
"Selamat hari raya idul fitri, Ga Eun. Maaf lahir dan batin" Ye Jun menangkupkan kefua tangannya, mengumbar senyum pada gadis yang mengantarnya sampai kedepan pintu restoran.
"Iya ... maaf lahir dan batin juga, Oppa" jawab Ara menangkupkan kedua tangannya di dada
"Ck" senyum Ye Jun menghilang, berakhir decakan tidak suka dengan panggilan yang diucapkan Ara
"Sudah sana cepat pergi! Apa syuting besok benar-benar dengan penyanyi perempuan itu?" tanya Ara antusias
"Hm ... Kami memang ada kerja sama sebelumnya, mungkin beberapa hari lagu baru kami sudah akan ditayangkan
Kau fansnya?" tanya Laki-laki itu datar. Ara mengangkat kedua bahunya,
"Hanya suka dengan beberapa lagunya saja." jawab Ara kemudian, Ye Jun membentuk huruf O pada bibir merahnya
"Oh ... Ya" Ye Jun baru saja ingin masuk kedalam mobilnya, tapi ia ingat sesuatu setelah melihat beberapa benda berbentuk sama namun dengan tulisan yang berbeda-beda
"Ada apa?"
"Ini dari Ummi" Ye Jun memberikan papper bag berwarna hijau toska,
"Ummi? Bagaimana bisa Ummi memberikan ini padamu?" Ara mengambil bingkisan itu mengintip isinya, namun isi didalam nya tidak begitu membuatnya tertarik, yang menarik perhatiannya adalah kenapa bisa Ye Jun yang memberikannya
"Kemarin kami sempat belanja, dan Ummi mengingatmu setelah melihat gamis itu" tunjuk Ye Jun
"Kau bertemu Ummi? Apa kau kesana?" Ara semakin penasaran dibuat laki-laki itu
"Hm" jawab Ye Jun dengan wajah sedingin es tentunya
"Kenapa kau kesana? Ada apa kau menemui Ummi?" cecar Ara, saat Ye Jun membalikkan badannya laki-laki itu hampir masuk ke dalam mobilnya
"Ck! Aku kesana mau bertemu dengan Abi. Ternyata ustadz tempat aku belajar selama ini adalah teman baik Abi. Mereka yang menjadi saksi ku. Ummi Abi juga mengundangku ke rumah mereka setelah semuanya selesai. Aku disana beberapa hari dan sebelum pulang aku ingin memberikan sesuatu kepada Ummi dan Abi untuk mereka lebaran. Kami menghabiskan waktu seharian berbelanja. Itu saja ... Oh ... Iya. Ini dari ku!" Ye Jun memberikan papper bag yang jumlahnya lebih dari lima. Ara sampai kewalahan memegangnya
"Isssh ... Kenapa kau yang bersama Ummi. Bukan aku! Kau selalu saja membuat ku iri, Njun!" cebik Ara
"Ini apa lagi?" sambungnya setelah bersusah payah membenarkan posisi papperbag yang lumayan banyak itu
"Saat bersama Ummi aku juga mengingatmu. Jadi aku mengambil beberapa pakaian yang sepertinya cocok kalau kau yang memakainya. Ukurannya pasti pas, karena Ummi yang membantuku. Sudah pergi sana, aku akan datang empat hari lagi. Jangan kangen ya!" Ye Jun menutup pintu mobilnya
"Kangen? Waah ... Tentu saja. Aku harap kau datang membawa lebih banyak dari ini" jawab Ara, tentu saja itu hanya bercanda
"Oke, aku akan membawa lebih banyak dari ini. Tunggu saja!" Ye Jun menaikkan kaca mobil
"Ya Allah ...." ucap Ara melihat mobil yang dikendarai Ye Jun semakin menjauh
"Apa semua ini baju? Oh ... Sepertinya aku harus membeli satu lemari lagi" ucapnya menggamit semua papper bag
"Ummi ... Abi! Selamat hari Raya. Haduh, aku seperti anak kecil saja yang dibelikan baju lebaran haha" ucap Ara sendirian, gadis itu berjalan masuk kedalam restoran. Ia menggunakan punggungnya untuk membuka pintu kaca tersebut karena kedua tangannya penuh
\=\=\=\=
Beberapa hari berlalu, kolaborasi antara Ye Jun dengan salah satu penyanyi wanita ternama di negara tersebut menjadi perbincangan hangat dalam dunia hiburan.
Menjadi trending satu, oleh karena itu tentu saja kesibukan Ye Jun bertambah. Yang ia janjikan waktu itu pada Ara harus di tunda sementara. Ye Jun belum bisa mengunjungi ayahnya dan juga Ara.
"Maaf Ga Eun, Aku belum bisa mengunjungi kalian" tulis Ye Jun pada pesan singkat diponselnya
Beberapa saat kemudian ponselnya mendapat balasan
"Tenang saja. Aku bisa menjaga Appa dengan baik bahkan lebih baik dari pada kau!" jawaban itu membuat Ye Jun tersenyum hingga terlihat barisan gigi-gigi putihnya
Tidak lama berselang ia kembali menerima pesan singkat dari nomor yang sama
"Apa kau sudah shalat? Bagaimana shalatmu, apa ada lima waktu yang tertinggal? Aku kemarin lihat kau menjadi bintang tamu di salah satu podcast, kau ikut meminumnya ya? Apa ustadzmu belum memberitahu pada mu kalau minum alkohol itu haram?" pesan itu lumayan panjang untuk dikatakan pesan singkat. Ye Jun membalasnya dengan beberapa kali mengulangi apa saja pertanyaan dari Ara barusan
"Kau menghkawatirkan aku?" tulis Ye Jun setelah berhasil menjawab dan menjelaskan semua hal yang ditanyakan Ara
"Hm ... Tentu saja! Sebagai sesama muslim ada kewajiban untuk saling mengingatkan bukan?" jawab Ara
"Ya ... Kau benar, terimakasih" tulis Ye Jun pula
"Besok aku pulang. Tolong jangan kemana-mana. Ada yang ingin aku sampaikan padamu dan juga ayah!" tulis Ye Jun, tanda seru diakhir kalimat seolah menggambarkan bahwa itu bukan permintaan melainkan perintah. Ara hanya menjawabnya dengan kata 'Siap'
.
.
.
.
Beberapa Episode terakhir ya ðŸ¤