
°°°°°°°°
Beberapa hari kemudian.
Tia mengikuti Ujian kelulusan dengan penuh konsentrasi dan semangat. Hari ini hari terakhir ia mengikuti ujian tersebut. Dia begitu mengkhawatirkan hasilnya, Karena takut jika Nilainya jelek dan tidak lulus.
Hari ini adalah hari terakhirku ujian kelulusan, semoga hasilnya tidak ada yang mengecewakan.
Bel berakhirnya pengerjaan soal sudah berbunyi, semua murid di haruskan untuk mengumpulkan kertas jawaban mereka.
Terlihat May, Siti, Tika dan Tia berjalan bergandengan di luar kelas menuju tempat parkir. Mereka berencana untuk menghabiskan hari itu di rumah Tika, Karena dia sendirian di rumah, Ibunya Tika sedang arisan di rumah tantenya, maklum jika ibunya Tika sering keluar rumah. Kehidupan glamour keluarga Tika yang membuat Tika mempunyai fasilitas mewah,dan semua serba ada. Walaupun begitu, mereka tetap menjadi orang ramah dan dermawan.
Waahh.. Rumahnya kok berasa tambah lebar Yaa.. apa aku salah lihat.
Gumam Tia melihat rumah mewah milik keluarga Tika.
" Ayo mari masuk..?? ngapain pada berdiri bengong gitu?" Ucap Tika.
"Rumahmu bak istana Yaa TIK..??" Puji May.
"Betul Sekali May.. aku juga takjub melihatnya..hihii.." Siti juga ikut memujinya.
"Betul betul betul..Kapan ya ada sesosok pangeran yang mencintaiku dari negeri kerajaan dan aku menjadi permaisuri nya..."
Ucap Tia penuh khayal sambil memejamkan kedua matanya.
Tanpa dia sadari, tubuhnya di goyang - goyangkan oleh kedua sahabatnya, May dan Siti.
"Bangun bangun.!!! bermimpi jangan di siang bolong begini, apalagi di rumah orang..hahaa..." Ledek Siti dengan senyum lebar di bibirnya.
Tia hanya membalas ledekan sahabatnya dengan senyum kecut. Akhirnya mereka berempat masuk ke dalam rumah Tika. Mereka mengobrol di ruang tv.
"Tia.. gimana kabar hubungan kamu sama Fendi, baik - baik aja kan?"
Tiba - tiba pertanyaan itu muncul dari mulut Tika.
Tia yang mendengar pertanyaan itu terbelalak kaget, dia bingung harus mulai menjawab dari mana.
Kenapa Tika harus menanyakan ini? Huuhh.. aku harus mulai menjawab dari mana. Rasanya kan nggak etis banget kalau aku bilang sama mereka sebab putusnya kita berdua karena aku nggak mau di sentuh. Gilaaa ajaa**.
Tia terbengong sambil bergeming di dalam hatinya.
May yang duduk di sebelah Tia mencoba untuk menyadarkan lamunannya. ia kemudian terkejut dan nyengir - nyengir tidak jelas.
Keempat sahabatnya tertawa terbahak - bahak melihat tingkah Tia yang tadinya melamun sambil melongo.
Sialan banget!! Kenapa sekarang aku yang jadi pusat obrolan kalian.
"Aku sama Fendi sudah putus sejak seminggu yang lalu, aku sudah gak sanggup aja mesti menjalin hubungan yang kayak gini,
tapi jujur aja Yaa gaess..aku masih sangat mencintainya, begitu sulit untuk melupakan dia.." Ucap Tia.
Dia kembali teringat apa yang pernah mereka lalui bersama.
Menghabiskan waktu setiap Minggu dan libur sekolah berdua di taman hiburan.
"Kenapa bisa sampai mengakhiri hubungan kalian Tia.. padahal kalian pasangan yang kompak dan romantis."
Ujar Tika seketika raut mukanya berubah dan menghentikan becandaan mereka .
Kenapa kamu harus berulang kali tersakiti begini Tiaa..huh.
Tika merasa kasihan dengan kehidupan yang di alami sahabatnya yang satu ini.
May mencoba menenangkan Tia dengan menyandarkan kepala Tia di pundaknya.
"Memangnya Fendi sekarang lagi di rumah ya?? kok aku nggak pernah lihat dia?"
Ucap Siti sambil berfikir, Karena mereka berdua masih satu desa.
"Beberapa Minggu yang lalu Fendi pulang,
dia masuk ke dalam rumahku secara diam - diam saat aku lagi nonton tv, dia menutup mataku dari belakang dan tak lupa membawa buket mawar merah.."
Ucap Tia menceritakan kejadian yang lalu.
Aku nggak mau jika harus menceritakan sesuatu yang gila kepada kalian yang membuatku ingin enyah dari kehidupan Fendi adalah sifat mesumnya.
"So sweet banget..!! aku juga pengen di gituin dong..hihihi.."
Ujar May.
Pengen di apain May?? Aku aja sudah lama pengen enyah dari hidupnya walaupun sebenarnya aku benar - benar mencintainya.
Setelah beberapa lama mereka mengobrol kesana kemari, akhirnya Siti, May dan Tia pamit untuk pulang.
°°°°°
°°
Matahari sudah beranjak naik...
Waktu menunjukkan tepat pukul 09.00 Pagi.
Tia sudah bersiap - siap untuk pergi keluar rumah, dia tak lupa bermpamitan dengan ibunya.
"Bu.. Tia jalan dulu Yaa.. paling lambat Tia pulang sebelum jam 17.00 Sore."
Ucap Tia tak lupa seraya mencium punggung tangan ibunya.
Kali ini aku akan berkunjung ke rumahnya Fendi, aku hanya ingin memastikan kalau dia baik - baik saja dan tidak berbuat sesuatu yang di luar nalar manusia normal.
"Baiklah.. hati - hati di jalan sayang.."
Balas ibunya seraya mencium kening Tia.
Tia akhirnya pergi dengan mengendarai sepeda motornya.
Kenapa aku merasa takut untuk pergi ke rumahnya.?
Di perjalanan menuju rumah Fendi, Tia merasa sedikit takut. Yaa.. walaupun mereka dulu adalah pasangan kekasih tapi tidak untuk sekarang.
Beberapa menit kemudian..
Tia telah tiba di rumah sederhana yang di depannya ada banyak sekali tanaman bunga.
Dia kembali ingat akan kenangan dulu saat masih bersama Fendi.
Bunga mawar..!! Iaa.. bunga mawar yang selalu Fendi bawakan untukku setiap kali kita bertemu.
Tiba - tiba tanpa Tia sadari, ada butiran kristal jatuh dari kedua bola matanya, mengingat sejenak memori yang pernah ia lalui.
Setelah tersadar dari lamunannya, ia melangkahkan kakinya menuju depan pintu rumah tersebut, dan tak lupa menyeka air matanya.
Tia beberapa kali mengetuk pintu tersebut,
akhirnya ada seseorang yang membukanya.
Dia seorang wanita yang hampir seumuran dengan ibunya Tia.
"Tiaa..!!! apa kabar sayang?!! lama sekali kamu nggak pernah main kesini?? Tante kan kangen..!!"
Teriak Tante Yana dengan sangat gembira,
karena terakhir mereka bertemu saat Fendi belum berangkat bekerja ke kota Y.
Sumpah aku kaget Tante Yana!!!
"Hehe..Aku baik kok Tan, tante sendiri apa kabar? maafin Tia tante, kemaren - kemaren sibuk karena habis ujian kelulusan"
Ujar Tia sambil menunjukkan senyum kecil di bibir mungilnya.
Aneh.. kok sepi banget, kemana Fendi??
ohh mungkin dia lagi keluar!
Tia celingukan kesana kemari seakan mencari - cari sesuatu yang belum ia temukan.
Siapa yang Tia cari, kenapa dari tadi celingukan seperti sedang mencari seseorang, apakah itu Fendi? kenapa dia mencarinya, bukankah seharusnya dia tau kalau Fendi sudah berangkat lagi.
"Tante juga baik kok, kenapa kamu celingukan begitu? Oh iyaa.. kamu kemaren udah ketemu sama Fendi kan.??" Tanya tante Yana.
Sebenarnya sudah Tan,tapi aku ingin dia meninggalkanku karena sifat mesumnya.
aiihhh...!!!!
"Sudah tante, dia datang ke rumah. Tapi setelah itu.." Jawab Tia.
Sebelum dia selesai bicara, tiba - tiba Tante Yana memotong ucapan Tia.
"Kalian putuss.??!!! Ia kan???
Ucap Tante Yana dengan nada marah dan juga matanya yang melotot kerena tau jika hubungan mereka telah kandas.
Whatttt??? dari mana Tante Yana mengetahuinya.??
°°°°°°°°
Jangan lupa kasih like 👍 love ❤ dan vote'nya..
terima kasih.