You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.09



°°°°°°


"Ini pesan masuk dari ayahmu Tia, dia meminta ibu untuk segera menandatangani surat perceraian begitu surat itu sampai di rumah ini"


Kata Ibunya seraya mengeluarkan ponsel di saku celemeknya untuk di berikan kepada Tia.


Tia kemudian meraih ponsel milik ibunya, dia membaca pesan masuk ayahnya.


Tia sontak terkejut dan menggelengkan kepalanya.


Ia tak pernah menyangka kalau ayahnya akan memilih wanita lain, kini kisah hidupnya hampir sama dengan kisah hidup mantan kekasihnya.


Mengapa semua ini harus menimpa diriku, tuhan tolong aku??


"Ibu harus kuat Yaa, ada kita berdua yang akan selalu berada di samping ibu, biarkan wanita itu merebut ayah dari kita.


Tuhan tidak pernah tidur Bu, semua pasti akan ada balasannya."


Ucap Tia seraya memeluk tubuh ibunya dengan erat, Seakan dia tak mau melihat ibunya terus menangis dan terluka hatinya.


Setelah mereka tenang, akhirnya Tia mengajak ibunya untuk pergi ke dapur.


Sesampainya di dapur, terlihat Ari yang sedang menggoreng telur.


"Waaahh... Pandainya adikku yang satu ini bisa masak sendiri, Yaa walaupun cuma menggoreng telur hihi.."


Ledek Tia dengan ketawa kecil yang ia tutupi dengan tangannya.


Ari yang melihat ledekan kakaknya hanya terdiam dan tak menggubrisnya.


Ada apa dengan ibu? kenapa matanya memerah seperti itu?


"Ibu.? apakah ibu baru saja menangis?"


Tanya Ari seraya mendekati ibunya yang tampak bersedih kemudian memeluk ibunya.


"Ari.. kita harus sama - sama belajar untuk menerima kenyataan kalau ayah akan pergi dari keluarga kita"


Jawab ibunya sambil menitihkan air matanya yang tak bisa ia bendung lagi.


"Maksud ibu apa? Ari tidak mengerti maksud ibu."


Tanya Ari lagi dengan raut muka kebingungan akan jawaban ibunya.


Sebenarnya apa yang terjadi!!!


"Gini dek.. Ayah mengirimkan pesan ke ponsel ibu, beberapa hari lagi ada surat yang harus ibu tanda tangani, yaitu surat perceraian dari ayah."


Jawab Tia untuk memberi penjelasan kepada adiknya tentang jawaban ibunya.


"Apaaa??!! gimana bisa Bu.? terus ayah mau menelantarkan kita begitu??!!"


Tegas Ari dengan suara yang begitu lantang hingga membuat ibu dan kakaknya terkejut.


Dasar wanita sialan!! seharusnya kau musnah dari muka bumi ini!! kenapa kau hancurkan keluargaku!! dasar pelacur!!


Tia mencoba untuk menenangkan Ari yang saat itu sedang emosi di luar kendali.


"Tenanglah dek.. kita harus bersabar, tuhan tidak tidur,tuhan juga tau cara membalas wanita yang suka merebut suami orang lain"


Waktu menunjukkan pukul 20.00.


Setelah semua merasa tenang, Ibunya menyuruh mereka berdua untuk segera makan malam.


Suasana hening menyelimuti meja makan,


seperti biasa hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.


Setelah semuanya menyelesaikan makan malam, Tia dan Ari berpamitan untuk masuk ke dalam kamar mereka masing - masing.


Ibunya merapihkan mejanya dan membawa tumpukan piring - piring kotor ke dapur untuk segera ia cuci.


°°°°°°


Tia mencoba untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa.


"Kenapa susah sekali untuk tidur?! huh!


mungkin karena hari ini ada banyak masalah.


Fendi.. kenapa aku juga melangalami apa yang pernah kamu alami, bedanya kamu horang kaya, sedangkan aku? aku hanyalah butiran debu.!"


Gumam Tia.


Tiaa ! Tia..! kenapa kamu masih memikirkan Fendi! lupakan! lupakan!! shiittt!


Tia menutup matanya kemudian ia tutupi dengan boneka pemberian Fendi.


Entah kenapa boneka ini memberikan rasa nyaman tersendiri untukku. heemmm!!


Tak lama kemudian Tia tertidur lelap.


°°°°°°°


Beberapa Minggu kemudian.


°°


Hari ini adalah hari bersejarah bagi Tia, hari yang akan menjadi penentu lulus atau tidaknya di SMA X tersebut.


Alarm di ponsel Tia berbunyi,


Dia segera bangun lalu bergegas menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Tia mengenakan baju, baju seragam yang akan ia kenakan di hari terakhir sekolahnya.


Seperti biasanya dia tak lupa untuk sarapan pagi bersama ibu dan adiknya.


"Ibu, hari ini Tia pengumuman kelulusan, doakan Tia semoga lulus dengan nilai yang bagus ya Buu.."


Ucap Tia setelah selesai sarapan, tak lupa ia mencium punggung tangan ibunya, Tia segera bergegas pergi ke sekolah.


Karena Tia mungkin akan pulang cepat bahkan juga bisa terlambat.


°°°°


Sesampainya di sekolahan.


Seperti biasanya, ketiga sahabatnya sudah menunggu di depan pintu kelas mereka.


"Tiaaa .. apa kabar? kita kangen tau!!"


Kata May seraya memeluk Tia, tak lupa kedua sahabatnya pun ikut berpelukan.


Seperti Teletubbies.(hihihi..)


"Aku juga kangen kalian.. Uuchh.. kalian kemana aja, jahat banget nggak ada yang ngabarin aku.. Hmm"


Ucap Tia merajuk..


"Kayaknya kita - kita setiap hari update di grup WhatsApp, Kemana aja lu.!"


Ujar Tika sedikit meledek Tia, karena selama liburan Tia jarang membuka ponselnya semenjak putus dengan kekasihnya.


Selalu aja aku yang kena!! huh..


"Bukan begitu.. mungkin karena setiap harinya aku bantuin ibu memasak untuk catering, jadi lupa sama ponselku sendiri. hehe...maaf ya.."


Ucap Tia dengan senyum kecil di wajahnya.


Semenjak perceraian kedua orang tuanya,


Ibunya Tia membuka usaha cateringan.


Bel tanda masuk berbunyi,


perbincangan mereka akhirnya terjeda.


Pembagian surat kelulusan sudah di mulai.


Satu persatu di antara keempat sahabat itu sudah menerima surat yang berisikan Lulus / Tidak Lulus.


Setelah Semua surat sudah di bagikan kepada semua siswa,


keempat anak itu kemudian berkumpul untuk membuka surat kelulusan mereka secara bersamaan.


"Yuuk kita hitung sama - sama untuk membuka surat ini.!!"


Teriak Siti dengan nada cemprengnya.


May, Tika dan Tia menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


"Satuuu.... Duaa... Tigaa..."


keempat anak itu teriak secara bersamaan.


"Lulussss!!!"


Tia..


"Lulusss!!!"


May..


"Lulusss!!!"


Tika..


"Aku juga lulusss..!!!"


Siti..


Akhirnya keempat sahabat itu tertawa dengan bahagianya melihat tulisan lulus di kertas mereka masing - masing.


"Siapa di antara kita yang akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi??"


Kata Siti dengan begitu serius melirik ke arah mereka bertiga.


"Sudah pasti Tika!!"


May menunjuk ke arah Tika yang hanya tersenyum.


" Aku juga rencana mau ngelanjutin, papa udah milihin universitas swasta buatku, jadi nggak bisa milih.hmm.."


Jawab Siti dengan raut muka yang begitu sedih, karena dia tidak bisa kuliah di tempat yang ia inginkan.


Tia hanya termenung.


Aku juga ingin seperti kalian, namun apalah dayaku yang hanya sebutir debu.huh!


"Kalau kamu sendiri gimana Tia?"


Tanya May dengan sorot mata yang tajam, mencoba untuk menyadarkan Tia yang sedang melamun.


" a aakuu..? aku mana bisa ngelanjutin kuliah, sedangkan ayahku saja sudah tidak menafkahi keluargaku lagi, jika ibuku tidak membuka usaha cateringan, lalu bagaimana adikku bisa sekolah lanjutan?"


Jawab Tia seraya menundukkan kepalanya, dia begitu sedih harus berpisah dengan mereka, dan tidak bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi seperti sahabat - sahabatnya .


"Kamu nggak sendirian Tia, Aku juga tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, sama sepertimu. Rencananya Aku mau pergi ke kota untuk bekerja di sebuah supermarket."


Ucap May dengan begitu tenang dan gembiranya, bahkan sama sekali tidak ada rasa kecewa ataupun sedih.


Baginya bisa sekolah di SMA X sudah membuat dirinya merasa beruntung, karena dia juga termasuk dari keluarga yang sederhana.


"Oh iyaa?? kapan kamu akan mulai bekerja May?? bolehkah aku ikut denganmu??"


Tanya Tia mencoba menawarkan dirinya.


°°°° Jangan lupa untuk memberi Like ❤ comment dan vote kalian ya reader's.. ❤😅