You Will Marry Me!

You Will Marry Me!
Ikatan batin



Hyun-Shik yang sudah berbulan-bulan tinggal dengan Ye Jun semakin merasa tidak nyaman dengan hanya duduk berdiam diri dirumah. Sebagai seorang pekerja keras, laki-laki itu merasa menjadi orang yang tidak berguna karena segala sesuatunya selalu disediakan oleh asisten yang dibayar oleh anak yang ia besarkan itu.


Laki-laki itu tau, semua yang dilakukan Ye Jun saat ini adalah bukti rasa sayangnya. Tapi entah kenapa, hari ini rasanya Hyun-Shik benar-benar ingin pulang kerumah tempatnya tinggal selama ini. Tempat pelarian laki-laki itu dari rasa kecewa terhadap orangtuanya dan tempat yang menjadi saksi dia menjadi seorang ayah yang membesarkan anak laki-lakinya dengan segenap jiwa raga.


"Ye Jun, Ayah ingin ke restoran!" ucapnya saat sedang makan malam


Ye Jun mengangkat kepala, menatap laki-laki yang ia sayangi tersebut dengan senyum hangat.


"Tidak ada gunanya juga melarang ayah berhubungan dengan dunia luar seperti ini. Ayah juga tampak sudah baik-baik saja" pikir Ye Jun dalam hati


"Hm ... Besok kita ke restoran. Ye Jun akan ikut menemani ayah. Besok sedang tidak ada syuting" jawab Ye Jun


"Ayah pulang sendiri saja. Sudah lama ayah tidak naik kereta" jawab laki-laki itu bernegosiasi


"Kalau ayah tidak mau aku antar, ya sudah ... Aku pindahkan saja restorannya kesini"


"Hahah ... Kau ini, Ye Jun! Baiklah ... Baiklah, besok pagi-pagi sekali kita berangkat ya. Ayah berharap nanti kita sampai disana masih ada pelanggan. Ayah sudah lama tidak memasak" ucap laki-laki yang berprofesi sebagai seorang chef tersebut


"Terserah ayah saja" Ye Jun pasrah, tidak ada gunanya mendebat laki-laki paruh baya itu pikirnya. Bagaimanapun juga seharusnya ia harus menuruti apa kata ayahnya tersebut.


Ke esokan harinya mobil hitam keluar dari rumah besar bergaya minimalis itu, benar ... Pagi-pagi sekali.


\=\=\=\=\=


Sudah dua hari Ara memantau restoran itu dari kejauhan, tidak tampak tanda-tanda kehadiran pemilik nya.


Yang bisa ia lakukan hanya menunggu, berharap laki-laki pemilik restoran itu datang.


Menelpon rasanya tidak mungkin, karena Ara tau, laki-laki pemilik restoran tersebut pasti berada di rumah Ye Jun.


Mungkin ini hari terakhirnya berada disana, bagaimanapun juga gadis itu harus kembali pulang ketempat ia terakhir tinggal, karena Ara bekerja disana.


Sahara terus mengamati dari kejauhan, saat laki-laki yang sangat ia kenal sampai ke pori-pori wajahnya itu meninggalkan restoran, barulah gadis itu beranjak kesana.


Langkah Ara semakin lambat saat kaki jenjang itu berjarak hanya beberapa langkah dari pintu masuk. Gadis itu menarik nafas dalam-dalam, menghembusnya halus lalu senyuman ia kembangkan diwajahnya yang ayu.


"Jangan lari dari masalah lagi, Ara. Apapun kenyataannya takdir Allah tetap yang terbaik!" ucapnya dalam hati memberi semangat pada diri sendiri.


Pintu kaca di depannya ia dorong. Sorot mata seseorang langsung menatapnya. Laki-laki kepercayaan Appanya tersebut lari mendekatinya.


"Ara kau kembali!" ucapnya dengan mata berbinar, Ara membungkukkan badannya memberi hormat


"Ikatan batin antara anak dan ayah memang benar-benar kuat. Chef Hyun baru saja sampai" ucapnya lagi, Ara tersenyum


"Apa Appa di dapur?" tanya Ara akhirnya


"Ya ... Ya, Chef sedang di dapur"


"Ara ke Appa dulu ya, Paman." Ara pun pergi


.


.


.


.


Happy reading, maaf menunggu lama. Terimakasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel ini. 😊🙏