You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.21



"Apa! gila! ini jam berapa May?" Tia melihat jam di tangannya. "Jam 09.00! cepetan May!"


Dengan segera ia bangun dari ranjang tempat ia mengistirahatkan badannya.


'Sebenarnya siapa sih yang mengatur semua ini'


Tia membuka koper miliknya untuk mengeluarkan handuk, peralatan mandi, serta baju yang akan ia kenakan saat berkunjung ke Supermarket yang akan menjadi target tempatnya bekerja.


'Rasanya badanku sakit semua setelah semalam tidur di bis'


Tia berjalan ke arah kamar mandi dan bermaksud untuk mengetuknya.


"May! apa kamu masih lama?!" Tia mengetuk pintu kamar mandi dengan kencang.


"Bentar Tia lagi pakai handuk!" Balasnya dari dalam.


'What?? apa yang dia lakukan? apakah dia mandinya seperti bebek sampai - sampai secepat kilat?'


Tia menggelengkan kepalanya dengan heran karena ia baru tau jika sahabatnya bisa mandi dengan begitu cepat.


"Tia aku sudah selesai, cepat giliran kamu tapi jangan kelamaan yaa..!" Ucapnya sambil melangkahkan kakinya dengan cepat menuju baju yang akan di kenakannya.


'Ya tuhan.. kenapa dengan Fendi? dia terus saja menggangguku'


May terlihat kesal saat melihat ponsel miliknya ada pesan masuk dari Fendi.


Fendi : Jangan sampai terlambat Ya!!


"Dia pikir siapa? hanya sekretaris saja sudah belagu!" May memanyunkan bibirnya.


"Tia! ayo cepat!" May berteriak memanggil Tia yang masih berada di dalam kamar mandi.


"Sebentar!" Tia dengan cepat memakai handuk dan segera keluar untuk memakai baju yang telah di siapkannya.


Keduanya memakai riasan apa adanya. Riasan natural dengan sentuhan Lipgloss merah rose favorit mereka.


Bedak Two Way Cake natural terpoles di wajahnya.


Mungkin karena usia mereka masih sangat remaja, sehingga belum bisa memakai make up tebal seperti orang dewasa pada umumnya.


"Ayo kita berangkat!" Ajak May seraya mengambil tas miliknya.


"Tunggu!" Tia memasukkan barang - barang yang menurutnya penting ke dalam tasnya.


"Yuk jalan...!" Tia melangkah mendahului May.


Keduanya berjalan meninggalkan tempat kost mereka. Tak lupa May mengunci pintu kamar dan segera berlari kecil menuruni anak tangga.


Setelah Sampai di pintu garasi, Tia dan May celingukan mencari kendaraan yang akan mereka tumpangi.


'Aku baru ingat, kata Fendi dari tempat kos ini bisa pakai angkutan umum untuk sampai di supermarket kota' Dengan girang May menjentikkan jarinya, bahwa dia mengingat akan petunjuk yang di beritahu oleh mantan kekasihnya Tia.


"Stop Pak!"


Teriak May kepada sopir angkutan umum yang hendak melintas di depan kos - kosan mereka. Tak lama kemudian mobil angkutan umum berhenti di depan mereka.


May dan Tia segera masuk ke dalam mobil tersebut.


"Mau kemana mbak?" Tanya Pak sopir.


"Ke arah supermarket kota ya pak!" Jawab May.


Di dalam mobil angkutan umum terdapat beberapa orang, baik laki - laki maupun perempuan. Namanya juga UMUM.


Di perjalanan, Tia dan May menatap ke arah luar jendela mobil. Mereka berdua melihat gedung - gedung pencakar langit di setiap pinggir jalan raya. Kota yang terkenal dengan kata KEJAM akan pembunuhan, pemerkosaan, dan begal dimana - mana itu ternyata mempunyai keindahan tersendiri.


"May, Lihat deh..! gedung - gedung tinggi terletak di mana - mana. Hampir setiap pinggir jalan raya tidak ada sekatnya, hanya Gang - gang kecil saja." Tia menunjuk di setiap pinggir jalan.


"Namanya juga kota pusat Tia, banyak sekali yang ingin bekerja di sini. Bahkan Kota ini hampir membludak karena banyaknya manusia yang tinggal di kota ini" Ujar May menjelaskan sejarah yang ia ketahui.


"Emhh... Tapi kenapa ya setiap di TV selalu ada berita mencekam tentang kota ini, entah Pemerkosaan, pembunuhan, begal dll." Tiba - tiba Tia merasa merinding dengan ucapannya sendiri.


"Sebenarnya setiap kota Pasti ada, hanya saja karena di kota ini terlalu banyak awak media, jadi lebih terjangkau mengenai berita - berita yang valid" Ucap May dengan masih menatap ke arah luar jendela.


"Owh..hmm.. Semoga kita lulus seleksi ya May! dan juga bisa betah disini.!" Tia tersenyum tipis.


"Aamiin" May membalas senyuman Tia.


15 Menit mereka mengobrol kesana kemari.


"Ayo kita turun Tia!!" Ajak May menggandeng tangan sahabatnya.


"Ohh iya!". Tia menuju keluar mobil.


May mengeluarkan uang Rp.50.000 dari dompet untuk membayarnya,


"Berdua ya pak!" Ucap May seraya menyodorkan uang kepada pak sopir.


Tak lama kemudian,


"Ini kembaliannya mbak..!!" Pak Sopir menyerahkan uang kembalian Rp.10.000 dengan jumlah 4 lembar kepada May.


"Hah? kembaliannya banyak bener pak?" May kebingungan saat menerima uang yang ia terima.


"Mbaknya baru di kota ini ya?" Tanya pak sopir.


"Kok bapak tau?" Balas May seraya mengernyitkan dahinya.


"Hanya orang yang tinggal di kota ini yang tau biaya naik angkutan umum mbak, yaitu Rp.5000/orang." kata Pak sopir.


"Wahh.. murah sekali ternyata ya.! kalau begitu terima kasih pak!" May menyatukan kedua tangannya sebagai tanda ucapan terima kasih.


"Iya sama - sama mbak! Supermarket kota ada di dalam Mall C itu mbak!" Ucapnya sambil menunjuk ke sebuah mall besar dengan air mancur depannya, membuat mall itu menjadi sangat menawan.


"Oke baiklah!" May tersenyum dan menarik tangan Tia untuk mengajaknya masuk "Ayo Tia kita masuk!".


Keduanya berjalan bergandengan di antara banyaknya orang bersliweran keluar masuk Mall.


'Waah.. apa ini yang di namakan Mall Pusat??' Tia berdecak kagum, matanya menyapu sekitar Mall. Semua hampir serba ada di Mall tersebut.


"Tia, kita harus menuju kemana ini? bahkan aku malah bingung di antara begitu banyaknya orang berjalan kesana kemari."


May mencoba untuk mencari letak Supermarket yang akan menjadi tempat seleksinya.


"Apa mungkin kita harus meminta bantuan satpam?" Ucap Tia sambil menatap May dengan serius.


"Nah! betul sekali! dimana pak satpamnya?" May segera mencari pak satpam penjaga Mall C itu.


"Itu dia!" Tia menunjuk ke arah seseorang dengan setelan hitam, berdiri di samping pintu dengan tegap, memakai topi dan juga pistol di pinggangnya, dengan perawakan agak sedikit tua namun memiliki postur tubuh yang besar dan juga hitam.


"Ayo!" May berjalan mendekati penjaga di ikuti oleh Tia di belakangnya.


Setelah sampai di tempat yang mereka tuju,


giliran Tia yang memberanikan diri mencoba untuk bertanya kepada penjaga Mall terbesar itu.


"Selamat pagi pak!" Ucap Tia dengan senyum tipis di bibirnya serta membungkukkan setengah badannya.


"Pagi juga mbak!" penjaga itu menjawab dengan ramah dan sopan, sekilas tersenyum dengan sangat tulus.


"Apakah bapak bisa menunjukkan kepada saya dimana letak Supermarket kota di dalam Mall C ini?" Tanya Tia dengan nada agak sedikit gugup.


"Boleh sekali mbak, mari saya antar!" Pak penjaga menganggukkan kepalanya.


Keduanya mengikuti arah langkah kaki penjaga Mall C dengan sesekali menatap toko berceceran di setiap inci dalam Mall.


Banyak pengunjung yang berlalu lalang hampir memenuhi setiap Toko.


Seperti kebanyakan para Horang kaya yang berkunjung ke Mall pusat ini, Tia dan May merasa seakan dirinya bagaikan debu yang terhempas oleh angin dan tak tau arah tujuan.


Jarak dari pintu utama Mall ke supermarket ternyata lumayan jauh. Karena harus turun menggunakan eskalator untuk mencapai lantai 1. Sedangkan Pintu Utama Mall berada di lantai 2.


Langkah kaki penjaga terhenti di sebuah ruangan khusus.


"Kita sudah sampai mbak..!" Ucap pak Penjaga.


"Ahh Fendi??" May terbelalak saat melihat Fendi dari kejauhan. Eri yang menyadari kehadiran Tia dan May langsung mengabari Fendi untuk segera pergi bersamanya.


"Fen.. Tia sudah datang. Kita harus cepat pergi sebelum dia melihat kita!" Ucap Eri dengan cepat menarik tangan Fendi untuk segera mengumpat.


**BERSAMBUNG..!!!


°°°°°°°°°°°


Jangan lupa untuk memberikan Vote, Like dan Coment.!! ❤**