Cito dengan menangis.
Kemudian mengecek nafas Dania, dan ternyata Dania sudah tidak bernyawa lagi,sehingga membuat Cito pun tak kuat menahan tangis.
"Tante, Dania sudah meninggal dunia tante. " ucap Cito dengan air mata yang mengalir.
Lalu tante Arika pun langsung menangis sambil memeluk Dania yang sudah tak bernyawa lagi.Cito yang tak kuat menahan tangis pun agak menjauh dari mayat Dania.
"Dania,kamu satu satunya yang tante punya, kamu orang yang paling tante sayangi Dania, kenapa Dania pergi secepat ini sih tinggalin tante?." ucap Tante Arika dengan menangis serta memeluk Dania yang sudah tak bernyawa.
"Dania kenapa kau pergi secepat ini Dania?. " Cito menangis meratapi kepergian Dania.
Hanya kesedihan yang menyelimuti kematian Dania di hari itu, membuat tante Arika dan Cito sangat terpukul.
Beberapa hari setelah Dania meninggal dunia, Cito pun berhenti dari pekerjaannya dan memilih kembali ke kota asalnya.Tapi sebelum itu dia berpamitan dengan tante Arika.
"Tante aku pergi dulu ya." pamit Cito.
Kemudian tante Arika memeluk Cito dengan penuh kasih sayang.
"Makasih Julian, telah membuat keponakan tante bahagia." ucap tante Arika.
Kemudian tante Arika melepaskan pelukanya.
"Hati hati ya, jangan terlalu larut dalam kesedihan Julian, kamu harus kuat." Ucap tante Arika.
"Iya tante,tante baik baik ya di sini." balas Cito dengan tersenyum.
"Kamu juga baik baik ya di sana, jangan lupa doakan Dania ya. " ucap tante Arika dengan tersenyum.
"Selalu tante." ucap Cito.
Cito pun pergi dengan motor kesayangannya meninggalkan tante Arika dan rumah Dania, untuk kembali ke kotanya dulu, agar bisa berdamai dengan diri nya , karena meninggalnya Dania begitu berat baginya.
Flashback off
Winda pun menangis setelah mendengar cerita Cito.
"Kenapa malah kamu yang nangis?. " tanya Cito yang berbaring di samping Winda.
"Sedih tau." ucap Winda yang menangis.
"Sudah lah Winda." ucap Cito dengan mengusap air mata Winda.
"Aku menyesal Cito, tidak mengetahui kabar kak Dania pada waktu itu, andaikan pada waktu itu aku tau, pasti aku akan menemaninya." ucap Winda yang masih menangis.
"Jangan merasa bersalah gitu ah, lebih baik sekarang kamu tidur, besok kan kita mau melanjutkan perjalanan." ucap Cito dengan tersenyum.
"Iya Cito." ucap Winda.
......................Bersambung....................
Bagaimana kelanjutan kisah Winda dan Cito?.