
°°°°°°°
"Tante kok bisa tau kalau kita sudah putus??"
Ucap Tia dengan raut muka yang tegang.
Sumpah!!! kenapa rasanya aku takut dan begitu terlihat tegang.!
"Waktu Fendi baru datang, dia hanya cerita sedikit tentang kamu, dan berharap setelah kelulusan kamu, dia akan langsung melamarmu Tia.."
Tante Yana menceritakan tentang apa yang di katakan Fendi waktu itu.
Benarkah yang di katakan Tante Yana?! aku pikir yang Fendi katakan waktu itu hanya sebuah bualan saja.
Tia hanya termenung sambil memikirkan perkataan Tante Yana yang mengusik hatinya.
Tia baru sadar, ternyata Fendi benar - benar mencintainya dan untuk lamarannya memang sudah di bicarakan dengan Tante Yana sebelumnya.
Tuhan! kenapa aku bisa sebodoh ini.!!.
"Sekarang Fendi dimana Tante..??"
Tanya Tia celingukan.
"Memangnya kamu belum tau kalau dia sudah berangkat hari itu juga setelah bertemu denganmu?"
Jawab Tante Yana terkejut, karena dia pikir Tia sudah mengetahuinya.
Apa yang terjadi waktu itu, Sampai mereka berdua hilang komunikasi.
"Tante.. Tia mau tanya sesuatu boleh gak??"
Tia mencoba menanyakan sesuatu kepada tantenya Fendi.
Kemudian Tante Yana hanya mengangguk yang artinya membolehkan.
"Tan..Kalau Tia boleh tau, sebenarnya ayah Fendi dimana? kenapa Fendi begitu membenci ayahnya.??"
Tanya Tia dengan suara lembut sambil menggenggam kedua tangan Tante Yana.
Apa yang Fendi katakan kepada Tia.
kenapa Tia sampai begitu penasaran dengan sosok ayah fendi.!.
" Sebenarnya Saat Ibunya Fendi hamil, ayahnya juga telah menghamili wanita lain.
Di waktu yang sama, ayah dan ibunya Fendi membangun perusahaan besar, setelah kelahiran Fendi,beberapa hari kemudian ayahnya meninggalkan ibunya Fendi karena wanita simpanannya juga telah melahirkan bayi berjenis kelamin laki - laki.
Kedua orang tua Fendi bercerai, semua harta, warisan dan perusahaan ayahnya telah di serahkan kepada ibunya seutuhnya.
Tepat usia Fendi yang ke - 7 tahun, ibunya meninggalkan dia untuk selamanya karena menderita kanker otak. Akhirnya semua kekayaan ibunya di serahkan ke pengacara keluarganya, walaupun Fendi tau mengenai hal ini tapi ia tak pernah mau mengambil alih semuanya, mungkin karena belum saatnya."
Jawab Tante Yana sambil membayangkan kejadian - kejadian sebelumnya yang pernah ia ketahui tentang keluarga keponakannya tersebut.
Waahh ternyata mantan kekasihku horang kaya! tapi aku nggak suka orang yang mesuman seperti dia.kadang suka seenaknya sendiri huh!!
"Ohh..begitu ya Tan..
kasihan ya Fendi,,"
Ucap Tia dengan wajah yang tampak bersedih seketika saat mendengar cerita tentang Fendi dari Tante Yana.
Fendi,maafin aku, aku nggak ada niat buat nyakitin kamu.
Tante Yana melihat Tia yang sedang diam termenung, ia mencoba menggoyangkan tubuh Tia dengan pelan.
"Tiaa.. heyy? heyy??."
Ucap Tante Yana.
"Oohh.. iya Tante maaf tadi Tia melamun ya.. hehe.."
Ujar Tia cengar cengir.
Setelah mereka selesai mengobrol ngalor ngidul, akhirnya Tia berpamitan untuk pulang.
°°°°°°°
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.30.
Tia sudah sampai di depan rumahnya.
Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum.??" Ucap Tia.
"Wa'alikumsalam..sudah pulang Tia??"
Jawab ibunya Tia yang sedang memasak di dapur dengan segera menghampiri Tia.
"Sudah Bukk.. heehee"
Tia dengan cepat mencium punggung tangan ibunya.
"Kamu habis dari mana sayang??"
Ibunya Tia bertanya dengan wajah yang serius.
"Emmm.. anu Buu ituu dari rumah Tante Yana.. hihii.. pisss"
Balas Tia dengan senyum paksaan.
Duhhh... mati aku, kenapa harus bilang dari rumah Tante Yana.!
Ibunya Tia yang mendengar jawaban putrinya hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya, Kemudian beranjak pergi dari hadapan Tia.
Tia segera membuntuti ibunya yang menuju ke dapur, dia begitu cemas karena takut mengecewakan ibunya.
"Ibu..? apa ibu marah sama Tia? maafin Tia ya Bu, Tia hanya ingin melihat keadaan Fendi, takutnya dia berbuat sesuatu yang akan menyakiti dirinya sendiri ataupun orang lain,
dan ternyata dia sudah pergi ke kota Y sejak hari itu saat kita berdua putus Bu."
Ujar Tia seraya berdiri di belakang ibunya dengan menundukkan kepalanya.
"Apa perdulinya kamu Tiaaa?!! mau dia pergi atau tidak yang pasti dia sudah merusak jiwamu..!! lupakan diaa!"
Bentak ibunya,
Tidak biasanya ibunya Tia membentak Tia dengan nada kasar dan sekeras itu,Tia terkejut dengan sikap ibunya yang tiba - tiba berubah.
Ibu... apa yang terjadi, mengapa begini, kau tak pernah mengucapakan kata - kata kasar padaku Bu..
Hati Tia hancur berkeping - keping, butiran demi butiran air mata mengalir begitu deras di pipinya.
Tia kemudian lari menuju kamarnya dan menjauhi ibunya, dia terduduk di lantai seakan tubuhnya begitu lemas karena begitu terkejut dengan perkataan ibunya.
Ibu jahat!!!
Tokkkk!!! Tokkkk!
Terdengar suara ketukan di balik pintu kamar Tia.
Dia tidak menggubris suara ketukan itu,
"Tia.. ibu boleh masukk!!"
Ternyata itu suara ibunya Tia.
Tak lama kemudian ibunya masuk dengan membawa segelas susu putih hangat di tangannya,
minuman favorit Tia.
"Minumlah nak.."
Ibunya membujuk Tia sambil menyodorkan gelasnya.
Ibu tau nak, kamu pasti marah dan kecewa sama ibu atas sikap ibu barusan.
Tia kemudian meraih gelas yang di berikan ibunya, dia menyeruputnya sedikit demi sedikit.
Nggak tega rasanya lihat kamu nangis begini nak.
"Tia.. ibu minta maaf ya nak, nggak seharusnya ibu marah - marah nggak jelas ke kamu."
Ucap ibunya seraya mengelus - elus rambut Tia.
"Ibu kenapa harus minta maaf ke Tia? Tia yang seharusnya minta maaf sama ibu, Tia yang salah."
Jawab Tia dengan nada terbata - bata.
"Ada yang mau ibu omongin Tia, Ini tentang ayah dan ibu, kita berdua akan segera bercerai"
Kata ibunya sambil menatap kedua bola mata Tia dengan raut wajahnya yang benar - benar berbeda 180°.
Tia terkejut dan sontak berteriak.
"Apaa!!!! ini semua nggak mungkin kan Bu??
ibu pasti lagi berbohong sama Tia??" Ucap Tia.
Apa aku tak salah dengar? kenapa bisa seperti ini Tuhan??
Tia mencoba meminta kepastian dari ibunya,
karena dia benar - benar tidak ingin kedua orang tuanya berpisah.
"Tidak Tia, akhir - akhir ini hubungan kami berdua memang tidak baik.
Ibu dan ayahmu sudah tidak sejalan lagi,
padahal ibu sudah berusaha keras untuk bisa terus bersamanya."
Ucap ibunya seraya menitihkan air matanya.
" Apa ada alasan lain yang membuat kalian berpisah.?"
Tanya Tia mencoba untuk menggali masalah yang di hadapi kedua orang tuanya.
Padahal aku baru saja mendengar cerita suram tentang kehidupan orang yang kucintai, kenapa sekarang aku yang mengalaminya.
Tia terus menatap ibunya yang sedang meneteskan air matanya, dia meraih tubuh ibunya untuk di sandarkan di pelukan Tia.
"Ayahmu sudah menikah siri dengan wanita itu Tia!! hikhikkhik.."
Ucapan ibunya Tia seakan mematahkan seluruh tulang di tubuh Tia dan membuatnya lemas seketika.
"Nggak mungkin Bu..ini pasti akal - akalan wanita itu saja, Ibu tenanglah semua tidak akan terjadi. Percayalah pada Tia buk.."
Ujar Tia mencoba untuk menenangkan perasaan ibunya.
Beberapa menit kemudian, Ibunya Tia mengeluarkan ponsel miliknya.
Beliau ingin menunjukkan sesuatu kepada Tia.
°°°°°°°°°°
Jangan lupa kasih like ❤ comment and Vote Yaa reader's..