You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.25



"Uchh..gemess!" May memeluk tubuh Tia.


Tempat yang mereka tinggali saat ini di bilang cukup untuk menampung 2 orang. Dengan 1 ranjang berukuran 170 cm, 2 nakas berada di kanan kiri ranjang,1 lemari pakaian dan sebuah meja kecil terletak di sampingnya. Tak lupa 1 gulung karpet yang sudah terbentang di pucuk ranjang, untung saja di setiap kamar mempunyai kamar mandi tersendiri jadi tidak perlu mengantri dengan penghuni lain.


"Baksonya Enak!" Ucap Tia sambil mengunyah bakso yang berwadahkan styrofoam, karena di kamar mereka tidak ada alat dapur seperti sendok, piring, mangkok dll.


May hanya menjawab dengan anggukan kepala "Hmmm...!" tetap saja mengunyah tiada henti.


"May, aku pengennya setelah kita gajian, kita sisipkan uang kita sedikit untuk membeli seperti sendok, mangkuk, piring dan gelas gitu.." Ujar Tia sambil menyeruput es jeruk kesukaannya.


"Emhh... aku setuju, dari pada kita bingung, makan aja langsung dari bungkusnya. haha.." May tertawa lepas mencoba untuk menghibur sahabatnya sekaligus dirinya sendiri.


"Haha.. baru 1 hari saja rasanya sudah rindu rumah, terutama ibuku.." Tia berhenti mengunyah bakso dan mencari ponsel miliknya.


'Sedang apa ibu sekarang ya?' Pikirnya sambil membuka password ponselnya.


Tia : Ari, apa kamu sudah tidur? entah kenapa kakak selalu ingat rumah.


Pesan terkirim ke nomor Ari.


Ari : Belum kak, memangnya kenapa? apa ada masalah?


Tia : Tidak dek, mungkin kakak karena belum terbiasa jauh dari kalian. Ya sudah, kamu cepat pergi tidur besok sekolah. kakak juga akan tidur cepat karena besok hari pertama kakak masuk kerja.


Ari : Iya kak, kakak jaga diri ya.. jangan telat makan!


Tia : Iya iya..!


Tia menaruh ponselnya dan segera menghabiskan baksonya. May sudah selesai dengan baksonya dan bersiap diri di atas tempat tidur untuk istirahat.


"Apa kamu sudah tidur May?" Tanya Tia sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Aku sudah sangat lelah Tia" Balasnya sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, karena cuaca hari itu cukup dingin.


Tia mencuci muka dan menggosok gigi sebelum tidur. Setelah selesai ia menuju tempat tidur, terlihat sahabatnya sudah sangat terlelap. Bahkan dirinya juga tidak bisa menahan rasa kantuk di wajahnya.


Tia mematikan lampu dan menarik selimut yang di pakai May, karena hanya ada 1 selimut di kamar kos mereka. Cukup lumayan jika di pakai mereka berdua, lebar dan juga tebal hampir mirip seperti bedcover.


°°°


Malam itu Fendi cukup senang dengan aktifitas siang hari yang dilihatnya. Ia tidak pernah membayangkan jika ternyata Tia bekerja 1 perusahaan dengan dirinya.


'Tia, kenapa kamu sekarang terlihat berbeda' Fendi melamunkan mantan kekasihnya yang kini terlihat berbeda dengan yang dulu. Tia yang tidak pernah berdandan dengan penampilan polosnya kini tampak ayu dengan sedikit riasan yang menempel di wajahnya.


Membuat dirinya terlihat dewasa dan berbeda.


"Tia, apa kamu tau? hingga kini aku masih mencintaimu, apa kamu juga merasakan hal yang sama denganku." Fendi bertanya kepada bayangannya sendiri yang terlihat di cermin lemari pakaiannya. "Hmm..!" seringaian kecil muncul di bibirnya.


Sebenarnya dirinya sangat ingin menemui Tia, namun ia tidak bisa melakukannya. Semua demi kebaikan mereka berdua, di tambah lagi besok hari pertama Tia bekerja, Fendi tidak ingin merusak rencana yang telah di buatnya.


'Bahkan aku berharap bisa memelukmu lagi Tia' Batinnya dengan ponsel yang masih di tatapnya.


Perlahan rasa kantuk datang, ia menguap dan benar - benar sudah tidak bisa menahannya. Kemudian tertidurlah, sosok laki - laki berusia 28 tahun yang masih dengan kesendiriannya berharap mantan kekasihnya bisa kembali ke dalam pelukannya. Bahkan dirinya sudah berdiskusi dengan 3 orang, yaitu Eri bos pemilik perusahaan tempatnya bekerja, Zaid sahabatnya di tempat ia bekerja sekaligus sahabat Eri, dan May sahabat Tia yang sekaligus juga pacar dari Zaid.


Malam semakin larut namun suasana kota tetaplah ramai. Di luar apartemen Fendi terdengar suara kendaraan hilir mudik menuju tempat yang di tuju. Suara rel kereta api yang terus berbunyi setiap jamnya. Para pejalan kaki juga tak kalah rupanya. Mungkin karena cuaca di hari itu cukup bagus.


Namun berbeda dengan lokasi sekitar tempat Tia tinggal saat ini. Suasana yang tampak begitu tenang sedikit jauh dari suara kebisingan, karena Tia saat ini berada di sebuah Kos - kosan karyawan khusus putri dengan 2 lantai sebanyak 20 kamar, masing - masing lantai terdiri dari 10 lantai. Kos - kosan yang terletak di gang kecil akan tetapi sering kali ada beberapa angkutan umum yang melintas di depannya. Jika di lihat dari lantai 2 ada sebuah pemandangan yang cukup menarik yaitu tempat taman hiburan,


terlihat banyak sekali wahana yang bisa di coba.


Waktu tempuh menuju tempat Tia bekerja kurang lebih 15 menitan dari kos - kosannya. Jika angkutan umum tidak ada yang melintas di depan kosannya, terpaksa dirinya dan May harus berjalan atau mengojek untuk sampai di jalan raya.


°°°°°


Kumandang adzan subuh terdengar di sekitar kosan Tia, ia segera membuka mata sambil menggeliat.


"Jam berapa ini?" Ucapnya seraya menutup mulutnya karena terus saja menguap.


Alarm di ponselnya berdering, tanda jika dirinya harus bergegas bangun dan menunaikan sholat subuh, tak lupa dirinya membangunkan sahabatnya sebelum beranjak dari kasur.


"May bangun.." Tia mengoyak tubuh May dengan pelan. "May...!" Sekali lagi Tia mengoyak dengan sangat keras karena ia belum melihat sahabatnya membuka mata.


Perlahan May bangun dengan mata sayu dan terkejut karena hari ini pertama ia tidur di tempat yang berbeda. "Ahhh Tia..! bikin aku kaget saja!" Balas May yang kemudian bangun sambil mengucek kedua matanya.


"Sholat subuh dulu yuk!" Ajak Tia seraya bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Jam berapa sekarang?" Tanya May mencari - cari ponselnya.


"Jam 04.30!!" Sahut Tia yang hendak mengunci pintu kamar mandi.


"Emm..!" May membuka ponsel miliknya.


'Tumben sekali tidak ada satupun pesan masuk ke ponselku' May memanyunkan bibirnya.


'Apa hari ini aku akan bertemu dengan kekasihku? aku sebenarnya rindu, Bahkan sangat rindu!' May berdecak dengan raut wajah yang berubah - ubah hingga dirinya tidak sadar jika Tia terus saja memperhatikannya sambil memakai mukena.


"May..! Ayolah!" Ucap Tia sekali lagi.


"Ha..!! Baiklah.." Balas May dengan kedua bola mata yang seakan ingin keluar.


Dirinya segera bangun lalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudhu. Ia menyusul sholat subuh tepat di belakang Tia.


°°°°°°


Maaf ya untuk para pembaca jika updatenya lama, karena author lagi sibuk dengan anak yang hiperaktif. Suka capek jadi sering lupa. ❤


Jangan lupa untuk memberi LIKE, Vote dan komennya. terima kasih ❤