You Will Marry Me!

You Will Marry Me!
Nasi goreng kecombrang



Langit masih gelap, jalanan komplek pun masih tampak sunyi. Tidak ada siapapun yang beraktifitas diluar pagi itu, mungkin ini terlalu pagi atau karena cuaca yang sedang gerimis.


Ummi sedang sibuk menyiapkan sarapan dibantu oleh Ara tentunya. Mereka masing-masing berjibaku berbagi tugas agar sarapan segera terhidang di meja makan.


Nasi goreng kecombrang dengan ayam goreng tepung menjadi menu utama, teh dan segelas susu juga roti lapis sudah lebih dulu menjadi penghuni meja makan tersebut.


"Abi masih tidur, Ummi?" tanya Ara sembari menyusun piring dan sendok


"Hm ... Sudah kok. Mungkin masih membaca al-qur'an. Biar Ummi yang panggil, Ara lihat Ye Jun saja di luar" ucap Ummi lalu pergi meninggalkan dapur. Mungkin, menuju kamar tamu karena ternyata Abi tidak ada di ruang shalat


"Ye Jun di luar, Mi?" tanya Ara


"Iya, tadi waktu kamu nggak lihat dia keluar dari pintu itu" jawab Ummi lagi


Ara pun pergi, mencari keberadaan Ye Jun lewat pintu dapur yang memang sudah terbuka dari tadi


"Suka main hujan?" tanya Ara menyandarkan tubuhnya di samping pintu, ternyata Ye Jun sedang menadah air hujan dengan tangannya. Laki-laki itu menoleh ke asal suara


"Ya ... Aku suka hujan" jawab Ye Jun tersenyum, lalu mengucapkan selamat pagi pada Ara


"Pagi! Cepat sekali kau bangun. Sudah lapar?" tebak Ara, tebakan yang dirasa tidak mungkin meleset.


Ara mulai hapal kebiasaan Ye Jun, selain suka tidur dia juga suka lapar.


"Tentu saja, aku sudah lapar dari jam tiga pagi. Mau memeriksa isi kulkas aku malu." bisik Ye Jun. Pantas saja laki-laki itu tadi pergi ke dapur mungkin mencari Ara untuk mengadu kalau dia sedang lapar. Tapi, Ara malah tidak merasakan keberadaannya disana


"Haha ... Kasihan. Ya sudah ayo makan. Aku sudah menyiapkan roti lapis dan susu. Hari ini Ummi masak makanan kesukaan ku, mungkin kau tidak akan suka, jadi ... Aku membuatkan mu makanan khusus" ucap Ara sambil berjalan mengekori Ye Jun yang sudah mendahuluinya


Ternyata Abi dan Ummi sudah duduk di meja makan, bahkan Abi tampak sedang menyeruput tehnya.


"Ayo, Ye Jun. Kita sarapan" ajak Abi dengan ramah


"Iya ... Abi" Ye Jun menarik kursi dan duduk disana, memandang ke arah Ara yang juga sudah duduk di kursinya


Ara mendekatkan sepiring roti lapis dan juga segelas susu panas.


"Hati-hati masih panas!" ucap Ara seolah memperlakukan Ye Jun anak kecil


"Terimakasih!" jawab Ye Jun, laki-laki itu tampak senang sekali melihat makanan


"Ini bau apa? Kok harus sekali?" ucapnya setelah Abi, Ummi dan Ara melahap makanan mereka


"Oh ... Ini bau ini! Nasi goreng kecombrang. Kesukaan Ara. Ye Jun coba saja. Ummi tidak menawarkan karena Ara bilang mungkin Ye Jun tidak suka dengan baunya" jawab Ummi mendekatkan mangkuk kaca berukuran besar berisi makanan kesukaan Ara tersebut.


"Aku mau mencobanya" ucap Ye Jun, Ummi tersenyum dan memberikan piring dan juga sendok pada artis asal Korea itu


"Ambil sedikit saja dulu! Kalau nggak suka sayang kan di buang!" ucap Ara ketus


Ye Jun tidak perduli karena ucapan Ara barusan justru membuat laki-laki itu ingin menghabiskan semua nasi yang ada dalam tempat tersebut.


"Rasanya, Abi pernah melihat kejadian seperti ini ya, Mi." bisik Abi pada Ummi. Ummi tersenyum, sambil berbisik menjawab ucapan suaminya


"Haa ... Iya, Abi ingat" ucap Abi menatap kedua anak muda dihadapannya itu.


Sahara mengambil sebuah kotak bekal dan memasukkan nasi goreng kecombrang tersebut ke dalamnya. Lalu menjauhkan mangkuk kaca tersebut dari Ye Jun yang ternyata suka dengan hidangan berbau khas itu.


Suara klakson mobil dari arah luar membuat semua anak manusia dalam ruangan itu saling tatap.


"Siapa itu?" tanya Abi pada Ummi


"Oh ... Mungkin sudah sampai!" ucap Ye Jun. Mengambil tissue melap sisa minyak di sekeliling mulutnya


"Ayo berangkat! Aku sudah memesan paket wisata. Mungkin itu mobil jemputannya yang di depan" jelas Ye Jun pada Ara


"Apa? Paket wisata? Kenapa nggak cerita ke aku dulu, Njun! Berapa pula biayanya, Ya Allah ...." ucap Ara sedih, terbayang berapa banyak lagi tabungannya menguap untuk biaya paket wisata tersebut


"Ini hari terakhir ku disini, kan kita belum berkeliling. Katanya kau tau Jogja bukan Jakarta" ucap Ye Jun menatap gadis yang sedang banyak pikiran itu dengan senyum


"Abi ... Ummi, bolehkan Ara mengantarkan saya berkeliling kota ini?" Ye Jun bertanya penuh harap


"Kami terserah Ara saja. Lagipula Ara sudah berjanji padamu kan?" ucap Ummi, Abi menatap istrinya dengan heran


"Ara janji apa, Mi?" ucap Abi berbisik lagi


"Ara janji kalau nanti mereka ke Indonesia, Ara akan mengenalkan negaranya yang dia cintai ini ke Ye Jun. Ya kan,Ra?"


"Iya, Ummi ... Abi" jawab Ara segan


"Ya sudah siap-siap sana." perintah Ummi, Ara pun menurut. Sementara Ye Jun pun pergi setelah berpamitan menemui supir yang mungkin sudah bosan menunggu mereka


Beberapa saat kemudian Ara sudah siap, Sahara terlihat rapi dengan gamis biru muda dan jilbab berwarna senada.


"Ke Borobudur ya,Pak?" tanya Ara pada supir begitu melihat stiker mobil tersebut


"Iya, Bu. Kita jalan sekarang?" tanya supir itu. Wajahnya terlihat lega setelah Ara yang ia pikir warga negara Korea itu bisa berbahasa Indonesia.


"Eh, sebentar. Ada yang ketinggalan." Ara berlari masuk ke dalam rumah, kotak bekalnya tertinggal


"Di mobil ada payung?" tanya Ara setelah kembali ke teras rumah


"Ada, Bu. Saya ambilkan dulu ya" supir itu mau pergi, tapi urung karena Ye Jun menarik Ara


"Lama! Ayo!" ajak Ye Jun menarik lengan Ara dan menutupi kepala gadis itu dengan jaket yang tadi sudah ia kenakan


"Ye Jun, nanti kau basah!" ucap Ara


"Kau diam saja!"


\=\=\=\=


Hay ... Hay, selamat berpuasa manteman. Semoga ibadahnya lancar dan sehat ya 😊✌️