
°°°°°°°°°°°°
Ari sudah berada di meja makan, ia mengambil piring dan mencentongkan beberapa sendok nasi ke piringnya
dan tak lupa mengambil sup ikan pemberian neneknya yang sudah di panaskan oleh ibunya.
"Sumpah masakan nenek dari dulu memang enak.." Ucap Ari.
Kenapa masakan nenek selalu lebih enak dari ibu..hihi..maaf ibu.
Setelah selesai makan dan meminum segelas air putih, Ari meletakan piring dan gelas kotornya di wastafel, kemudian ia berjalan menuju kamar kakaknya.
Ia membuka pintu kamar dengan sangat hati-hati. Terlihat sosok ibunya yang ikut tertidur pulas di samping kakaknya.
Kasihan sekali ibu,Pasti ibu belum makan.
terlihat sekali wajah lelahnya.
Ari mendekati ibunya dan mencoba untuk membangunkannya,karena ia tau sejak tadi sore ibunya belum makan malam.
"Bukk.. ibukk.. bangun, ibu belum makan malam kan?? ibu makan dulu,biar Ari yang menjaga kakak."
Bisik Ari dengan suara lirih sambil menggoyangkan tangan ibunya.
Tak lama kemudian ibunya membuka matanya dan melihat Ari yang sedang berdiri di samping ranjang.
"Ehhmm.. ia nak.. tolong jaga kakakmu Yaa..
ibu mau makan dulu dan membereskan dapur sebentar." Jawab ibunya menggeliat di ikuti nada serak khas bangun tidur.
Ari pun mengangguk, ibunya lalu bergegas bangun dari ranjang dan pergi meninggalkan kamar Tia. Ari yang sudah sangat mengantuk karena lelah dan kekenyangan akhirnya ikut tiduran di samping kakaknya,
sebelum ia memejamkan matanya,tak lupa menyentuh dahi kakaknya.
'Syukurlah tidak terlalu panas, cepet sembuh ya kak.. rasanya kangen banget gelak tawa kita setiap malam di depan tv, Yaa..walaupun baru malam ini..' Batin Ari serasa menurunkan tangannya kemudian menguap lalu tertidur dengan lelapnya.
°°°°°°°
Ibunya saat itu sedang berada di meja makan setelah menghabiskan makan malamnya kemudian membawa piring" kotor ke dapur untuk mencucinya,
Capek sekali hari ini, huhhh..
Nikmatnya menjadi seorang ibu.
Setelah selesai merapikan semua pekerjaannya di dapur, ia meraih mencoba meraih ponselnya di meja makan.
Ibunya Tia yang sedang gelisah saat itu mencoba untuk mengirim pesan kepada suaminya.
Ibu Tia : Yah... sedang apa, apa sudah tidur?
Tak lama kemudian handphone'nya berbunyi pesan masuk.
Ayah Tia : Iya buk. ayah baru saja makan malam, ibuk sudah makan belum? bagaimana kabar anak"?
Ibu Tia : Ibu baru saja selesai makan dan beberes dapur yah.. Tia sedang sakit, sekarang sudah tidur di temenin sama Ari
Ayah Tia : Sakit apa buk?? sejak kapan??
Ibu Tia : Dari kemaren sore yah..sakit demam, tapi sekarang sudah normal kok..
Ayah Tia : Syukurlah semoga saja cepat sembuh Yaa..
Ibu Tia : Ia.. yah..!
Setelah percakapan mereka melalui pesan terhenti, ibunya Tia lalu bangun dan pergi meninggalkan dapur menuju ke kamar untuk merebahkan diri.
°°°°°°°°
Pagi telah tiba..
Cahaya matahari masuk menembus ke sela - sela kaca jendela di rumah sederhana itu.
Hari minggu adalah hari bermalasan untuk anak sekolahan. Tia terbangun dari mimpi panjangnya dan mencoba membuka matanya perlahan, tanpa di sadari ada Ari tidur membelakangi di sampingnya.
Sejak kapan ini anak tidur di sini??
jam berapa sekarang?
Kini dirinya sudah agak mendingan di bandingkan waktu kemaren.Ia mencoba meraih ponsel yang ada di meja dekat ranjang, melihat jam di ponselnya yang kini pukul 6.45Am.
Semalam tidurku sepertinya pulas sekali.
enaknya..
"Pesan masuk banyak banget.."
gumam Tia sambil menaikkan alisnya.
Fendi : Apa kabar sayang..aku merindukanmu,sebentar lagi aku pulang..
oh Yaa.. kamu mau di beliin oleh" apa..?
Fendi : Sayang...!
Fendi : Sayang...!
Fendi : Sayang..!
Tia kaget dengan pesan masuk yang segitu banyaknya namun ia tak mendengarnya,
Fendi.. aghhhhh. rindunya..!!
Pesan masuk itu berasal dari kekasih Tia, Namanya Fendi,dia berasal dari luar desa tempat Tia tinggal,usia mereka terpaut cukup jauh sekitar 10 tahunan.
Sejak awal mereka dekat, ayah Tia tidak pernah mendukung kedekatan mereka, bahkan saat sebelum menjadi sepasang kekasih hingga kini setelah mereka menjalin hubungan. Tia kadang bingung harus bagaimana,namun entah mengapa Tia juga begitu mencintai Fendi.Bahkan setelah lulus SMA, Fendi berniat ingin melamar Tia.
Hubungannya dengan Fendi yang sering kali membuat Tia dan ayahnya bertengkar.
Tia pun terbangun dari lamunannya saat kaki Ari menyepak kaki Tia,
"Aduuuhhh....!! ini anak tidurnya rusuh juga, di kira kakiku guling apa!!" Teriak Tia dengan keras lalu tanpa sengaja membangunkan adiknya.
"Kenapa kak pagi" sudah teriakk..??" Tanya Ari.
Kenapa???
"Kaki kamu itu lho dek..ngapain nyepak kakak.?? kamu kira kaki kakak guling??? "
Jawab Tia dengan nada nyolot.
"Maaf maaf.. hehhee.."
Ari menjawab dengan senyum konyolnya akhirnya kembali tidur.
Pagi - pagi udah nyolot aja kak? lagi pms Yaa?? huuh.!
Tia yang saat itu hanya terdiam oleh kelakuan adiknya langsung beranjak bangun dari tidurnya kemudian bergegas ke kamar mandi, ia mencuci muka dan menggosok gigi.
Setelah beberapa menit kemudian..
Tia yang saat itu masih mengenakan piyama beranjak pergi ke luar kamar untuk melihat ibunya.
Dimana ibu? agghhh lapar sekali perutku.
Tia akhirnya pergi ke dapur, ia mendapati ibunya sedang memakai celemek, aroma wangi masakan tercium oleh hidung Tia.
"Wanginya buukk.. ibu masak apa?"
Tanya Tia dengan lembut seraya memeluk ibunya dari belakang.
Ibunya menoleh kaget akan hadirnya Tia di belakang yang sambil memeluknya.
"Kamu sudah bangun Tia.?! ibu masak sup daging yang di campur wortel,kacang,kol dan brokoli, itu kesukaan kamu bukan??"
Balas ibunya dengan penuh semangat.
"Iya Bukk.. bagiku sup itu enakkkk.. banget banget..apalagi ibu yang masakin.."
Puji Tia dengan penuh senyuman.
"Oohh iya Bu.. tadi pagi aku buka ponsel,
Fendi mengirimku pesan banyak banget padahal itu pesan sudah masuk sejak tadi malam,
dia sebentar lagi mau pulang katanya.."
Ucap Tia ragu karena takut ibunya marah akan hal ini.
Kumohon jangan marah padaku Bu..
Ibunya hanya terdiam mendengar ucapan Tia,Tia yang saat itu melihat raut wajah ibunya mendadak sedih,
yang di pikirkan Tia saat ini mungkin ibunya marah karena membicarakan tentang Fendi.
Aduuhh gimana nihh..!
"Bu..ibuk marah ya sama tia.?? kok dari tadi Tia ngomong gak di jawab??"
Tanya Tia sedikit takut.
"Nggak nak... ibu nggak marah, hanya saja bukankah ayahmu sudah melarangmu untuk tidak berhubungan dengan dia??"
Jawab ibunya dengan mencoba untuk menasehati apa yang terbaik untuk anaknya kelak.
Tia yang mendengar perkataan itu mendadak lemas kemudian menarik kursi dan duduk di meja makan,
'Mungkin benar perkataan ibu dan ayah, seharusnya aku tidak terlalu mencintainya, dan bahkan seharusnya aku menjauhinya,tapi bagaimana mungkin,sedangkan dia begitu setianya padaku hingga kini usianya yang seharusnya sudah pantas untuk menikah tapi terhenti hanya karena menungguku, jika suatu saat aku meninggalkannya lalu bagaimana dengan kelanjutan hidupnya,dia begitu mencintaiku, kita sudah 3 tahun menjalin hubungan ini?'
Pikir Tia dengan angan"nya yang berterbangan kesana kemari.
"dorrrr!!!"
Bentak Ari dari belakang Tia seraya meletakkan kedua tangannya di pundak Tia.
Tia pun terkejut dan tersadar dari lamunannya.
Aduhh ini anak bikin jantungku copot saja.
"Kenapa sih kak?? pagi" udang bengong??
hayoo pasti lagi mikirin kak Fendi Yaa?? atau jangan" kakak sakit karena lagi kangen..?!!"
Goda Ari dengan senyum puas di wajahnya.
°°°°°°°°°°°°
jangan lupa kasih ❤, comment,share and vote ya reader's..